KH. Buya Muhtadi meminta pada orang muslim jangan ada yang memperingati dengan cara berlebihan, karena di Muslim sudah menlanggar aturan agama Islam, minggu (31/12).
Ia berpesan pada warga pandeglang, Banten agar mematuhui ajaran agama islam.
Tidak ada artinya bagi agama muslim yang ikut mengucapkan dan merayakan 1 Januari 2024, karena itu bukanlah hari agama islam.
Malam tahun baru 1 Januari 2024 ini bukan untuk di tiru oleh umat agama muslim.
“Saya minta pada umat agama muslim, tak perlu di peringati hari tahun baru 1 Januari 2024 karena itu bukan hari umat islam”, katanya KH. Buya Muhtadi di Pondok Pasyanten di pandeglang.
Ia mengimbau pada Umat beragama islam, jika dilaksanakan banyaklah berzikir di rumah, di musholah dan mesjid untuk tidak boleh memperingati hari 1 Januari 2024 pengantian waktu tahun baru.
Kata Muhtadi di Vidio yang beredar, bahwa KH. Abuya Muhtadi berpesan pada anak-anak dan mudah-mudi agar tidak berlebihan mengadakan tahun baru.
“Karena ulang tahun tahun baru sudah melanggar norma agama muslim”, tuturnya.
“Kami minta pada polisi awasi orang muslim yang merayakan hari tahun baru, karena sudah melanggar etika beragama”, tuturnya Muhtadi.
Menurut Arman (45) bagai mana ya, jika itu sudah larangan bagi umat islam, tetapi ini tahun baru juga sudah melekat pada anak muda/mudi.
“Saya juga berharap pada anaknya saya, tetapi tak bisa melarang, karena ia juga masih labil”, katanya Arman sebagai orang tua.
Darul Hasan islamic boarding school pondok Pesantren Darul Hasan mengadakan kegiatan
Festival tingkat SD,SMP, Se Kota Tangerang berbagai lomba dari MHQ.
Perlombaan Adzan, marawis, menggambar, pidato bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, Kaligrafi kontemporer, mewarnai dan melengkapi gambar, rabu (15/11)
Acara di buka Camat Cipondoh Khotibul imam SHI, dengan ucapan Basmallah di mulai Festival Darul Hasan 2023.
Dalam sambutan Camat Cipondoh Khotibul imam, pindidikan mondok pesantren untuk menimpah ahklak yang lebih baik.
Tidak semua jebolan pondok pesantren menjadi tukang doa.
saya juga mantan santri, sekolah pesantren bisa jadi camat, sekolah pesantren bisa jadi persiden, bisa jadi wakil persiden.
Mondok di sini aja Selamat dunia akhirat, hormati guru, kiayi, orang tua insha Allah hidup berkah.
Hormati muliakan guru kita, Hormati orang tua yang berjuang dan mendidik kita.
Saya atas nama peribadi juga pejabat camat kecamatan Cipondoh mohon doanya sama Abah kiayi semoga bisa amanah menjabat.
Sebagai camat dan hidup damai bersama warga Cipondoh dan hidup ahklakhul Kharimah warga Kota Tangerang.
Pimpinan pondok pesantren Al ustad Drs H Sofyan Hariri M.Pd. Di dampingi Pengasuh ponpes Abah kiayi H Tajudin Hasan Dan ketua panitia AAN Amsinah ST, Subhan Nurjaya, S.PdI
Sebagai pengarah acara Harapan di adakanya kegiatan acara lomba akan menguatka tali silaturahmi antar pelajar yang berbasis Islam.
Menelurkan Generasi kompetitif seportif dan saling menghargai. Acara ini diadakan oleh pondok pesantren Darul Hasan Cipondoh yang ke dua kalinya.
Hasil dari acara ini bukan Di lihat dari nilai secara nominal juaranya tetapi lebih baik ilmu yang di dapatkan.
Darul Hasan festival di meriahka. Berbagai lomba dari HQ, Adzan, marawis, pidato bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dari berbagai sekolah setingkat SD.
SMP Panitia festival menyediakan hadiah dari Juara pertama 2000. Juta Juara 2 ,5 juta, Juara 2 juta. Voucher tidak dapat di uangkan ujar MC.
Pengunjung di meriahkan Lomba marawis di mulai dari MI AL ISLAHUDDINIYAH pengasuh Zaenal Aris Dari 10 peserta lomba mawaris paling heboh peserta wanita.
Menurut Zaenal teman marawisnya sudah sering ikut lomba dan langganan juara ujar Zaenal.
Harapan Zaenal anak muridnya bisa membawa pulang juara 1Tetapi peserta kekuatannya terlihat merata ujar imam,
Marilah kita bersama kitam eneladani akhlak Rasulallah Nabi Muhammad SAW dengan bekerja cerdas dan ikhlas untuk meraih ridho Allah SWT, jumat (03/11).
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor (Kakan) ATR/BPN Kota Tangerang, H.Muh. Yusuf ,SH. MH dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW 1445 H di Masjid Al Ihsan kawasan perkantoran Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (2/11/2023).
Sementara KH.Juhri Fauzi , Penceramah dalam acara Maulid Nabi Muhamad SAW mengatakan banyak teladan yang bisa kita tiru dari Rasulullah Nabi Muhamad SAW.
“Sebagai aparat pemerintah yang mempunyai tugas melayani masyarakat kita dapat mengapdosi teladan Nabi Muhammad SAW dengan bekerja cerdas dan ikhlas untuk meraih ridho Allah SWT,” terang KH.Juhri Fauzi.
Dikatakan juga, sebenarnya melayani Masyarakat yang mengurus masalah pertanahan di Kota Tangerang adalah tugas pegawai ATR/BPN Kota Tangerang.
Tetapi kalau kita bekerja disertai keihklasan hati In Sya Allah kita akan meraih Ridho Allah SWT.
Dalam kesempatan perayaan Maulid Nabi Muhamad SAW tersebut diserahkan juga santunan untuk puluhan anak yatim-piatu di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Tangerang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Triaz Akbar Winowo, S.Kom.Kasie Survay dan Pemetaan, Wahyu Ardiansyah, S.T. Kasie PH.
Dito Syafeli, S.H , M.Kn. Kasie P dan Bastara Adi Makayasa,S.Kom.Kasie PT dan P. Drs.H. Susyono dan Kasie P & PS.
Dito Syaferli, SH. M.Kn. Serta para camat sekota Tangerang serta tamu undangan lainnya.
Ya Allah….
Terima kasih atas segala nikmat dan karunia-Mu di hari Senin ini…
Jadikanlah setiap langkah kami agar selalu dalam kebaikan…
“Ya Allah, Berikanlah kami kesabaran saat di uji, Bersyukur dikala mendapat nikmat Mu, Beristighfar saat bersalah dan Memaafkan saat didzalimi”, katanya H. Sutrisno
Menurutnya, Berilah kami kesehatan Zhahir bathin, panjang umur yang berkah, kecukupan rejeki, ilmu yang bermanfaat, kesabaran , kerukunan yg indah dengan keluarga besar dan sesama umat , selamat serta bahagia di dunia dan akhirat
آمِيّنْ… آمِيّنْ.. آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
Fasilitad Umum di Jalan Unis Tangerang, rusak seperti di biarkan tampa ada pemeliaraan dan perbaikan.
Jalan, trotoar dan Bahu jalan juga sudah mulai menyempit di sebabkan kurangnya di tangani di Dinas terkait.
Trotoar dan udit depan kampus Unis Tangerang, kota Tangerang, Banten tidak ada upaya melakukan perindah dan perbaikan.
Trotar Kampus Unis Tangerang terbengkalai fasilitas pada rusak, umum, Minggu (03/09) jam 20.00 wib
Pada hal memeliarah pemeliaraan Kampus Unis Tangerang, apa Dinas PUPR Kota Tangerang?.
Hal ini seolah-olah di biarkan rusak dan parah.
Sehingga pandangan saja, tidak indah tetlihatnya sedangkan penutup udit juga sudah pecah dan rusak.
“Kami minta pada dinas terkait agar melakukan perbaikan, karena jalan dan udit dan pelengkapan jalan hatus di tsnggung jawab Dina PUPR Kota Tangerang”, kata samdi dari mahasiswa.
Menurut Samadi, jika pagar yang rusak depan kampus kemungkinan kampus yang rehap.
“Kami juga betharap pada walikota Tangerang agar perintahkan dinad terkait dan berwenang menangani jalan yang rusak, parit yang rusak dan bahu yang rusak itu tanggung jawab pemkot Tangerang”, ia menyebutkan Dyamsul dari Mahasiswa.
dr. Bernard BB Sagian, SH, MH Aktivis dan LSM mengatakan Di era globalisasi ini banyak hal yang terjadi masyarakat di Indonesia yang luput dari pantauan pemerintah pusat dan daerah husus nya,dan banyak sekali kemerdekaan dari warga negara yang tidak di dapatkan penuh oleh warga negara, selasa (29/08).
“Contoh,dekat kebebasan beragama, Negara Indonesia Menganut Ajas Ketuhanan yang maha Esa, akan tetapi di dalam pelaksanaannya tidak semua warga negara di bumi tercinta ini memiliki kebebasan yang sama dalam menganut dan menjalankan agamanya”, katanya dr. Bernard.
Misalnya ini terjadi bagi umat Kristiani ataupun umat agama yang lain selain muslim sangat sulit mendirikan rumah ibadah di daerah Kabupaten Aceh Singkil, di kabupaten Aceh Singkil sangatlah sulit mendirikan gereja, di mana fkub.
Ia berharap, Sangat sulit memberikan rekomendasi untuk pendirian gereja pada saat awal media bertanya langsung kepada jemaat yang kebaktian di tenda darurat mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun mereka mengajukan kepada pemerintah dan fkub
“Setempat sampai saat ini tidak mendapatkan rekomendasi padahal menurut narasumber sudah ada yang 7 tahun bahkan sudah ada 10 tahun sudah mengajukan ke pemerintah dan ke fkub sampai saat ini belum juga mendapatkan izin”, ujarnya.
Padahal di dalam undang-undang 1945 jelas-jelas dikatakan setiap warga negara bersamaan dalam hukum dan pemerintahan dan Negara menjamin kemerdekaan beragama di negara republik yang kita cintai ini.
Berdasarkan pernyataan undang-undang 1945 masyarakat yang ada di kabupaten Aceh Singkil memohon keadilan kepada pemerintah untuk menegakkan keadilan dan menegakkan undang-undang Dasar 1945, di kabupaten Aceh Singkil khususnya
Masalah kebebasan umat beragama ucap narasumber yang tak mau disebutkan namanya pada awak media diharapkan bagi pemerintah pusat memantau ke daerah-daerah seperti Aceh Singkil ini.
Untuk tidak mendiskreditkan kaum minoritas dan membiarkan terjadi perpecahan antar umat beragama yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa walau provinsi Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan bukan berarti di Aceh hanya boleh satu agama saja karena Aceh juga bagian dari NKRI.
Dimohonkan kepada bapak presiden RI bapak Jokowi mendengarkan jeritan kaum minoritas yang ada di Aceh Singkil yang ingin mendirikan rumah ibadah dan ingin bebas beribadah karena negara kita adalah Pancasila dan bukan negara.
“Agama Islam jika kebebasan beragama saja di negara kita tercinta ini tidak didapatkan oleh warga negara Indonesia lalu kepada siapakah kaum mayoritas harus mengadu untuk mereka bisa mendapatkan beribadah dengan layak”, ujarnya.
Artis H. Mandra Yusup Sulaiman di panggil Mandra ini sempat terkenal film dan sebagai penyayi pada tahun 90-an ini, senin (28/08).
Ia juga menyampaikan lawaknya bersama rekan-rekannya dan sampai vidio berdar durasi 1:49 menit ini mengatakan bahwa tidak ada orang yang merebut harta warisan kaya, itu bohong.
“Ya ada juga balangsat, mana ada sejarahnya orang yang merebutkan warisan menjadi kaya”, ujarnya melalui vidio durasi 1:49 di tiktok dan Whatsapp.
Bahkan siap berperimsip, bahwa sudah lama ia hidup tetapi tidak ada yang merebut harta warisan kaya.
“Tidak ada namanya yang ribut tentang warisan orang kaya, balangsat ia sih”, katanya H. Mandra Yusup Sulaiman seorang pelawak dan penyayi.
Menurut Ia, bahwa harta warisan di ributkan akan menjadi malapetakah.
Memang harta warisan itu untuk turun menurun bukan untuk perorangan tetapi keluarga keturunan itu yang berhak memeliarahnya.
“Jika di ributkan itu akan sesansara bisa, contoh harta warisan itu di di jual, bawa ke dagang, bawa haji juga tidak berkah, malahan bisa menjadi malapetaka”, katanya Mandra.
Pemerintahan desa Belimbing Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Laksanakan MTQ yang ke dua (27-08-2023).
Dan bertempat di lapangan bola desa belimbing,Pembukaan MTQ tingkat desa Belimbing di hadiri Sekda Kabupaten Tangerang, H.Mochamad Maesyal Rasid, H.Maskota Kepala desa Belimbing, H.Dadang Sudrajat Camat Kosambi,Sekjen APDESI Kabupaten Tangerang.
H.Aenilah Syarif.SH., H.Jayusman Mutar Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Gerindra, H.Surtawijaya Ketua DPP APDESI.
Ketua APDESI Kecamatan Kosambi, Kapolsek dan Danramil yang di wakilkan dan ketua LPTQ kecamatan Kosambi serta tamu undangan lainya, tidak ketinggalan masyarakat desa Belimbing dan sekitarnya.
Ketua panitia ustad zainudin dalam laporannya pelaksanaan MTQ ke dua menyampaikan.
“Jumlah cabang lomba ada 9 cabang dan jumlah peserta sekitar 475 peserta,”laporanya.
Dan di sampaikan juga bahwa anggaran MTQ tersebut menelan anggaran sebesar 75 juta,”kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan kepala desa yang selalu peduli terhadao masyarakat”,Terangnya
Dalam sambutanya kepala desa belimbing H.Maskota HJS.SE.,” Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dalam acara MTQ kedua tingkat desa belimbing”,Ucapnya.
Dalam sambutan juga mengatakan bahwa MTQ tingkat desa belimbing ini akan terus berlanjut untuk menuju Kabupatan Tangerang Gemilang, dan desa belimbing adalah sebagai juara umum MTQ tingkat Kecamatan kosambi.
“Selamat kepada kecamatan kosambi yang meraih juara umun MTQ tingkat Kabupaten yang belum lama ini di laksanakan di tigaraksa”,tambahnya
H.Mochamad Maesyal Rasid Sekda Kabupatan Tangerang dalam Sambutannya mewakili Bupati mengatakan pemerintah kabupaten Tangerang mengapresiasi dan mendukung kepada desa belimbing yang telah melaksanakan MTQ terus menerusnya.
Dalam kesempatan itu H.Moch.Maesyal Rasid menyampaikan pesan bupati bahwa Desa Belimbing telah melaksanakan program Bupati dan wakil bupati di bidang religius dan mengucapkan terima kasih kepada desa belimbing dan kecamatan Kosambi.
Setelah sambutan sekda kabupaten Tangerang membuka MTQ dengan memukul bedug didampingi,Camat Kosambi, Kepala desa Belimbing, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan para kepala desa yang Hadir, dikutip posbandung.com.
Komentar Camat Kosambi H.Dadang Sudrajat ketika di temui oleh awak media ini di selah acara, Memberi Komentar,Bahwa dalam kegiatan hari ini merupakan kegiatan rutin tahunan Pemdes Belimbing dan inir yang kedua di laksanakan.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Kosambi mengapreasiasi atas penyelengaraan MTQ ini yang luar biasa”,ucapnya.
Di tambahkan oleh camat kosambi yang juga mantan ajudan Bupati Agus Junara, Bahwa Kegiatan yang di harapakan menumbuh kembangkan kecintaan terhadap nilai nilai ke agamaan dengan membumikan Al quran di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui MTQ ini pun di harapkan mendapatkan bibit yang pontesial dalam mempersiapkan perhelatan MTQ di tingkat kecamatan Kosambi yabg akan kami gelar di akhir tahun ini dan nantinya mewakili MTQ tingkat Kabupaten dari kecamatan Kosambi.
TUHAN hadir dalam setiap kehidupan manusia baik muda maupun yang tua. Yang muda berkata saya masih dalam prima, yang tua sudah mulai tidak kuat atau sudah tidak berdaya, yang muda akan berkata saya masih bertenaga.
Mazmur 91:7
7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
Renungan: Di mana Tuhan ketika saya sedang susah? Mengapa Tuhan seolah tertidur ketika saya sangat membutuhkan kehadiran-Nya?
Mengapa tidak ada hal ajaib yang terjadi sebagai bukti Tuhan menolong saya?
Pertanyaan seperti ini sangat sering kita dengar dari sahabat, teman, kawan bahkan mungkin dari diri kita sendiri saat sedang menghadapi masalah berat.
Menarik untuk diperhatikan, benarkah Tuhan absen ketika kita sangat membutuhkan kehadiran-Nya?
Bukankah Dia sendiri yang berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman?
Satu hal yang pasti adalah Tuhan tidak pernah tidur! Ketika Tuhan mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi, Ia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita dan menyiapkan jalan keluar yang terbaik bagi kita.
Pencobaan selalu datang sepaket dengan jalan keluar, itu pun tidak akan melebihi kekuatan manusia, 1 Korintus 10:13,
”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.
Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Oleh sebab itu, penting untuk mengerti kehendak Tuhan dan belajar melihat sesuatu menurut cara pandang-Nya, sebab Tuhan pasti memelihara kita.
Yang dimaksud dengan pemeliharaan Tuhan adalah kita mendengar dan melihat sendiri sebuah peristiwa yang buruk terjadi, bahkan berada di tengah situasi tersebut.
Tetapi tidak turut menjadi korban dari peristiwa tersebut. Raja Daud di dalam Mazmur 91:7 mendefinisikan dengan indah makna dari pemeliharaan Tuhan.
Pemeliharaan Tuhan juga berarti dicukupkan ketika melewati masa sulit. Mungkin saja tidak ada hal hebat yang terjadi, tetapi yang pasti kebutuhan kita dan keluarga pasti tercukupi, tidak kekurangan sesuatu apapun.
Persis seperti kisah seorang janda di Sarfat. Termasuk ketika hidup kita berjalan mulus, itu bukan terjadi begitu saja, ada campur tangan Tuhan yang bekerja tanpa kita menyadarinya.
Iman adalah landasan yang membuat kita yakin akan pemeliharaan Tuhan itu sungguh nyata.
Iman memampukan kita menembus pekatnya, banyak kabut kehidupan untuk melihat secercah terang di ujung sana.
Jangan ragu untuk menjalani kehidupan karena Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita.
Mazmur 37:25 berkata: ”Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”
Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Yang berharap dan percaya kepada TUHAN.
Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi, Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023, Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17)
Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain. Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya!
Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.
Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.
Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.
Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.
sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.
Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis:
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.”
Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).
Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah “Motivasi hati”.
Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain, dengan tujuan supaya mendapatkan pujian.
sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja. Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya.
Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7). Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan.
sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN, karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita, mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.
“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).
Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin. RadiusSinaga
Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi
Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023
Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17)
Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain.
Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya! Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.
Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.
Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.
Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.
sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.
Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis:
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.
” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).
Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah
“Motivasi hati”. Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain.
Dengan tujuan supaya mendapatkan pujian, sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja. Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7).
Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN.
Karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita, mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.
“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).
Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin.
Menabur Kemurahan Tak Pernah Rugi Renungan kita Jumat 11 Agustus 2023 Bacaan Alkitab: Amsal 11:1-31 “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” (Amsal 11:17).
Sampai detik ini masih banyak orang yang berpikir 1000 kali bila mau bermurah hati kepada orang lain.
Hitung-hitungan untung rugi selalu ada di pikirannya! Mereka beranggapan bahwa bermurah hati kepada orang lain dengan membuat sesuatu dan mengorbankan sesuatu adalah kerugian besar dan tidak ada untungnya sama sekali.
Perhatikan ayat nas di atas! Orang yang murah hati itu sama artinya berbuat baik kepada dirinya sendiri.
Orang yang murah hati adalah orang yang rela mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.
Orang yang murah hati tidak pernah menganggap bahwa kebaikan yang dilakukannya merupakan suatu paksaan atau kerugian baginya.
Sebaliknya ia sedang melakukan kebaikan kepada orang lain dengan sukacita, tanpa mengharapkan balasan dan imbalan.
Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis.
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, dia sedang memiutangi TUHAN, Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu.
” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu .
“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6).
Satu hal yang penting yang harus diperhatikan saat melakukan suatu kebaikan kepada orang lain adalah “Motivasi hati”.
Jangan sampai ada tendensi atau motivasi terselubung! Kalau kita mau berbuat baik atau bermurah hati kepada orang lain, dengan tujuan supaya mendapatkan pujian, sanjungan maka upah kita pun hanya sebatas pujian saja.
Karena itu “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,” (2 Korintus 9:7).
Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada TUHAN, karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kita.
Mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita diselamatkan.
“Janganlah kita jemu-jemu untuk berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6 : 9 ).
Jadi berbuat baik bagi setiap manusia diharuskan oleh Allah. Karena manusia itu diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang memiliki pikiran, hati dan batin.
CARA KITA MEMPERLAKUKAN ORANG, Matius 7:12 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
”Renungan: Seorang bijak di sebuah kota suatu ketika didatangi oleh orang asing. Orang asing itu menjelaskan bahwa ia adalah orang baru di kota itu, lalu bertanya.
“Orang seperti apa yang akan saya temui di kota ini?” Kata orang bijak itu, “Orang seperti apa yang kau ditemui di kota asalmu?”Jawab orang asing itu.
“Mereka adalah orang-orang paling buruk, mereka pemabuk, penipu dan pencuri. Tidak ada orang baik di antara mereka.”Orang bijak itu menggelengkan kepalanya dengan sedih lalu berkata.
“Aku khawatir orang-orang di kota ini persis seperti itu.”Setelah orang asing pertama itu pergi, datanglah orang asing lain.
Ia juga menjelaskan kepada orang bijak tersebut bahwa ia orang baru di kota itu. Kemudian ia bertanya, “Orang seperti apa yang akan saya temui di kota ini?
Orang bijak itu kembali bertanya, “Orang seperti apa yang kau temui di kota asalmu?”Jawab orang asing itu, “Mereka adalah orang-orang yang ramah dan selalu siap menolong orang lain.
Mereka adalah orang-orang terbaik yang dapat anda temui.”Orang bijak itu tersenyum dan berkata, “Seperti itulah saya akan menggambarkan orang-orang di kota ini.
Setelah orang asing kedua pergi, seorang wanita yang kebetulan mendengarkan percakapan itu bertanya.
“Aku tidak mengerti, bagaimana anda dapat mengatakan kepada seseorang bahwa kota ini sangat buruk dan kemudian mengatakan kepada orang lain bahwa kota ini sangat baik? ”Orang bijak tersebut menjelaskan.
“Karena engkau biasanya mendapatkan dari orang lain apa yang kau harapkan dari mereka. Jika seseorang memperlakukan orang lain seakan-akan dia berharap mereka menjadi pemabuk penipu dan pencuri mereka akan seperti itu.
Tetapi jika seseorang memperlakukan orang lain seakan-akan dia berharap mereka akan ramah dan suka menolong, maka seperti itulah yang kau dapatkan dari mereka.
”Cerita ini menggambarkan bahwa cara kita memperlakukan orang lain akan menentukan cara mereka memperlakukan kita.
Karena itulah Tuhan Yesus katakan dalam Matius 7:12. Dengan kata lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain.
Hendaklah kita juga memperlakukan mereka dengan niat baik. Maksud Tuhan Yesus di sini adalah, kasihilah orang lain sebagaimana kita ingin dikasihi oleh orang lain.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyebut hal ini sebagai isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
”Memang inti ajaran dari Alkitab yang begitu banyak, ada dua (2 ) yang paling pokok dan yang utama yang kita terapkan dalam hidup ini *yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.
Arti mengasihi orang lain adalah tidak berbuat jahat dan tidak melukai hati mereka. Jika ini kita lakukan maka kita telah melakukan inti dari seluruh ajaran Tuhan Jesus.
2 Korintus 5:10, 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Sengsara karena berhala. Berhala itu bukan hanya patung saja tapi ilah-ilah lain yang kita agungkan, kita muliakan, kita cintai melebihi Allah, seperti uang, kekasih, anak, jabatan, dan sebagainya.
Sengsara karena uang. Banyak orang berlomba-lomba mencari uang sehingga tidak merasa kalau diperbudak oleh uang. Sangat mencintai uang.
Mereka berpikir uanglah yang membuat mereka bahagia. Faktanya, banyak selebriti yang uangnya berlimpah, mereka kawin cerai dan hidupnya tidak bahagia.
Kita tidak boleh terlalu mencintai uang karena sama dengan menyembah Dewa Uang yaitu Mamon, Kolose 3:5,
”Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,”.
Jadilah tuan uang bukan hamba uang. Bersyukurlah dan hidup apa adanya.
Sengsara karena cinta. Banyak orang yang ditinggalkan kekasih tidak bahagia dan sengsara, bahkan putus asa ingin mati.
Jangan terlalu mencintai manusia karena bisa sakit hati dan kecewa jika kehilangan, tapi terlalu mencintai Tuhanlah yang membuatmu tidak akan sakit hati dan tidak kecewa karena Tuhan tidak akan meninggalkanmu dan tetap mencintaimu.
Melindungimu dan memeliharamu sampai akhir zaman sekalipun kita seringkali menduakan Tuhan bahkan menjauhi-NYA.
Sengsara karena jabatan. Jangan terlalu memuliakan jabatan karena jabatan tidak abadi, sewaktu-waktu bisa dipecat.
Banyak orang yang tidak tercapai cita-citanya menjabat jabatan tinggi menjadi stres dan menghalalkan segala cara demi ambisi untuk mencapai jabatan yang diinginkan.
Muliakanlah Tuhan melebihi uang, kekasih dan jabatan. Dengan cara hidup benar dan kudus agar nama Tuhan dipermuliakan.
Fokuslah pada Tuhan, jangan fokus pada hal-hal yang membuat kita jauh dari Tuhan. Jangan fokus pada hal-hal yang membuat kita sengsara.
Hal-hal keduniawian itu fana tidak abadi, jadi pikirkanlah hal-hal yang abadi yaitu kerohanianmu agar kelak bisa hidup abadi di Surga.
Semuanya harus dimulai saat kita masih bernapas hidup di dunia fana ini, dan saat terakhir hidup kita itulah yang menentukan tujuan akhir kita mau ke Surga atau ke neraka.
Marilah kita menentukan pilihan mulai saat ini, jangan terlambat karena umur kita di tangan Tuhan, sewaktu-waktu Tuhan dapat memanggil kita pulang. Jangan kejar keduniawian tapi kejarlah hadirat Tuhan maka berkat mengikutimu.
Matthew 6:33
33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
”kita sering lupa mencari TUHAN, lupa berdoa, lupa bersyukur, lupa berterima kasih kepada sang pemilik nafas manusia itu.
Manusia itu tidak ingat untuk mencari kebenaran Allah, manusia menganggap mencari uang terus menerus dapat mengatasi semua masalah.
Ternyata tidak. Allah berkata, cari dulu Kerajaan Nya dan kebenaranaNya maka semuanya akan ditambahkan kepada manusia secara otomatis.
Berhala dalam pengertian dalam Alkitab, perbuatan tangan manusia dalam berbentuk patung baik dari kayu maupun sebongkah batu yang diukir dalam bentuk sebuah patung yang menyerupai manusia, atau hewan dan patung tersebut tidak mempunyai kuasa, kamis (27/07).
Yehezkiel 14:6, 6 Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bertobatlah dan berpalinglah dari berhala-berhalamu dan palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji.
“Coba Anda lihat, Saudara Tim. ”Teman saya, Sam, seorang pendeta di Ghana, mengarahkan senternya ke benda berukir yang disandarkan pada sebuah pondok yang dindingnya terbuat dari lumpur. Ia berbisik, “Inilah berhala desa ini.”
Setiap Selasa sore, Sam mengunjungi desa terpencil itu untuk membagikan firman Tuhan.
Dalam Kitab Yehezkiel, kita melihat penyembahan berhala telah mewabah di antara bangsa Israel.
Ketika para pemimpin Yerusalem menemui Nabi Yehezkiel, Allah berkata kepadanya, _*“Orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya,”(ayat 14:3).
Allah bukan hanya memperingatkan tentang berhala yang terpahat dari kayu dan batu, tetapi juga menunjukkan kepada mereka bahwa sesungguhnya penyembahan berhala merupakan persoalan hati. Kita semua bergumul dengan hal itu.
Seorang pengajar Alkitab bernama Alistair Begg mendeskripsikan berhala sebagai “segala sesuatu di luar Allah yang kita anggap penting bagi kedamaian, citra diri, kepuasan, maupun penerimaan kita.
”Bahkan hal-hal yang tampak mulia juga dapat menjadi berhala bagi kita.
Ketika kita mencari penghiburan atau penghargaan diri melalui apa saja, di luar dari Allah yang hidup, kita sedang menyembah berhala.
“Bertobatlah,” firman Allah “dan berpalinglah dari berhala-berhalamu dan palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji,”(ayat 6).
Ternyata Israel tidak mampu melakukannya. Namun, syukur kepada Allah, Dia mempunyai jalan keluar. Dalam nubuat tentang kedatangan Kristus dan karunia Roh Kudus, Dia menjanjikan.
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu,”(ayat 36:26).
Kita tidak dapat melakukannya sendiri.
Kolose 3:5, ”Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.
”mengatakan keserakahan (materi, jabatan, status, pelayanan dan lain-lain) adalah penyembahan berhala karena tidak menghargai berkat-berkat Tuhan yang sudah kita miliki, terasa masih kurang, tidak pernah merasa puas dan bersyukur.
Hitunglah berkat-berkat Tuhan setiap hari yang tak ternilai banyaknya bagi kita.
Marilah kita semua umatNya untuk membersihkan diri dari berbagai hal, apalagi dalam hal itu mengandung unsur berhala, maka itu dapat menjadi dosa dalam diri kita.
Bacaan renungan sabut 15 July 2023 dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia.
Galatia 5:19-21, 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu.
20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, sabtu (15/07).
21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Renungan, Pada tahun 1992, Jeffry Dahmer dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Amerika Serikat karena telah membunuh 17 orang anak-anak.
Polisi menemukan daging manusia setengah matang di dalam kulkasnya.
Pada tahun 1995, kasus yang sama terjadi di Jerman. Seorang pria berusia 33 tahun diadili karena telah merampok dan membunuh.
Di pengadilan ia mengaku telah memakan organ bagian dalam dari korbannya.
Keinginan untuk memuaskan hawa nafsu sepertinya sudah menjadi hal yang utama bagi manusia.
Coba kita perhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada orang-orang yang berada di sekeliling kita.
Banyak di antara mereka yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Masing-masing orang mencari cara untuk memuaskan keinginan yang ada di dalam hatinya.
Orang sudah tidak peduli apakah cara yang dipakainya itu benar atau tidak.
Yang penting keinginannya terpenuhi. Kita mungkin berpikir.
“Tetapi saya kan tidak seperti itu, saya tidak membunuh sesadis seperti yang dilakukan oleh Jeffry.”
Hari ini mari kita renungkan, cara apa saja yang telah kita tempuh untuk mencapai segala keinginan-keinginan kita?
Mungkin tidak kita sadari, kita telah bertindak sesuka hati hanya untuk memuaskan keinginan hati, misalnya berseteru, perang dingin dengan teman.
Membiarkan iri hati merajalela karena tidak puas dengan apa yang sudah dicapai, ada pertengkaran dengan sesama karena tidak sependapat.
Membiarkan amarah dan dendam menguasai hati karena keinginannya tidak terpenuhi, dan lain-lain.
Kita harus tetap waspada dan menjauhkan diri dari segala tindakan yang bertujuan untuk memuaskan diri sendiri dengan cara yang tidak baik.
Karena mencari kepuasan diri adalah bagian dari keinginan daging, yaitu dosa yang lama kelamaan akan menggiring kita kepada maut.
Bersyukurlah, berterimakasihlah atas kebaikan Tuhan dengan berkat-berkatNYA yang SUDAH kita miliki.
Jangan serakah karena tamak (serakah) itu sama dengan penyembahan berhala, Kolose 3:5,
”Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.
Karena tidak pernah puas dengan berkat-berkat Tuhan.
Ingatlah memuaskan KEINGINAN DAGING itu tidak akan mendapat tempat dalam Sorga.
Dan dari keinginan daging itu memiliki dosa, maka upah dosa itu adalah maut.