Diduga Rp2,4 Miliar Gapura “Selamat Datang” Kabupaten Tangerang Rontok Belum 1 Tahun, Kualitas Disorot, DTRB Didesak Bertanggung Jawab

TANGERANG, POST JKT.co– Publik Kabupaten Tangerang kembali dikejutkan dengan mutu proyek infrastruktur. Gapura “Selamat Datang” senilai Rp2,4 miliar yang baru dibangun oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang sudah mengalami kerusakan di beberapa titik, padahal usia bangunan belum genap 1 tahun.

 

Kerusakan itu memicu sorotan tajam dari masyarakat. Di media sosial, gapura tersebut ramai diperbincangkan dengan berbagai komentar miring terkait kualitas dan kewajaran anggaran.

2,4 Miliar Untuk Gapura Dinilai Tidak Masuk Akal

Janter Tambunan, Ketua LSM Bahtera, menyebut angka Rp2,4 miliar untuk sebuah gapura tergolong sangat mahal dan tidak wajar.

 

β€œHarus di audit terkait kualitas bangunan. Rp2,4 miliar untuk sebuah gapura itu sangat mahal. Kalau belum setahun sudah rontok, berarti ada masalah serius di perencanaan, material, atau pengawasan,” tegas Janter kepada wartawan.

 

Ia mendesak DTRB Kabupaten Tangerang sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk segera bertanggung jawab kepada publik dan menjelaskan spesifikasi, kontraktor, serta proses pengawasan proyek tersebut.

 

Publik Bertanya: Mau Bangun Citra atau Bangun Asal Jadi?

Di dunia maya, warganet membandingkan biaya Rp2,4 miliar dengan hasil fisik yang sudah rusak. Banyak yang mempertanyakan: apakah proyek ini mengutamakan estetika atau hanya proyek seremonial tanpa perhitungan mutu.

 

Kerusakan di beberapa titik gapura menjadi bukti bahwa pengawasan kualitas di lapangan lemah. Padahal gapura adalah β€œwajah” Kabupaten Tangerang di mata pendatang.

 

Desakan Audit

LSM Bahtera mendesak BPK, Inspektorat, dan APH untuk segera melakukan audit teknis dan audit investigasi terhadap proyek gapura tersebut. Jika ditemukan ketidaksesuaian RAB, spesifikasi, atau dugaan mark up, maka harus ada pertanggungjawaban hukum.

 

Sampai berita ini diturunkan, pihak DTRB Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi resmi terkait kerusakan gapura Rp2,4 miliar tersebut.

 

Publik kini menunggu: apakah DTRB akan bertanggung jawab, memperbaiki, atau membiarkan β€œgapura mahal” itu terus rontok.

 

—purba—-