Nasabah minta pada hakim agar Hade terdakwa minta hukuman 15 tahun penjarah.

Serang –Β  posjkt.com

Terdakwa Hade Suraga di adili di Pengadilan Tipukor Serang Banten, bbebara ini.

Hade di kenakan sidang kejahatan korupsi di Bank, senfaja ia melakukan tindakan korupsi.

Bahkan Bank yang tempat kerja di rugikan Sampai Ratusan Milyar kerugian memakai KTP dan ATM yang beli sama rekan kerja.

Kini terdakwa akan di jerat hukum dengan pasal berlapis.

Terdakwa sudah membuat hampir di rugikan ratusan Milyar rupiah.

“Terdakwa akan di jerat pasal berlapis-lapis, karena terdakwa akan di jerat hukuman 15 tahun pejarah termasuk pengembalian uang ia korupsi”, tuturnya JPU Tipikor Serang.

Menurut JPU, terdakwa sengaja memperkaya diri sendiri karena mengunakan jabatan meraih keuntungan.

Bahkan nasabah ratusan orang di rugikan oleh terdakwa Hade, menipu dan korupsi Bank.

Terdakwa Hade Suraga, pembobol bank di BSD Tangerang Selatan, juga mengaku memiliki KTP asli untuk membuat kartu kredit sebagai alat membobol bank.

Identitas KTP serta kartu keluarga ia dapatkan dari oknum bank swasta, dikutip detiknews.com

“Beli dari Yudi, satu orang (KTP) satu juta,” kata Hade di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (13/6/2024).

Yudi adalah bekas pegawai bank swasta dan sudah meninggal.

Selain mendapat identitas KTP dan KK dari orang itu, Hade memiliki data KTP dan KK sejak ia menjadi pegawai asuransi.

Ada sekitar 21 identitas yang ia beli dari orang tersebut dari total 41 kartu kredit.

“Sisanya yang saya kenal, ada rekan kerja ada kenalan ada saudara,” katanya.

Dari setiap kartu kredit yang lolos dibuat, ia mengaku menggunakan uangnya untuk usaha.

Ada juga untuk membayar penginapan di hotel, umroh, makan di restoran.

Terus membayar klinik kecantikan terdakwa Febriana Retno Wisesa, hingga membeli aplikasi kencan premium Tinder.

Nasabah minta di tuntut hukum paling berat, sekurang-kurang 15 tahun penjarah, dan denda uang ratusan mikyar.

“Bayangkin saja ada sekitar 100 orang nasabah yang di gunakan ktp dan ATM di buatkan oleh terdakwa”, tuturnya Wandi pengujung sidang.

(Hasan / netty / henry)

Banyaknya Investasi Bodong dan kejahatan keuangan seharusnya OJK segera cabut ijin UOB Kayhian Sekuritas dan bertindak tegas.

Jakarta, posjkt.com

UOB Kayhian Sekuritas nama yang dikenal masyarakat Indonesia, ternyata sedang berkasus dan laporan para korban atas hilangnya dana mereka yang digelapkan oleh konspirasi Oknum UOB Vincent, rabu (20/12)

Michael dan Agung dengan Direktur Utama UOB Kayhian Sekuritas, Yacinta Fabiana Tjang melalui perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Para Korban melapor ke kepolisian tercatat beberapa LP timbul dari beberapa Lawfirm dan masing2 melaporkan ke Unit kepolisian yang berbeda.

LQ Indonesia Lawfirm melapor ke Mabes dan LP di limpah ke Polda Metro Jaya dan Lawfirm lain, LP mereka di proses di Mabes Tipideksus, subd8t 2 dan subdit 5.

Beredar kabar bahwa UOB Kayhian Sekuritas akan membuka Blokiran rekening penampungan uang yang digelapkan dan akan di bagikan ke pihak tertentu.

Kadiv Humas LQ Indonesia Lawfirm, Bambang Hartono, SH, MH dalam keterangan persnya.

“Kami dapat info bahwa korban UOB Kayhian Sekuritas yang di proses di unit 5 akan dibayarkan Full kerugian sejumlah 30 Milyar sedangkan Korban yang melapor di Subdit 2 dan Polda Metro Jaya belum ada kejelasan penyelesaian”, katanya.

Disinyalir ada dugaan mafia hukum bermain, mengingat Lawyer Lucas, SH yang dipakai oleh UOB Kay Hian Sekuritas diketahui pernah di vonis bersalah dalam kasus Tipikor menangani kasus Eddy Sindoro.

Keanehan adalah kenapa yang diselesaikan hanya korban yang di proses di Subdit 5? Juga UOB Kay Hian Sekuritas tidak seharusnya membuka blokir tanpa kejelasan penyelesain seluruh korban.

“Tolong OJK dan KPK atensi kasus ini, disinyalir Mafia hukum bekerja dan ada kongkalikong dan mufakat jahat antara mereka,” katanya

Advokat Bambang, SH menambahkan “Penanganan perkara yang tebang pilih menimbulkan aroma amis dan busuk.

Terutama Direktur Tipideksus yang jelas mengetahui bahwa ada 2 LP di subdit 2 dan 5 namun hanya menyelesaikan satu korban?

Ada apa, apakah Whisnu Hermawan tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Oknum brengsek kepolisian harusnya dicopot bukan dibiarkan berkeliaran dan merugikan masyarakat.

Penanganan kasus yang tebang piluh jelas melanggar asas hukum Equalitu before the law, atau persamaan di mata hukum.

Tidak mungkin ada kekhususan tanpa adanya dugaan suap dan gratifikasi, mohon KPK selidiki.”

“Banyaknya Investasi Bodong dan kejahatan keuangan seharusnya OJK segera cabut ijin UOB Kayhian Sekuritas dan bertindak tegas terhadap oknum penipu dan penggelap uang masyarakat.

Hal seperti ini merusak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Indonesia.

Yacinta Febiana Tjang tahu bahwa korban UOB Kay Hian banyak, tapi dengan sengaja melepaskan blokir tanpa kejelasan penyelesaian tentunya hal ini patut dipertanyakan.

Keterlibatan Yacinta selaku penandatangan Perjanjian kerjasama dengan oknum Vincent, Michael dan Agung.

Dari awal tidak ada itikat baik dan terkesan melempar Tanggung jawab terhadap Pihak lain.

Hati-hati kepada masyarakat yang berurusan dengan nama UOB karena jelas ada masalah tapi tidak di bereskan dan malah lepas tanggung jawab.

“Dipakailah Lawyer yang punya catatan Hitam Tipikor untuk menkondisikan dengan aparat kepolisian,” Tutup Advokat Bambang Hartono

play / postjkt

Janjinya palsu Manejer BRI Cabang Kota Tangerang, ingkar janji.

Tangerang, posjkt.com

Manejer BRI Cabang Kota Tangerang berbohong, ia setelah pulang dari jakarta akan menemui Nasabah Sahat Tumanggor, jumat (08/09).

Namun ia sudah 2 hari terhitung tak datang lagi.

Janjinya palsu Manejer BRI Cabang Kota Tangerang, ingkar janji.

Pembohongan itu bisa dekenakan di kenakan etika seorang penjabat BRI Cabang Kota Tangerang, buruk.

“Masyarakat berhati-hati pada BRI Cabang Kota Tangerang, dan kurang etika, dan sipatnya buruk dan tidak berilmu”, ujarnya Tumanggor.

Menurut Tumanggor, seorang penjabat di BRI harus sekuen dan tepat janji.

Setelah pemberitaan yang pertama mengenai nasabah Sahat Tumanggor ke hilangan ATM BRI sudah di tanggapi dengan media Postjkt pada hari Senin malam Rabu mendatangi awak media, kamis (07/09)

Lalu, kira-kira sekitar jam 07 : 15 Wib Menejer dan wakil menager juga super peser BRI kota Tangerang Haris dan Doli berjanji memberikan waktunya untuk bertemu kembali ke cafe notareee

Namun Haris memang sering datang di cafe notareee dengan rekan-rekannya
Janji nanti datang lagi ke cafe lagi sekitar jam antara jam 10 : 00 Wib – 11 : 00 Wib Doli menghubungi Sahat Tumanggor,

Tenyata cuma angin segar saja, kini Doli ada halangan datang karena sakit anaknya di Pesantren untuk membawa Anaknya

Kini beliau tidak menghubungi, ke dr menuju rumah Sakit yang tidak di sebut namanya Doli menyampaikan kepada Sahat Tumanggor lewat whatsapp.

Setelah ia kembali akan di hubungi lagi.

“Namun nanti saya sampaikan kepada atasan saya Pak Haris, seperti apa pun nantinya jawaban nanti dari saya”, katanya Doli menejer BRI Cab. Kota Tangerang.

Nanti saya sampaikan kepada, Pak manager saya karena saya berhalangan anak saya sakit,

Sahat tunggu menunggu dari jam 10 : 00 Wib pagi sampai jam 19 : 15 Wib malam Pak Doli Dan Pak Haris juga tidak jadi sampai menghampiri Sahat Tumanggor yang berada di cafe notareee kota Tangerang.

“Diduga sampai saat ini sudah jam 09 : 57 Wib kehadirannya tidak juga bersua bak hilang seperti awan mendung di langit, tetapi tak hujan-hujan”, kata Sahat tumanggor.

Menurutnya, Hilangnya ATM BRI saya atas nama Sahat Tumanggor mendatangi bank BRI kota Tangerang tidak memberikan pelayanannya baik untuk konsumen, senin (04/09).

Menurut Informasi, bahwa pelayanan BRI Kota Tangerang Tidak maksimal harapan kosumen, dan sangat buruk.

Saya sebagai kehilangan ATM BRI pada saat saya berada di bank BRI setempat saya di susul Oleh petugasnya bank BRI kota Tangerang bernama Asep

Untuk adakan transaksi lalu saya di disuruh membuat no pin,di suruh foto dan sidik jari berkali tapi petugas Bank tersebut berada di tempat mesin foto lalu menyuruh pencet.

Nomor pin saya,lalu di foto dan di sidik jari ternyata tidak dikabulkan mesin sidik jari yg di suruh Oleh petugas bank BRI kota Tangerang tersebut.

Batal sampai 5 kali sidik jari gagal untuk di proses oleh mesin sidik jari BRI kota Tangerang itu tdk dapat hasil sampai menunggu no.66 antriannya lambatnya.

“Cara kerja bang tersebut sedangkan sudah punya tupoksi masing-masing tdk memberikan pelayanan yg terbaik, dari nomor antrian 66 mennggu lebih dua jam”, katanya Tumanggor.

Menurut Tumanggor (67) nasabah BRI Kota Tangerang, ketika bertemu Ana sebagai kostumer BRI Kota Tangerang, ia meminta maaf atas kelailain dan aplikasi yang tidak membaik.

“Saya harap pada nasabah lainnya jangan sampai seperti saya, mengurus ID Card BRI tak seolah tidak fropesional dana pelayanan terhadap nasabah”, tuturnya Tumanggor.

“Kami mau nengok anak kami menujuh ke jakarta”, katanya Manejer.

Menurut Menejer, bahkan ia berjanji akan bertemu dengan tumanggor, akan menyelesaikan persoalan ini.

Sahat red / postjkt

Diduga pelayanan BRI Cabang Kota Tangerang pelayanan sangat buruk.

Tangerang, posjkt.com

Setelah pemberitaan yang pertama mengenai nasabah Sahat Tumanggor ke hilangan ATM BRI sudah di tanggapi dengan media Postjkt pada hari Senin malam Rabu mendatangi awak media, kamis (07/09)

Lalu, kira-kira sekitar jam 07 : 15 Wib Menejer dan wakil menager juga super peser BRI kota Tangerang Haris dan Doli berjanji memberikan waktunya untuk bertemu kembali ke cafe notareee

Namun Haris memang sering datang di cafe notareee dengan rekan-rekannya
Janji nanti datang lagi ke cafe lagi sekitar jam antara jam 10 : 00 Wib – 11 : 00 Wib Doli menghubungi Sahat Tumanggor,

Tenyata cuma angin segar saja, kini Doli ada halangan datang karena sakit anaknya di Pesantren untuk membawa Anaknya

Kini beliau tidak menghubungi, ke dr menuju rumah Sakit yang tidak di sebut namanya Doli menyampaikan kepada Sahat Tumanggor lewat whatsapp.

Setelah ia kembali akan di hubungi lagi.

“Namun nanti saya sampaikan kepada atasan saya Pak Haris, seperti apa pun nantinya jawaban nanti dari saya”, katanya Doli menejer BRI Cab. Kota Tangerang.

Nanti saya sampaikan kepada, Pak manager saya karena saya berhalangan anak saya sakit,

Sahat tunggu menunggu dari jam 10 : 00 Wib pagi sampai jam 19 : 15 Wib malam Pak Doli Dan Pak Haris juga tidak jadi sampai menghampiri Sahat Tumanggor yang berada di cafe notareee kota Tangerang.

“Diduga sampai saat ini sudah jam 09 : 57 Wib kehadirannya tidak juga bersua bak hilang seperti awan mendung di langit, tetapi tak hujan-hujan”, kata Sahat tumanggor.

Menurutnya, Hilangnya ATM BRI saya atas nama Sahat Tumanggor mendatangi bank BRI kota Tangerang tidak memberikan pelayanannya baik untuk konsumen, senin (04/09).

Menurut Informasi, bahwa pelayanan BRI Kota Tangerang Tidak maksimal harapan kosumen, dan sangat buruk.

Saya sebagai kehilangan ATM BRI pada saat saya berada di bank BRI setempat saya di susul Oleh petugasnya bank BRI kota Tangerang bernama Asep

Untuk adakan transaksi lalu saya di disuruh membuat no pin,di suruh foto dan sidik jari berkali tapi petugas Bank tersebut berada di tempat mesin foto lalu menyuruh pencet.

Nomor pin saya,lalu di foto dan di sidik jari ternyata tidak dikabulkan mesin sidik jari yg di suruh Oleh petugas bank BRI kota Tangerang tersebut.

Batal sampai 5 kali sidik jari gagal untuk di proses oleh mesin sidik jari BRI kota Tangerang itu tdk dapat hasil sampai menunggu no.66 antriannya lambatnya.

“Cara kerja bang tersebut sedangkan sudah punya tupoksi masing-masing tdk memberikan pelayanan yg terbaik, dari nomor antrian 66 mennggu lebih dua jam”, katanya Tumanggor.

Menurut Tumanggor (67) nasabah BRI Kota Tangerang, ketika bertemu Ana sebagai kostumer BRI Kota Tangerang, ia meminta maaf atas kelailain dan aplikasi yang tidak membaik.

“Saya harap pada nasabah lainnya jangan sampai seperti saya, mengurus ID Card BRI tak seolah tidak fropesional dana pelayanan terhadap nasabah”, tuturnya Tumanggor.

Sahat red / postjkt

Pelayanan BRI Kota Tangerang Tidak maksimal harapan kosumen

Tangerang, posjkt.com

Hilangnya ATM BRI saya atas nama Sahat Tumanggor mendatangi bank BRI kota Tangerang tidak memberikan pelayanannya baik untuk Consumen, senin (04/09).

Pelayanan BRI Kota Tangerang Tidak maksimal harapan kosumen

Saya sebagai kehilangan ATM BRI pada saat saya berada di bank BRI setempat saya di susul Oleh petugasnya bank BRI kota Tangerang bernama Asep

Untuk adakan transaksi lalu saya di disuruh membuat no pin,di suruh foto dan sidik jari berkali tapi petugas Bank tersebut berada di tempat mesin foto lalu menyuruh pencet.

Nomor pin saya,lalu di foto dan di sidik jari ternyata tidak dikabulkan mesin sidik jari yg di suruh Oleh petugas bank BRI kota Tangerang tersebut.

Batal sampai 5 kali sidik jari gagal untuk di proses oleh mesin sidik jari BRI kota Tangerang itu tdk dapat hasil sampai menunggu no.66 antriannya lambatnya.

“Cara kerja bang tersebut sedangkan sudah punya tupoksi masing-masing tdk memberikan pelayanan yg terbaik, dari nomor antrian 66 mennggu lebih dua jam”, katanya Tumanggor.

Menurut Tumanggor (67) nasabah BRI Kota Tangerang, ketika bertemu Ana sebagai kostumer BRI Kota Tangerang, ia meminta maaf atas kelailain dan aplikasi yang tidak membaik.

“Saya harap pada nasabah lainnya jangan sampai seperti saya, mengurus ID Card BRI tak seolah tidak fropesional dana pelayanan terhadap nasabah”, tuturnya Tumanggor.

Sahat red

Kepala Perwakilan Bank Dunia Indonesia – Timor Leste Berkunjung ke Humbang Hasundutan.

Doloksanggul, posjkt.com

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Mrs Satu Kahkonen bersama rombongan yaitu Mrs Bolormaa Amgaabazar, Operations Manager, Mr Andre Aquino, Lead Environmental Specialist, Mr. Vikas Choudhary, Senior Agriculture Specialist.

Mr. Animesh Shrivastava, Lead Agriculture Economist, Ms. Alika Tuwo, Agriculture Economist dan Ms. Ariza Nurana, Program Assistant berkunjung ke Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (6/6).

Kehadiran tim Bank Dunia itu disambut Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE bersama tim dari Kemenko Marves RI yaitu Hernando Wahyono dan Van Basten Panjaitan. Tim Bank Dunia yang selalu didampingi Bupati Humbahas.

Mengunjungi lokasi Food Estate di Desa Riaria Kecamatan Pollung. Van Basten Panjaitan yang menangani pengelolaan food estate menjelaskan mengenai pola yang diterapkan dalam pengelolaan food estate yaitu dengan menggandeng pihak swasta atau yang lebih dikenal dengan pola Public Private Partnership.

Dimana pemerintah berperan membangun jalan dan irigasi.

Sedangkan pihak swasta membantu petani dalam permodalan dan pendampingan.

Van Basten juga menjelaskan bahwa saat ini sedang digodok Perpres mengenai Dewan Manajemen yang akan menangani Food estate.

Dijelaskan juga salah satu kendala utama yang dialami petani dalam mendapatkan harga terbaik produk pertaniannya adalah panjangnya rantai pedagang perantara (middle men) yang mengakibatkan disparitas harga antara petani dan konsumen sangat jauh.

Ke depannya akan diupayakan memangkas rantai tersebut. Salah satu best practice pertanian yang menginspirasi saat ini adalah yang dilakukan di negara bagian Andra Pradesh India yang dikenal dengan pertanian zero capital dimana petani menggunakan pupuk yang dihasilkan dari kotoran dan air seni sapi.

Namun masih menunggu ahlinya untuk berbagi ilmu di kawasan food estate untuk diterapkan.

Dalam kesempatan tersebut Tim Bank Dunia juga berkesempatan berbincang dengan petani di lahan yang ditanami cabai milik Jonles Lumbangaol.

Tim banyak bertanya mengenai bagaimana petani yang sebelumnya merupakan petani kemenyan beralih menjadi petani hortikultura.

Di lokasi Food Estate, Bupati Humbahas menunjukkan jenis tanaman bawang merah termasuk Andaliman kepada Satu Kahkonen.

Selanjutnya rombongan menuju TSTH (Taman Sains dan Teknologi Herbal) yang berlokasi di Kecamatan Pollung tepatnya di Desa Aek Nauli.

Tim mendapatkan penjelasan mengenai rencana TSTH yang nantinya diharapkan sebagai salah satu produsen bibit unggul yang dapat memasok seluruh Indonesia.

Saat ini TSTH masih menantikan kedatangan peralatan laboratorium. Pada kesempatan tersebut salah seorang anggota tim Mr Andre Aquino yang merupakan ahli kehutanan dari Brasil menyatakan kekagumannya dengan luas dan lengkapnya fasilitas TSTH.

Setelah mengunjungi kedua lokasi itu, rombongan beranjak menuju Baktiraja dan objek wisata Sipinsur Desa Pearung Kecamatan Paranginan untuk melihat keindahan panorama alam dan Danau Toba.

Di Baktiraja, Bupati Humbahas memaparkan kondisi perkembangan pembangunan di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan upaya pemerintah daerah dalam melaksanakan penanggulangan stunting.

Pasalnya stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, melainkan juga perkembangan otaknya.

Stunting menyebabkan otak anak tidak berkembang optimal, sehingga menurunkan kemampuan kognitifnya.

Ketika kecerdasan menurun, prestasi dan produktivitas anak menjadi terpengaruh sampai ke masa-masa yang akan datang. Pada acara tersebut juga.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Mrs Satu Kahkonen menyampaikan apresiasi yang sangat baik karena keseriusan dan fokus Bupati Humbang Hasundutan dalam penanggulangan stunting.

Kahkonen berkata, “karena masalah stunting ini juga yang menjadi fokus pekerjaan yang dilakukan Bank Dunia bersama dengan Pemerintah Pusat”.
Pada akhir acara di Baktiraja.

Sebagai tanda kehormatan Bupati Humbahas memberikan cendramata berupa ulos dan kopi khas kepada rombongan Bank Dunia dan dilanjutkan dengan perjalanan ke kawasan wisata Sipinsur.

(Demak S / sahat / postjkt)

Filipina Bakal Contek Cara RI Kembangkan Perbankan Syariah

flipina, posjkt.com

Kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Filipina di bidang perbankan, dimanfaatkan Filipina untuk meniru pengembangan industri perbankan berbasis syariah yang lebih dulu dijalankan Indonesia.

Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) Amando M. Tetangco menilai Indonesia memiliki pengalaman yang lebih luas dalam mengembangkan industri perbankan khususnya pada skema bank berbasis syariah.

bank berbasis syariah

256 Apartemen Rp 137 M di Margonda Diborong Ikatan Alumni UI

Jakarta, posjkt.com

Ikatan Alumni UI membeli 256 unit apartemen di Evenciio Margonda dengan nilai sekitar Rp 137 miliar. Nantinya, tower kedua Evenciio ini akan diberi nama Iluni UI Tower.

Direktur Utama PT Wisma Seratus Sejahtera, anak usaha PT PP Properti Silvester Purnomo ini bertujuan menyediakan hunian bagi alumni UI dan keluarga besar UI, baik itu mahasiswa maupun seluruh karyawan UI.

“Besar harapan kami bahwa kerja sama antara PT Daya Makara, Bank BTN dan WSS bisa menyediakan hunian layak bagi keluarga besar UI,” kata Purnomo di Gedung Bank BTN, Selasa (30/5/2017)

Purnomo menjelaskan pengerjaan fisik untuk apartemen ini sudah dimulai sejak 2 bulan lalu. Kemudian ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Iluni UI Arief Budi Hardono mengatakan apartemen tersebut dilengkapi dengan konsep terintegrasi untuk alumni dan mahasiswa.

“Sebuah titik awal Iluni UI untuk membuat konsep seperti itu, kami segera mendaftar dan ada kesempatan untuk membuat Brand Iluni UI Tower,” ujar Arief.

Evenciio adalah dua tower apartemen mahasiswa berkonsep bebas narkoba yang terdiri dari 1240 unit yang sudah dipasarkan 8 bulan lalu. Tower pertama sudah terjual hampir 70%.

Selain Evenciio, proyek apartemen mahasiswa lainnya adalah Paltrow City di Tembalang (Semarang), Satu tower di Grand Dharmahusada Lagoon (Surabaya), apartemen siswa di Malang dan Serpong akan menggunakan konsep tersebut. (dna/dna)

Paltrow City