TANGERANG, POSTJKT.CO – Ratusan demonstran yang tergabung dalam Koalisi Lembaga Anti Korupsi (Kontak) memadati kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu 20 Mei 2026.Aksi dimulai sejak pukul 10:00 WIB. Massa menyuarakan dugaan ketidaktransparanan anggaran fantastis senilai Rp 43.482.535.000 pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2025.
Demonstran mendesak pemerintah membuka rincian penggunaan anggaran Sekretariat DPRD TA 2025. Menurut massa, pagu Rp 43,4 miliar dinilai besar tanpa penjelasan publik yang memadai soal peruntukannya.Massa membawa spanduk dan orasi bergantian, meminta agar dokumen anggaran dibuka ke publik untuk diaudit bersama.2. Fokus pada Transparansi dan AkuntabilitasAksi ini menyorot prinsip transparansi dalam pengelolaan anggaran DPRD. Sekretariat DPRD sebagai penunjang administrasi seharusnya bisa menunjukkan rincian pos belanja, volume pekerjaan, dan harga satuan.Tanpa data itu, publik tidak bisa menilai apakah anggaran digunakan sesuai kebutuhan dan standar kewajaran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Sekretariat DPRD terkait tuntutan massa.
Anggaran Rp 43,4 miliar bukan angka kecil. Di tengah tuntutan efisiensi dan keterbukaan, publik berhak tahu rincian : anggaran itu dipakai untuk apa, berapa volume, dan siapa penerima manfaatnya. Massa menyebut ini sebagai bentuk pengawasan partisipatif.
Ir. Janter Tambunan ketua LSM BAHTERA yang turut hadir dalam aksi tersebut menyebut hal yang sama.
“Pagu Rp 43,4 miliar dinilai besar tanpa penjelasan publik yang memadai soal peruntukannya,” ujarnya di lokasi aksi.
Langkah selanjutnya ada di tangan DPRD dan Pemkab Tangerang untuk membuka data atau membiarkan dugaan terus bergulir. pungkas Janter.
red. **






