DANA BOS Rp114 JUTA UNTUK 251 SISWA: HONOR SAPU Rp43,8 JUTA (38%), GURU NOL RUPIAH PELATIHAN, ATAP SEKOLAH LAPUK TAPI PEMELIHARAAN CUMA Rp15,7 JUTA!

PANONGAN, TANGERANG – POSTJKTCO | SENIN, 5 OKTOBER 2026_Tim POSTJKTCO mendatangi langsung SD Negeri Panongan II yang di pimpin Hj.Emi ,Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (05/10/2026) pukul 11:58 WIB. Papan informasi Rincian Pendapatan dan Penggunaan Dana BOS terpasang di bawah atap yang kayunya sudah lapuk dan catnya mengelupas.

Data resmi yang kami bedah dari aplikasi terpecaya: Dana BOS 2024 sebesar Rp114.204.500 untuk 251 siswa penerima, cair pada 12 Agustus 2024Β  dengan status “Sedang Disalurkan”.

 

Artinya hanyaΒ  untuk tahap satu Rp455.000 per siswa per tahun. Uang sekecil itu, kemana larinya?

BEDAH RINCIAN Rp114.205.000:

 

1. PEMBAYARAN HONOR: Rp43.890.000 (38,4%) – TERBESAR

Hampir 40% dana BOS habis hanya untuk honor. Bukan untuk buku, bukan untuk gedung. Untuk 251 siswa, honor Rp43,8 juta. Siapa yang dihonor? Berapa orang? Jika 5 orang honorer, masing-masing hanya terima Rp731 ribu/bulan. Berdasarkan analisa data, Layakkah?

 

2. EVALUASI/ASESMEN: Rp15.022.000.

Lebih besar dari kegiatan belajarnya sendiri!

 

3. PEMELIHARAAN SARANA PRASARANA: Rp15.750.000 (13,7%)

Hanya Rp15,7 juta setahun. Pantas saja hasil pantauan kami di lokasi, atap papan informasi sudah rapuh, kayu penyangga lapuk dimakan usia. Lihat foto kami: kondisi bangunan memprihatinkan. Kemana uang pemeliharaan?

 

4. LANGGANAN DAYA DAN JASA: Rp14.400.000

Listrik, air, internet Rp1,2 juta/bulan. Wajar.

 

5. KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN BERMAIN: Rp10.980.500 (9,6%)

Hanya Rp10,9 juta untuk kegiatan inti belajar 251 anak setahun. Artinya cuma Rp43.747 per anak per tahun untuk belajar! Kalah jauh dibanding honor.

 

6. LAINNYA:

– Perpustakaan/pojok baca: Rp6.382.500 (5,5%)

– Administrasi: Rp4.840.000

– PPDB: Rp2.940.000

 

7. NOL BESAR:

– Pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan: Rp0*

– Penyediaan alat multimedia pembelajaran: Rp0

 

ANALISIS TAJAM POSTJKTCO:

 

Ini potret buram pendidikan dasar:

– Guru tidak dapat pelatihan sepeserpun (Rp0), tapi honor menghabiskan 38%.

– Uang untuk asesmen (Rp15 juta) lebih besar dari uang untuk mengajar (Rp10,9 juta). Anak disuruh ujian terus, tapi belajarnya minim.

– Perpustakaan cuma Rp6,3 juta untuk 251 siswa = Rp25.426 per siswa per tahun. Cukup untuk beli 1 buku tulis saja.

– Total dana Rp114.205.000 yang dilaporkan, selisih Rp500 dari pagu Rp114.204.500 yang diterima. Selisih kecil tapi menunjukkan administrasi tidak presisi.

 

Pertanyaan keras untuk Kepala SDN Panongan II hj. Emi, (biasa disapa)

1. Buka daftar penerima honor Rp43,89 juta. Siapa saja? Ada SK-nya?

2. Kenapa pengembangan guru Rp0? Bagaimana kualitas mengajar mau naik?

3. Dengan pemeliharaan Rp15,75 juta, kenapa kondisi sekolah di foto kami masih lapuk? Ada Mark-up?

 

Dana BOS Rp114 juta memang kecil, tapi jika 38% habis untuk honor dan 0% untuk kualitas guru, maka kemiskinan anggaran dijadikan alasan untuk kemiskinan mutu.

 

#DanaBOS

#SDNPanonganII

#Panongan

#BedahBOS

#postjktco