BUPATI MAESYAL TURUN KE TPA JATIWARINGIN: TURUN LAPANGAN SAJA NGGAK CUKUP, INI YANG HARUS JADI HASILNYA

TANGERANG, http://postjktc.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung TPA Jatiwaringin, Mauk, Selasa malam 30/6/26 saat api masih membakar 4-5 hektar.

Pertanyaannya warga Tanjakan Mekar: Datang ke lokasi itu manfaatnya apa? Terus solusinya yang konkret apa?

Apa Manfaat Bupati Hadir Langsung di Lokasi Kebakaran?

Kehadiran kepala daerah saat bencana itu bukan sekadar “foto”. Ada 3 fungsi krusial:

 

Komando & Pemutus Kebuntuan: Di lapangan ada DLHK, BPBD, Damkar, Polri, TNI. Tanpa komando Bupati, sering bentrok SOP. Bupati datang = semua lini langsung 1 komando. Buktinya: langsung perintah “bongkar timbunan pakai alat berat” biar damkar bisa masuk.
2. Buka Akses Sumber Daya Pusat: Kata Bupati sendiri, karena dia di lokasi langsung koordinasi ke BNPB.

Hasilnya: Dirjen BNPB turun + ada rencana helikopter water bombing. Akses ke dana + alat pusat jauh lebih cepat kalau Bupati yang lapor langsung di titik api.

3. Redam Kepanikan & Bangun Kepercayaan: Warga RT 14 yang ngungsi butuh lihat pimpinan daerahnya ada. Itu menurunkan panik, menaikkan kepatuhan evakuasi, dan bikin warga percaya negara hadir.

 

Jadi manfaatnya: Komando cepat, akses pusat kebuka, warga tenang.

2. Solusi: Jangan Sampai “Tinjau” Jadi Seremonial Doang

Bupati sendiri bilang penyebabnya: cuaca kemarau dan gas metana ditambah+ angin kencang ,  akses jalan terbatas. Nah, dari 4 masalah itu, ini solusi yang harus dikejar sekarang:

A. Solusi Darurat 7 Hari ke Depan [Pemadaman Tuntas]*
1. Bedah Gunungan” : Teruskan perintah buka akses pakai alat berat. Bakar dari dalam harus dibongkar, baru disiram. Ini paling efektif lawan _deep-seated fire_.
2. Water Bombing dan Foam: Gas metana nggak mati pakai air doang. BNPB wajib pakai foam pemadam khusus sampah/TPA biar bara di dalam mati total.

B. Solusi 90 Hari ke Depan [Cegah Kebakar Lagi]
Ini PR utama Bupati Maesyal biar nggak “kebakaran jilid 3”.
1. Audit & Pasang Gas Venting*: Segera audit 33 hektare TPA. Tanam pipa ventilasi dan bakar metana di flare. Ini matikan “bahan bakar” utama. Target: 1 bulan desain, 2 bulan eksekusi titik kritis.
2. Buka Jalan Evakuasi & Akses Damkar Permanen*: Akses terbatas = pemadaman lambat. Bikin 3 jalur beton di dalam TPA yang nggak ketutup sampah. Wajib ada.
3. Sensor Suhu + CCTV 24 Jam: Pasang 10 sensor suhu di titik rawan. Kalau >60°C, BPBD + DLHK langsung diserbu notifikasi. Cegah api kecil jadi besar.

C. Solusi Jangka Panjang 1-2 Tahun [Tutup “Kompornya”]
1. *Upgrade ke Sanitary Landfill: Stop model “gunungan terbuka”. Wajib ada lapisan tanah tiap hari, pipa lindi, dan penangkap gas metana. Ini standar nasional.
2. Kurangi 50% Sampah Organik Masuk TPA: Kerja sama dengan camat. Wajibkan pilah sampah di 29 kecamatan. Sampah organik diolah jadi kompor biogas di desa. Kalau organik berkurang, metana berkurang, api nggak ada bahan bakar.

1. Pak Bupati Maesyal: Berapa anggaran darurat yang dikucurkan malam ini? Dan kapan Perbup tentang “TPA Aman” terbit?
2. DLHK: Kapan target TPA Jatiwaringin bebas dari status “open dumping”?

Kesimpulan Redaksi:
Tinjau lapangan  dan langkah 1 yang benar Pak Bupati. Sekarang langkah 2: Ubah hasil tinjauan jadi Perbup, anggaran, dan proyek fisik.

Warga Tanjakan Mekar nggak butuh janji. Butuh TPA yang nggak bikin mereka ngungsi tiap kemarau.


 

Red.Purba

Atap Rumah Ambruk di Curug Kulon, Korban Masih Mengungsi Tanpa Kepastian Bantuan

 

 

POSTJKTC.COM |TANGERANG – Peristiwa ambruknya atap rumah terjadi di Kampung Sentul, RT 02 RW 05, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada 12 Maret 2026. Hingga kini, pemilik rumah masih harus mengungsi karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni.

 

Pemilik rumah, Nana Edi Suryana, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa meninggalkan rumah sejak kejadian tersebut karena khawatir akan keselamatan. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait kondisi yang dialaminya.

 

“Rumah sudah tidak bisa ditempati lagi, kami terpaksa mengungsi,” ujarnya.

 

Pasca kejadian, pihak kelurahan bersama anggota dewan, Imam Sucipto dari PKS, telah melakukan survei ke lokasi.

 

Dari hasil peninjauan tersebut, pihak kelurahan disebut telah menyusun proposal pengajuan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait realisasi bantuan tersebut.

 

Selain itu, bantuan juga sempat datang dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Curug dalam bentuk sembako. Meskipun demikian, bantuan tersebut dinilai belum menyentuh kebutuhan utama korban, yakni perbaikan rumah.

 

Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya kehadiran langsung dari pihak kecamatan maupun kelurahan seperti camat, sekretaris camat (sekcam), maupun lurah untuk meninjau kondisi korban secara langsung.

 

Kondisi ini memicu keprihatinan dari kalangan aktivis. Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mendesak Bupati Tangerang dan Gubernur Banten untuk segera turun tangan menangani persoalan tersebut.

 

“Ini menyangkut kepentingan masyarakat yang sedang dalam kondisi memprihatinkan. Pemerintah daerah harus segera hadir, jangan lambat,” tegas tegas Mansyur ketua LPI DPW Banten.

 

Hingga kini, korban masih menunggu kepastian bantuan dari dinas terkait untuk dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

 

 

Kontributor. YUDI*

“Seperti Kebakaran Jenggot” Gubernur Banten Andra Soni Melakukan Moratorium Ijin Tambang.

posjkt.com | BANTEN–Gubernur Banten Andra Soni mengumumkan kebijakan moratorium penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baru untuk menjamin keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Langkah ini diambil setelah terjadi beberapa bencana alam di Banten, seperti banjir dan tanah longsor, yang dipengaruhi oleh kondisi alam dan aktivitas pertambangan.

Andra Soni menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait untuk mitigasi bencana dan penataan ruang yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Pemprov Banten juga telah membentuk Satgas Pengendalian Banjir untuk menangani permasalahan banjir di wilayah Banten.

Banjir dilingkungan sekolah 

Para pecinta Lingkungan, berpendapat bahwa kebijakan tersebut seperti pahlawan kesiangan, setelah begitu banyak bencana yang menimpa Wilayah Banten, baru ada Moratorium. Seharusnya sudah di prediksi sejak awal, jangan tunggu bencana dulu baru Moratorium.” Seharusnya sudah dilakukan mitigasi sejak awal, karna cuaca dapat diprediksi”  “pungkasnya.

 

 

Red.

HUJAN DISERTAI ANGIN PUTING BELIUNG MEMPORAK PORANDAKAN PEMUKIMAN WARGA CIKUYA TANGERANG

posjkt.com   | Tangerang__Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Drs. H Achmad Taufik  ( BPBD KAB. TANGERANG  )Melalui pesan whatsapp mengirimkan  Laporan kedaruratan dari Rembang Bandung, Pos Cisoka, Kabupaten Tangerang, menyebutkan bahwa telah terjadi pohon tumbang yang menghalangi jalan di Perum Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, akibat angin puting beliung pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 17.00 WIB sore hari. Menurut keteragan yang berugas ditempat kejadian Kronologis Kejadian
Angin puting beliung menerjang kios-kios pedagang kaki lima, menyebabkan pohon tumbang dan menghalangi jalan.

Untuk membantu warga terdampak bantuan dari BPBD  segera diterjunkan , sebanyak – 5 personil dan 1 unit mobil Damkar Cisoka telah dikirim ke lokasi kejadian. Dan sampai saat berita ini dirilis – Penanganan masih berlangsung, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan.

 

Dampak dari terjangan angin puting beliung banyak , pohon tumbang dan atap rumah yang rusak. Kios-kios pedagang kaki lima juga rusak parah diterjang angin hingga merubuh beberapa rumah warga.

Terjangan angin kencang disertai hujan menyebabkan genteng dan atap seng rumah warga beterbangan. Bahkan, sebuah warung nasi uduk milik Ibu Juju dilaporkan rata dengan tanah akibat tak mampu menahan kuatnya angin puting beliung.

Ketua RT 002/07, Nasori, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.

“Kerusakan cukup parah, ada rumah yang atapnya habis terbawa angin. Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar rumah warga bisa diperbaiki kembali,” ujar Nasori di lokasi kejadian

 

Kerugian  warga terdampak belum dapat dipastikan secara akuarat karna masih perlu pendataan. Tidak ada korban jiwa, hanya saja pada saat kejadian ada warga tertipa benda asbes  , plafon rumah.

Perumahan Adiyasa solear 

Unsur yang terlibat yang diterjukan oleh pemerintah daerah antara lain 
– BPBD Kab. Tangerang Pos Cisoka
– Perangkat Kec. Solear
– Perangkat Desa Cikuya
– Babinsa Cikuya
– Tagana

 

 

Redaksi: purba

Bupati Tangerang Kunjungi Rumah Roboh Warga Akibat Hujan dan Angin di Kecamatan Kresek

Bupati Tangerang Kunjungi Rumah Roboh Warga Akibat Hujan dan Angin di Kresek

Foto prokompinda kab.Tangerang

posjkt.com | Tangerang,—Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi rumah Ibu Sati (63), seorang janda warga Desa Talok, Kecamatan Kresek, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa hari yang lalu. Rabu, (14/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD, Camat Kresek, Kades beserta perangkat Desa Talok meninjau langsung kondisi rumah Ibu Sati  dan memberikan bantuan pembangunan ulang rumah yang mengalami kerusakan parah akibat hujan yang terus-menerus dan terpaan angin.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa rumah Ibu Sati yang roboh perlu segera diperbaiki secara gotong royong seluruh pihak agar dapat kembali layak huni.

“Ini rumah Bu Sati yang pada hari Senin terkena hujan dan angin hingga roboh. Alhamdulillah hari ini kami datang bersama dewan, Pak Camat, Pak Lurah, dan warga untuk bergotong royong agar rumah ini bisa segera dibangun kembali, sehingga ibu tidak kehujanan lagi dan nyaman ditinggali,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menekankan bahwa perbaikan rumah Bu Sati tidak hanya difokuskan pada bangunan fisik semata, tetapi juga perlunya panataan agar rumahnya bisa lebih sehat dan layak huni serta nyaman.

“Nanti rumahnya akan ditata supaya lebih sehat, ada ventilasi, kamar mandi, dan kamar tidur, sehingga bersih dan sehat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi Bu Sati, keluarganya, dan juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau seluruh jajaran kecamatan dan desa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia juga meminta Camat, Kades, RW dan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan serta mengaktifkan kembali kerja bakti pembersihan saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.

Foto Bupati Memberikan Piala Ke Camat Kelapa Dua Dadang S

 

 

Baca selengkapnya