Program Turunan Prabowo Subianto. Kompol Paris: “Perekrutan Anak Lewat Medsos Sasar Keluarga Tak Harmonis”. Banten Turun Peringkat Toleransi Nasional
TIGARAKSA, http://POSTJKT.CO β Pemerintah Kabupaten Tangerang tancap gas cegah paham intoleransi dan radikalisme sedini mungkin. Program ini turunan langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka radikalisme di setiap kabupaten/kota.
Penanganan dilakukan Densus 88 AT Polri bersama stakeholder lokal. Fokusnya: ruang digital yang kini jadi ladang propaganda dan perekrutan.
DENSUS 88 TURUN GUNUNG, KOLABORASI SAMPAI KE DESA
Penanganan dan pencegahan tidak lagi menunggu aksi teror terjadi.
Densus 88 AT Polri. menggandeng stakeholder di tiap kabupaten/kota se-Banten. Langkah ini disebut wujud nyata pencegahan berkelanjutan.
Kompol Paris menegaskan, penegakan hukum terhadap tindak pidana terorisme penting untuk menjaga stabilitas nasional dan melindungi masyarakat.
_βTapi upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Ini tanggung jawab bersama,β_ ujarnya.
2. EDUKASI WAWASAN KEBANGSAAN MASUK SEKOLAH & KELUARGA
Kompol Paris mengundang stakeholder kunci:
-Bhabinkamtibmas
-Kesbangpol
– Kementerian Agama
– FKUB
Mereka diminta bersama-sama beri edukasi ke masyarakat soal bahaya intoleransi. Fokusnya: peran keluarga dan pendidikan di sekolah untuk menjaga keutuhan bangsa.
Pihaknya juga sudah kirim surat edaran ke sekolah-sekolah. Isinya: pemahaman bahaya intoleransi yang bisa merusak keutuhan berbangsa.
BANTEN TURUN PERINGKAT TOLERANSI: DARI 1 KE 2 NASIONAL
Ada data menarik yang diungkap Kompol Paris.
Banten dulu peringkat 1 nasional dalam toleransi. Tahun ini turun ke peringkat 2
Penurunan ini jadi alarm. Artinya, upaya pencegahan harus diperkuat, terutama di sekolah.
_βKami terus lakukan sosialisasi di tiap sekolah agar bisa mencegah paham radikalisme sejak dini,β_ kata Kompol Paris.
MODUS BARU: REKRUT ANAK LEWAT MEDSOS & KELUARGA RETAK
Modus perekrutan kini berubah.
Anak-anak jadi target utama melalui media sosial. Pelaku memanfaatkan keluarga yang kurang harmonis sebagai celah.
_βKesempatan itulah sering jadi ajang buat merekrut,β_ ungkap Kompol Paris.
Karena itu, edukasi keluarga dianggap sama penting dengan edukasi di sekolah.
PEMKAB TANGERANG: TARGET JADI DAERAH PALING KONDUSIF
Asda 1 Prima Saraswati Puspa, yang juga PLT Kaban Kesbangpol Kabupaten Tangerang, buka langsung kegiatan wawasan kebangsaan.
Ia menyampaikan apresiasi atas kegiatan pencegahan intoleransi dan radikalisme di wilayah Tangerang.
_βMewakili Bupati Tangerang, kami berharap program ini bisa menekan angka intoleransi di setiap wilayah. Ke depan, Tangerang jadi daerah paling kondusif dengan sinergi Polri dan Densus 88,β_ ujarnya.
Prima menegaskan, terorisme mengancam perpecahan sosial hingga kedaulatan bangsa. Kesiapsiagaan deteksi dini lewat pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan sangat penting.
PENUTUP: LAWAN RADIKALISME DIMULAI DARI RUMAH & SEKOLAH
Penangkapan itu penting. Tapi mencegah anak direkrut lewat TikTok dan WhatsApp itu lebih penting.
Program Pemkab Tangerang ini ujiannya ada di lapangan:Β apakah guru, orang tua, dan FKUB benar-benar aktif, atau cuma jadi stempel acara seremonial.
Kalau berhasil, Tangerang bisa kembali rebut peringkat 1 toleransi nasional. Kalau gagal, ruang digital akan terus jadi pabrik radikalisme baru.
#CegahRadikalisme
#Densus88
#KabupatenTangerang #WawasanKebangsaan
#ToleransiBanten
#PrabowoSubianto
Tigaraksa, 11 Mei 2026
Tim Sosial & Keamanan http://POSTJKT.CO/ M.SITUMEANG






