Antara pedagang sewa toko dengan pedagang keliling keuntungan lebih besar.

Tangerang, posjkt.com

Pedagang keliling menjual barang kemana-kemana, maunya menjual barang kebutuhan rumah tangga sangatlah unik caranya, di jalan Moh. Toha, Kota Tangerang, Banten, jumat (02/02)

Pedagang yang menjaul sayuran ini yang pakai motor, ia menjual barang yang di usung pakai kenderaan roda empat parkir sambil teriak. “Sayuuuuur, ikannnn, daging,” kata Ny. Nining (45)

Menurut Nining, ia menjual barang dagangan sambil memanggil si pembeli barang yang di gantungkan dalam kenderaan yang berada dalam kenderaan tersebut

Menurut salah satu pedagang Wati, penjual sama dengan barang yang di jual dalam mobil keliling ini mengatakan, teriak-teriak memanggil pembeli 3 lima ribu.

“Buruan, bu, pak, mpok, dan encang jangan sapai kehabis teriakan pedagang kenderaan yang menjual alat rumah tangga ini”, katanya wati.

Wati pedagang sama seperti pedagang kenderaan tersebut mengatakan lagi, ngeri kali cara si sepedagang Kenderaan yang parkir di depan tokonya mengeluhkan ulah pedagang Kenderaan.

Karena si pedagang ngontrak berkurang pembeli barangnya penyebab pedagang kenderaan tersebut

Menurut comentarnya salah satu pedagang juga sama dengan pedagang kenderaan Sudin mengatakan saya sulit cari uang dan pembeli.

Dagangan saya berkurang sedangkan dia enak santai banyak dapat duit hanya modal teriak pakai kenderaan habis mangkal di depan toko saya, pindah lagi ke tempat toko yang lain

“Teriak sambil jalan-jalan keliling 3 seribu, 3 seribu,” katanya.

Kata dia, gampang cari duit tapi masalah ke pedagang si pengontrak.

Dia santai sambil teriak pakai mobil keliling habis keliling parkir di depan toko pedagang yang ngotrak, hal ini bisa-bisa rugi.

Lina mengatakan kenapa aparat tidak menangkapnya ?

Apakah dia merasa benar ?

Atau memang tidak ada lagi keadilan?

Dan rasa dan pikiran?

Ono menyatakan tanyakan pada Dunia sama siapa kita berharap ?

Apakah masih ada aparat yang peduli terhadap masalah pedagang liar dan pedagang keliling sehingga pedagang yang ngotrak rumah tak lagi dapat target

Untuk sewa rumahnya tak laku, dagangannya akibat pedagang keliling memakai Kenderaan meraup untung besar, tidak bayar kontrakan.

“Kami menjual barang tetap untungnya sedikit, sudah bayar sewa toko. Pedagang keliling menjual kemana-kemana”, katanya Lina

Kata lina lebih lanjut, kami mengadu nasib kemana.

“Tidak sportip dan tidak tertip, yang salah siapakah saya atau dia atau aparat ? Tanyakan pada “rumput bergoyang””, katanya Nur (45) pemilik dagang.

Sahat red

Terkait Kisruh GWI dan Piral di Medsos, Wakil Ketua Umum Akan Saya Benahi

Tangerang, posjkt.com

Terkait kisruh GWI dan beredarnya di Medsos, Makmur Napitupulu selaku Wakil Ketua Umum DPP GWI akan saya benahi, dengan adanya yang mencatut atau menjiplak jiplak nama GWI, (Kamis, 01/02/2024).

isu tak sedap di kalangan Jurnalis terkait bawa bawa nama GWI, Makmur Napitupulu selaku wakil ketua Umum GWI mengatakan

β€œItu yang beredar di pemberitaan bukan GWI yang sebenernya mulainkan ada salah satu oknum mencatut nama GWI”, kata Makmur.

Dan saya tegaskan seluruh instansi baik keperintahan maupun Polri TNI dan Dinas Dinas terkait yang sudah piral di pemberitaan itu adalah Gabungannya Wartawan Indonesia.

Bukan Gabungan Wartawan Indonesia, apa bila ada yang mengaku ngaku GWI silahkan cek aja legalitasnya,” tegas Makmur

“Hal ini sangat di sayangkan ulah oknum yang telah mencatut catut nama GWI yang tergabung dalam wadah Gabungan Wartawan Indonesia (GWI)”, katanya ketua GWI.

Apalagi terucap langsung dari seorang Ketum FWJ Indonesia, saat jumpa Pers di Jakarta Cengkareng.

Apa yang dilakukan Saudara Samsul yang mengaku ngaku sebagai Ketua GWI.

Jika memang ingin memakai nama dan singkatan jelas gabungan wartawan Indonesia itu pasti GWI.

Agar lebih elok dan terkesan jenius jika gabungnya wartawan Indonesia dibuat GAWI kan tidak menimbulkan keresahan di setiap instansi pemerintah yang ada kreatif dikit dong agar tidak jeruk makan jeruk.

jika ingin pembuktian semua terkait gwi silahkan di cek di google terkait gwi semua terpampang dengan jelas disana.

Apakah gabungan wartawan Indonesia yang terlihat atau gabungnya wartawan Indonesia..yok kita belajar kreatif selaku insan pers katanya.

Namun dalam pemberitaan yang ditayangkan oleh beberapa media online dinilai kurang layak dikarenakan itu bukan GWI yang sebenarnya GWI yang sebenarnya adalah Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) yang sudah jelas terdaptar di menkumha kesbankpol dan Dewan Pers,” tukasnya

(Tim)

Maka jalan yang di lewati oleh truk teller ini tidak ada peneguran pihak dinas terkait.

Tangerang- posjkt.com

Kurangnya pengawasan terhadap Dishub Kota Tangerang, Banten jalan yang kapasitas 8 ton di gunakan oleh kendaraan mobil truk ukuran 24 ban.

Maka jalan yang di lewati oleh truk teller ini tidak ada peneguran pihak dinas terkait.

Jalan Bayur- Lebak Wangi Kota Tangerang beban jalan sekitar 8 ton di gunakan oleh mobil 25 ton, kini tidak ada penegarun dan tidak ada displin.

“Kami minta pada pihak dinas terkait jalan bayur-jalan Lebak Wangi Kota Tangerang mobil berat di tindak sesuai perda dan perwal”, katanya Rudi ketua RT.

Menurut Rudi, Kenderaan tereller membawa alat berat panjang sekitar 60 m lebar 6 m sedangkan jalan sekitar 6 m layak kah di lintasi oleh Kenderaan ini? 31-1-2024,jam 23,30 kenderaan sepanjang ini

Seharusnya aparat harus melarang melintasi jalan Bayur kali menuju kampung kelor, anehnya mengapa di biarkan saja

“Kenderaan begitu panjang tak sesuai lebarnya jalan dengan kenderaan tereller yang membawa alat berat menuju kampung kelor “aneh “”, kata Dedeh pemilik warung

Sebelum melaju kenderaan tereller ke arah yang dituju seharusnya di tanyakan dulu aparat kepolisian atau aparat yang berwenang.

Baru nyaman layak atau tidak sudah lebih di ketahui Medannya ahirnya Kenderaan tersebut atrek kebelakang

Capek dehhhh di Duga ada “Kong kali Kong “antara si butuh dengan kebutuhan.

Berita ini di tayang hingga pihaknya dinas terkait tak dapat di komfirmasikan sejauh mana ia memberikan sangsi pihak pengusaha yang melanggar perda dan perwal.

sha red