GEREJA AJAK JEMAAT HIDUPI MALEAKHI 3:10: “UJILAH AKU” DALAM PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN
TANGERANG, POSTJKTC.co — Di tengah tantangan ekonomi, pesan Maleakhi 3:10 kembali digaungkan dari mimbar ke mimbar. Ayat yang menyebut tentang persepuluhan ini menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk hidup dalam ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan.
_”Bawalah seluruh persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku, dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepada kamu sampai berkelimpahan.”_ *- Maleakhi 3:10*
MAKNA: TUHAN MENANTANG UMAT UNTUK SETIA DULU
Para rohaniwan menjelaskan, ayat ini bukan sekadar perintah memberi. Ini adalah satu-satunya ayat di Alkitab dimana Tuhan menantang umat-Nya: “ujilah Aku”.*
“Artinya begini. Tuhan menantang umat-Nya untuk setia dalam memberi dan taat terlebih dahulu. Setelah itu, lihat bagaimana Ia setia memberkati kehidupan mereka,” jelas seorang pendeta saat khotbah Minggu.
“Rumah perbendaharaan” dimaknai sebagai rumah Tuhan, yaitu gereja. Tujuannya jelas: “supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku”*. Artinya agar pekerjaan pelayanan, misi, diakonia dan penginjilan dapat terus berjalan dan mencukupi kebutuhan banyak orang.
BUKAN TRANSAKSI, TAPI HUBUNGAN
Penekanan utama dari khotbah ini adalah: *persepuluhan bukan transaksi jual-beli dengan Tuhan.*
“Ini soal hati. Soal apakah kita percaya bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat. Saat kita taat mengembalikan 10% pertama, kita sedang melatih iman. Dan Tuhan berjanji akan ‘membukakan tingkap-tingkap langit’ – mencurahkan berkat sampai berkelimpahan,” tambahnya.
“Berkelimpahan” di sini tidak selalu diartikan uang. Bisa berupa damai sejahtera, kesehatan, hikmat, pintu pekerjaan terbuka, dan perlindungan Tuhan.
AJAKAN: KELOLA DENGAN BENAR DAN TRANSPARAN
Gereja-gereja di Kabupaten Tangerang juga didorong untuk mengelola persembahan persepuluhan secara *transparan dan akuntabel*. Tujuannya agar jemaat melihat bahwa dana yang dikembalikan untuk Tuhan benar-benar dipakai untuk pelayanan dan menolong sesama.
Peringatan Hari Raya ini menjadi momentum bagi umat untuk mengevaluasi: Apakah kita sudah hidup dalam prinsip memberi yang diajarkan Tuhan?
Karena pada akhirnya, memberi bukan membuat Tuhan berutang pada kita. Tapi memberi membuktikan kita percaya Tuhan tidak pernah berutang pada kita.
#Renungan
#Maleakhi310
#Persepuluhan
#FirmanTuhan
#GerejaKabTangerang
#postjktco
—purba—-








