DI TENGAH LAPORAN KERACUNAN SISWA, RIBUAN RELAWAN & PEGAWAI DAPUR SPPG DESAK MBG TETAP JALAN
TANGERANG, http://postjktc.co – Program Makan Bergizi Gratis MBG kini berdiri di dua kutub. Di satu sisi ada laporan siswa keracunan. Di sisi lain, ribuan orang turun jalan karena program ini jadi sumber penghidupan. Anggaran terbuang mubazir fakta dilapangan lebih banyak yang terbuang sia-sia.
Salah satu orang tua siswa Carles sijabat, menguntungkan lebih baik dana mbg diberikan lansung ke orang tua.
Senin 29/06/2026, ribuan relawan MBG dari berbagai kecamatan memadati halaman Kantor Bupati Tangerang. Mereka mendesak agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak dihentikan.
1. Sisi Kritis: “Sudah Makan Korban”
Sebagian masyarakat menilai program ini tidak bermutu dan sudah banyak makan korban anak siswa keracunan. Isu keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pengawasan menu jadi sorotan utama orang tua murid.
2. Sisi Bertahan Hidup: “Ini Nafkah Ribuan Orang”
Gelombang dukungan datang dari pegawai dapur SPPG dan relawan MBG
Bagi mereka, MBG bukan sekadar makanan untuk anak.
“MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak, melainkan telah menjadi roda penggerak ekonomi yang menghidupi ribuan masyarakat,” kata perwakilan relawan.
Dapur SPPG = ada tukang masak, helper, kurir, supplier sayur, ayam, beras. Kalau MBG stop, dapurnya tutup.
1. Stop & Audit Dapur Bermasalah: Dapur SPPG yang terbukti bikin siswa keracunan harus diberikan sanksi.
1. Pemkab Tangerang & Satgas MBG: Jelaskan jumlah kasus keracunan, dapur mana saja, dan langkah hukumnya.
2. Dinkes Kab. Tangerang: Buka hasil uji lab makanan & standar operasional dapur SPPG.
3. Kemenko PM : Bagaimana skema “evakuasi” pekerja MBG jika ada dapur yang dicabut izinnya?
Anak-anak Tangerang berhak makan sehat tanpa risiko. Ribuan keluarga juga berhak kerja dengan layak. Dua-duanya harga mati.
Red.**






