POLDER CIBADAK RP2,9 MILIAR SELESAI, TAPI BELUM AMAN
Kabupaten Tangerang Cibadak, POSTJKTc.co — Proyek anjutan Pembangunan Polder Cibadak senilai Rp2.907.530.000 sudah selesai. Tapi warga di sekitar lokasi masih was-was.

Penyebabnya: belum ada pengaman di sekitar bibir polder.

Dari pantauan di lapangan dan pengakuan warga, kondisi polder yang dalam dengan dinding kemiringan curam dinilai cukup berbahaya bagi manusia dan hewan.
BAHAYA MENGINTAI
Polder dengan kedalaman beberapa meter dan kemiringan hampir 90 derajat ini tidak dilengkapi pagar pembatas, rambu, atau lampu peringatan.
_”Keadaan polder Cibadak masih membutuhkan pengaman, karena kedalaman dan kemiringan cukup berbahaya bagi mahluk hidup,”_ ujar warga.
Bayangkan kalau ada anak kecil main, orang lewat malam hari, atau hewan ternak terpeleset. Sekali jatuh akan sulit naik karena dindingnya licin dan tegak.
TUNTUTAN WARGA KE DINSDA KAB. TANGERANG
Dana Rp2,9 Miliar dari APBD 2026 sudah keluar. Tapi keselamatan warga tidak boleh dilupakan. Warga meminta Dinas Bina Marga dan SDA segera:
1. Pasang Pagar Pengaman: Minimal di sisi yang dekat pemukiman dan akses jalan warga.
2. Pasang Rambu Peringatan: “Dilarang Berenang”, “Awas Dalam”, “Awas Licin”.
3. Lampu Penerangan: Untuk mencegah kecelakaan saat malam hari.
4. Tangga Darurat: Untuk evakuasi jika ada yang jatuh.
Walaupun demikian masyarakat
CATATAN KRITIS….!!!!
Anggaran miliaran bukan hanya untuk bikin beton. Tapi juga untuk memastikan proyek itu aman dan bermanfaat.
LANJUTAN PEMBANGUNAN POLDER CIBADAK RP2,9 MILIAR SELESAI
Warga: “Banjir Selutut Dulu, Sekarang Mudah-mudahan Berkurang”.
Dari pantauan foto, struktur polder beton sudah berdiri dengan turap tinggi dan ada pipa pembuangan. Di sekitar lokasi masih terlihat garis polisi kuning-hitam. Air di dalam polder tampak tenang, namun ada sedikit lumut dan sampah di permukaan.
Ibu Rini, warga yang tinggal dekat waduk/polder menceritakan penderitaan lama warga.
_”Dulu kalau musim hujan jalan selalu digenangi air sampai selutut. Motor mogok, susah aktivitas”_ katanya.
Ia juga menyebut kadang ada *bau tak sedap dari limbah pengolahan plastik* di sekitar. Dengan adanya polder ini, warga berharap banjir bisa berkurang dan air tidak menggenang berhari-hari.
_”Alhamdulillah bersyukur. Dengan adanya penampungan air ini mudah-mudahan dampak banjir bisa berkurang,”_ ujarnya.
Polder bukan TPA. Soal bau limbah plastik, DLHK Kab. Tangerang wajib turun tangan agar polder tidak jadi tempat pembuangan.
3. Pemeliharaan Rutin: Anggaran Rp2,9 Miliar ini uang pajak rakyat. Tulisan di banner “PROYEK INI TERLAKSANA ATAS PARTISIPASI ANDA MEMBAYAR PAJAK”. Maka harus ada perawatan, pengerukan lumpur, dan pemangkasan eceng gondok.
Pembangunan fisik selesai. Ujian selanjutnya: apakah polder ini benar-benar bikin Cibadak bebas banjir atau hanya “proyek selesai di atas kertas”.
Jangan sampai niat baik mengurangi banjir, malah menimbulkan korban baru karena kelalaian pengaman.
Banner proyek sudah bilang _”PROYEK INI TERLAKSANA ATAS PARTISIPASI ANDA MEMBAYAR PAJAK”_. Maka sudah sewajarnya pajak itu kembali dalam bentuk infrastruktur yang aman.
Kepada Kadinsda Kab. Tangerang Bapak Iwan Firmansyah, Mohon segera evaluasi dan tambahkan fasilitas pengaman di Polder Cibadak sebelum musim hujan tiba dan sebelum ada korban.
#KawalPolderCibadak #KeselamatanWarga #DinsdaKabTangerang #APBD2026 #postjktco
—purba—-
.








