Untuk MenDukung PLTSa, Bupati Rudi Maesyal Pastikan Stok Bahan Baku 2.700 Ton Sampah Per-Hari

posjkt.com | TANGERANG, Bupati Moch. Rudi Maesyal Rasyid, meninjau progres kesiapan pematangan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, yang diharapkan dapat mengatasi volume sampah yang menumpuk di TPA Jatiwaringin.

Pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) ini memerlukan bahan baku minimal 1.000 ton sampah perhari, yang akan diproses melalui teknologi untuk menghasilkan panas atau biogas yang menggerakkan turbin generator.

 

Kabupaten Tangerang memiliki volume sampah yang mencukupi untuk mendukung operasional PLTSa, yaitu sekitar 2.700 ton perhari. Bahkan, akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan pasokan sampah.

Kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

Bupati Maesyal Rasyid dan rombongan meninjau langsung progres pematangan dan pemadatan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi di TPA Jatiwaringin, Mauk. Ini adalah tahapan awal yang penting untuk memastikan lahan siap digunakan. (Liputan posjkt.com)

Bupati Maesyal Rasyid menyatakan bahwa setelah proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Jatiwaringin. Ini adalah langkah penting untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar. 👍

 

Redaksi/sp/purba.

BUPATI RESMIKAN HALTE SEPANJANG JALAN CIBADAK -TIGARAKSA

POSTJKT.COK | Senin 5 Januari 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membangun halte bus sekolah gratis yang berlokasi di Jalan Baru Matagara, Tigaraksa.

Halte tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, pada Senin (5/1/2026) turut meninjau langsung beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lokasi peresmian.

Bupati Maesyal menyampaikan bahwa program bus sekolah gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi.

Peresmian halte bus sekolah ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026.

“Hari ini kami bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh OPD melihat secara langsung anak-anak kita kembali bersekolah di tahun 2026 dan menggunakan bus sekolah gratis,” ungkap Bupati Maesyal.

“Alhamdulillah, mereka merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat,” sambungnya.

Dia menjelaskan, pada tahap awal Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis yang melayani beberapa zona yang telah ditetapkan, dengan tambahan dua unit kendaraan operasional pendukung.

“Saat ini ada tujuh halte bus sekolah yang disiapkan, dan objek peresmian kita pusatkan di Jalan Pemda. Bus sekolah gratis ini diharapkan dapat membantu dari sisi ekonomi, keselamatan, kenyamanan, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap anak-anak kita,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa seluruh bus sekolah telah dilengkapi dengan sistem aplikasi pemantauan berbasis teknologi.

Sistem tersebut, kata Maesyal, berfungsi untuk mengontrol kecepatan kendaraan, memastikan sopir mematuhi batas maksimal kecepatan 60 km/jam, serta menerapkan aturan keselamatan lainnya.

“Bus ini dilengkapi sistem aplikasi, kecepatan dikontrol maksimal 60 km/jam, ada sanksi jika melanggar, dan pengemudi juga dilarang merokok saat mengemudi. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” tegasnya.

Pihaknya berharap program bus sekolah gratis ini dapat terus dikembangkan dan ditambah jumlah armada maupun rutenya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah ke depannya.

“Mudah-mudahan di tahun 2026 dan seterusnya program ini bisa kita tambah sesuai kebutuhan wilayah. Mohon doa dan dukungannya agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi, dapat terus kita optimalkan secara bertahap,” pungkasnya.

Sementara itu, M. Azzam, siswa SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang mengungkapkan rasa bahagianya dan menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bus sekolah gratis dan halte yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bus sekolah gratis ini. Alhamdulillah, kami semua senang karena sekarang berangkat sekolah jadi lebih nyaman, tidak kepanasan, dan sudah ada halte khususnya. Semoga ke depannya jalurnya bisa ditambah dan pelayanannya semakin baik,” ungkapnya

 

 

Red.

BENCANA DATANG KEBIJAKAN BERUBAH,Bupati Maesyal Rasyid Menyatakan bahwa Penanganan Banjir menjadi Prioritas Pemda Kab.Tangerang..

posjkt.com | Tangreang, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Sabtu (3/1/2026). Banjir tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, dengan ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa.

Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Camat Rajeg, Kepala Desa Mekarsari, serta unsur RW dan RT setempat. Ada warga yang masih bertahan di rumah, namun ada juga yang sudah dievakuasi.

Bupati Maesyal Rasyid menyatakan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas pemerintah daerah, dengan rencana normalisasi saluran air dan pembangunan tandon air untuk mengantisipasi banjir di masa mendatang.

Sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang fokus pada pengembangan estetika lingkungan pusat pemerintahan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan suasana yang nyaman bagi warga dan pengunjung.

Gapura Selamat Datang 2.4 M

 

Nilai fantastis yang diinvestasikan sangat banyak menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang indah dan fungsional. Ini bisa termasuk penataan taman, perbaikan infrastruktur, dan penambahan fasilitas publik.

Aliansi Masyarakat Tangerang Raya menilai kegiatan tersebut kurang tepat sasaran, karna masih banyak yang lebih prioritas untuk dikerjakan.

 

Red.SP Baca selengkapnya

Kabupaten Tangerang Kembangkan Siwasjada 2.0 untuk Tingkatkan Pengawasan Pajak Daerah

posjkt.com | Tangerang, Dalam upaya memperkuat pengawasan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang tengah mengembangkan Sistem Informasi Pengawasan Pajak Daerah (Siwasjada) 2.0. Pengembangan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) yang menekankan pentingnya penguatan local taxing power.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bapenda Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa sistem Siwasjada yang telah digunakan sejak tahun 2021 memiliki peran penting dalam mendukung fungsi pengawasan pajak daerah. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih adanya sejumlah kendala, seperti keamanan aplikasi yang belum optimal, beberapa fitur yang belum berjalan maksimal, serta proses administrasi yang masih dilakukan secara manual. 

Menjawab tantangan tersebut, Siwasjada 2.0 hadir dengan konsep dan rancangan yang lebih modern, adaptif, dan terintegrasi. Beberapa pembaruan utama dalam sistem ini meliputi: 

  • Integrasi Data Otomatis dengan sistem pajak daerah lain seperti SIMPAD dan dashboard alat perekam transaksi usaha.
  • Dashboard Interaktif yang menampilkan data kepatuhan wajib pajak, status alat perekam, hingga laporan penerimaan pajak secara real time. 
  • Fitur Otomatisasi Dokumen, seperti pembuatan surat imbauan, teguran, berita acara, dan laporan pemeriksaan yang dapat dihasilkan langsung dari sistem. 
  • Aplikasi Mobile Berbasis Android untuk memudahkan petugas lapangan dalam melakukan monitoring, pemeriksaan, dan penagihan pajak di lokasi. 
  • Peningkatan Keamanan Sistem dengan autentikasi ganda dan pembaruan framework teknologi terbaru. 

Melalui pengembangan ini, Bapenda Kabupaten Tangerang berharap Siwasjada 2.0 dapat menjadi instrumen digital yang mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak daerah. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan penerimaan pajak serta memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Bapenda. 

“Dengan hadirnya Siwasjada 2.0, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pengawasan, pemeriksaan, dan penagihan pajak dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi,” ujar Kepala Bidang Pengawasan, Pemeriksaan, dan Penagihan Bapenda Kabupaten Tangerang. 

Pengembangan Siwasjada 2.0 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan inovasi digital untuk tata kelola pajak yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.

 

 

 

Red.Sp

Dikutip dari web bapenda kan.Tangerang

 

BAGAIKAN BERLIAN, DIMANA PUN DITEMPAT TETAP AKAN BERSINAR, DWI CANDRA BUDIMAN LAGI LAGI MELAKUKAN TROBOSAN/ INOVASI DALAM PELAYANAN DI LINKUNGAN KERJANYA

Harapan Masyarakat Kemudahan Dalam Pelayana dan Jangkauan , terimplementasi awal tahun 2026 di Kecamatan Kelapa Dua Perkenalkan Aplikasi Inovasi Digital “Pedas Dikit” dalam hal pelayanan Adminduk.

posjkt.com | Tangerang —Dalam memudahkan pelayanan ke masyarakat Kecamatan Kelapa Dua melakukan soft launching inovasi pelayanan publik bertajuk Pedas Dikit (Pelayanan Dasar Digitalisasi Kecamatan Kelapa Dua Terintegrasi). Platform layanan digital ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) secara lebih cepat, efisien, dan transparan.

Diketahui Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang. Wilayah ini terdiri dari 5 Kelurahan dan 1 Desa dikenal sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berkembang pesat dengan karakter masyarakat yang heterogen, terdiri dari pekerja sektor industri, jasa, perdagangan, serta masyarakat perumahan dan permukiman padat penduduk.

Dalam penyampaiannya Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat menjelaskan dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif dan keluarga muda, kebutuhan akan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah menjadi sangat penting. Aktivitas masyarakat Kelapa Dua yang dinamis, mobilitas tinggi, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital seperti ponsel pintar dan aplikasi daring menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi Pedas Dikit.

“Pedas Dikit dirancang sebagai layanan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengurangi antrean, serta meminimalkan waktu dan biaya pelayanan. Namun tanpa menghilangkan eksistensi aplikasi SIAK, Krn aplikasi PEDAS DIKIT merupakan pendukung” Ungkapnya, Selasa (30/12/25).

Menurutnya Inovasi ini sebagai fungsi kecamatan dalam garda terdepan dalam pekayanan dasar di masyarakat. Pihaknya berharap nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kecamatan.

Sementara itu Sekretaris Camat Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman Sebagai *Penggagas/inisiator* menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen kecamatan dan menjadi implementasi program unggulan PRIMA dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Bismillah semoga inovasi Pedas Dikit yang akan kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kelapa Dua yang menginginkan pelayanan administrasi yang praktis, cepat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital terintegrasi ini, kami menghadirkan 15 layanan terverifikasi, berharap masyarakat tidak lagi terbebani oleh proses yang panjang dan berulang,” ujar DCB.

Kemudahan Dalam Jangkauan, awal tahun 2026 Kecamatan Kelapa Dua Perkenalkan Inovasi Digital “Pedas Dikit” dalam hal pelayanan Adminduk.

Ia juga menambahkan bahwa soft launching ini menjadi tahap awal untuk penyempurnaan layanan berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu jam operasional aplikasi ini baru bisa di pergunakan jam 11.00 WIB s.d jam 13.00 WIB serta masyarakat bisa mendownload di App Store.

“Kami membuka ruang evaluasi dan masukan dari warga agar ke depan Pedas Dikit benar-benar menjadi layanan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelapa Dua,” tambahnya.

Salah satu warga kecamatan kelapa Dua, Eva juga berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan untuk layanan administrasi lainnya.

“Semoga ke depan layanan digital seperti ini bisa diperluas, karena sangat membantu masyarakat yang aktivitasnya padat,” ujarnya.

Melalui inovasi Pedas Dikit, Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Diharapkan inovasi ini mampu menjadi contoh pelayanan administrasi kependudukan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Redaksi.

Editor. PURBA