Kompol Pandu Winata menerima Pemberian Pin emas atas prestasi Kinerjanya sangat tinggi.

Sumut, posjkt.com

Berprestasi dalam kerja, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan hadiah Pin emas kepada personil Subdit Tipidter Ditreskrimsus Kompol Pandu Winata SH, SIK,MH, CPHR, CBA.

Penghargaan Pin Emas Kapolri merupakan bentuk pengakuan tertinggi dari institusi Polri kepada personel yang menunjukkan Prestasi kinerja.

Kompol Pandu Winata menerima Pemberian Pin emas atas prestasi Kinerjanya sangat tinggi dalam bidang Operasional khususnya di Polda Sumut sehingga mendapatkan apresiasi tingkat Nasional dan Internasional.

Pin Emas disematkan oleh Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan di lapangan KS. Tubun Mapolda Sumut, Senin(2/12/2024).

“Saya bangga dan berterimakasih kepada personil yang berprestasi,”ujarnya.

Pemberian penghargaan ini menjadi suatu hal penting untuk mengingatkan seluruh jajaran Polri bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup aksi kemanusiaan yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Kompol Pandu bukan sekali ini saja mendapatkan penghargaan, Perwira lulusan Akpol 2010 ini juga pernah menembus dunia karena prestasi yaitu Penghargaan diberikan oleh International Law Enforcement Academy (ILEA) pada acara ILEA Day Award 2023 di Washington DC, Amerika Serikat pada tanggal 24-26 April 2023.

(rezky)

Target PTSL 2024 Rampung, Tahun 2025 Kantor Pertanahan Kota Serang Memiliki Target SHAT PTSL Sebanyak 1.225 Sertipikat.

Serang, posjkt.com

β€œLuar biasa saya melihat capaian, terutama Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang yang telah menuntaskan PTSL,” ujar Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten.

Sudaryanto saat acara Tasyakuran Capaian Kinerja Kantor Pertanahan Kota Serang Tahun Anggaran 2024, Senin (2/12/2024).

Bukan hanya berhasil merampungkan 2500 Sertipikat Hak atas Tanah (SHAT) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Kantor Pertanahan Kota Serang juga telah merampungkan target Peta Bidang Tanah (PBT) PTSL seluas 14 826 Hektar.

Sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah sebanyak 9 bidang, dan 7 layanan prioritas.

Sudaryanto mengapresiasi kepala kantor pertanahan, petugas di lapangan, petugas fisik, yuridis, Ketua Ajudikasi PTSL dan jajaran Kantah Kota Serang yang setiap hari bahkan Sabtu Minggu turun langsung mengecek dan mengawal selesainya target.

β€œKantah Kota Serang memang baru terbentuk di tahun 2022, kantor masih sewa, SDM (Sumber Daya Manusia-red) dan sarana prasarana terbatas.

Namun, saya bilang jangan itu dijadikan hambatan namun menjadi tantangan,” lanjutnya.

β€œHari ini pembuktiannya, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa ya, tidak mungkin menjadi mungkin dan inilah hasilnya,” tegas Sudaryanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang Taufik Rokhman mengatakan terhitung tanggal 23 November 2024 Kantah Kota Serang telah merampungkan target SHAT PTSL Tahun Anggaran 2024 sebanyak 2.500 SHAT.

Selanjutnya di tahun 2025 direncanakan akan mendapatkan target sebanyak 1.225 SHAT dan sudah menyiapkan rencana aksinya.

Sertipikat PTSL Tahun Anggaran 2024 akan dibagikan secara bertahap melalui 21 kelurahan kantor kelurahan yakni di Kecamatan Walantaka (Kelurahan Kalodran, Pipitan, Teritih, Kiara, dan Kepuren), Kecamatan Serang (Kelurahan Sumur Pecung, Cimuncang).

Kecamatan Curug (Kelurahan Kemanisan, Pancalaksana, Sukajaya, Cilaku, Curug, Cipete, Sukalaksana, Sukawana, Tinggar, dan Curug Manis) , dan Cipocok Jaya (Kelurahan Tembong, Karundang, Dalung dan Panancangan).

( trisno ).

Kejih sekali seorang pengasuh pondok Pasyatren di Serang, merusak kegadisan anak di bawa umur.

Serang, postbanten.net.

Pesantren tradisional Bani Ma’mun yang juga digunakan untuk padepokan di Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, digeruduk massa yang geram.

Kejih sekali seorang pengasuh pondok Pasyatren di Serang, merusak kegadisan anak di bawa umur.

Warga tidak terima seorang pengasuh anak didik tegahnya merusak masa depan murid.

Dengan kemarahan warga Kampung Badak marah besar dan murkah.

Semua fasilitas pondok pasyatren habis di rusak.

Rencananya akan di ratakan dengan tanah, kepala kampung badak melarang, jika tidak rumah pengasuh pondok pasyatren juga titik sasarannya.

Warga marah dan merusak bangunan milik pengasuh inisial KH yang diduga melakukan pencabulan ke santriwatinya.

“Kami minta pada pihak polisi agar pihak pelaku pencabulan anaknya agar di hukum”, kata Danis (45) warga setempat.

Yang merusak mental anak bukan saja di sekolah negeri saja, tetapi di pondok pasyatren lebih gila lagi.

Anak-anak di bawa umur di perkosa, di rengut kegadisannya hal ini sudah biadab.

“Benar telah terjadi perusakan bangunan ponpes oleh sejumlah warga buntut dari peristiwa dugaan tindakan asusila yang dilakukan pimpinan ponpes,” kata Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, Minggu (1/12/2024), dikutip detiknews.com.

Menurut AKBP Condro Sasongko hal akan di lakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sehubungan permintaan warga kasus pencabulan ini akan di anjurkan orang tuanya melaporkan perbuatan pihak pengasuh pondok Pasyatren akan dilakukan proses hukum.

Dari video yang beredar di masyarakat, warga menggeruduk rumah terduga pelaku inisial KH. Kaca dan bangunan dirusak massa yang melampiaskan kemarahan.

Ada warga juga yang merusak bangunan semi permanen.

Menurut informasi, anak-anak gadis yang pondok itu ia lakukan digitui.

“Anak gadis yang masih umur 15-18 tahun, sehingga anak itu nangis dan trauma”, tuturnya Nuryanti (15).

(hasan / feri)

Ampun, jaman sekarang anak usia 13 tahun duduk di kelas 6 pacaran sama gurunya.

Jakarta, posjkt.com

Waduh, jaman sekarang sudah mulai tidak ada rambu-rambunya, anak Anak SDN masih duduk di kelas 6 sudah milih pasangan.

Bahkan anak SD ini viral Media Sosial (Medsos), pacaran sama gurunya olahraganya.

Bahwa ia rasa cinta pada pasang seperti orang sudah dewasa, cemburunya bisa damprak orang lain.

Apakah itu ia masih kecil atau lawannya sudah dewasa, ia tak mengerti.

Jika pacarnya di ambil orang lain, tidak mampu tangan ini berbuat dukunpun bisa bertindak.

Sebut saja Nuri yang sudah duduk di kelas 6, kira-kira umur 13 tahunlah.

Dia cinta pada gurus olah raga, ia sempat cetingan sama gurunya.

Ketika anak SD naksir Guru Olahraganya sekaligus Cemburu sama Guru Kelasnya.

“Anak SD chat Gurunya udah kayak Chattingan Sama Temen Seangkatan Kuliah”, katanya akun anres di tayangkan Twitter.

Kabar Nuri marah besar pada ibu guruhnya.

Sambil di katai-katai, bahwa ibu guru kelas tidak boleh mendekat guru olahraganya itu.

“Ia menuliskan murid kelas 6 SD sudah bisa pacaran, dan cemburunya nabrak guru perempuan yang lain”, tuturnya akun Rani.

Marwah guru sudah tidak seperti dulu lagi, dulu guru galak biar ada batasan.

Tetapi guru sekarang sudah kayak temannya, karena pemerintah tidak bisa mencabut undang pendidikan, aturan apa sekarang.

“Sekarang guru tidak galak, yang orang tuanya, sedikit-sedikit lapor, itu akibatnya”, katanya akun Yuni.

Akun yuni @chanrawhyn, Sedikit-sedikit tidak terima lapor orang tua ke polisi, kini jadi apa generasi yang kocak ini.

(feri / henry)

Warga minta pihak hukum buka pengadilan terbuka, bisa buat pelajaran pada anak yang lain.

Lebak Bulus, posjkt.com

Miris kali mendengar seorang anak yang di besarkan harus berbakti kedua orang tua, ini malah orang tuanya di habisi dengan pisau dapur.

Pihak polisi mensikapi motif apa yang terkandung di otak anak dibawah umur MAS, masih SMP masih kencur berusia 14 tahun, Lebak Bulus, Jakarta, minggu (01/12)

Koq tega bertindak arogansi dan Sadisme tidak berkeTuhanan, tega membunuh Ayah kandung dan Neneknya dengan bacokan Sajam Pisau dapur.

Namun ibunya AF berhasil lompat pintu pagar namun punggung luka bacok berlumuran darah segar.

Pelaku lari berusaha kabur alhasil ditangkap security komplek dan warga Taman Bona lndah BG/16. Lebak bulus.

Menurut Keterangan RW.06 lrwan sehari-hari memang perilaku anak M.A.S. ini.

“Memang temperamental, mudah tersinggung dan sering kali ribut tengkar dengan ibunya AF.

Seketika tanpa soal alasan yang jelas, si ibu AF pun kini masih di rawat di RS Fatmawati”, katanya Irwan RW 06.

Sementara kedua mayat ayah dan Neneknya setelah di Visum & Otopsi untuk mencari tahu kejelasan perilaku kejiwaan yang menyimpang yang tega melakukan Tindak pidana.

“Hingga orang tuanya terbunuh ayah dan neneknya secara perlakuan”, ujarnya Irwan.

Menyimpang secara sadar, kenapa begitu !!??? Sadis terbunuh orang yang disayanginya.

Selain polisi kerahkan tim investigasi massive Scintific Crime lnvestigasi DVI, olah TKP POLDA Metro Jaya dan kasat reskrim POLRES Jakarta Selatan, Kapolsek Cilandak, Forensik mabes Polri
Pelakunya MAS pun di amankan di Polsek Cilandak.

Kemudian Polres Metro Jaksel, MAS ternyata masih berdiam diri membungkam seribu bahasa.

Tidak mau di dekati oleh siapapun termasuk Polisi.

Pihak Polisi sudah mentest urine BNN.

Pelaku, sampai interaksi komitmen Presisi Polri untuk Nilai kepercayaan publik Bhayangkara sejati Tri brata Polri, juga mendatangkan para ahli ahli Psychologi, sosiologi, pakar pemerhati pendidikan anak lndonesia.

KPPAI, Komnas Anak untuk bisa kasus ini, UU KIP no.14 th 2008, Keterbukaan lnformasi Publik.

Masyarakat biar Polisi transparan, Kita cepat tahu dan terang benderang menyingkap ada apa motif yang melatar belakangi prilaku seorang anak dibawah umur itu.

“Koq tega sadisme dan nekatnya lakukan pembunuhan itu orang yang patut disayangi namun tetap APH Jaga Pro Justicia praduga tidak bersalah tanpa rekayasa”, katanya Zaenudin (45) warga setempat.

(dr. Bernard)