DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN MENGUCAP SELAMAT HARI RAYA IDULADHA 1447 H / 2026 M
Idul Adha itu ibadah qurban, tapi Rasulullah ﷺ selalu mengaitkan ibadah dengan adab terhadap lingkungan. Maknanya bisa dilihat dari 3 hal:
Rasulullah ﷺ bersabda: _”Kebersihan adalah sebagian dari iman”_ [HR. Muslim].
Qurban tanpa menjaga kebersihan bertentangan dengan prinsip ini. Penyembelihan, pembagian daging, dan pembuangan sisa hewan harus dilakukan dengan rapi supaya tidak menimbulkan bau, penyakit, dan pencemaran. Jadi qurban yang benar itu yang bersih dari awal sampai akhir.
Allah berfirman: _”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya”_ [QS. Al-A’raf: 56].
Rasulullah ﷺ mencontohkan pengelolaan hewan qurban yang tertib: darah dan jeroan tidak dibuang sembarangan, tempat disiram dan dibersihkan, daging disalurkan secepatnya. Tujuannya biar tidak jadi sumber penyakit dan tidak mengganggu masyarakat.
Hikmah qurban itu berbagi, tapi berbagi itu nggak berhenti di dagingnya saja. Rasulullah ﷺ selalu menekankan hak tetangga dan hak jalan umum. Kalau lingkungan jadi kotor karena sisa qurban, itu artinya kita mengganggu hak orang lain untuk hidup sehat.
Maka menjaga kebersihan saat Idul Adha itu wujud nyata dari _ihsan_ – berbuat baik secara sempurna. Kita menyembelih untuk Allah, sekaligus menjaga bumi yang dititipkan-Nya agar tetap bersih dan nyaman untuk semua.
Idul Adha yang diterima itu bukan cuma sah secara fiqih, tapi juga bersih secara adab. Rasulullah ﷺ nggak pernah pisahkan ibadah dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.






