POSTJKTC | TANGERANG,Β Wajah pendidikan Kabupaten Tangerang makin bobrok. Uang miliaran rupiah turun, tapi yang sampai ke siswa cuma bau pesing dan papan nama karatan”.
Dalam Data JAGA KPK per 21 Januari 2025 mencatat: satu SD di Kabupaten Tangerang menerima Dana BOS Reguler Rp124.215.000 untuk 273 siswa.
Kurang perhatian dan pengawasan dinas terkait, jika emang sudah maksimal pengawasannya, tidak seharusnya wajah sarana belajar terlihat usang.

Tapi lihat ke sekolahnya: WC mampet, plafon bocor, dan papan nama sekolah di depan pagar sudah coklat dimakan karat. Tulisan βSD NEGERI…β nyaris tak terbaca. Inikah wajah βTangerang Gemilangβ?

BEDAH ANGGARAN: Rp62 JUTA BUAT RAWAT SEKOLAH, HASILNYA ZONK!*
Rincian penggunaan BOS 2025 yang di-upload sekolah itu justru bikin darah mendidih:
Pos Anggaran Jumlah Fakta di Lapangan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Rp62.300.000 WC siswa jebol, kran air patah, papan nama karatan tak dicat ulang
Pembayaran Honor Rp16.470.000 –
Administrasi Kegiatan Sekolah Rp13.013.500 –
Belanja Alat Alat Multimedia Pembelajaran Rp13.693.300 Proyektor.
Langganan Daya dan Jasa Rp7.230.000 –
Adapun Kegiatan Pembelajaran/Ekstrakurikuler Rp5.000.000 –
Pengembangan Profesi Guru Rp1.810.000 –
Asesmen/Evaluasi Pembelajaran Rp1.581.300 –
Perpustakaan Rp.0, seharusnya , anggaran untuk perpustakaan dianggar minimal 10 persen dari dana bos yang diterima. Buku lusuh, rak reyot
Total Digunakan anggaran Rp121.098.100, Sisa Rp3.116.900 tak jelas”?
Rp62,3 JUTA UNTUK PEMELIHARAAN!* Itu 50% dari total BOS. Seharusnya cukup untuk cat ulang gedung, benerin 4-5 toilet, las papan nama biar tak karatan.
Tapi nyatanya? Siswa kelas 1 masih BAB di WC tanpa pintu. Ember jadi pengganti flush yang rusak. Papan nama sekolah di depan jalan jadi monumen karat, simbol pertama yang dilihat warga,Β “negara abai”.
βANGGARAN ADA, KENAPA SEKOLAH KAMI KAYAK KANDANG…”
Seorang wali murid yang tak mau disebut namanya berujar pedas: _βKatanya Rp62 juta buat rawat sekolah. Karat di papan nama aja nggak mampu diampelas. Kloset anak saya pecah udah 2 semester. Ini duitnya bocor ke mana?β_
Standar Kemendikbud jelas: BOS 5-15% boleh untuk pemeliharaan. Sekolah ini pakai 50%. Sudah jor-joran. Tapi hasilnya NOL. Ini bukan kurang duit. Ini DUGAAN PENYELEWENGAN!
KADISDIK DADAN GANDANA, KE MANA PENGAWASANMU? Ungkap Aan kewak media posjkt.com.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Tangerang H. Dadan Gandana, S.STP., M.Si selalu bilang: _βKepsek wajib tanda tangan Pakta Integritas rawat sanitasi.β sepertinya hanya sebatas omon -omon belaka”. Ungkap Aan SEKJEN LSM FBB

Faktanya, dengan Rp62 juta di tangan, kepsek membiarkan wajah sekolah karatan dan WC jadi neraka. Pengawasan Disdik mandul. Inspektorat tidur. Uang cair 21 Januari 2025, April 2026 sekolah masih kayak kapal pecah.
Pertanyaan yang harus dijawab Bupati kabupaten Tangerang & KADISDIK Dadan G, agar jelas dimata publik.
1. Ke mana Rp62,3 juta βpemeliharaanβ? Aan juga meminta LPJ rinci. Bon cat, bon kloset, bon tukang. Untuk di Umumkan ke publik! Sesuai dengan UUD KIP.
2. Kenapa papan nama sekolah karatan dibiarkan?* Ngecat papan nama cuma Rp500 ribu. Kalau Rp62 juta nggak sanggup, berarti ada yang dimakan.
3. Di mana Tim BOS Kabupaten? Tugasnya verifikasi RKS & monev. Kalau laporan begini lolos, berarti pengawasan fiktif!
MELANGGAR ATURAN BERLAPIS!
1. Permendikbud 63/2022 ttg BOS*: Dana harus digunakan sesuai prinsip efektif, efisien, akuntabel. Papan nama karatan = tidak efektif.
2. UU 14/2008 KIP, LPJ BOS wajib dipublikasi di papan pengumuman sekolah. Berani tempel RAB Rp62 juta di samping WC jebol?
3. PP 57/2021: Sanitasi layak = Standar Nasional. WC jebol = sekolah tak layak operasi.
TUNTUTAN:
1. BPK & INSPEKTORAT TURUN HARI INI! Audit BOS SD ini. Cocokkan bon dengan fisik!
2. KEPSEK MUNDUR KALAU TAK BECUS ! Rp62 juta nggak sanggup hilangin karat?
Diharapkan kadisdik Dadan GandanaΒ Β SIDAK, JANGAN CUMA WA ”Β Datangi sekolahnya. Cium bau WC. Pegang papan karatan itu! Pungkasnya Aan Sekjen FBB.
Uang Rp124 juta itu pajak rakyat. Hak 273 siswa. Kalau habis tapi sekolah masih kayak rumah hantu, berarti ada GARONG BERDASI di dunia pendidikan!
Catatan Redaksi: _Data diolah dari JAGA KPK. Bila ada perbedaan dengan data walidata sekolah, acuan tetap data walidata. Persilakan Disdik & Kepsek buka LPJ ke publik untuk bantah.
Tim : PURBA






