BAPENDA KAB. TANGERANG LEPAS KEPALA BADAN: DR. H. SLAMET BUDHI MULYANTO MASUK MASA PURNA TUGAS DI USIA 60 TAHUN

TANGERANG, http://postjktc.co – Suasana haru menyelimuti  Badan Pendapatan Daerah Kab. Tangerang. Keluarga besar Bapenda mengucapkan selamat kepada pimpinannya, Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, http://M.Si, yang merayakan ulang tahun ke-60 sekaligus memasuki masa purna tugas.

Ucapan itu disampaikan melalui akun resmi Instagram @bapenda_tangkab, Selasa 12.46 WIB.

Isi Ungkapan Bapenda Kab. Tangerang
_”Segenap keluarga besar Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan:_

_Selamat Ulang Tahun ke-60 sekaligus Selamat Memasuki Masa Purna Tugas kepada_
_Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, http://M.Si_
_Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang_

_Terima kasih atas dedikasi, kepemimpinan, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan dalam membangun dan memajukan Bapenda Kabupaten Tangerang._

_Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian berikutnya. Semoga masa purna tugas menjadi babak baru yang penuh makna, kebahagiaan, dan keberkahan bersama keluarga._

_Terima kasih atas segala jasa dan keteladanan yang telah menginspirasi kami semua._

_Selamat dan sukses selalu.”_

Postingan itu langsung dibanjiri komentar dari ASN dan masyarakat. Hingga berita ini ditulis sudah ada 4 komentar masuk.

Sekilas Peran Bapenda di Bawah Kepemimpinannya
Selama memimpin Bapenda, Dr. Slamet dikenal fokus pada 3 hal:
1. Optimalisasi PAD: Digitalisasi pajak daerah, Samsat keliling, dan kemudahan bayar PBB
2. Pelayanan: Bapenda jadi salah satu OPD yang paling sering bersentuhan langsung dengan wajib pajak
3. Keteladanan: Dikenal disiplin dan membangun budaya kerja “jemput bola” ke kecamatan

Babak Baru Purna Tugas
Memasuki usia 60 tahun dan purna tugas bukan akhir. Seperti pesan Bapenda: ini *”babak baru yang penuh makna”. Semoga Pak Slamet bisa lebih banyak waktu bersama keluarga dan tetap menebar inspirasi.

Selamat jalan Pak. Terima kasih atas pengabdiannya untuk Tangerang Gemilang🙏

BapendaKabupatenTangerang #KabupatenTangerang #TangerangGemilang

DIDUGA, ASET Rp 6,9 MILIAR “HILANG”: 81 UNIT MOBIL & MOTOR PEMKAB PANDEGLANG TAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA?

PANDEGLANG, http://postjktc.co_ Sebanyak 81 unit kendaraan dinas milik Pemkab Pandeglang senilai Rp 6,9 miliar saat ini tidak diketahui keberadaannya.

 

Temuan itu terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan Banten atas LKPD TA 2025 yang baru dirilis.

Rincian Aset yang “Menghilang” 1990-2023

Berdasarkan LHP BPK, 81 unit kendaraan itu terdiri dari 34 mobil dan 47 sepeda motor. Perolehannya merentang dari “medio 1990 hingga 2023.

 

Aset tersebut tercatat sebagai milik 3 OPD:

1. Dinas Kesehatan: 53 unit

2. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [DPKP]: 27 unit

3. Dinas Perhubungan:  1 unit

 

Total nilai: Rp 6,9 miliar  uang negara.

 

Apa Kata BPK?

BPK dalam LHP-nya menyoroti lemahnya penatausahaan dan pengendalian aset. Akibatnya, keberadaan kendaraan tidak dapat ditelusuri, berisiko rusak, hilang, atau disalahgunakan.

 

Ini masuk kategori “kerugian negara potensial karena aset tidak bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik.

 

Dampaknya ke Warga Pandeglang

1. Pelayanan Terganggu: 53 unit mobil/motor Dinkes yang hilang bisa saja dipakai untuk ambulans desa, Puskesmas keliling, atau distribusi obat.

2. Beban APBD: Kalau aset benar-benar hilang/rusak, Pemkab harus beli baru lagi pakai uang rakyat.

3. Kepercayaan Publik: Aset dibeli sejak 1990, artinya sudah berganti 5-6 Bupati. Penelusurannya jadi PR besar.

 

 

 

 

Hak Jawab untuk Pemkab Pandeglang

1. Bupati  dan Sekda: Apa langkah konkret 30 hari ke depan untuk menelusuri 81 unit ini?

2. Kepala Dinkes, DPKP, Dishub: Di mana posisi terakhir kendaraan di OPD Anda? Ada bukti serah terima tidak?

3. Inspektorat: Sudahkah ada temuan internal sebelum BPK masuk?

Catatan Redaksi:

Rp 6,9 miliar itu bisa untuk bangun 10 Puskesmas pembantu atau beli 50 ambulans baru. 

 

BPK sudah memberi lampu kuning. Tinggal Pemkab Pandeglang mau serius menindaklanjuti atau dibiarkan “hilang” selamanya.

 

_Redaksi http://postjktc.co masih menunggu klarifikasi resmi dari Pemkab Pandeglang terkait temuan BPK ini._

 

—purba

 

 

BUPATI MAESYAL TURUN KE TPA JATIWARINGIN: TURUN LAPANGAN SAJA NGGAK CUKUP, INI YANG HARUS JADI HASILNYA

TANGERANG, http://postjktc.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung TPA Jatiwaringin, Mauk, Selasa malam 30/6/26 saat api masih membakar 4-5 hektar.

Pertanyaannya warga Tanjakan Mekar: Datang ke lokasi itu manfaatnya apa? Terus solusinya yang konkret apa?

Apa Manfaat Bupati Hadir Langsung di Lokasi Kebakaran?

Kehadiran kepala daerah saat bencana itu bukan sekadar “foto”. Ada 3 fungsi krusial:

 

Komando & Pemutus Kebuntuan: Di lapangan ada DLHK, BPBD, Damkar, Polri, TNI. Tanpa komando Bupati, sering bentrok SOP. Bupati datang = semua lini langsung 1 komando. Buktinya: langsung perintah “bongkar timbunan pakai alat berat” biar damkar bisa masuk.
2. Buka Akses Sumber Daya Pusat: Kata Bupati sendiri, karena dia di lokasi langsung koordinasi ke BNPB.

Hasilnya: Dirjen BNPB turun + ada rencana helikopter water bombing. Akses ke dana + alat pusat jauh lebih cepat kalau Bupati yang lapor langsung di titik api.

3. Redam Kepanikan & Bangun Kepercayaan: Warga RT 14 yang ngungsi butuh lihat pimpinan daerahnya ada. Itu menurunkan panik, menaikkan kepatuhan evakuasi, dan bikin warga percaya negara hadir.

 

Jadi manfaatnya: Komando cepat, akses pusat kebuka, warga tenang.

2. Solusi: Jangan Sampai “Tinjau” Jadi Seremonial Doang

Bupati sendiri bilang penyebabnya: cuaca kemarau dan gas metana ditambah+ angin kencang ,  akses jalan terbatas. Nah, dari 4 masalah itu, ini solusi yang harus dikejar sekarang:

A. Solusi Darurat 7 Hari ke Depan [Pemadaman Tuntas]*
1. Bedah Gunungan” : Teruskan perintah buka akses pakai alat berat. Bakar dari dalam harus dibongkar, baru disiram. Ini paling efektif lawan _deep-seated fire_.
2. Water Bombing dan Foam: Gas metana nggak mati pakai air doang. BNPB wajib pakai foam pemadam khusus sampah/TPA biar bara di dalam mati total.

B. Solusi 90 Hari ke Depan [Cegah Kebakar Lagi]
Ini PR utama Bupati Maesyal biar nggak “kebakaran jilid 3”.
1. Audit & Pasang Gas Venting*: Segera audit 33 hektare TPA. Tanam pipa ventilasi dan bakar metana di flare. Ini matikan “bahan bakar” utama. Target: 1 bulan desain, 2 bulan eksekusi titik kritis.
2. Buka Jalan Evakuasi & Akses Damkar Permanen*: Akses terbatas = pemadaman lambat. Bikin 3 jalur beton di dalam TPA yang nggak ketutup sampah. Wajib ada.
3. Sensor Suhu + CCTV 24 Jam: Pasang 10 sensor suhu di titik rawan. Kalau >60°C, BPBD + DLHK langsung diserbu notifikasi. Cegah api kecil jadi besar.

C. Solusi Jangka Panjang 1-2 Tahun [Tutup “Kompornya”]
1. *Upgrade ke Sanitary Landfill: Stop model “gunungan terbuka”. Wajib ada lapisan tanah tiap hari, pipa lindi, dan penangkap gas metana. Ini standar nasional.
2. Kurangi 50% Sampah Organik Masuk TPA: Kerja sama dengan camat. Wajibkan pilah sampah di 29 kecamatan. Sampah organik diolah jadi kompor biogas di desa. Kalau organik berkurang, metana berkurang, api nggak ada bahan bakar.

1. Pak Bupati Maesyal: Berapa anggaran darurat yang dikucurkan malam ini? Dan kapan Perbup tentang “TPA Aman” terbit?
2. DLHK: Kapan target TPA Jatiwaringin bebas dari status “open dumping”?

Kesimpulan Redaksi:
Tinjau lapangan  dan langkah 1 yang benar Pak Bupati. Sekarang langkah 2: Ubah hasil tinjauan jadi Perbup, anggaran, dan proyek fisik.

Warga Tanjakan Mekar nggak butuh janji. Butuh TPA yang nggak bikin mereka ngungsi tiap kemarau.


 

Red.Purba

JATIWARINGIN KEBAKAR LAGI: SAATNYA BUAT SOLUSI KONKRIT “KOMPOR RAKSASA” DENGAN BEBERAPA LANGKAH INI

TANGERANG, http://postjktc.co – Kebakaran 4-5 hektar di TPA Jatiwaringin, Selasa 30/6/2026, bikin RT 14 Tanjakan Mekar mengungsi lagi. Asap tebal, damkar kewalahan. Penyebabnya? Gas metana dan panas dari dalam gunungan sampah.

Menurut keterangan warga setempat, kebakaran terjadi secara alami, tidak ada sengaja  yang membakar sampah dengan sengaja, kemukiman besar karna faktor suhu panas yang terjadi sepekan.

Senada dengan keterangan, kepala UPT Jatiwaringin Yahya, kebakaran terjadi begitu saja, dugaan sementara karna zat metana yang sudah menumpuk dan ketemu hawa panas penyebab terjadinya kebakaran.

TPA model gunungan itu ibarat kompor raksasa,  yang masak sampahnya sendiri. Kalau terus dibiarkan, tahun depan kebakar lagi.

Narasumber postjktc.co, mengulas kejadian kebakaran, dan memberikan solusi,agar tidak terjadi lagi kebakaran.

Bedah Masalah: Kenapa TPA Gampang Kebakar?

1. Dari Dalam: Sampah organik busuk → bakteri hasilin gas *metana CH₄ + panas 50°C-80°C. Ketemu oksigen & percikan = nyala sendiri dari dalam. Namanya _deep-seated fire_. Air dari atas nggak nyampe.

2. Dari Luar: Puntung rokok, bakar sampah ilegal, korsleting alat berat.

3. Dari Alam: Kemarau panjang bikin sampah kering dan suhu naik.

 

Stop Lingkaran Kebakaran: 4 Solusi Jangka Pendek & Panjang

Solusi Jangka pendek, Selamatkan Warga Sekarang Juga

1. Sistem Peringatan Dini Asap: Pasang sensor suhu + gas metana di 5 titik gunungan. Kalau suhu >60°C, sirine bunyi + WA RT langsung masuk. Warga Tanjakan Mekar nggak kaget lagi.

2. Zona Aman & Masker Gratis: Dinkes dan BPBD siapkan 1000 masker N95  dan posko kesehatan keliling saat kemarau. Arah angin dipantau tiap jam dan diumumkan di grup desa.

JANGKA PANJANG: Matikan “Kompornya” Biar Nggak Nyala Lagi

1. Gas Venting dan Flare Wajib,  Ini standar TPA modern. Tanam pipa-pipa vertikal ke dalam gunungan. Gas metana disedot, lalu dibakar aman di atas pake api kecil “flare”. Metana habis sama dengan nggak ada bahan bakar kebakaran. Sekalian bisa jadi listrik.

2. Tutup Harian  dan Pemadatan, Tiap sore, sampah baru wajib ditutup tanah 15cm. Oksigen nggak masuk, metana nggak numpuk, api susah nyala. Aturannya ada di UU, tinggal dieksekusi.

3. Kurangi Sampah Masuk TPA, Kuncinya di hulu. Perkuat Bank Sampah, wajib pilah sampah organik di tiap kecamatan. Kalau organiknya berkurang 50%, metana di TPA juga turun 50%.

4. Patroli & CCTV Zona Merah: Larang keras merokok, bakar sampah, dan masuk tanpa izin. Kasih sanksi tegas buat oknum.

 

Catatan Redaksi http:

Water bombing itu pemadam. Bukan solusi. Kita nggak bisa tiap tahun nyiram “kompor” yang sama.

Biaya 1x water bombing dan kerugian warga dan kesehatan, mungkin udah cukup buat bangun 20 titik flare di TPA.

Warga Tanjakan Mekar berhak hirup udara bersih, bukan asap. Dan APBD berhak dipake buat solusi, bukan buat ngulang bencana.

 

—red.Purba

JATIWARINGIN KEMBALI TERBAKAR: 5 HEKTAR HANGUS, PULUHAN WARGA TANJAKAN MEKAR MENGUNGSI

TANGERANG, http://postjktc.co – Tempat Pembuangan Akhir TPA Jatiwaringin kembali jadi titik merah. Kebakaran hebat melanda TPA pada Selasa 30/6/2026 siang hingga malam,  memaksa puluhan warga mengungsi karena asap tebal menyelimuti permukiman.

Situasi Pukul 21.17 WIB:

1. Luas Area : Api membakar 4 hingga 5 hektar, gunungan sampah.

2. Status: Proses pemadaman masih ketat berlangsung. Petugas gabungan belum padam 100%.

3. Korban : Beruntung nihil korban jiwa.  Belum ada laporan personel cedera atau kelelahan berat.

Warga Dievakuasi

Demi menghindari dampak asap, warga Desa Tanjakan Mekar RT 14, mayoritas ibu-ibu dan anak-anak, sudah dievakuasi ke Kantor Desa setempat.

Tantangan di Lapangan, Kata BPBD..

Kepala BPBD Kab. Tangerang, Drs. H. Achmad Taufik, bilang tim di lapangan kerja ekstra keras.

“Kesulitan kami terutama karena ketinggian timbunan sampah yang menyebabkan kesulitan memadamkan api di bagian paling atas. Kedua, ketebalan asap yang tebal sehingga petugas kesulitan memadamkan titik api,” ujar Taufik.

Meski api permukaan mulai mengecil, bara di dalam tumpukan sampah masih aktif ,  dan terus memicu asap tebal. Petugas harus gantian pakai kostum anti-panas dan masker karena gas beracun + risiko kelelahan akut.

 

Kerahan Pasukan & Bantuan Udara

Sejak pukul 12.00 WIB, dikerahkan *10 unit mobil damkar + 35-40 personel*.

Karena titik api susah dijangkau, BPBD sudah koordinasi ke BNPB minta bantuan helikopter water bombing untuk siram dari udara.

 

“Kami sudah antisipasi pengiriman penyiraman di sekitar titik api sehingga untuk meluas Insya Allah tidak sampai,” tegas Taufik, memastikan perimeter aman dari permukiman.

Imbauan BPBD:

1. Warga sekitar tetap waspada arah angin & pergerakan asap.

2. Tutup pintu/jendela, pakai masker N95 kalau harus keluar.

3. Anak, lansia, dan punya asma jangan keluar rumah dulu.

BPBD juga siagakan  logistik air bersih + APD untuk petugas secara berkala.

 

 

Catatan Redaksi http:

“Kembali ” terbakar. Kata itu yang bikin nyesek.  TPA Jatiwaringin bukan baru sekali. Gunungan sampah setinggi gedung dan  metana  sama dengan bom waktu, yang dapat meledak kapan saja.

Sudah waktunya bicara serius , menggunakan teknologi landfill, pemilahan sejak sumber, dan tutup TPA terbuka.  Jangan tunggu warga Tanjakan Mekar mengungsi tiap tahun.

 

Hak Jawab 1×24 Jam

1. DLH Kab. Tangerang: Jelaskan penyebab pasti, sistem pemantauan gas metana, dan rencana revitalisasi TPA.

2. Dinkes: Posko kesehatan untuk warga terdampak asap sudah dibuka di mana?

3. BNPB: Kapan water bombing tiba di lokasi?

_Redaksi masih pantau perkembangan di lapangan._

 

 

Red.Purba

 

DI TENGAH LAPORAN KERACUNAN SISWA, RIBUAN RELAWAN & PEGAWAI DAPUR SPPG DESAK MBG TETAP JALAN

TANGERANG, http://postjktc.co – Program Makan Bergizi Gratis MBG kini berdiri di dua kutub. Di satu sisi ada laporan siswa keracunan. Di sisi lain, ribuan orang turun jalan karena program ini jadi sumber penghidupan. Anggaran terbuang mubazir fakta dilapangan lebih banyak yang terbuang sia-sia.

Salah satu orang tua siswa Carles sijabat, menguntungkan lebih baik dana mbg diberikan lansung ke orang tua.

 

Senin 29/06/2026, ribuan relawan MBG dari berbagai kecamatan  memadati halaman Kantor Bupati Tangerang. Mereka mendesak agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak dihentikan.

 

1. Sisi Kritis: “Sudah Makan Korban”

Sebagian masyarakat menilai program ini  tidak bermutu dan  sudah banyak makan korban anak siswa keracunan.  Isu keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pengawasan menu jadi sorotan utama orang tua murid.

 

2. Sisi Bertahan Hidup: “Ini Nafkah Ribuan Orang”

Gelombang dukungan datang dari pegawai dapur SPPG dan relawan MBG

Bagi mereka, MBG bukan sekadar makanan untuk anak.

“MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak, melainkan telah menjadi roda penggerak ekonomi yang menghidupi ribuan masyarakat,” kata perwakilan relawan.

 

Dapur SPPG = ada tukang masak, helper, kurir, supplier sayur, ayam, beras. Kalau MBG stop, dapurnya tutup.

 

1. Stop & Audit Dapur Bermasalah: Dapur SPPG yang terbukti bikin siswa keracunan harus diberikan sanksi.

1. Pemkab Tangerang & Satgas MBG: Jelaskan jumlah kasus keracunan, dapur mana saja, dan langkah hukumnya.

2. Dinkes Kab. Tangerang: Buka hasil uji lab makanan & standar operasional dapur SPPG.

3. Kemenko PM : Bagaimana skema “evakuasi” pekerja MBG jika ada dapur yang dicabut izinnya?

 

Anak-anak Tangerang berhak makan sehat tanpa risiko. Ribuan keluarga juga berhak kerja dengan layak. Dua-duanya harga mati.

 

 

Red.**