EVENT SDN KEDAUNG WETAN 2 MAKAN BERSAMA DENGAN MIE MANTAP.

Tangerang, posjkt.com

Pada hari rabu tanggal 28 Februari 2024 tepatnya pada

Pukul 09.00 pagi SDN Kedaung Wetan 2 didatangi Team Event Mie Sedaap dari PT.

Sayap Mas Utama, kedatangan Team Event Mie Sedaap ini adalah untuk

mengadakan event makan bersama dengan mie sedaap khusus untuk siswa-siswi

SDN Kedaung Wetan 2. Team Event Mie Sedaap dari PT. Sayap Mas Utama

menyediakan 320 cup Mie Sedaap siap santap untuk siswa siswi dan guru-guru

SDN Kedaung Wetan 2. Dimana siswa siswi SDN Kedaung Wetan 2 merasa senang

dengan kehadiran Team Event Mie sedaap dari PT. Sayap Mas Utama, dan siswa

siswi SDN Kedaung Wetan 2 antusias mengantri untuk mengambil cup mie sedaap

yang sudah siap santap. Menurut Ibu Iqna Tia Septiani Karina yang merupakan

bagian dari tim event mengatakan “Event makan bersama mie sedaap ini sudah

berjalan lama, setiap ada produk baru selalu mengadakan event untuk pengenalan

produk baru, dan event ini diadakan baik di sekolah dan ataupun di masyarakat”.

Sahat red

Berkahkan lah rezekimu pada umat muhamad dan sertakan berikanlah akal yang sehat buat keluarga kami.

Tangerang, posjkt.com

“Ya, Allah langkahkan kami kami ini mencari rezeki yang halal dan berkahkan.

Sesungguhnya Engkau lebih mengerti isi-isinya.

Anugrahkanlah pada kami rezeki yang tidak terhenti dan pajangkan umur kami”, katanya H. Sutrisno Wartawan Senior di Postangerang.com, Senin (04/09).

Berkahkan lah rezekimu pada umat Muhamad saw dan sertakan berikanlah akal yang sehat buat keluarga kami.

Kata H. Sutrisno, bahwa kehidupan memang tak serupa alam akhirat setidaknya kami ampunilah dosa-dosa pengikut Nabi Muhamad SAW

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنامُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد

Ya Allah….
Terima kasih atas segala nikmat dan karunia-Mu di hari Senin ini…
Jadikanlah setiap langkah kami agar selalu dalam kebaikan…

“Ya Allah, Berikanlah kami kesabaran saat di uji, Bersyukur dikala mendapat nikmat Mu, Beristighfar saat bersalah dan Memaafkan saat didzalimi”, katanya H. Sutrisno

Menurutnya, Berilah kami kesehatan Zhahir bathin, panjang umur yang berkah, kecukupan rejeki, ilmu yang bermanfaat, kesabaran , kerukunan yg indah dengan keluarga besar dan sesama umat , selamat serta bahagia di dunia dan akhirat
آمِيّنْ… آمِيّنْ.. آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

“W a s a l a m”, ujarnya.

Henry / postjkt

7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Postjkt. Kota Tangerang.

TUHAN hadir dalam setiap kehidupan manusia baik muda maupun yang tua. Yang muda berkata saya masih dalam prima, yang tua sudah mulai tidak kuat atau sudah tidak berdaya, yang muda akan berkata saya masih bertenaga.

Mazmur 91:7

7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Renungan: Di mana Tuhan ketika saya sedang susah? Mengapa Tuhan seolah tertidur ketika saya sangat membutuhkan kehadiran-Nya?

Mengapa tidak ada hal ajaib yang terjadi sebagai bukti Tuhan menolong saya?

Pertanyaan seperti ini sangat sering kita dengar dari sahabat, teman, kawan bahkan mungkin dari diri kita sendiri saat sedang menghadapi masalah berat.

Menarik untuk diperhatikan, benarkah Tuhan absen ketika kita sangat membutuhkan kehadiran-Nya?

Bukankah Dia sendiri yang berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman?

Satu hal yang pasti adalah Tuhan tidak pernah tidur! Ketika Tuhan mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi, Ia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita dan menyiapkan jalan keluar yang terbaik bagi kita.

Pencobaan selalu datang sepaket dengan jalan keluar, itu pun tidak akan melebihi kekuatan manusia, 1 Korintus 10:13,

”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Oleh sebab itu, penting untuk mengerti kehendak Tuhan dan belajar melihat sesuatu menurut cara pandang-Nya, sebab Tuhan pasti memelihara kita.

Yang dimaksud dengan pemeliharaan Tuhan adalah kita mendengar dan melihat sendiri sebuah peristiwa yang buruk terjadi, bahkan berada di tengah situasi tersebut.

Tetapi tidak turut menjadi korban dari peristiwa tersebut. Raja Daud di dalam Mazmur 91:7 mendefinisikan dengan indah makna dari pemeliharaan Tuhan.

Pemeliharaan Tuhan juga berarti dicukupkan ketika melewati masa sulit. Mungkin saja tidak ada hal hebat yang terjadi, tetapi yang pasti kebutuhan kita dan keluarga pasti tercukupi, tidak kekurangan sesuatu apapun.

Persis seperti kisah seorang janda di Sarfat. Termasuk ketika hidup kita berjalan mulus, itu bukan terjadi begitu saja, ada campur tangan Tuhan yang bekerja tanpa kita menyadarinya.

Iman adalah landasan yang membuat kita yakin akan pemeliharaan Tuhan itu sungguh nyata.

Iman memampukan kita menembus pekatnya, banyak kabut kehidupan untuk melihat secercah terang di ujung sana.

Jangan ragu untuk menjalani kehidupan karena Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita.

Mazmur 37:25 berkata: ”Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”

Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Yang berharap dan percaya kepada TUHAN.

Jaya Sianturi / Radius Sinaga

Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi, Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023, Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31

Tangerang, posjkt.com

Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi, Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023, Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31

“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17)

Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain. Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya!

Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.

Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.

Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.

Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.

sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.

Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis:

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.”

Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .

“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).

Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah “Motivasi hati”.

Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain, dengan tujuan supaya mendapatkan pujian.

sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja. Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya.

Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7). Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan.

sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN, karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita, mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.

“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).

Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin. RadiusSinaga

Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi

Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023

Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31

“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17)

Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain.

Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya! Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.

Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.

Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.

Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.

sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.

Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis:

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.

” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .

“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).

Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah

“Motivasi hati”. Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain.

Dengan tujuan supaya mendapatkan pujian, sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja. Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7).

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN.

Karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita, mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.

“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).

Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin.

RadiusSinaga/ Jaya Sianturi

Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023 Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31 “Orang yang murah hati berbuat baik.

Tangerang, posjkt.com

Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023 Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31 “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17).

Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain.

Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya! Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.

Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.

Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.

Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.

Sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.

Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis.

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.

” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .

“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).

Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah “Motivasi hati”.

Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain, dengan tujuan supaya mendapatkan pujian, sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja.

Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7).

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN, karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita.

Mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.

“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).

Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin.

Radius Sinaga

Matius 7:12 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu.

CARA KITA MEMPERLAKUKAN ORANG, Matius 7:12 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

”Renungan: Seorang bijak di sebuah kota suatu ketika didatangi oleh orang asing. Orang asing itu menjelaskan bahwa ia adalah orang baru di kota itu, lalu bertanya.

“Orang seperti apa yang akan saya temui di kota ini?” Kata orang bijak itu, “Orang seperti apa yang kau ditemui di kota asalmu?”Jawab orang asing itu.

“Mereka adalah orang-orang paling buruk, mereka pemabuk, penipu dan pencuri. Tidak ada orang baik di antara mereka.”Orang bijak itu menggelengkan kepalanya dengan sedih lalu berkata.

“Aku khawatir orang-orang di kota ini persis seperti itu.”Setelah orang asing pertama itu pergi, datanglah orang asing lain.

Ia juga menjelaskan kepada orang bijak tersebut bahwa ia orang baru di kota itu. Kemudian ia bertanya, “Orang seperti apa yang akan saya temui di kota ini?

Orang bijak itu kembali bertanya, “Orang seperti apa yang kau temui di kota asalmu?”Jawab orang asing itu, “Mereka adalah orang-orang yang ramah dan selalu siap menolong orang lain.

Mereka adalah orang-orang terbaik yang dapat anda temui.”Orang bijak itu tersenyum dan berkata, “Seperti itulah saya akan menggambarkan orang-orang di kota ini.

Setelah orang asing kedua pergi, seorang wanita yang kebetulan mendengarkan percakapan itu bertanya.

“Aku tidak mengerti, bagaimana anda dapat mengatakan kepada seseorang bahwa kota ini sangat buruk dan kemudian mengatakan kepada orang lain bahwa kota ini sangat baik? ”Orang bijak tersebut menjelaskan.

“Karena engkau biasanya mendapatkan dari orang lain apa yang kau harapkan dari mereka. Jika seseorang memperlakukan orang lain seakan-akan dia berharap mereka menjadi pemabuk penipu dan pencuri mereka akan seperti itu.

Tetapi jika seseorang memperlakukan orang lain seakan-akan dia berharap mereka akan ramah dan suka menolong, maka seperti itulah yang kau dapatkan dari mereka.

”Cerita ini menggambarkan bahwa cara kita memperlakukan orang lain akan menentukan cara mereka memperlakukan kita.

Karena itulah Tuhan Yesus katakan dalam Matius 7:12. Dengan kata lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain.

Hendaklah kita juga memperlakukan mereka dengan niat baik. Maksud Tuhan Yesus di sini adalah, kasihilah orang lain sebagaimana kita ingin dikasihi oleh orang lain.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyebut hal ini sebagai isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

”Memang inti ajaran dari Alkitab yang begitu banyak, ada dua (2 ) yang paling pokok dan yang utama yang kita terapkan dalam hidup ini *yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Arti mengasihi orang lain adalah tidak berbuat jahat dan tidak melukai hati mereka. Jika ini kita lakukan maka kita telah melakukan inti dari seluruh ajaran Tuhan Jesus.

Penulis : Jaya Sianturi / Radius Sinaga

JANGAN MEMPERMALUKAN TUHAN Kota Tangerang.

Kota Tangerang, postjkt.

Amsal Salomo mengajarkan kita dalam kitab, Amsal 30:8 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku, jumat (14/07)

Dalam film Fiddler on the Roof, tokoh Tevye berbicara blak-blakan kepada Allah tentang cara kerja-Nya: “Engkau membuat banyak, banyak sekali orang miskin.

Aku tahu miskin itu tidak memalukan, tetapi juga tidak terlalu terhormat! Jadi, apa salahnya kalau aku memiliki kekayaan sedikit saja?

Memangnya itu akan merusak suatu rencana agung dan kekal kalau aku jadi kaya?”
Berabad-abad sebelum pengarang Sholem Aleichem membuat Tevye mengucapkan kalimat yang jujur ini.

Agur menaikkan doa yang sama jujurnya tetapi sedikit berbeda kepada Allah dalam Kitab Amsal. Agur meminta Allah agar tidak memberinya kemiskinan maupun kekayaan cukup.

“makanan yang menjadi bagianku” (Amsal 30:8).
Ia tahu bahwa memiliki terlalu banyak harta dapat menjadikannya sombong, bahkan membuatnya bersikap seperti orang ateis menyangkal keberadaan Allah.

Di sisi lain, ia meminta Allah untuk tidak membiarkannya miskin karena hal itu dapat membuatnya mencemarkan nama Allah dengan mencuri milik orang lain (ayat 9).

Agur mengakui Allah sebagai satu-satunya penyedia semua kebutuhannya, dan meminta Allah memberikan yang “secukupnya saja”

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Doa Agur mengungkapkan kerinduannya akan Allah dan kepuasan yang ditemukannya di dalam Allah saja.

Kiranya kita memiliki sikap seperti Agur, yang mengakui Allah sebagai penyedia semua kebutuhan kita. Dalam usaha kita mengelola keuangan dengan cara yang memuliakan nama-Nya.

Marilah kita hidup dalam rasa cukup di hadapan Dia, yang tak hanya mencukupkan, tetapi memberikan lebih dari apa yang kita harapkan. MATIUS 6 : 33-34. 33.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Jadi Tuhan tidak akan pernah meninggalkan manusia walaupun banyak keterbatasan keterbatasan dalam diri manusia itu.

TUHAN selalu mengajari kita untuk merenungkan kebenaranNya, yaitu mencari dahulu Kerajaan Allah sekaligus kebenaran Nya.

Mencakup kebenaranNya adalah, bagaimana kita supaya hidup bisa benar, baik dalam Perkataan, tingkah laku, sikap, karakter dan perbuatan kita yang tercermin dalam diri sebagai orang yang benar.

Kalau kita sudah benar tentu kita sudah menghormati dan menghargai Allah itu dengan penuh kehatian harian.

Alias kita akan takut berbuat dosa dan kesalahan. Oleh karena kita tidak yakin sepenuhnya kepada Allah maka timbullah,” Kekuatiran dalam hidup, seolah olah Tuhan tidak peduli dengan kita. Karena kitalah menimbulkan semua dalam hati.

Baik mengenai hidup hari besok dan seterusnya mengenai kebutuhan sehari hari kita. Firman TUHAN berkata,” Janganlah kamu kuatir akan hari besok.

Sebab hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Jangan mempermalukan TUHAN dengan cara apapun.

Mari kita mendekat kepada TUHAN Allah tanpa ragu dan bimbang.

( Radius Sinaga )

HUKUMAN YANG BERUBAH BAHAN RENUNGAN BUAT KITA.

Kota Tangerang, posjkt.com.

Kisah seorang raja yang memiliki 10 anjing ganas untuk menghukum menterinya yang salah. Jika sang raja tidak berkenan maka menteri yang salah akan dilempar ke kandang anjing agar dicabik-cabik oleh anjing-anjing ganas tersebut, kamis (13/07).

Suatu hari seorang menteri membuat keputusan salah dan murkalah sang raja. Maka diperintahkan agar sang menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata “Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi paduka tega menghukumku begini.

Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja.”_ Sang raja pun mengabulkannya.

Sang menteri bergegas menuju kandang anjing-anjing tersebut dan meminta izin kepada penjaga untuk mengurus anjing-anjingnya.

Ketika ditanya untuk apa, maka dijawab “Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu.”Selama 10 hari itu sang menteri memelihara, mendekati, memberi makan, bahkan akhirnya bisa memandikan anjing-anjing tersebut hingga menjadi sangat jinak padanya.

Tibalah waktu eksekusi, dimasukkanlah sang menteri ke kandang anjing, disaksikan oleh sang raja, tetapi raja sangat kaget saat melihat anjing-anjing itu justru jinak padanya.

Maka dia bertanya apa yang telah dilakukan menteri pada anjing-anjing tersebut.

Jawab menteri “Saya telah mengabdi pada anjing-anjing ini selama 10 hari, dan mereka tidak melupakan jasaku. Tapi maaf Paduka, saya telah mengabdi selama 10 tahun di kerajaan ini.

Tapi paduka tega menjatuhkan hukuman ini pada saya.”Terharulah raja, meleleh airmatanya dan dibebaskanlah sang menteri dari hukuman dan dimaafkan.

Cerita ini sungguh hadiah dari hati yang terdalam bagi semua insan, agar tidak mudah mengingkari dan melupakan segala kebaikan yang kita terima dari orang-orang terdekat.

Hanya karena kejadian sesaat yang tidak mengenakkan, kemudian terjadi kemarahan dan kebencian. Lalu hubungan yang baik terputus.

Mazmur 41:10 10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Janganlah mudah menghapus kenangan dan persahabatan yang telah terukir bertahun lamanya hanya karena hal-hal kecil yang kurang kita sukai.

Amsal 17:17 17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Kualitas hidup orang ditentukan oleh kasih dan kebaikan yang mendasari keputusannya.

Ayub 16:19-21 19 Surely even now my witness is in heaven, And my evidence is on high. 20 My friends scorn me My eyes pour out tears to God. 21 Oh, that one might plead for a man with God, As a man pleads for his neighbor!

Jadi jangan menilai seseorang dari kesalahan yang kecil, tapi lihat sudah berapa lama sang menteri mengabdi kepada raja tersebut.

Jadi bisa kita renungkan kisah ini dalam persahabatan, pertemanan, juga dalam dunia pemerintahan maupun dunia perusahaan.

Sahat/ jaya Sianturi/ jaya Sianturi.

Garage Sanur menjadi Ruang Disabilitas Bali bersama Sahabat Polisi Indonesia

Jakarta, posjkt.com

Garage Sanur menjadi Ruang Disabilitas Bali bersama Sahabat Polisi Indonesia, Senin (29/05) di Bali, Denpasar.

Sahabat Polisi Indonesia dan Disabilitas Bali Meretas Batas Merangkul Rasa di Sanur Garage

Teman teman Disabilitas Bali, Disabilitas dalam harmoni nada Disability ini Harmoni Konsep berfikir

Disabilitas sebagai individu spesial, tidak banyak mendapat ruang atau kesempatan dalam berkreatifitas.

Selain karena faktor bawaan, juga karena kurangnya ruang-ruang kreatif yang ramah disabilitas dan bisa merangkul mereka secara individu maupun kelompok.

Sejatinya, rekan disabilitas jika mendapat ruang dan pendamping yang tepat, mereka mampu tunjukan kemampuan diri mereka.

“Untuk itulah hari ini Kali ini kami bermaksud membuka ruang kreatif bagi beberapa rekan disabilitas yang mempunyai thalenta di bidang seni khususnya musik”, katanya Sanur Garage.

Menurut Sanur Garage, Sosial charety dengan menampilkan rekan disabilitas baik individu maupun kelompok.

Secara inklusi atau mandiri bersama Santi sebagai Duta Sahabat Polisi Indonesia Provinsi Bali

“Memberikan semangat nasionalisme dengan jiwa seni untuk memberikan rasa syukur dan punya sifat ksatria untuk tidak menyerah”, ujarnya .

Lanjut ia sampaikan, Disabilitas dan Non Disabilitas selalu membaur sebagai masyarakat Indonesia.

Sumber : Duta Sahabat Polisi Indonesia / sahat red

Cerita orang Indonesia terkenal akan cerita rakyatnya, salah satu contohnya cerita rakyat Yogyakarta, asal usul Nyi Roro Kidul.

Jakarta, posjkt.com

Ayo kita simak dan sejarah dan cerita masyarakat pasudan:

Pada dulu kalah kerajaan di Pasudan terekenal kepimpinan beliau dan ia berpihak pada Rakyat.

Ia sering membantu masyarakat dalam keadaan susah dan bencana akan datang ia selalu muncul menyelamatkan umat pasudan.

Cerita orang Indonesia terkenal akan cerita rakyatnya, salah satu contohnya cerita rakyat Yogyakarta, asal usul Nyi Roro Kidul.

Cerita ini sangat melegenda, banyak yang percaya akan mitos akan keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa laut selatan.

Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai sosok wanita cantik bergaun hijau yang tinggal di istana yang terletak di pantai selatan.

Banyak versi dari asal usul keberadaan Nyi Roro Kidul ini.

Setelah berputar-putar untuk menemukan jalan keluar, Prabu Siliwangi tiba-tiba saja bertemu dengan seorang perempuan cantik di dalam hutan tersebut.

Prabu Siliwangi merasa lega dan segera menghampiri perempuan tersebut. dikutip iNews.id

Setelah berkenalan diketahui bahwa ternyata perempuan cantik tersebut sudah lama tinggal di hutan.

Sang perempuan tersebut akan mengantarkan dan menunjukkan dimana jalan keluar dari hutan, ia nyasar.

Namun dengan syarat Prabu Siliwangi harus menginap beberapa hari di istananya.

Singkatnya cerita, Prabu Siliwangi menyetujui syarat tersebut dan mulai tinggal beberapa hari di istana si perempuan cantik.

Prabu Siliwangi tinggal lebih lama dari rencana sebelumnya karena Prabu Siliwangi merasa jatuh hati dengan sang perempuan tersebut dan pada akhirnya mereka menikah.

Henri / postjkt