DIDESAK LSM BAHTRA: SATPOL PP KAB. TANGERANG DINILAI LAMBAN DAN KURANG TEGAS TERTIBKAN BANGLI DI SEMPADAN SUNGAI RAJEG – SURAT DBMSDA SEJAK 9 JULI 2026 DIABAIKAN

TANGERANG – POSTJKTCO | SENIN, 28 SEPTEMBER 2026_Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang kembali disorot tajam.

KASATPOL PP LECEHKAN SURAT DBMSDA, ada apa?

Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Advokasi Hukum Tertib Reformasi Aspirasi (LSM BAHTRA) DPC Kabupaten Tangerang, melayangkan surat resmi bernomor 0232/LSM BAHTRA/IX/2026 bersifat Penting/Segera kepada Kepala Satpol PP Ana Supriyatna,S.Pd., M.Si., mendesak penertiban Bangunan Liar (Bangli) di Rajeg.

 

LOKASI BANGLI:

Ruas Jalan Cadas – Kukun, Kp. Kongsi Baru RT 003/RW 001, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg. Bangunan liar berdiri di atas Sempadan Sungai / Sempadan Irigasi.

Jalan Raya Cadas

LSM BAHTRA menilai keberadaan bangli tersebut jelas melanggar:

1. Perda Kab. Tangerang No. 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.

2. Perda No. 5 Tahun 2014 jo. Perda No. 3 Tahun 2018, tentang Bangunan Gedung.

3. Perda No. 12 Tahun 2006 tentang Garis Sempadan.

 

SURAT DBMSDA DIABAIKAN 2,5 BULAN, POL PP KABUPATEN TANGERANG LAMBAN

 

Berdasarkan investigasi BAHTRA, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) telah menyurati Kepala Satpol PP dengan Nomor Surat: B/600.1.4.2/4857/VII/DBMSDA/2026 perihal Permohonan penertiban bangunan liar di sempadan irigasi tertanggal 9 Juli 2026.

 

Namun hingga 28 September 2026, (hampir 3 bulan), pembongkaran belum terealisasi.

 

“Kami menilai penanganan yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang sejauh ini KURANG TEGAS dan LAMBAN. Pembiaran yang terlalu lama berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat serta melemahkan wibawa hukum pemerintah daerah,” tulis LSM BAHTRA dalam suratnya.

 

KONTEKS LEBIH BESAR:

 

Sorotan ini menambah daftar panjang masalah Satpol PP Kab. Tangerang yang sebelumnya juga disorot terkait dugaan pelecehan oleh oknum anggota.

 

Kini, penegakan Perda pun dinilai tumpul. Tajam ke bawah, tumpul ke atas? Atau ada beking di balik bangli sempadan sungai Rajeg?

 

POSTJKTCO meminta Kasatpol PP Ana Supriyatna menjawab:

1. Kenapa surat DBMSDA 9 Juli 2026 tidak dieksekusi hingga 28 September 2026?

2. Ada berapa personil yang diturunkan untuk survei lokasi Cadas-Kukun?

3. Apakah ada intervensi pihak tertentu sehingga penertiban mandek?

 

Wibawa Perda dipertaruhkan. Jika sempadan sungai saja bisa diduduki liar berbulan-bulan tanpa penindakan, bagaimana masyarakat mau taat aturan?

 

Tampak bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas sempadan sungai/irigasi di ruas Jalan Cadas-Kukun, Kp. Kongsi Baru RT 003/RW 001, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Senin (28/9/2026).

 

LSM BAHTRA DPC Kabupaten Tangerang mendesak Kasatpol PP Ana Supriyatna segera menertibkan bangli tersebut yang dinilai melanggar Perda No.13/2022, Perda No.5/2014 jo No.3/2018, dan Perda No.12/2006. DBMSDA telah bersurat sejak 9 Juli 2026 namun belum dieksekusi.

 

Foto bangunan liar

_

 

 

 

_Purba