Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Yuni Indriany mengapresiasi gelaran Depok Fashion Festival (DeFF) 2022

Depok, posjkt.com

Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Yuni Indriany mengapresiasi gelaran Depok Fashion Festival (DeFF) 2022 di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Minggu (3/7),

Karena dapat meningkatkan perekonomian Kota Depok, serta mempromosikan Batik khas Depok.

Menurut politikus perempuan PDI Perjuangan ini, program tersebut kreatif dan inovatif, karena output-nya dapat membangkitkan perekonomian dari sektor ekonomi kreatif.
Terlebih, pasca dihantam badai pandemi Covid-19 yang berlangsung dua tahun lebih.

โ€œMengangkat batik khas Depok, dengan motif Gong Si Bolong, Tugu Sawangan dan motif lainnya yang sudah memasuki pasaran luar. Saya juga mengetahui dari Youtube dan media,โ€ ujar Yuni Indriany kepadaย Radar Depokย (grup RBG.id).

Namun, dewan dari Dapil Kota Depok VI (Sawangan, Bojongsari, Cipayung) ini melanjutkan, yang sangat disayangkan dan menjadi koreksi kedepan adalah bagaimana mempromosikan agenda keren tersebut di masyarakat Kota Depok, baik menggunakan sosialisasi di tiap kelurahan maupun memanfaatkan media.

โ€œExposure ke media juga sangat penting, kami baru tahunya setelah ada pemberitaan,โ€ tegas Yuni.

Selain itu, kata dia, panitia penyelenggara juga harus membangun kemitraan dengan pengusaha serta perusahaan yang ada di Depok. Sehingga, agenda tersebut dapat diselenggarakan dalam skala lebih besar.

โ€œKarena kami di Komisi B sendiri baru menerima undangan jam 2 siang saat hari H, bagaimana kami mau ke lokasi. Padahal kami dari Komisi B yang memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran bisa ikut andil.

Biasanya tahun-tahun sebelumnya kami ikut andil, bakai ikut meragakan busana di catwalk sebagai bagian untuk membantu sosialisasi batik-batik Depok yang keren,โ€ pungkasnya

Supriyadi/postj

Pengerjaan peningkatan jalan lingkungan di perum villa permata Rt 02/16 Kelurahan Sindangsari Kecamatan Pasar

Tangerang kab, postjkr.com

Pengerjaan peningkatan jalan lingkungan di perum villa permata Rt 02/16 Kelurahan Sindangsari Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, dengan anggaran aspiraai dewan sebesar Rp 99.896.000 yang di kerjakan oleh CV daniswara.

“Kok, baru di bangun sudah pada retak-retak, baru sehari sudah retak-retak,โ€ujar Wawan

Menurut Wawan, Ini menandakan pengerjaan proyek betonisasi tersebut kurang profesional dan bisa juga tidak memenuhi standar RAB

“Beliau membenarkan bahwa anggaran pengerjaan Betonisasi di perum villa permata kelurahan sindang sari, itu anggaran aspirasi saya, โ€œujar Haji didin

Haji Didin, Tapi bukan saya yang mengerjakan, tapi orang ketiga, โ€ katanya

Henry/postj

Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

Bantul – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan saat ini tantangan terbesar Indonesia adalah menghadapi kompetisi global yang semakin sengit. Karena sekarang antar negara bersaing, sementara jumlah penduduk di bumi terus bertambah, bahkan sudah melebihi kapasitas.

Bertambahnya jumlah penduduk tersebut, kata Gatot, tidka diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Hal tersebut akhirnya menyisakan masalah pelik, seperti kemiskinan dan kelaparan.

“Tahun 2011 jumlah penduduk di bumi sudah 7 miliar. Padahal menurut peneliti daya tampung bumi hanya 3-4 miliar,” ujar Gatot Nurmantyo saat memberikan pemaparan pengajian kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Minggu (4/6/2017) malam,

Karena daya tampung bumi overload, muncul persoalan-persoalan sosial. Bahkan menilik catatan Gatot, akibat kepadatan penduduk ini hampir setiap hari ada 41.000 anak meninggal dunia.

“Karena kelaparan, kemiskinan, dan kesehatan buruk. Ini menandakan bumi sudah overload, disamping itu orang butuh minyak untuk energi,” sebutnya.

Dengan berbagai permasalahan sosial tersebut, menurut Gatot, yang paling utama dibutuhkan adalah pasokan makanan. Kondisi inilah yang harus diantisipasi Indonesia. Apalagi diprediksi sekitar tahun 2043, semua penduduk di dunia bakal mencari pangan di negara-negara ekuator.

Hal tersebut karena lahan di negara-negara ekuator seperti Asia Tenggara, Afrika Tengah, dan Amerika Latin, dinilai cocok buat bercocok tanam. Sedangkan air, pangan, dan energi terbarukan banyak terdapat di negara-negara ini.

“Miliaran orang akan mencari makan di ekuator. Ini mulai terlihat bahayanya pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.

Indonesia saat ini, harus siap menghadapi kenyataan ini. Apalagi, menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara di ekuator yang energinya luar biasa besar. Tentu kondisi ini menarik negara lain, sehingga perlu diantisipasi.

“Sepanjang ekuator, negara yang energinya luar biasa adalah Indonesia,” tegasnya.

Selain persoalan kesenjangan sosial, Gatot menambahkan saat ini di tengah-tengah masyarakat juga muncul gaya hidup baru. Setiap orang asyik dengan gadgetnya masing-masing, menyebabkan orang menjadi antipati dengan kondisi sosial.

CERITA MASYA