Prabowo Copot Cepat, Kejagung Bekerja – Ujian Serius Program “Makan Bergizi Gratis”
POSTJKTC.CO | Jakarta _Rabu 3/6/2026 jadi hari kelam untuk BGN. Kejagung tetapkan Dadan Hindayana + 2 wakilnya jadi tersangka. Sehari sebelumnya Presiden Prabowo copot mereka. Kecepatan 1×24 jam itu langka di birokrasi kita. Tapi cepatnya copot tidak boleh bikin kita lupa: “kerusakannya sudah terjadi”.
“Copot Cepat” PrintahΒ Prabowo: Ketegasan atau Damkar?
Kita apresiasi Presiden Prabowo yang langsung copot 3 pejabat strategis BGN begitu ada temuan. Itu sinyal: tidak ada “anak emas” di kabinet.

Tapi jujur saja, ini juga pertanyaan: Kenapa harus nunggu “temuannya” Kejagung dulu? Pengadaan 21.801 motor listrik Rp1 triliun, 5.400 TV 75 inci, 32.000 sepatu… barang segede itu KAK-nya lolos verifikasi BPKP, Kemkeu, LKPP?
Jadi “copot cepat” itu ketegasan, atau cuma jadi “damkar” setelah api korupsi sudah bakar APBN?
Dari Misi Kemanusiaan ke Mesin Uang Yayasan”
MBG itu program yang bikin rakyat kecil berharap. Anak stunting dapat susu, telur, ikan gratis. Tapi di meja Dadan dkk, MBG berubah jadi “Mafia Bagi-bagi Gizi”.
Modusnya klasik tapi kejam:
“unjuk yayasan afiliasi β tanpa syarat β insentif miliaran/hari dari APBN”.
Itu bukan kelalaian. Itu niat. Niat menjadikan penderitaan anak jadi proyek keluarga.
Paling nyesek: TV 75 inci. Anak di Papua masih makan gaplek, di meja BGN malah ngotak-ngatik TV segede bioskop. Kebutuhan riil anak = gizi. Kebutuhan “riil” mereka = markup.
Usut Sampai Akar, Jangan Mati di Dahan, ujian ini ada pada APH?
Pasal 603-604 KUHP sudah di meja. Dadan dkk sudah di Salemba. Bagus. Tapi publik nuntut 3 hal:
Publik berhak tau siapa “pemain” di balik SPPG. APBN itu uang rakyat, bukan uang koperasi keluarga.
Jangan cuma “sekitar Rp1 triliun”. Audit BPKP harus sebut angka pasti + potensi kerugian negara akibat gizi anak gagal disalurkan.
Nggak mungkin KAK markup + intervensi PPK jalan kalau nggak ada “backing” di atas/bawah. Siapa? Itu PR Jampidsus.
Ini Pelajaran Pahit untuk Prabowo!!!
Pak Presiden, MBG ini anak sulung Bapak. Kalau anak sulung di level BGN saja bisa “sakit korupsi stadium 4”, maka 79 juta porsi MBG di daerah rawan nasib sama.
Evaluasi total itu wajib. Audit semua KAK MBG 2025-2026. Pasang sistem whistleblowing khusus MBG. Dan ingat: rakyat pilih Bapak karena janjinya “tidak ada toleransi untuk koruptor”.
“Copot cepat” sudah. “Tahan cepat” sudah. Sekarang giliran “Adili cepat + Sita aset cepat + Miskinkan cepat”.
Karena kalau koruptor MBG cuma dihukum ringan, maka pesan ke bawah jelas: “Korupsi gizi anak itu risikonya kecil, untungnya besar”.
Dan itu lebih berbahaya dari stunting itu sendiri.
_MBG harusnya Mengenyangkan, Bukan Mengorupsi Gizi._
http://postjktco.co_
—red : **






