VIRAL MBG TANGERANG – PENGELOLA SPPG DIDUGA SERET PEMBAYARAN SUPPLIER 4 KALI BERBAU BUSUK “TIPU TIPU”

SUKATANI, TANGERANG –POSTJKTCO | SENIN, 05 OKTOBER 2026,_Program andalan Presiden Makan Bergizi Gratis (MBG) tercoreng di Kabupaten Tangerang. YAYASAN MASYARAKAT INDONESIA CINTA NEGARA (MICAN) selaku pengelola SPPG [Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi] di Sukatani, Tangerang, diduga melakukan praktik telat bayar terhadap supplier bahan baku dapur.Β  Korban adalah CV.Β  Hoky Direktur Didi Wahyudi.

DIREKTUR UTAMA CV.RAISA/ PIHAK SUPLAIER

Informasi yang dihimpun POSTJKTCO : Sudah 4 kali pengiriman bahan baku dapur MBG, pembayaran selalu tertunda dengan alasan yang tidak dapat diterima secara logika bisnis oleh supplier. Pihak ketiga merasa dirugikan secara moril dan materil.Padahal, bahan baku seperti telur, ayam, sayur, beras sudah dipakai untuk produksi MBG dan sudah disalurkan ke siswa. Tapi uang supplier seret.

MODUS ALASAN KLASIK? Menurut pengakuan pihak cv. Raysa , setiap kali ditagih, Yayasan MICAN selalu beralasan “dana dari pusat belum turun”, “sedang rekonsiliasi”, dan “menunggu verifikasi BGN”.Β  Padahal skema MBG, SPPG wajib punya modal talangan.

Tidak boleh menjalankan program dengan cara ngutang ke supplier kecil lalu dibayar seenaknya.

POTENSI PELANGGARAN:

Pasal 378 KUHP? Jika memang ada unsur niat menunda tanpa itikad baik.Pelanggaran Kontrak Kerjasama BGN: SPPG dilarang menunggak pembayaran mitra bahan baku lebih dari 2×24 jam setelah invoice. Merusak Ekosistem MBG: Jika supplier kapok, siapa yang mau suplai makanan untuk anak-anak? H. Ahmad Azizi dikabarkan sudah melayangkan somasi lisan sebanyak 4 kali. Jika tidak ada itikad baik, akan dibawa ke jalur hukum dan lapor ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pencabutan izin operasional SPPG Sukatani.Β 

POSTJKTCO MEMINTA TANGGAPAN: Kami masih mencoba menghubungi Ketua Yayasan Masyarakat Indonesia Cinta Negara (MICAN) untuk klarifikasi. Hingga berita ini naik, belum ada jawaban.Kami juga membuka ruang hak jawab.

TUNTUTAN SUPPLIER:
Bayar lunas 4 invoice yang tertunggak + ganti rugi keterlambatan.Jika terbukti, ini bisa jadi preseden buruk. Program MBG yang digadang-gadang pro-rakyat, justru menyengsarakan rakyat kecil pemasoknya.

CATATAN REDAKSI

Apa arti semboyan “GENERASI SEHAT, CERDAS, GEMILANG” yang digaungkan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, jika di lapangan pelaksana program andalannya justru bermasalah? Itulah yang ADIDUGA terjadi di SPPG Sukatani, Kecamatan Rajeg. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi ujung tombak mencetak generasi sehat, justru diduga jadi sarang masalah.

POSTJKTCO membongkar:
Yayasan Masyarakat Indonesia Cinta Negara (MICAN) selaku pengelola SPPG Sukatani, didugaΒ  menunggak pembayaran 4 kali pengiriman bahan baku dapur kepada PT. Ajisaka Sukses Cemerlang (H. Ahmad Azizi) dan CV. Raisa Hoky (Didi Wahyudi). Bahan sudah dimasak. Makanan sudah dibagi ke siswa. Uang supplier? DISERET dengan alasan klasik “dana belum turun”.

GENERASI SEHAT APAAN?

Sehat apanya kalau bahan bakunya dibeli dengan cara ngutang? Supplier yang dirugikan moril, suatu saat bisa saja mengirim bahan kualitas nomor dua karena trauma rugi. Yang dirugikan siapa? Anak-anak SD penerima MBG.Sehat apanya kalau pengelolanya tidak sehat secara manajemen? Program MBG butuh modal talangan miliaran. Kalau untuk bayar telur dan ayam saja telat 4 kali, bagaimana menjamin higiene, sanitasi, dan gizi dapur tersebut?Sehat apanya kalau BUPATI DIAM? Bupati Tangerang sibuk pencitraan Generasi Sehat, tapi tidak pernah audit SPPG-SPPG yang berdiri di wilayahnya. Dibiarkan yayasan abal-abal kelola dapur MBG tanpa pengawasan. Padahal BGN sudah tegas: SPPG bermasalah akan dicabut izinnya.

Warga bertanya: Apakah program MBG ini untuk menyehatkan generasi, atau untuk menyehatkan kantong yayasan pengelola?

Jika Bupati serius dengan jargon Generasi Sehat, sidak itu SPPG Sukatani. Periksa kontraknya, periksa pembayarannya, periksa dapurnya. Jangan cuma slogan di spanduk.

 

 

#MBGTangerang #SPPGSukatani #YayasanMICAN #MBG #BGN #Postjktco #Tangerang