Tangerang, posjkt.com
MAFIA tanah Drs Fahmy dan Notaris Eva Safira terbongkar dalam persidangan. membuat SPH tanah warga belum di bebaskan, Belum lama ini.
Tanah bersurat seluas 7 hektar di jual ke PT UBL seluas 20 hektar menderita kerugian 45milyar. Maksum karyawan PT UBL dapat bagian 1,2m.
Drs Fahmy terdakwa beli tanah dari asep Pembebasan dari tahun 22017 sampai 19 ,.dana yg di transfer 18 milyar
Tanah yg suratnya lemglap seluas.12.heltar ujar Fahmy. Asep datang minta surat kuasa untu menawarkan tanah.
Surat kuasa untuk menawarkan. Sudah ada pembelinya lewat Asep ujar terdakwa Fahmy. Luas tanah tanah yang saya jual 15 hektar di Mekarsari harga cas 15 milyar ujar terdakwa Fahmy.
Terdakwa buat surat kuasa tetapi tidak komunikasi dengan notarisnya terdakwa Efa Safira, Yang sudah di beli 12 hektar tetapi yang mau di jual 20 hektar, kekurangan tanah yang 8.hektar
Belum di bebaskan ujar terdakwa berbohong. Padahal tanah milik terdakwa hanya 7.hektar.
Asep saipudin ada tanda tangan ppjb, Terdakwa menjual tanah 20.hektar Karna ijin prinsip ijin.lokasi 20 hektar ujar Fahmy, yang di bayar PT UBL 45m untuk 15 hektar dari rencana 20 hektar.
Terdakwa Drs Fahmy menerima 2,5m. Dapat pinjaman dari Asep 1,5m total 4m tanahnya tidak ada.
Asep ingin memperluas pesantren butuh dana ujar Fahmy, dari pembebasanah ada 20m ujar terdakwa ke jpu Esty SH. Edwin ada pembebasan lahan pinggir sungai terjadi transfer dari Asep ke Erwin sebesar 16m.
Tanah yang sudah di jual oleh terdakwaaaih tanah warga dan belum di bebaskan sampai saat ini. Sph yang di buat notaris terdakwa tidak tahu. Tanah yang di miliki terdakwa seluas 12 hektar ternyata baru 8,9 hektar.
Di laporkan oleh PT (UBL) unggul Budi lestari menderita kerugian sangat besar 45milyar.
Bisnis developer harus bisa mbebaskan tanah yangau di bebaskan. Setelah mengeluarkan uang 18milyar tetapi tanh yang di janjikan belum semua di berikan.
Terdakwa Fahmy mengenal lebih dulu ke Asep baru mengenal notaris Efa.. perolehan lahan dari Asep ujar terdakwa Fahmy.
Asep Saifudin kordinator pembebasan tanah seluas 50 hektar. Transaksi terdakwa Drs Fahmy bekerja sama dengan Ahmad Suharto.
JPU merasa ada yang janggal Karna keteranganya di BAP ada yang janggal, Antara Efa Safira notaris di bantah terdakwa Fahmy.
Sph prioritas di tanda tangani termasuk tanah warga yang belum di bebaskan. Eva Safira kenal Drs Fahmy 2016. Notaris berkedudukan di Tangerang Selatan.
Menurut Notaris boleh menangani tanah di Kabupaten Karna masih wilayah Banten. Di mulai jadi notaris 2009 di daerah Karawang. PPAT 2013 di Tangerang Selatan.
Dalam kesaksian terdakwa Eva Drs Fahmy sebagai Direktur PT Surya seel datang ingin mbeli tanah di daerah kabupaten Tangerang.
Pembayaran bertahap dari 2017 terdakwa Fahmy menyerahkan uang untuk pembayaran tanah ke Ato klau suray2nyA sudah lengkap. Terdakwa Fahmy direktur PT ss menggelontorkan uang 18m lebih lewat terdakwa Notaris Eva Safira.
Dari 2017 data yang terkumpul 12 hektar. Sedangkan tanah yang klir hanya 7 hektar
dari uang 18m.
Data yang terkumpul sudah 12 hektar tetapi tanh yang falid hanya 7.hektr
Tetapi terdakwa notaris Eva Safira tetap membutuhkan kuasa menjual 20.hwktar.
Pembeli PT UBL yang akan membeli tanah di Mekarsari, masem pembeli atas nama PT IBL mengetahui klau surat tanah ad 11 hektar.
Harga tanah per meter 300Ribu ujar Eva Safira menjawab pertanyaan jipu Eva SH.
Maksum sudah curiga karna.surat surat tanah belum di tandatangani kepala Desa.
Peta ricik di dapat dari Atok. Di tunjukan ke Yuliana termasuk ijin prinsip, PT UBL sudah bayar 44milnyar untuk bayar 15 hektar.
Di bulan Maret 2022 Asep menghadap saksi Eva meminta sph. Akte sph sudah di tanda tangani oleh terdakwa Notaris Eva untuk mencairkan penjualan tanah.
Warga sebagai pemilik tanah belum merasa menjual tanhnya. Tetapi sudah ada sk sph sebanyak 40 tanah warga sudah ada shp hanya.
Padahal tanah warga Surat suratnya, sah kepemiikanya belum Merasa menjual tanahnya. Tetapi terdakwa sebagai notaris sudah berani buat sph tanah milik warga.
Terdakwa Maksum bekerja sama dengan Budi sebagai arsitex juga karyawan Budi. Terdakwa Maksum juga ikut pembebasan tanah.
Kalau pembebasan lewat kepala Desa Masalah berkas dan surat falit. yang bermasalah berkas surat suratnya bersama terdakwa notaris Eva dan direktur PT SS Fahmy.
H Sidik menawarkan tanah tapi milik PT menawarkan Tanah permeter 300Ribu. Pertemuan Asep di kantor notaris bersama Budi.
Terdakwa Maksum selaku karyawan PT UBL Karna menyakinkan Budi sebaga Direktur PT UBL bahwa tanah seluas 20 hektar yang mau di jual ke PT UBL.
Fakta terdakwa Maksum minta bagian dari H Asep saipudin permeter 8000 permeter di bantah oleh terdakwa Maksum.
Terdakwa Maksum dapat trasferan dari Asep 3 kali sebesar 12m. Setelah budi menuntut tanah yang sudah di bayar seluas 15 Hektar ternyata tanhnya tidak ada, Yang ada hanya 7.hektar ujar Maksum dari Lapas Jambe
prayitno / postjkt
Tangerang, posjkt.com
Pengerjaan pengecoran sarana olahraga di perumahan mutiara puri harmoni RT 05 RW 014 desa Sukamanah kecamatan Rajeg kabupaten Tangerang-banten yang di kerjakan oleh cv. putri Rezky dengan anggaran 79.772.000,00,yang di duga tidak sesuai dengan speck rab.
Kami minta pada Aparat dinas terkait, jika CV. Putri Rezky terdapat pekerjaan diduga tidak baik.
Kurang tegasnya pihak Dinas yang pemberi kuasa penguna anggaran harus di tindak.
Menurut informasi dari warga di Kp.Desa Sukamanah, Rajeg pekerjaan kurang sesuai RAB yang di anggarkan oleh Pemkab.
Tangerang. Bahwa Warga sempat menilai anggaran segitu harusnya, setidaknya bagus.
Menurut Ardi warga Kp. Desa Sukamah, bahwa pengerjaan yang seharusnya ketebalan 7 cm, nyatanya ada yang 3 cm, ada yang 5 cm, ada juga yang 7 cm, berpariasi sesuai dengan kontur tanah yang ada,” ujar Ardi, hasil obrolan dengan tukang yang kerja di TKP
Kata Ardi, kami tak perna melihat pengawas di lapangan saat pekerjaan saat berlangsung.
Menurut informasi yang kami dapat dari pimpinan pekerja (mandor)di proyek tersebut, bahwa pekerjaan itu 7 cm, tapi karena hujan terus jadi terlihat pendek dan tipis.
Hasil investigasi dari team gwi di lapangan melihat bahwa cetakan begisting coran dari baja ringan yang ukuranya 3cm.
“Karena pemasangan bigiating baja ringan tersebut di buat telungkup, sehingga diameternya hanya 3 cm,” team gwi
Ketika ketua LPM desa sukamanah menyayangkan adanya kontraktor yang nakal, (tidak jujur) dalam mengerjakan proyek.
Untuk Pekerjaan masih di akil-akilin, bahkan proyek ini masih kepentingan masyarakat, di antaranya sarana olahraga yang berada di rt 05 RW 14 perumahan mutiara puri harmoni tersebut.
“Kami berharap pada pihak Dinas terkait agar proyek yang di kerjakan oleh pihak ke-3 agar di berikan sangsi, jika melanggar kesepakatan kerja”, tuturnya
Masih menurut ketua lpm, pada saat ini kontraktor enggan untuk melaporkan kegiatanya ke desa, sehingga kami perangkat desa pun tidak mengetahui kalo ada kegiatan pembangunan di desa kami,” ujar ketua
Mungkin mereka mempunyai kekhawatiran apa bila melakukan laporan tentang kegiatan nya ke desa, hawatir mengeluarkan anggaran untuk kordinasi dengan desa.
Padahal kami tidak meminta hal seperti itu, kami hanya berkeinginan bahwa kontraktor itu tertib administrasi.
“Karna di desa pun ada orang nya ada perangkatnya, jangan di kira desa kami kampung yang tidak berpenghuni alias kampung kosong,”ujar nya kesal
Ketua gwi kabupaten Tangerang menyayangkan kegiatan-kegiatan pekerjaan notabene hampir semua kwalitasnya kurang baik, di antaranya U-dit di rt 06/12, sarana olahraga di rt 05/14 perum mutiara puri harmoni dan seterusnya.
Padahal itu kegiatan PL yang seharusnya ada pengawasan lebih ketat, dan juga seleksi CV dan kontraktor nya pun lebih baik, jangan asal pilih karna ada kedekatan saja.
“Sehingga mereka mendapat proyek, kalopun iya kwalitas nya terjaga dan terjamin, baik pengawasan mau pengecekan di lapangan”, ujar uje
“Kami dari pihak gabungnya wartawan Indonesia cabang kabupaten Tangerang, akan memerintahkan sekretaris untuk berkirim surat ke inspektorat kabupaten Tangerang dan juga ke BPK agar proyek-proyek yang di duga bermasalah di tinjau kembali, “ujar ketua uje.
Saniman / posbgr
Tangerang, posjkt.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, sigap menghadapi imbas hujan yang melanda wilayah Kota Tangerang sejak Jumat dini hari.
Kondisi cuaca tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang. Data update pukul 11.30 WIB, banjir terjadi di beberapa titik dengan ketinggian tertinggi mencapai 50 cm.

Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan menuturkan, lima titik tergenang itu masing-masing wilayah Kampung Rawa Bokor dengan ketinggian air 50 cm,
Jalan Husein Sastra Negara ketinggian 30 cm, Jalan Raya Perancis ketinggian 30 cm, Duta Garden Residence ketinggian 40 cm, dan Kedaung Baru dengan ketinggian 30 cm.
Selain itu, Jalan Utama Danau Situ Bulakan ketinggian 10 cm dan Kedaung Baru Kecamatan Neglasari dengan ketinggian 10 cm. Sedangkan Jembatan Alamanda Kecamatan Periuk terpantau aman.
“Petugas sudah dikerahkan ke titik-titik lokasi untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan atau bantuan.
Kami juga berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.
Untuk memastikan seluruh drainase dan pompa air dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik. Sehingga air dapat surut dengan cepat,” ungkap Maryono.
Dikatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bidang Pertamanan, melakukan penanganan pohon tumbang di Jalan Perum Banjar Wijaya, Kelurahan Poris Plawad dan Kecamatan Cipondoh.

