Pekerjaan di lokasi turap air dalam ke adaan meluap atau banjir.

Tangerang, posjkt.com

Heboh proyek dibiayai dana APBD tahun anggaran 2023 Pemda Kabupaten Tangerang di duga tidak sesuai bestek, rabu (13/12).

Turap kali Desa Sindang panon Kecamatan Sindang Jaya tunai masalah.

Pantauan awak media di lokasi turap kali pembuangan Cigarura hilir yang di kerjakan oleh CV Dian Sakira dengan Anggara 198.876.000 dugaan dalam pelaksana tidak mengikuti Speck RAB.

Pekerjaan di lokasi turap air dalam ke adaan meluap atau banjir.

Pekerja sedang pengerjaan dalam keadaan kali sedang banjir, kamipun menanyakan prihal pengerjaan turap tersebut kepada pengawas, jawaban.

“Betul bahwa pengerjaan turap itu harus di kerjakan dalam keadaan kering,(tidak tergenang air, tapi ini airnya banjir masih di pasang,” ujar pengawas lapangan.

Prihal kwalitas, pekerjaan kepada pelaksana, apakah pekerjaan seperti ini di bolehkan

“Pengawas menjawab bahwa seharus dalam pengerjaan airnya harus di keringkan terlebih dahulu,sehingga daya rekat adukan semen mengikat batu belah yang terpasang.

Kalau seperti ini kwalitas bangunan pasti kropos di bawahnya karna menggunakan adukan kering, yang pastinya tidak meresap ke dalam air.

Walaupun meresap daya rekatnya berkurang karna terkena air,”ujar pengawas proyek ya g didak.mau namanya di tulis oleh awak media.

Pengerjaan yang tidak mengikuti speck RAB itu sudah masuk ke ranah pelanggaran.

“dimana pekerjaan itu harus mengikuti speck yang tertuang dalam Perjanjian kontrak kerja
barang siapa keluar dari ranah perjanjian kontrak kerja itu sudah menyalahi aturan yang berlaku,sehinga pekerjaan harus di bongkar ulang,” imbuhnya

adanya pengawas di lapangan bertujuan agar dapat mengarahkan pelaksana agar pekerjaanya lebih baik, bukan sebaliknya.

Kami dari gabungan wartawan dan media mengajukan permohonan kepada pemerintah lebih selektif dalam memberikan pekerjaan kepada cv-pt yang kredibel dan baik dalam melaksanakan pekerjaan nya bukan asal tunjuk,

dan kami pun berharap kepada pemerintah PUPR Kabupaten Tangerang, bila mengirim pengawas lapangan yang betul-betul, ngerti dalam penilai pekerjaan.

Sehingga bukan asal manggut-manggut saja, atau jangan-jangan ada sesuatu di dalam proyek yang sedang di kerjakan asal asalan sampai berita ini di turunkan pemborong proyek belum bisa di temui awak media.

faiz / postjkt

SJ minta pada Ispektorat dan BPK saat pemeriksaan harus jelih.

Tangerang, posjkt.com

Pekerjaan Irigasi yg di kerjakan PT.Maduma sakti lestari tak sesuai dengan yg dikerjakan irigasi tersebut.

Menurut comentarnya sj tidak sesuai bistek yg di tentukan 80 ( hari ) blm juga selesai sampai tgl 12 Desember 2023

DIduga tidak sesuai SPK, apalagi tiang beton tidak terpasang tiang besi untuk mutu dari tembok Irigasi yg di kerjakan oleh PT. tersebut.

Menurut comentarnya salah satu SJ belum di bilang tidak berkuwalitas.

Sehingga Irigasi cepat rusak dan runtuh karena tidak ada pegangan.

Bahan semen yang di pasang menghadapi hempasan air dan sampah yang di kali itu karena sampah yang terbuang di kali ini dekat.

Sekali dengan pasar Anyar jangan jangan sampah tetangga juga sampaikan juga mengenai RT yang mengetahui dengan wilayahnya.

Kemungkin juga sudah ikut juga peduli bagai mana bagus atau tidak bagus kinerja Proyek yg di kerjakan pt. maduma sakti lestari (PT. MSL) ungkap SJ kepada POSTJKT, di lokasi Proyek tersebut.

Menurut SJ (45) Warga setempat, kami juga berharap pada Inspektorat dan BPK harus jelih memilih dan ini ada dugaan keras bahwa kerjaan tak sesuai RAB.

Menurut Samsudin, SH, MH aktivis bahwa pekerjaan yang di kerjakan di duga keras tidak sesuai.

“Kami minta pada inpektorat Kora Tangerang, harus di periksa, karena diduga fisik yang di kerjakan oleh PT. MSL”, ujarnya.

Sahat red / postjkt.

Penambahan ruang baru pada Dispemda Satu atap tidak ada IMB.

Tangerang, posjkt.com

Diduga pengerjakan protek penamvahan bangunan baru pada Dinas Pendapatan Daerah satu Atap Kora Tangerang, tak pakai Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bangunan yang di bangun oleh kontraktor Bangunan yang tidak pakai IMB.

Pihak Aktivis dan LSM menanggapi bahwa Bangunan yang di bangun oleh pihak ketiga tidak mengurus izin mendirikan Bangunan.

“Kami minta pada pihak aset Daerah Kota Tangerang, dan bersama Satpol.PP agar berikan teguran pada pihak pemborongan bangunan”, Rahman, SH, MH Aktivis.

Menurut Rahman, bahwa ia minta agar pembangunan Dispemda satu atap agar mengurus IMB.

“Setidaknya, pengurusan IMB akan masuk pada Retbusi pada Pemkot Tangerang”, ujarnya Dadang Hermawa LSM.

Henry / sahat / postjk

Keterangan warga setempat yang namanya enggan untuk disebutkan berinisial VH

Tangerang, posjkt.com

Para LSM bahwa pekerjaan yang di lakukan oleh PT. Bintang Raya Timur (PT. BRT) diduga tak sesuai bistek pekerjaan,

Bahkan ada beberapa item pekerjaan yang di kerjakan oleh PT. BRT perlu ada di tinjau ulang, bahkan ada item yang lain ada tidak terpasang.

Pekerjaan proyek peningkatan jalan berupa betonisasi ruas Jalan Citra Raya Timur No.01 yang berlokasi di Perumahan Citra Raya, Kec. Panongan, Kab. Tangerang, Banten, Rabu (22/11)

Dikerjakan oleh rekanan PT. Bintang Karina Jaya, dengan Biaya Rp 138.640.000,- (Seratus Tiga Puluh Delapan Juta Enam Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah) menuai sorotan dari LSM – BPPB.

Menurut keterangan warga setempat yang namanya enggan untuk disebutkan berinisial VH, terlihat dalam pengerjaannya diduga asal jadi.

Hal ini tampak dari hasil betonisasi / pengecoran yang sudah selesai dikerjakan terlihat nyata banyak yang sudah retak – retak dan terkesan dibuat asal jadi, hanya membuang uang rakyat saja.

Tolopan Manurung, selaku Ketua Umum DPP LSM – BPPB, saat dimintai pendapatnya menjelaskan, sangat menyayangkan bahwa dalam suatu kegiatan pengerjaan proyek Pekerjaan Jalan Citra Raya Timur No. 01 yang berlokasi di Kec. Panongan dari mulai Jenis Agregat yang tidak sesuai Spek.

Pekerjaan Pemerataan dan Pemadatan dilakukan secara manual (Tidak ada alat berat) yang bekerja dilapangan diduga tidak sesuai Spek yang ada.

Bahkan dari hasil kegiatan betonisasi/pengecoran sudah terlihat jelas permukaan badan jalan sudah banyak yang retak – retak.

Jadi hal ini seakan – akan pihak yang mengerjakan tidak memikirkan hasil proyek dan hanya ingin mendapatkan keuntungan semata.

Atau ada kongkalikong antara pelaksana dan pihak instansi terkait Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Ir. Bambang Sapto), belum berhasil ditemui diruang kerjanya.

Begitu juga Kepala Bidang / Kabid (Yusuf) saat dihubungi lewat ponsel tidak mau angkat bicara.

Ketua Umum DPP LSM – BPPB, Tolopan Manurung, mengatakan Semua hasil investigasi yang bermasalah dilapangan akan ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku, karena diduga ada indikasi korupsi.

Budi Sinaga / postjkt

Salah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan DLHK saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna

Tangerang, posjkt.com

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah. Dalam mengatasi sampah, perlu dilakukan berbagai upaya komprehensif dari hulu sampai hilir, sabtu (18/11).

โ€œSalah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan DLHK saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah dan melibatkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat,โ€ tegas Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi, S.Sos., MSi, Awak Media, Jum’at (17/11/2023).

Ke depannya, penanganan sampah di Kabupaten Tangerang akan menggunakan sistem Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R).

Saat ini, DLHK sedang memformulasikan program pengelolaan sampah secara holistik dari hulu akan melakukan penguatan disumber sampah, melalui program penyuluhan Kurasaki dan Kurasakan di tengah revitalisasi TPS 3R dengan menginstal teknologi.

Sehingga tidak ada residu yang dibuang ke TPA, sampah plastik akan dicetak menjadi batako dan paving blok dengan plastik moulding.

Sedangkan untuk di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk diaplikasikan mesin hoar.

Tujuannya untuk memisahkan sampah plastik dan tanah agar mengurangi volume sampah, sehingga kedepannya lebih siap mengolah sampah baru.

โ€œSampah plastik akan kita ubah menjadi paving blok. Dengan seperti itu, residu sampah juga akan zero waste dengan menggunakan aplikasi teknologi pyrolysis ramah lingkungan,โ€ ucap Fachrul Rozi.

Kata Fachrul Rozi, teknologi proses inovatif ini dirancang untuk merevolusi menangani sampah plastik yang merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi saat ini.

Dengan mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang dapat digunakan kembali menjadi pavling blok tentunya bermanfaat dan bernilai jadi roda ekonomi tetap berjalan.

Menurut Fachrul Rozi, polusi plastik merupakan ancaman nyata yang berdampak pada kehidupan akan mampu ditangani oleh DLHK Kabupaten Tangerang.

Sampah plastik yang akan dicetak menjadi batako dan paving blok dengan plastik moulding, serta diaplikasikan mesin hoar yang akan digunakan di TPA Jatiwaringin menjadi salah satu solusi memanfaatkan teknologi.

โ€œDLHK Kabupaten Tangerang terus berupaya mewujudkan Kabupaten Tangerang zero waste. Sehingga masalah sampah bisa diatasi,โ€ ungkap Fachrul Rozi.

( trisno / postjk ).

Lima jam saja hujan di Desa Pamutaran dan Desa Urat Timur longsor dan para anak-anak sekolah tak dapat masuk sekolah.

Samosir, posjkt.com

Akibat hujan deras telah terjadi di Kp Pemutaran Kec. Padiangan Kab. Simosir, Sumatra Utara, jalan rusak parah saat hujan tiba. Selasa (14/11).

Setelah di guyur hujan sekitar 5 jam, tanah merah longsor yang mengakibatkan jalan utama desa Pamutaran menuju desa Urat Timur terputus total.

Para anak-anak sekolah mau berangkat kesekolah terpaksa membuka sepatu dan di tenteng sepatunya.

Kurang perhatian dari Dinas DPUPR Kab. Samosir, Serta anak sekolah pun banyak yang tidak bisa sekolah.

“Kami juga mengusulkan dari Musrenbang dan melalui surat juga, belum kujung ada respon dari Pemkab. Simosir”, katanya Tomu Sitno Padiangan Kades.

Kata kades, Akibat bencana ini perekonomian didesa pamutaran pun terputus karena masyarakat tidak bisa kemana mana.

“Setelah kami koordinasi pada kepala desa Tomu sitno Pandiangan Beliau sudah kompirmasi pada kecamatan pada Pemda Kabupaten Simosir, tetapi belum ada respon”, katanya Tomu Sitno Pandiangan Kades

Menurut Tomu, Ia sudah mengusulkan pada Camat, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan darurat yang dilakukan pihak kecamatan, realisasi untuk pembersihan badan jalan.

Harapan masyarakat MS (45), Kami sudah susah payah untuk bergotong royong

Namun, tidak tindakan pada Pihak Dinas PUPR Kab. Simosir, tetapi pihak pemerintah kecamatan, kabupaten.

“Seakan akan tutup mata dalan kejadian ini”, katanya MS Warga setempat.

(Risben Situmorang / postjkt)

Diduga akibat menyimpang dari Spesifikasi Teknis dan Rincian Anggaran Biaya (RAB), mengakibatkan.

Tangerang, posjkt.com

HEBOH dinas perkim Kabupaten Tangerang bagi bagi uang dan proyek. beredar isu tentang alasan Dinas Perumahan Permukiman Dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang yang melakukan bagi bagi uang dan proyek kepada โ€œoknum oknumโ€ yang akhirnya terkuak ke publik, kamis (09/11)

Pemicunya disebut sebut dari proyek SAB (Sarana Air Bersih) yang di duga ada penyimpangan sehingga merugikan keuangan negara.

Baru baru ini kabar tentang proyek SAB itu tersiar ke publik, sehingga oknum pejabat DPPP nya harus menyumpal mulut sejumlah pihak dengan membagi bagi uang dan proyek.

Agar persoalan tersebut tidak menjadi bola liar. Diketahui Dinas Perkim membangun ratusan unit Sarana Air Bersih (SAB) yang membebani APBD TA 2022 lalu sebanyak 494 unit.

Namun dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan besar-besaran.

Selain diduga merugikan keuangan negara keberadaan sebagian besar unit dari SAB tersebut patut juga dipertanyakan.

Pasalnya sebanyak 275 unit dari 494 unit SAB terindikasi tidak diketahui keberadaan bangunan nya.

sehingga menimbulkan aroma fiktif pada pembangunan SAB yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah Kabupaten Tangerang Banten ini.

Sebanyak 219 unit SAB yang terealisasi pembangunannya, namun itu juga disinyalir kuat merugikan negara sebesar Rp 216 juta lebih.

Diketahui alokasi dana proyek pembangunan SAB sebanyak 219 unit ini mencapai Rp 26.365.565.000.

Diduga akibat menyimpang dari Spesifikasi Teknis dan Rincian Anggaran Biaya (RAB), mengakibatkan anggaran menguap senilai Rp 216.137.700.

Dikutip dari laman BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dari 494 unit SAB yang harus dibangun oleh Dinas Perkim Kabupaten Tangerang tahun 2022 hanya 219 unit yang terealisasi.

Sebanyak 275 unit lainnya keberadaannya tidak jelas. Sementara biaya untuk pembangunan 219 unit itu menghabiskan Rp 26.365.565.000.

Akibat nya di duga terjadi penyelewengan dalam pelaksanaannya,

Karena anggaran yang terserap hanya Rp 26.149.427.300.

Sehingga ada selisih sebesar Rp 216.137.700 dan selisih ini adalah merupakan dugaan korupsi sekaligus kerugian keuangan negara.

Praktek KKN seperti yang terjadi di Dinas Perkim saat ini sampai menjadi perhatian serius oleh Aktivis di Masyarakat. โ€˜Muhammad Zulhamsyahโ€™ dari Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) turut prihatin.

Dirinya mengatakan, praktek bagi bagi uang dan proyek oleh Dinas Perkim Kabupaten Tangerang sungguh sangat menghawatirkan tentang prinsip integritas pemerintah dan juga etika.

โ€œIni akan memunculkan kekhawatiran serius tentang prinsip integritas dan etika dalam pemerintahan Kabupaten Tangerang. Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyerapan APBD.

Namun kini harus dikotori oleh kelakuan oknum pejabat dinas DPPP ini demi menutupi aroma busuk KKN yang diduga telah terstruktur, sistematis dan massif (TSM),โ€ kata M. Zulhamsyah saat ditemui diruang kerjanya di jakarta(07/11/2023).

Seperti biasanya, diam adalah jurus ampuh yang dilakukan pejabat Dinas Perkim Kabupaten Tangerang. โ€˜Bambang Sapto Nurtjahja, (Kepala Dinas) dan โ€˜Yusufโ€™ (Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim) dua pejabat penting DPPP ini tidak merespon saat dikonfirmasi WARTAWAN yang lebih memilih bungkam.

Hingga berita ini dimuat belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak Dinas Perkim (DPPP) Kab. Tangerang tentang bagi bagi uang atau proyek yang disinyalir pemicunya dari proyek SAB itu, [09/11/2023].

Arfaiz / postjkt

Warga meminta pada Pemkab Samosir agar dapat bantuan langsor.

Samosir, posjkt.com

Desa pamutaran kecamatan palipi.kabupaten Samosir, Sumatra Utara Sabtu 4, Nopember 2023 telah terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan jalur transportasi terputus.

Para anak-anak sekolah pun terbengkalai menuju sekolah.

“Kami masyarakat desa pamutaran meminta pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten Samosir agar memberikan perhatian khusus buat penanggulangan jalan ini”, Kata Johan (45) Warga setempat.

Menurut Johan, apalagi sekarang ini memasuki musim penghujan.

“Apalagi disaat pelaksanaan bunga desa di desa pamutaran pimpinan pemerintahan kabupaten Samosir (bupati) memberikan bantuan untuk mengatasi kelonsoran yang lebih patal lagi”, ujarnya Nani (30)

Kata Nani, berharapan untuk masyarakat desa pamutaran agar jalan ini segera di adakan sertunisa.

Risben Situmorang postjkt Samosir

Ia telah mengucurkan ke menteriang keuangan dan kementerian desa tertinggal.

Jakarta, posjkt.com

Jokowi telah mengingatkan pada kepala se-Jawa Timur untuk melakukan pembangunan fisik di daerah yabg jauh jangkauan dari jalan rayan Kab/ kota dan provinsi.

Ia telah mengucurkan ke menteriang keuangan dan kementerian desa tertinggal.

“Kami mengingatkan pada gubenur, Bupati dan walikota, jika kepala desa tidak ada pembangunan di desanya laporkan ke saya”, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Ia mengaku bakal menciduk kepala desa apabila tidak melakukan pembangunan di desanya.

Padahal setiap desa telah mendapatkan dana desa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Jambore Nasional Dai Desa Madani yang diselenggarakan Persaudaraan Muslimin Indonesia di Cianjur, Selasa (26/9/2023).

Hampir setiap tahun itu kurang lebih 1-2 miliar dikirimkan ke desa-desa. dikutip kompas.com

Jadi, kalau enggak jadi barang, kepala desanya yang diciduk,” kata Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Di hadapan para dai, Jokowi mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengucurkan Rp 539 triliun dana desa kepada sekitar 74.900 desa di seluruh Indonesia sejak 2015 hingga 2023.

Ada sekitar 74, 900 kades srluruh di indonesia harus membangun desanya masing-masing dengan uang negara.

Sahat / postjkt

Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, ibu Paruh Baya ibu SINAH, meminta, Bantuan pemerintah dan para dermawan.

Tangerang, posjkt.com

Ibu SINAH, saat duduk di teras rumahnya yang sudah tak layak huni, jumat ( 20/10).2023

Memprihatinkan, mungkin itu kata yang pas untuk mengambarkan kondisi kediaman ibu SINAH ibu paruh baya yang berada kampung Cogrek, RT 12/RW 04 desa kebon Cau kecamatan teluk naga, Tangerang Banten,

Bagaimana tidak, rumah yang di huni oleh Ibu SINAH, sejak 1990 tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya dinding rumah yang berbahan bambu anyaman/ bide, (Geribik) tersebut, kini sudah rapuh karena termakan usia.

Bahkan tak ber Atap, langsung asbes, akan tak lagi mampu menahan apabila hujan deras mengguyur kediamannya.

Saat ditemui di kediamannya, ibu SINAH menceritakan kondisi yang dialami oleh dirinya dan keluarganya apabila hujan tiba.

Dirinya mengaku harus terjaga sepanjang malam apabila ada hujan di malam hari, guna memastikan anak dan cucunya tidak terkana bocoran air.

“Kalau malam hujan pasti saya tidak tidur sampai hujan reda. Kadang anak-anak tidur sambil duduk di kursi agar tidak terkena air hujan,” ungkapnya, Jumat ( 20/10 ).

Ibu SINAH, mengaku tinggal bersama Anak2nya, yang sehari-sehari bekerja serabutan, dan 1, anaknya, yang saat ini telah menjadi yatim.

SINAH mengaku, satu anaknya pun, saat ini sudah di PHK bekerja sebagai kuli serabutan.

Selain itu, ibu paru baya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga tersebut, sangat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah pernah rubuh depannya karena diterpa Angin.

Dirinya mengaku hanya ingin tinggal di rumah yang tidak lagi bocor, sehingga bisa nyaman untuk beribadah.

“Tolong minta dibantu. Saya pengen rumahnya diperbaiki, agar bisa tenang dalam beribadah jangan diatas air, tidur diatas banjir. Kalau bisa saat ini, karena takut ketimpa rumah.

Takut juga menimpa anak yang sedang tidur. Saya minta tolong sekali sama pemerintah untuk memperbaiki rumah ini,” ujarnya.

Menurut IBU SINAH memang pernah ada yang mendata, tetapi sampai saat ini belum dapat dan dijanjikan ketika usai virus corona.

“Pernah difoto dan didata, tapi tidak datang-datang juga sampai sekarang. Kalau hujan pasti banjir, nunggu reda baru dikuras airnya,” paparnya.

Asep / postjkt.

Pembangunan talud di dusun Sentul desa Gembol dimaksudkan untuk menjaga bahu jalan agar tidak terjadi longsor atau erosi.

Ngawi, posjkt.com

pemerintah desa Gembol telah merealisasikan dana anggaran pendapatan dari sumber dana (BKsarpas) tahun 2023, selasa (10/10)

Salah satunya visi dan misi kades PARWI pungkasnya adalah program pembangunan talud jalan yang berlokasi di dusun Sentul rt 02/09 dan pembangunan talud jalan dan rabat beton tersebut.

Telah dimulai tgl 9 Oktober 2023 dan saat ini tahap pengerjaan telah tahap permulaan di alokasikan dusun Sentul desa Gembol berukuran 274 m x 2,2 m x 0,1 volume: 60,28 m p : 50 m vol 18,13 m cor beton talud plat 4 m x 1,2 m x 1,2 m.

Pembangunan talud di dusun Sentul desa Gembol dimaksudkan untuk menjaga bahu jalan agar tidak terjadi longsor atau erosi.

Sebelumnya, telah menyebabkan retak-retak di sepanjang bahu jalan.

Pembangunan talud ini menghabiskan dana sejumlah Rp 150 ,000,000 diwujudkan dengan talud sepanjang 50 meter cor beton talud ketinggian 18, meter dan ketebalan 0,4 meter.

Adapun pembangunan rabat beton di dusun Sentul secara keseluruhannya di wujudkan dengan rabat beton di dua ruas jalan dengan rincian pertama sepanjang 274 meter lebar 2,2 meter dan ketebalan 01 meter.

Serta ruas kedua sepanjang 275 meter lebar 2,24 meter dan ketebalan 2,2 meter selesainya pembangunan di alokasikan tersebut.

Bukan hanya merupakan bentuk keberhasilan pemerintah desa Gembol kec Karanganyar kab Ngawi semata.

Tetapi juga merupakan keberhasilan masyarakat dimana penganggaran (BKsarpas).

Menurut Suparno, untuk pembangunan tersebut, dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan perencanaanyang matang, sehingga pekerjaan memuaskan walaupun anggaran kecil.

“Terlaksana pembangunan desa Gembol yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat”, pungkasnya.

markum / postjkt

Kurang survey terhadap jalan-jalan yang berlubang, sepertinya Jalan Bayur Kota Tangerang sering terjadi kecelakaan.

Tangerang kota, posjkt.com

Jalan Bayur kali rusak berat ?? Perbatasan kabupaten Tangerang dari batas Kota Tangerang sepanjang Jln. bayur kali sampai jagal kecamatan Priok jalan nya rusak berat beralobang lobang, kamis (14/09).

Kurang survey terhadap jalan-jalan yang berlubang, sepertinya Jalan Bayur Kota Tangerang sering terjadi kecelakaan.

Sugian (45) dari Pengendara motor Avansa mengatakan perawatan jalan ini kurang mampu mengantisipasi sering terjadi terjatuh kenderaan roda dua yang lalu lalang.

Kini warga minta di tinjau ulang jalan yang berlubang-lubang tersebut.

Jalan Bayur menuju kota Tangerang dan juga menuju kabupaten Tangerang, sepanjang jalan ini, belum ada pembangunan.

“Kami minta pada DPUPR Kota Tangerang segera melakukan perawatan dan jalan yang berlubang-lubang, tadi malam jatuh lagi setelah menabrak lobang”, katanya

Menurut Sagian, penuh lubang kecil dan besar sehingga kenderaan yang melintasi jalan bayur kali ini sampai jagal lusak berlobang-lobang tak kunjung di perbaiki.

Warga setempat mengeluhkan pada Pihak Dinas PU agar jalan ini layak di lintasi jalan yang rusak ini adapun perbaikan jln.

Oleh karena itu Kata Danu Haryadi, S.IP pegawai Pemkot Tangsel, bersakutan ketika jalan di krok untuk di tambal kembali tidak cepat di perbaiki.

Pada saat hari itu juga di aspal sehingga pengendara sering mengalami terpeleset akibat batu kerikil yang bertaburan di kanan kiri mengakibankan pengendara sering terjatuh

“Kami jatuh dan akibat batu kerikil yang berserakan, entah mengapa pekerjaan ini tanggung tanggung melaksanakan berbaikan jalan”, ujarnya Danu Pegawai Pemkot Tangsel.

Hal ini lebih besar tiangnya dari pada pasaknya? Atau lebih besar?. LSM dan Aktivis juga menanggapi keluhan masyarakat ini.

“Kami minta pada DPUPR Kota Segera lakukan perawatan Prefentip agar mengurang kecelakaan di jalan raya”, katanya Samsudin, SH, MH.

Pada malam hari kata Samsudin, pas belokan di depan Musholah harus di berikan rambu-rambu dan lampu penerangan jalan.

sahat red / postjkt.

Menemukan apakah besi yg suda dicor itu aslinya SPK yang sudah tertulis di Surat perintah kerja.

Tangerang, posjkt.com

dr. Bernard BB Sagian, SH, MH mengatakan bahwa pembangunan jembatan harus pondasinya harus sesuai dengan RAB, kamis (14/09).

Jika tidak sesuai ini akan membahayakan orang lain.

“Karena bentang dan pondasi cakar dan akan berefek pada tiang dan bangunan”, katanya.

Menurut dr. Bernard, Bangunan Jembatan di jln.kihajar Dewantara Ciputat Tangerang Postjkt menunjukan Jembatan tersebut tidak memakai papan nama Proyek.

Proyek Jembatan yang berada di Jln. Kihajar Dewantara yang sudah mulai terbentuk tembok dicor mengadakan besi yang sudah lihat di foto diatas berita postjkt wartawan.

Menemukan apakah besi yg suda dicor itu aslinya SPK yang sudah tertulis di Surat perintah kerja ? Wartawan postjkt menemukan dengan cara kerja Proyek tersebut.

Mungkin kokoh atau tidak dari besi yg sudah di cor sebagai tulang coran yang menempel besi tiang pundasi bangunan Proyek bangunan di Jembatan Kihajar Dewantara dan kenyanan.

“Kariawan pekerja prayek tersebut tdk melengkapi prosudur sepatu bot juaga helem pekerja tidak memiliki pekerja Proyek galian tersebut dan juga perlengkapan untuk kariawan pekerja galian Proyek”, katanya.

Menurut Yadi Anggoro (45) proyek pembangunan itu harus sesuai RAB jika tidak sesuai akan berpengaruh pada kekuatan jembatan.

“Dalam membuat membangun jembatan ini akan berpengaruh dalam bistek”, ucapnya Yadi Warga

sahat red / postjk.

Trotoar dan udit depan kampus Unis Tangerang, kota Tangerang, Banten tidak ada upaya melakukan perindah dan perbaikan.

Tangerang, posjkt.com

Fasilitad Umum di Jalan Unis Tangerang, rusak seperti di biarkan tampa ada pemeliaraan dan perbaikan.

Jalan, trotoar dan Bahu jalan juga sudah mulai menyempitย  di sebabkan kurangnya di tangani di Dinas terkait.

Trotoar dan udit depan kampus Unis Tangerang, kota Tangerang, Banten tidak ada upaya melakukan perindah dan perbaikan.

Trotar Kampus Unis Tangerang terbengkalai fasilitas pada rusak, umum, Minggu (03/09) jam 20.00 wib

Pada hal memeliarah pemeliaraan Kampus Unis Tangerang, apa Dinas PUPR Kota Tangerang?.

Hal ini seolah-olah di biarkan rusak dan parah.

Sehingga pandangan saja, tidak indah tetlihatnya sedangkan penutup udit juga sudah pecah dan rusak.

“Kami minta pada dinas terkait agar melakukan perbaikan, karena jalan dan udit dan pelengkapan jalan hatus di tsnggung jawab Dina PUPR Kota Tangerang”, kata samdi dari mahasiswa.

Menurut Samadi, jika pagar yang rusak depan kampus kemungkinan kampus yang rehap.

“Kami juga betharap pada walikota Tangerang agar perintahkan dinad terkait dan berwenang menangani jalan yang rusak, parit yang rusak dan bahu yang rusak itu tanggung jawab pemkot Tangerang”, ia menyebutkan Dyamsul dari Mahasiswa.

henry / postjkt

Pekerjaan IPDMIP dalam pelaksanaannya, bahkan pekerjaan yang di kerjakan oleh kedua PT. CGP dan PT. MCR para kerjanya tidak memakai standar Depnaker.

Tangerang, posjkt.com

Diduga proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Barat Laut D.I. Cisadane (IPDMIP) yang di kerjakan PT. Caturbina Guna Persada (PT. CGP) dan PT. Mitra Ciasem Raya (PT. MCR) tidak sesuai, kamis (31/08).

Pekerjaan IPDMIP dalam pelaksanaannya, bahkan pekerjaan yang di kerjakan oleh kedua PT. CGP dan PT. MCR para kerjanya tidak memakai standar Depnaker.

Ketika wartawan www.posjkt.com komfirmasi dengan pekerja Proyek ini yang tidak mau disebut namanya melanjutkan menanyakan Proyek tersebut siapa pemborongnya dan siapa pelaksana Proyek Irigasi tersebut, tidak yang menjawab.

Bahkan menanyakan kembali ke pekerja Proyek galian tersebut mengatakan yang ada sekarang ini Mandor bernama Joel Marbun, ketika Joel Marbun juga mengaku dia hanya sebagai wakil dari Mandor Proyek Irigasi.

Lalu, menanyakan siapa pemiliknya proyek irigasi ini pak Joel ?

“Joel Marbun mengatakan kepada wartawan postjkt lebih baik Pak Wartawan menghubungi pak Arif”, Ucapan Joel Marbun pada wartawan.

Selanjutnya, pihak Joul ini pura-pura, tidak tahu saat di tanyakan kejanggalan dan kelemahan Proyek ini ternyata Joel Marbun.

Kalau begitu hubungi saja pak Arif ketika arif di hubungi menyuruh datangi ke salah satu Proyek Irigasi yang berada di daerah cadas dekat SMK Pilar Bangsa daerah Cadas kabupaten Tangerang Banten, dan tidak memberikan kejelasan dan ngambang.

Pada saat tiba di Proyek Irigasi yang berada di daerah cadas Arif menanyakan pada saat berada di salah satu beskem di wilayah cadas tersebut menanyakan kepada wartawan.

Selanjutnya di suruh menuliskan nama dari mana kepada wartawan yang hendak komfirmasi, ternyata hanya untuk mengelakkan pertanyaan, agar tidak di lanjutkan mengenai proyek tersebut

Diduga tidak punya pondasi yang kokoh dan kuat hanyalah semen dan batu pasir juga tidak seimbang adukan pasir dan semen dan tidak punya timbangan untuk membuat kuwalitas Proyek Irigasi tersebut

Kokoh dan kuat karena tidak ada tiang pancang beton bertulang besi yang di pasang oleh Proyek Irigasi tersebut Wartawan kembali ke proyek Irigasi tersebut tidak ada satupun perkerja proyek Irigasi tersebut di tempat, pada hari kamis (31/08) tadi siang.

Sahat red