JANGAN MEMPERMALUKAN TUHAN Kota Tangerang.

Kota Tangerang, postjkt.

Amsal Salomo mengajarkan kita dalam kitab, Amsal 30:8 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku, jumat (14/07)

Dalam film Fiddler on the Roof, tokoh Tevye berbicara blak-blakan kepada Allah tentang cara kerja-Nya: “Engkau membuat banyak, banyak sekali orang miskin.

Aku tahu miskin itu tidak memalukan, tetapi juga tidak terlalu terhormat! Jadi, apa salahnya kalau aku memiliki kekayaan sedikit saja?

Memangnya itu akan merusak suatu rencana agung dan kekal kalau aku jadi kaya?”
Berabad-abad sebelum pengarang Sholem Aleichem membuat Tevye mengucapkan kalimat yang jujur ini.

Agur menaikkan doa yang sama jujurnya tetapi sedikit berbeda kepada Allah dalam Kitab Amsal. Agur meminta Allah agar tidak memberinya kemiskinan maupun kekayaan cukup.

“makanan yang menjadi bagianku” (Amsal 30:8).
Ia tahu bahwa memiliki terlalu banyak harta dapat menjadikannya sombong, bahkan membuatnya bersikap seperti orang ateis menyangkal keberadaan Allah.

Di sisi lain, ia meminta Allah untuk tidak membiarkannya miskin karena hal itu dapat membuatnya mencemarkan nama Allah dengan mencuri milik orang lain (ayat 9).

Agur mengakui Allah sebagai satu-satunya penyedia semua kebutuhannya, dan meminta Allah memberikan yang “secukupnya saja”

Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Doa Agur mengungkapkan kerinduannya akan Allah dan kepuasan yang ditemukannya di dalam Allah saja.

Kiranya kita memiliki sikap seperti Agur, yang mengakui Allah sebagai penyedia semua kebutuhan kita. Dalam usaha kita mengelola keuangan dengan cara yang memuliakan nama-Nya.

Marilah kita hidup dalam rasa cukup di hadapan Dia, yang tak hanya mencukupkan, tetapi memberikan lebih dari apa yang kita harapkan. MATIUS 6 : 33-34. 33.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Jadi Tuhan tidak akan pernah meninggalkan manusia walaupun banyak keterbatasan keterbatasan dalam diri manusia itu.

TUHAN selalu mengajari kita untuk merenungkan kebenaranNya, yaitu mencari dahulu Kerajaan Allah sekaligus kebenaran Nya.

Mencakup kebenaranNya adalah, bagaimana kita supaya hidup bisa benar, baik dalam Perkataan, tingkah laku, sikap, karakter dan perbuatan kita yang tercermin dalam diri sebagai orang yang benar.

Kalau kita sudah benar tentu kita sudah menghormati dan menghargai Allah itu dengan penuh kehatian harian.

Alias kita akan takut berbuat dosa dan kesalahan. Oleh karena kita tidak yakin sepenuhnya kepada Allah maka timbullah,” Kekuatiran dalam hidup, seolah olah Tuhan tidak peduli dengan kita. Karena kitalah menimbulkan semua dalam hati.

Baik mengenai hidup hari besok dan seterusnya mengenai kebutuhan sehari hari kita. Firman TUHAN berkata,” Janganlah kamu kuatir akan hari besok.

Sebab hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Jangan mempermalukan TUHAN dengan cara apapun.

Mari kita mendekat kepada TUHAN Allah tanpa ragu dan bimbang.

( Radius Sinaga )

HUKUMAN YANG BERUBAH BAHAN RENUNGAN BUAT KITA.

Kota Tangerang, posjkt.com.

Kisah seorang raja yang memiliki 10 anjing ganas untuk menghukum menterinya yang salah. Jika sang raja tidak berkenan maka menteri yang salah akan dilempar ke kandang anjing agar dicabik-cabik oleh anjing-anjing ganas tersebut, kamis (13/07).

Suatu hari seorang menteri membuat keputusan salah dan murkalah sang raja. Maka diperintahkan agar sang menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata “Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi paduka tega menghukumku begini.

Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja.”_ Sang raja pun mengabulkannya.

Sang menteri bergegas menuju kandang anjing-anjing tersebut dan meminta izin kepada penjaga untuk mengurus anjing-anjingnya.

Ketika ditanya untuk apa, maka dijawab “Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu.”Selama 10 hari itu sang menteri memelihara, mendekati, memberi makan, bahkan akhirnya bisa memandikan anjing-anjing tersebut hingga menjadi sangat jinak padanya.

Tibalah waktu eksekusi, dimasukkanlah sang menteri ke kandang anjing, disaksikan oleh sang raja, tetapi raja sangat kaget saat melihat anjing-anjing itu justru jinak padanya.

Maka dia bertanya apa yang telah dilakukan menteri pada anjing-anjing tersebut.

Jawab menteri “Saya telah mengabdi pada anjing-anjing ini selama 10 hari, dan mereka tidak melupakan jasaku. Tapi maaf Paduka, saya telah mengabdi selama 10 tahun di kerajaan ini.

Tapi paduka tega menjatuhkan hukuman ini pada saya.”Terharulah raja, meleleh airmatanya dan dibebaskanlah sang menteri dari hukuman dan dimaafkan.

Cerita ini sungguh hadiah dari hati yang terdalam bagi semua insan, agar tidak mudah mengingkari dan melupakan segala kebaikan yang kita terima dari orang-orang terdekat.

Hanya karena kejadian sesaat yang tidak mengenakkan, kemudian terjadi kemarahan dan kebencian. Lalu hubungan yang baik terputus.

Mazmur 41:10 10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Janganlah mudah menghapus kenangan dan persahabatan yang telah terukir bertahun lamanya hanya karena hal-hal kecil yang kurang kita sukai.

Amsal 17:17 17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Kualitas hidup orang ditentukan oleh kasih dan kebaikan yang mendasari keputusannya.

Ayub 16:19-21 19 Surely even now my witness is in heaven, And my evidence is on high. 20 My friends scorn me My eyes pour out tears to God. 21 Oh, that one might plead for a man with God, As a man pleads for his neighbor!

Jadi jangan menilai seseorang dari kesalahan yang kecil, tapi lihat sudah berapa lama sang menteri mengabdi kepada raja tersebut.

Jadi bisa kita renungkan kisah ini dalam persahabatan, pertemanan, juga dalam dunia pemerintahan maupun dunia perusahaan.

Sahat/ jaya Sianturi/ jaya Sianturi.

SETIA PADA PERKARA KECIL MAUPUN PERKARA BESAR.

Tangerang, posjkt.com.

Secara umum arti perkara adalah: masalah atau persoalan yang perlu diselesaikan dengan baik. Contoh, dalam rumah tangga selalu ada ribut suami istri itu hal biasa. Itulah sebagai tanda sayang Antara kedua insan yang sudah dipersatukan Allah, rabu (12/07).

Seorang laki laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya menjadi satu daging.

Jadi inilah konsep pedoman hidup dalam berumah tangga, mereka bukan lagi dua melainkan satu. Jadi mereka akan selalu siap untuk setia dalam perkara kecil maupun perkara besar dalam rumah tangga.

Sudah tentu dalam rumah tangga suami istri harus bisa hidup saling jujur, benar, dan saling mencintai.

Sudah barang tentu banyak perkara perkara baik itu perkara kecil maupun perkara besar dihadapi dalam menjalankan mahligai rumah tangga. Lukas 16 : 10 berkata,” Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara perkara besar.

Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar dalam perkara perkara besar.

Jadi perkara secara rohani yang dimaksud adalah. Dalam kehidupan manusia ini kita sudah diperhadapkan banyak segala perkara, dimulai dari perkara makan minum, perkara pakaian, perkara kebutuhan, perkara keinginan, demikian juga perkara akan cita cita serta masa depan.

Jadi dalam aspek hidup manusia ini sejak lahir sudah memiliki perkara perkara dalam dirinya, baik itu perkara kecil maupun perkara besar.

Bahkan sampai matipun manusia itu masih tetap memiliki perkara, namun yang sangat paling penting dijunjung dalam hidup adalah, hidup dalam kebenaran, hidup dalam kejujuran, hidup takut akan TUHAN, hidup saling mengasihi dalam rumah tangga, hidup saling menghormati dan menghargai dengan orang lain.

Dan juga belajar hidup tulus dan ikhlas serta mempertahankan hati tetap suci dan tidak bernoda.

Jika kita tidak mau menghidupi kebenaran diatas, maka kita bukanlah bagian yang Tuhan maksud dapat dipercaya sebagai insan yang takut akan TUHAN.

Jika kita setia dalam perkara kecil maka ia setia juga dalam perkara besar. Karena dimulai dari yang kecil dulu baru dengan perkara yang besar.

Jadi perkara perkara kecil yang harus kita terapkan dalam diri sendiri. 1. Tidak membuang buang waktu dengan sia sia. Tegakkan kedisiplinan dari dalam diri sendiri. 2. Miliki rasa takut akan TUHAN,

Awali dengan doa sebelum melaksanakan aktivitas dan kegiatan kita. 3. Tanamkan rasa tanggung jawab dalam diri, dan berhati hati dalam melakukan hal hal negatif yang bersifat membahayakan diri sendiri.

Tumbuhkan berpikir secara dewasa rohani. Emosional dapat di kendalikan oleh akal sehat. 4. Membuang keegoan dalam diri maupun kepentingan diri sendiri.

Tanamkan rendah hati, dapat menjadi pusat perhatian orang dalam hal hal berpikir, tindakan, dan karakter. Matius 12 : 36-37. 36. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap kata sia sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan nya pada hari penghakiman. 37.

Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum. Selama kita masih ada di bumi ini maka perlu kita hidup benar dan kasih.

Jangan suka menyakiti orang lain, ucapan ucapan bibir kita perlu di waspadai, hidup kita bisa menjadi teladan bagi orang lain, jangan bermain culas/curang. Ingatlah akan Firman TUHAN diatas.

Semua akan kita pertanggung jawabkan dihadapan TUHAN dihari penghakiman nanti. Mazmur Daud: Ajarlah kami menghitung hari hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Jadi pikiran manusia itu semestinya memikirkan tentang surga, dimana surga itu sudah disediakan TUHAN Allah yaitu. ” RUMAH BAPA. ” Jadi perkara kecil maupun perkara besar itu hanya dalam hidup di dunia fana ini saja.

Sekarang marilah kita mulai memikirkan perkara yang di atas, bukan yang dibumi ini saja. Surat Rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Kolose. ( Kolose 3 : 1-2 ) 1.

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah. 2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Mengenai perkara perkara di dunia ini Allah tidak pernah meninggalkan manusia itu. Allah selalu akan menyertai mereka dalam dunia ini, bahkan perkara dalam kekekalan pun sudah di sediakan bagi umatNya.

(Radius Sinaga).

KEMBALI KEPADA HIKMAT ALLAH.

Postjkt, Kota Tangerang. Dijaman sekarang ini banyak manusia tidak lagi berhikmat, dan bahkan banyak kita jumpai manusia sekarang ini tidak lagi takut kepada TUHAN Allah. Bisa dikarenakan oleh keadaan dan situasi ekonomi dll. Sebagai orang beriman dan bertaqwa kepada TUHAN marilah kita kembali kepada sang pencipta kita. Hidup bisa lebih bermakna kembali dengan sesama, dan tidak menjadi batu sandungan. Karena Hikmat itu menyadarkan kita untuk senantiasa hidup takut akan TUHAN. Hikmat Amsal Salomo berkata dalam kitab Amsal 1. Dan hikmat ini bertujuan agar manusia itu hidup dalam hikmat TUHAN.

2. Untuk mengetahui hikmat dan didikan,  untuk mengerti kata kata yang bermakna,

3.Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,

4. Untuk memberikan kecerdasan kepada orang  yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-

5. Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan –

6. Untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka teki orang bijak.

7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Bagi orang bodoh hikmat itu tidak berarti dalam hidupnya. Bahkan merasa tidak begitu penting hikmat bagi mereka, maka inilah  hikmat itu perlu di renungkan oleh setiap orang. Amsal 1 : 20 -23.

20. Hikmat berseru nyaring dijalan jalan, dilapangan lapangan ia memperdengarkan suaranya,

21. Di atas tembok tembok ia berseru seru, di depan pintu pintu gerbang kota ia mengucapkan kata katanya.

22. Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

23. Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.”

Jadi hikmat sangatlah berarti bagi setiap orang,  bukan saja hanya kepada orang bijaksana namun kepada setiap orang yang tak berpengalaman sekalipun, dengan tujuan supaya setiap orang hidup dalam kebenaran Firman TUHAN. Hidup takut akan TUHAN mari kita tanamkan dalam diri kita sendiri. Karena takut akan TUHAN adalah sumber pengetahuan dan kita akan selalu dituntun oleh TUHAN hidup dalam kebenaranNya. RadiusS

KEMBALI KEPADA HIKMAT ALLAH.

Postjkt, Kota Tangerang. Dijaman sekarang ini banyak manusia tidak lagi berhikmat, dan bahkan banyak kita jumpai manusia sekarang ini tidak lagi takut kepada TUHAN Allah. Bisa dikarenakan oleh keadaan dan situasi ekonomi dll. Sebagai orang beriman dan bertaqwa kepada TUHAN marilah kita kembali kepada sang pencipta kita. Hidup bisa lebih bermakna kembali dengan sesama, dan tidak menjadi batu sandungan. Karena Hikmat itu menyadarkan kita untuk senantiasa hidup takut akan TUHAN. Hikmat Amsal Salomo berkata dalam kitab Amsal 1. Dan hikmat ini bertujuan agar manusia itu hidup dalam hikmat TUHAN.
2. Untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata kata yang bermakna,
3.Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,
4. Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-
5. Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan –
6. Untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka teki orang bijak.
7. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Bagi orang bodoh hikmat itu tidak berarti dalam hidupnya. Bahkan merasa tidak begitu penting hikmat bagi mereka, maka inilah hikmat itu perlu di renungkan oleh setiap orang. Amsal 1 : 20 -23.
20. Hikmat berseru nyaring dijalan jalan, dilapangan lapangan ia memperdengarkan suaranya,
21. Di atas tembok tembok ia berseru seru, di depan pintu pintu gerbang kota ia mengucapkan kata katanya.
22. Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?
23. Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.”

Jadi hikmat sangatlah berarti bagi setiap orang, bukan saja hanya kepada orang bijaksana namun kepada setiap orang yang tak berpengalaman sekalipun, dengan tujuan supaya setiap orang hidup dalam kebenaran Firman TUHAN. Hidup takut akan TUHAN mari kita tanamkan dalam diri kita sendiri. Karena takut akan TUHAN adalah sumber pengetahuan dan kita akan selalu dituntun oleh TUHAN hidup dalam kebenaranNya. RadiusS

Perbedaan antara sholat idul fitri 1 syahwal 1444 H pada tanggal 21-22 april 2023, semua benar, tidak ada yang salah.

Tangerang, posjkt.com

Walaupun ada perbedaan antara kepercayaan dan pendapat, di idul fitri 1444 H ini di Desa Pakualam Kec. Pakuhaji Kab. Tangerang, Banten ada hari sabtu lebaran dan ada juga hari minggu lebaran.

Benar, tidak ada puasa 32 hari satu bulan dan tidak ada puasa 27 hari satu bulan, yang bagus itu 29 hari puasa 1 bulan atau 30 hari 1 bulan itu yang sah.

Perbedaan antara sholat idul fitri 1 syahwal 1444 H pada tanggal 21-22 april 2023, semua benar, tidak ada yang salah.

Yang salah yang tidak ikut sholat idul fitri, bagi semua yang mengerjakan sholat idul fitri itu sudah benar.

Para khiyi dan Ustad di Pakualam rata-rata merayakan idul fitri 1 syahwal 1444 H jatuh pada sabtu, 21 April 2023 M. Tetapi pihak pemrintah mengumumkan 1 syahwal 1444 H jatuh pada tanggal 22 April 2023.

Kedua-keduanya baik semua, terserah para penganutnya ia ikut siapa.

Semua orang Pakualam Kec. Pakuhaji sudah beriman, tidak tergantung pada Khiyai atau pemerintah, semua bagus.

“Kami juga berharap pada masyarakat perbedaan pemdapat itu sudah biasa, tetapi tidak harus harus merusak alam dan keluarga, itu berdasarkan iman seseorang”, sebut saja kata KH. Azam Mudarahman, S.Ag. M.Pd.

Menurut KH. Azam Mudarahman, S.Ag. M.Pd, bahwa sesungguhnya perbedaan pendapat itu indah, yang bisa menjalankan ibadah diri sendiri.

Ia juga sudah mempunyai guru dan ia juga sudah belajar agama, semua ibadah itu bagus.

“Kami juga melaksanakan sholat idul fitri 1 syahwal 1444 H pada hari minggu, 22 April 2023, mengikuti pemerintah, biasa-biasa saja, memang perbedaan itu bagus”, kata Ustad H. Damai Hariyanto, S.Pd.

“Alham dulillah warga kami juga tidak ada yang sholat idul fitri pada hari minggu, 23 april 2023”, katanya yanti warga pakualam

Henry / postjkt

Sebagai sebuah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, al-Quran tentu saja memiliki banyak sekali keutamaan.

posjkt.com

Menurut Muhammad Zaairul Haq, Sebagai sebuah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, al-Quran tentu saja memiliki banyak sekali keutamaan.

Hingga hari ini, banyak keutamaan al-Quran yang masih menjadi rahasia Ilahi.

Karenanya, tidak sedikit ulama yang mencoba untuk mengungkap rahasia keutamaan di balik tiap surat, bahkan ayat dalam al-Quran.

Buku ini berusaha menguraikan rahasia-rahasia tersebut.

Khususnya rahasia keutamaan surat yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi beragam permasalahan sehari-hari.

Disarikan dari sumber-sumber klasik terpercaya, seperti kitab Mujarrobat karya Ad-Dairabi, Ad-Durr an-Nazhim karya As’ad al-Yafi’i, serta beberapa hadis Nabi.

Tidak hanya mengungkap solusi untuk berbagai persoalan hati, akan tetapi juga disajikan bermacam-macam cara untuk mengobati penyakit jasmani. Karena seperti yang Allah swt.

“Sebutkan pada ayat 44 dari surat Fussilat, “Al-Quran adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” katanya Muhammad Zaairul Haq

Menurutnya, Apa yang dimaksud ayat ini adalah al-Quran sebagai solusi bagi beragam persoalan lahir dan batin sehari-hari yang biasa kita alami.

“Upaya yang dilakukan dalam buku ini merupakan bentuk ikhtiar sekaligus kepasrahan diri kepada Allah yang Maha Kuasa, karena hanya Dialah yang mampu mengatasi segala problematika hidup yang kita hadapi”, katanya Danu Haryanto mahasiswa.

Penulis : Muhammad Zaairul Haq / postjkt

Mereka diingatkan, betapa sebuah organisasi keagamaan seperti Vihara Dharma Jaya Toasebio membutuhkan kerja keras dan soliditas yang tinggi.

Jakarta-posjkt.com

Acara pelantikan pengurus Vihara Dharma Jaya Toasebio, Glodok, Jakarta, Minggu (8/1/2023) menjadi momentum penting untuk menyegarkan anggota pengurus Vihara agar lebih baik lagi dalam melakukan tugas dan misi Vihara.

Humas Vihara Dharma Jaya, Yongky, mengatakan, pelantikan pengurus baru ini diharapkan bisa lebih solid dan bekerja untuk kebaikan umat Buddha di Jakarta. Anggota pengurus yang dilantik berjanji melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab.

Mereka diingatkan, betapa sebuah organisasi keagamaan seperti Vihara Dharma Jaya Toasebio membutuhkan kerja keras dan soliditas yang tinggi. Godaan dan ambisi selalu hadir sebagai tantangan.

“Saya berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik sore ini agar tetap solid satu sama lain. Kalau kita berorganisasi, kita harus bisa bekerja sama guna menunjang organisasi.

Kita lihat sendiri, banyak anggota dalam suatu organisasi malah saling menjatuhkan, apalagi kalau di situ sudah masuk ambisi-ambisi untuk mendapatkan jabatan penting. Saya mengimbau, kita saling melengkapi.

Yongky mengingatkan, tahun 2023 merupakan Tahun Kelinci dengan simbol air yang bermakna kesejahteraan dengan berkah berlimpah.

Dikaitkan dengan tahun politik di Indonesia, Yongki berpendapat tidak akan terjadi gangguan dan kegaduhan yang besar di Indonesia, karena Tahun Kelinci memberikan kesejahteraan.

Selain itu, kerja keras pemerintah dan semua stakeholder akan mampu meredam gejolak ekonomi nasional yang terkena dampak ekonomi global. Solidaritas antar manusia Indonesia itu, menurut Yongky menjadi berkah bagi masyarakat.

Vihara Dharma Jaya Toasebio merupakan sebuah Vihara Buddhis tertua di Jakarta Barat dan sangat terkenal di mata masyarakat Jakarta.

Saat menggelar perayaan-perayaan besar agama Buddha, Vihara Toasebio didatangi banyak umat Buddha untuk bersembahyang. Setiap hari umat selalu datang berdoa di Vihara ini.

Sebelum acara pelantikan pengurus Vihara, digelar acara “Kongkow Budaya IV” bertema Sejarah Toasebio, yang dibawakan oleh Husen Bintara Sjafrudin, Perwakilan Pendiri Yayasan Dharma Jaya Toasebio.

Dalam kegiatan budaya ini pengarahan juga diberikan oleh Pembimbing Masyarakat Buddha DKI Jakarta Suwanto, S.Ag, M.M dan Ketua Umum DPP Generasi Muda Buddhis Indonesia, Anggota DPR Komisi VII Bambang Patijaya, S.E, M.M, dengan moderator Yani Dharma.

Jajang / henro / doni / postjkt

Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.

posjkt.com

Satu persatu teman sebaya telah pergi,menandakan waktuku sebentar lagi.

Sesusunggunya manusia hidup di muka bumi, tak ubah seperti merantau, ada yang meninggal di tempat kelahiran ada pula meninggal di tempat ia hidup.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.
.
Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)
.
Ingatlah …
.
Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …
.
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata.

Lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8 .).
.
Harus diyakini …
.
Kematian tak bisa dihindari …
.
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).
.
Semua pun tahu …
.
Tidak ada manusia yang kekal abadi …
.
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).
.
Yang pasti …
.
Allah yang kekal abadi …
.
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).
.
Lalu …
.
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …
.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).
.
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian.

Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

“Tiap-tiap umat memiliki batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf:34)

Semoga Allah Ta’ala memberikan Taufik dan Hidayahnya serta menjauhkan kita dari dosa , juga di murahkan Rezekinya .

“Aminn2 Ya Robb. Wasalam”, katanya

Sutrisno / henri / postjkt

Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.

posjkt.com

Sesungguhnya hidup manusia dan ciptaan aku adalah mulya, setelah tertidur beberapa jam, aku hidupkan kembali. Aku hidupkan mereka adalah semata mengabdip pada AKU.

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ…

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ..

“Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.“`

Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami kembali.
Terima kasih ya Allah, engkau masih memberikan kami nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat panjang umur

Ya Allah, Semoga kami selalu dalam lindungan Mu, Ya Allah berkahkan hidup kami untuk beribadah kepadamu
Ya Allah luaskan dan berkahkan Rizki kami untuk beribadah kepadamu.

Ya Allah tetapkan iman dan Islam di hati kami, Ya Allah jadikan kami sebagai orang yang selalu bersyukur

امِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــي

Sumber : Hariri / henri / postjkt

Seseorang tidak akan setia dalam perkara besar kalau ia tidak setia dalam perkara kecil.

posjkt.com – Ada tiga ciri kesetiaan yang diajarkan Alkitab, yaitu: _Pertama_, dimulai dari perkara-perkara kecil (Luk. 16:10).

Seseorang tidak akan setia dalam perkara besar kalau ia tidak setia dalam perkara kecil.

Sebenarnya yang dimaksud dengan perkara kecil di sini adalah uang atau harta kita.

Kalau seseorang masih materialistis, cinta akan uang atau masih mencintai dunia, maka tidak mungkin ia dapat memiliki kesetiaan kepada Allah dengan benar.

Tidak mungkin orang yang masih mencintai dunia dapat menyerahkan nyawanya untuk Tuhan.

Oleh sebab itu menjadi hal yang mutlak bahwa orang percaya tidak boleh memiliki ikatan dengan dunia atau ikatan dengan kesenangan-kesenangan dunia, hiburan dan segala hobi yang tidak memuliakan Allah.

Orang percaya harus berani menjadikan Tuhan dan Kerajaan Surga sebagai satu-satunya kebahagiaannya.

_Kedua_, tidak bersyarat, Kesetiaan tidak bersyarat artinya tetap setia kepada Tuhan apa pun yang harus dialami atau dijalani.

Kesetiaan tidak bersyarat adalah kesediaan untuk berkorban apa pun demi pekerjaan Tuhan.

Orang percaya yang memiliki kesetiaan tidak bersyarat pasti bersedia melakukan apa pun tanpa menuntut upah.

Walaupun ia tahu bahwa ia akan memiliki upah, namun upah itu akan diperolehnya nanti di langit baru dan bumi baru; bukan di dunia ini.

Hamba Tuhan atau orang Kristen yang memiliki kesetiaan seperti ini akan bersedia melayani tanpa menuntut upah dari manusia.

Jadi, kalau kita setia kepada Tuhan, hal itu bukan sekadar karena kita mau memperoleh upah dari kesetiaan tersebut bagi diri kita.

Kesetiaan kita harus berangkat dari hati yang mengasihi Tuhan.

Tentu dengan kesadaran bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita, bahwa kita berutang kehidupan dan kebaikan kepada Tuhan.

Oleh sebab itu, patutlah kita bersikap setia kepada Tuhan sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan serta sebagai usaha untuk membalas kebaikan-Nya.

_Ketiga_, kesetiaan sampai akhir (Why. 2:10). Kita harus mengerti bahwa bukan hanya awal perjalanan kekristenan yang menentukan, tetapi juga pertengahan—artinya sepanjang jalan hidup ini—dan akhir dari perjalanan hidup kita.

Tuhan menghendaki sampai kita menutup mata, kita dijumpai Tuhan setia kepada-Nya.

Tanpa kesetiaan percumalah pengiringan kita kepada Tuhan selama bertahun-tahun.

Dalam Wahyu 2:10 ditunjukkan kepada kita bahwa sekalipun aniaya dan penderitaan menimpa kita, tetapi kita harus tetap setia kepada Tuhan sampai mati atau sampai akhir

Adapun jenis-jenis kesetiaan adalah: _Pertama_, kesetiaan sebagai umat kepada Allah.

Kesetiaan ini berkaitan dengan ibadah kepada Tuhan. Kalau seseorang menjadi umat Allah, maka ia dituntut untuk setia kepada Allahnya dalam beribadah.

Ini berarti orang percaya harus tetap memuji, menyembah dan memuja Allah bukan hanya dalam kebaktian, melainkan harus menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang berharga dalam hidup ini (Mzm. 73:25-26).

Dalam Ulangan 5:7-9 —yang merupakan perintah pertama dalam Dasa Titah—Tuhan tidak mengizinkan umat-Nya memiliki allah lain atau datang kepada dewa-dewa.

Ini berarti apa pun yang terjadi kita tidak boleh meminta pertolongan kepada sumber lain selain Tuhan atau berhubungan dengan kuasa di luar Tuhan.

Kesetiaan inilah yang disebut sebagai kesetiaan beribadah.

Kalau seseorang menjadi umat Allah, ia dituntut untuk setia kepada Allahnya dalam beribadah.

_Kedua_, kesetiaan seorang anak kepada Bapa. Kesetiaan di sini adalah kesetiaan yang berkaitan dengan kepatuhan kita secara mutlak dengan penuh hormat seperti yang dilakukan Yesus kepada Bapa-Nya.

Seorang Kristen tidak bisa berkata bahwa dirinya setia kepada Tuhan kalau ternyata hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Kesetiaan di sini merupakan kesetiaan yang berkaitan dengan kepatuhan melakukan segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah.

Ketidaktaatan kepada Tuhan merupakan pengkhianatan kepada-Nya, sebab ketidaktaatan kepada Firman dan hukum-hukum Tuhan sama artinya dengan persekongkolan dengan Iblis atau kuasa gelap.

Sebagai seorang anak di hadapan Allah Bapa, kita harus patuh taat mutlak dengan penuh hormat kepada Bapa surgawi, sama seperti yang dilakukan Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya (Flp. 2:5-8; Ibr. 5:7-8).

Kepatuhan kita harus dibangun di atas kesadaran bahwa kita adalah anak dan Allah adalah Bapa kita yang harus dipatuhi.

_Ketiga_, kesetiaan seorang mempelai wanita kepada Mempelai Pria.

Tuhan menghendaki hubungan yang intim dan benar-benar erat.

Keintiman hubungan dengan Tuhan di Alkitab digambarkan sebagai hubungan suami istri (Ef. 5:31-32) dan seperti hubungan mempelai (2Kor. 11:2-3).

Dalam hidup ini tidak ada hubungan yang istimewa melebihi hubungan suami istri. Hubungan istimewa ini menjadi lambang hubungan Kristus dan jemaat-Nya.

Kalau suami istri menjadi hubungan satu daging, tetapi hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan satu Roh (1Kor. 6:17).

Hal ini merupakan anugerah besar, yaitu kalau kita diperkenankan untuk menjadi satu Roh dengan Dia.

Ini juga merupakan isi doa Tuhan Yesus agar kita menjadi satu dengan Bapa dan Tuhan Yesus (Yoh. 17:20-23).

Kesetiaan di sini berkaitan dengan ketertambatan hati kita kepada sesuatu atau seseorang. Berkaitan dengan cinta atau kasih kita kepada sesuatu atau seseorang.

Seorang yang setia kepada Tuhan Yesus akan mengasihi Tuhan lebih dari segala perkara.

Bila kita mengasihi seseorang atau sesuatu melebihi kasih kita kepada Tuhan, berarti ini adalah sebuah ketidaksetiaan.

Tuhan harus menduduki takhta pertama dan utama dalam hati kita, serta satu-satunya.

Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Dr. Erastus Sabdono / postjkt.