1 lagi tahanan teroris WNA yang kabur dari rumah imigrasi sudah tertangkap. 1 orang meninggal tenggelam, 2 orang di temukan di gorong gorong.

Jakarta, posjkt.com

Tiga dari empat warga Uzbekistan yang ditangkap oleh Densus 88 dan Dirjen Imigrasi minggu lalu, kemarin 10/04/23 melarikan diri dari Detensi Imigrasi Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mereka menjebol plafon ruangan detensi setelah makan sahur dan mengambil pisau dari ruangan dapur.

Setelah mendapatkan pisau, mereka secara membabi buta menusuk 3 petugas Imigrasi dan 2 anggota Densus 88 yang sedang makan sahur dan bersiap-siap untuk sholat Shubuh.

1 petugas Imigrasi meninggal dunia dan 4 lainnya luka berat dan ringan.

Tim Gabungan kemudian melakukan pencarian terhadap 3 tahanan yang kabur dan berhasil menangkap kembali. 1 diantaranya ditemukan meninggal tenggelam di kali Sunter.

1 ditangkap di seputaran kebun belakang Ruko Bukit Gading Indah dan 1 lagi ditangkap di gorong-gorong sekitar Kali Sunter.

Dari hasil pemeriksaan mereka melarikan diri untuk menghindar dari deportasi ke Uzbekistan. Mereka sadar akan menghadapi hukuman berat di negaranya.

Tapi kemudian, akibat tindakan pelanggaran hukum pidana itu mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Untuk perbuatan terornya, kelak mereka akan tetap berhadapan dengan UU yang berlaku di Uzbekistan, mengingat perbuatan terornya banyak dilakukan di Uzbekistan dan Kyrgyztan.

Sejak kedatangan mereka ke Indonesia, Densus 88 telah mendeteksi tingkat bahaya “Kelompok Uzbek” ini.

Minggu lalu mereka ditangkap secepatnya sebelum menyebarkan ideologinya secara masif dan meringkus kembali dalam tempo kurang dari 12 jam setelah melarikan diri.

Setelah kasus ini, mereka dipindahkan ke penjara dengan pengamanan maksimum di Polda Metro Jaya.

Inilah tingkat bahaya doktrin ideologi kekerasan yang terlanjur dimiliki oleh siapapun. Jangan pernah menyepelekan sebuah ideologi yang sudah terlanjur berada di “pojokan otak”.

Ketika seseorang merasa tersudut dan memiliki momentum untuk melakukan perlawanan, ia akan melakukan apapun dengan risiko apapun; mereka siap membunuh atau terbunuh.

arfaiz / postjkt

Purba

Media online posjkt.com lahir dari pemikiran tokoh rakyat, bergerak dibidang karya jurnalistik yang diawasi oleh dewan pers. Dengan kemajuan tehnologi yang terus berkembang dan pentingnya informasi yang cepat dan terkonfirmasi. Media yang terlahir dari pemikiran tokoh masyarakat. - Media posjkt.com untuk menyampaikan pesan atau ide. - Media yang lahir dari aspirasi dan kebutuhan masyarakat, yang kemudian dikembangkan oleh tokoh masyarakat. - Media online Posjkt.com (situs web, blog) yang dibuat untuk menyampaikan informasi dan gagasan, berbagi informasi dan memobilisasi dukungan mempromosikan ide, membangun kesadaran, dan menggerakkan perubahan sosial.

Lihat Semua Postingan