GEDUNG BARU SMPN 3 KRESEK JADI, PAGARNYA TUMBANG! APBD BUAT BANGUN MONUMEN ROBOH?
TANGERANG, http://postjktc.co β Miris. Pagar SMPN 3 Kresek, Desa Talok Kec. Kresek, ambruk 20 meter sebelum sempat dijaga. Proyek 2025 yang katanya untuk “masa depan anak bangsa” justru mewariskan tumpukan batu + besi bengkok di pinggir jalan.

Gedung baru jadi, tapi pagarnya duluan “pensiun”. Siswa SMPN 3 sudah setahun numpang KBM di SDN Kresek karena nunggu gedung ini. Sekarang gedungnya ada, tapi pagarnya roboh. Mau dipaksa pindah? Siap-siap jadi berita duka.
APBD Miliyaran, Hasilnya Tumpukan Reruntuhan
Pagar sepanjang 100 meter dikerjakan CV. Panen Intan Bersama. Belum diresmikan, sudah roboh 20 meter. Logika sederhananya: kalau pondasi pagar aja rapuh, gimana mutu gedungnya?
“Sangat berbahaya. Kalau dipaksa KBM di sini siapa tanggung jawab? Pak,” kata penjaga sekolah. Pertanyaan polos, tapi menusuk jantung pejabat.

Ini bukan cuma soal pagar. Ini soal nyawa anak, guru, dan warga yang lewat depan sekolah tiap hari.
Disdik dan Inspektorat: Tidur Nyenyak di Atas Laporan Warga, disurat kabar maupun online
Lamhot Sijabat, aktivis pendidikan Banten danΒ jurnalis Aliansi Jurnalis Banten, murka. Laporan robohnya pagar sudah masuk ke Sekdis Disdik Kab. Tangerang. Jawabannya? Sunyi.
“Realisasi 2025, belum selesai pagarnya sudah roboh. Saya desak Bupati segera tuntaskan ini!” tegasnya, 17/6/2026.
Lebih pedas lagi:
“Kadis Disdik Dadan Gandana jangan tutup mata! Ini masalah serius untuk generasi penerus bangsa!”
Kalau Kadis “tutup mata”, berarti APBD Kab. Tangerang dibiarkan bocor + proyek abal-abal merajalela. Inspektorat kemana? Tidur atau pura-pura buta?
Tamparan Keras untuk Pemkab Tangerang:
TAMPAKAN
Pagar 100 meter, roboh 20 meter = 20% gagal. Kalau ujian, ini nilai E. Kontraktor dan pengawas lulus dari mana?
TELANTARKAN
Siswa setahun numpang SDN. Giliran gedung jadi, disambut pagar roboh. Anak-anak ini prioritas atau proyek sampingan?
3TUTUP MATA
Laporan warga dan aktivis masuk, Disdik danΒ Inspektorat bungkam. Kalau bukan tutup mata, berarti tutup kuping. Sama aja: abai.
Pertanyaan Menohok untuk BupatiΒ dan Kadis Disdik Dadan Gandana.
Pak Bupati, Bu Kadis… Malu nggak lihat pagar sekolah roboh sebelum dipakai? Malu nggak sama anak-anak SMPN 3 Kresek yang udah setahun “ngontrak” di SDN?
APBD itu duit rakyat. Duit pajak orang tua siswa. Kalau hasilnya cuma “monumen pagar roboh”, lebih baik dananya buat renovasi SDN yang dipinjam SMPN 3 itu.
Hak Jawab dan Ultimatum
Redaksi http://postjktc.co buka hak jawab 1×24 jam untuk Bupati, Kadis Disdik Dadan Gandana, Inspektorat, PPKom, Konsultan Pengawas, CV. Panen Intan Bersama.
Bongkar total pagar roboh. Bangun ulang pakai duit kontraktor, bukan APBD jilid 2.
Audit investigasi. Siapa yang teken BA, siapa yang awasi, siapa yang diuntungkan?
Jangan pindah KBM ke gedung baru sebelum dinyatakan 100% aman oleh tim independen.
Jangan sampai ada korban dulu baru pejabat sibuk konferensi pers.
Catatan Redaksi…
Sekolah itu tempat mencerdaskan, bukan tempat mencelakakan. Kalau pagarnya aja nggak becus, jangan mimpi cetak generasi emas 2045. Yang ada generasi “patah tulang 2026”. Asas praduga tak bersalah tetap kami pegang. Tapi publik berhak teriak: INI KETERLALUAN!
—
Red.**






