Kegiatan Go To Campus SMAN 6 Tigaraksa Menjadi Sorotan, Biaya Fantastis dan Dugaan Pungutan Liar.

Kabupaten Tangerang, posjkt.com

Kegiatan Go To Campus (GTC) yang diselenggarakan oleh SMAN 6 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan tajam dari media dan pemerhati kebijakan pemerintah.

Pasalnya, kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XI ini melibatkan biaya yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 2.600.000 per siswa, dengan alasan bahwa biaya tersebut sudah disetujui oleh komite sekolah maupun orang tua/wali siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan di luar lingkungan sekolah, menuju kota Yogyakarta dan Semarang, dengan tujuan mendalami program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan bagian dari kurikulum merdeka.

Namun, besar biaya yang dikenakan kepada siswa menjadi pertanyaan bagi sejumlah pihak, mengingat kegiatan ini seharusnya dapat didukung melalui dana yang tersedia untuk kegiatan pembelajaran.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa biaya yang dibebankan kepada setiap peserta terkesan memberatkan, mengingat kegiatan ini terkait langsung dengan kurikulum sekolah.

“Kami harus membayar dua juta enam ratus ribu rupiah untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar salah seorang siswa yang ikut serta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 6 Tigaraksa, Drs. Santani, M.Si., membenarkan bahwa kegiatan GTC dan P5 yang dilaksanakan di luar daerah memang melibatkan biaya tersebut.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Banten (Dindik) telah memberikan izin untuk kegiatan tersebut setelah pihak sekolah mengirimkan surat permohonan.

Santani juga memastikan bahwa Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Banten mengetahui kegiatan tersebut.

“Kami sudah berkirim surat ke Dindik dan mendapatkan izin. KCD juga mengetahui kegiatan ini,” ujarnya kepada awak media di ruang kerjanya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum memberikan konfirmasi terkait apakah kegiatan P5 yang dilaksanakan di luar Kabupaten Tangerang ini benar-benar mendapatkan izin resmi.

Kegiatan P5 sendiri merupakan pendekatan pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai Pancasila.

Namun, kabar mengenai pungutan biaya yang tinggi ini menuai pertanyaan mengenai transparansi dan mekanisme pendanaan yang berlaku di sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiswaan Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Adang Abdurahman, mengingatkan bahwa segala kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran seharusnya dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebagaimana diatur dalam kebijakan pemerintah pusat.

Adang menegaskan, jika ada kegiatan yang dibebankan biaya tambahan kepada orang tua, hal tersebut dapat berpotensi menyalahi aturan dan mencurigakan adanya pungutan liar (pungli).

“Jika ada kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran namun dibebankan biaya tambahan, berarti ada dugaan pungutan liar yang berkedok izin orang tua.

Kami meminta masyarakat untuk segera melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten jika menemui kasus serupa,” tegas Adang.

Kasus ini semakin menarik perhatian publik, mengingat masalah pungutan liar yang kerap muncul dalam sektor pendidikan.

Dinas Pendidikan Provinsi Banten diminta untuk segera memberikan penjelasan terkait pemberian izin untuk kegiatan GTC dan P5 ini, guna memastikan bahwa kegiatan pendidikan di SMAN 6 Tigaraksa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak memberatkan orang tua siswa.

(posjkt.com//sp)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN TANGERANG BERSINERGI DENGAN DINAS PENDIDIKAN DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS PLASTIK.

Kabupaten Tangerang, posjkt.com

SMPN 2 Rajeg tengah mengikuti penilaian Adiwiyata yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut disambut baik oleh siswa-siswi SMP2 Rajeg, sabtu (14/02).

Penilaian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana sekolah menerapkan program peduli lingkungan, seperti kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan sampah.

Dalam penilaian Adiwiyata, kriteria yang dinilai meliputi kebersihan lingkungan, keindahan taman, pengelolaan administrasi, serta fasilitas sekolah seperti toilet.

Keberhasilan dalam menjaga kebersihan lingkungan termasuk pengelolaan sampah dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Seperti larangan penggunaan plastik, menjadi fokus utama dalam penilaian ini.

Kepala SMPN 2 Rajeg, Timing Merawati, S.Pd, melalui Nuryasin, S.Pd. selaku Humas menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pihak.

Mulai dari guru hingga siswa dalam mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

“Kami selalu mengedepankan program-program yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Misalnya, siswa diwajibkan membawa tempat makan sendiri dan tidak diperbolehkan membawa jajanan dalam kemasan plastik,” ujar Nuryasin.

 SMPN 2 RAJEG memiliki 25 rombongan belajar dengan jumlah 900 siswa dan 40 orang tenaga pengajar. Dengan upaya yang maksimal.

Yang diharapkan sekolah ini dapat mencapai predikat Adiwiyata, yang menjadi simbol penghargaan atas komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penilaian ini juga melibatkan tim yang sudah berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata di tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai referensi bagi SMPN 2 Rajeg dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.

Dengan adanya penilaian ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

(posjkt.com/sp).

SMP NEGERI 1 KRESEK DALAM WAKTU DEKAT MELAKUKAN KEGIATAN DILUAR KELAS, DENGAN ANGGARAN 1.200.00 PERSISWA.

Kabupaten Tangerang, posjkt.com,

Disela kesibukannya Kepala sekolah SMP Negeri 1 Kresek, Aji M S.Pd, merencanakan pelepasan siswa-siswi kelas 9 dalam waktu, selasa (21/01)

Pelepasan waktu dekat akan mengajak outing kelas, sekaligus mempraktekkan program pembelajaran P5.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala sekolah sudah membentuk panitia, sekaligus melakukan pungutan Rp.1.200.000 persiswa.

Menurut keterangan Aji selaku kepala sekolah, sudah banyak siswa yang membayar kegiatan tersebut, tinggal waktu keberangkatan saja belum di atur.

Aji menjelaskan, kegiatan ini, jika sesuai dengan jumlah siswa yang terdapat dalam kegiatan tersebut.

Anggaran jika terkumpul Rp.360.000.000,00 itu pun jika semuanya membayarkan tepat waktu.

Jika terkumpul anggaran sesuai rencana awal, angaran akan dikembalikan lagi ke siswa.

Menurut kepala sekolah kegiatan outing kelas ini, sudah di informasikan ke dinas pendidikan.

“Karena kegiatan outing kelas ini sifatnya pemberitahuan, tidak ada larangan ataupun kewajiban dalam hal kegiatan tersebut”, katanya Kepsek Aji.

(Perawarta. Switno Purba)

Kompol Pandu Winata menerima Pemberian Pin emas atas prestasi Kinerjanya sangat tinggi.

Sumut, posjkt.com

Berprestasi dalam kerja, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan hadiah Pin emas kepada personil Subdit Tipidter Ditreskrimsus Kompol Pandu Winata SH, SIK,MH, CPHR, CBA.

Penghargaan Pin Emas Kapolri merupakan bentuk pengakuan tertinggi dari institusi Polri kepada personel yang menunjukkan Prestasi kinerja.

Kompol Pandu Winata menerima Pemberian Pin emas atas prestasi Kinerjanya sangat tinggi dalam bidang Operasional khususnya di Polda Sumut sehingga mendapatkan apresiasi tingkat Nasional dan Internasional.

Pin Emas disematkan oleh Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan di lapangan KS. Tubun Mapolda Sumut, Senin(2/12/2024).

“Saya bangga dan berterimakasih kepada personil yang berprestasi,”ujarnya.

Pemberian penghargaan ini menjadi suatu hal penting untuk mengingatkan seluruh jajaran Polri bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup aksi kemanusiaan yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Kompol Pandu bukan sekali ini saja mendapatkan penghargaan, Perwira lulusan Akpol 2010 ini juga pernah menembus dunia karena prestasi yaitu Penghargaan diberikan oleh International Law Enforcement Academy (ILEA) pada acara ILEA Day Award 2023 di Washington DC, Amerika Serikat pada tanggal 24-26 April 2023.

(rezky)

Soal UTS Politik Hukum Untuk Mahasiswa STKIP Tangerang.

Tangerang, posjkt.com

 

SOAL UTS                : POLITIK HUKUM

BENTUK SOAL        : ESSAY

LAMA WAKTU          : 90 MENIT

JURUSAN                 : PKN

NAMA DOSEN         : HEVVI HENRIZAN, SE,.M.Si

NIDN                          : 0415 0277 01

 

Sebelum mengerjakan soal ini :

Baca doa, kerjakan dulu yang di anggap mampu, gunakanlah dengan tenang dan konsen. Setelah selesai jangan lupa Absen dan baca Hamdallah.

  1. Jelaskan 5 pengertian tentang politik hukum menurut para ahli? Masing-masing jelaskan.
  2. Sebutkan 5 pengertian tentang pembahasan lantar belakang pendidikan politik hukum faktor-faktor menurut para ahli, masing-masing jelaskan.
  3. Jelaskan menurut mahasiswa tentang 5 fungsi dari politik hukum landasan faktor terjadi pada undang-undang dan ekonomi, masing-masing berikan contohnya!.
  4. Apa yang di maksud dengan sistim pendidikan politik hukum dengan etika terjadinya tidak singkrong dengan Pemerintah? Lalu jelaskan!.
  5. Jelaskan Fungsi pengertian tentang sistim seseorang melakukan politik uang menurut mahasiswa, berikan 5 contoh, sebutkan?.
  6. Apa efeknya jika terjadi politik sogokan, digunakan hukum apa yang harus diterapkan? Jelaskan menurut mahasiswa 5 contoh?.

Selamat mengerjakan soal ini dengan benar.

(henry)

Bagi kehilangan satu kantong plastik, Ijazah asli dan lainnya sudah di simpan.

Tangerang, posjkt.com

Bagi teman-teman dan saudara kita yang merasa kehilangan Ijazah dan surat berharga lainnya, Kab Tangerang, Banten, Senin (11/11).

Telah di temukan oleh saniman agar bisa menghubungi telpone (+62) 858 8912-3231 di jalan Rajeg, Kab. Tangerang.

Ijazah asli dan lainnya sudah di simpan.

Siapa tahun yang kehilangan agar menghubinya.

“Kami telah menemukan surat ijazah dan surat aslinya satu kantong plastik”, tuturnya saniman.

Menurut saniman, ia telah Ketemu dokumen dijalan, yang punya bisa hub +62 858-8912-3231 Tolong Share”, katanya.

Kata Andi, kasihan sama yang punya dukumen ini.

(Feri / deri)

Seorang Guru SD di somasi oleh Biro Hukum Pemkab Konawe Selatan, kemana itu Nuraninya.

Jakarta, posjkt.com

Pihak Pemkab Konawe Selatan, terkesan berpihak pada anggota polisi, karena ia diduga ada tekenan pada oknum polisi, jumat (08/11).

Sebgenarnya tidak seperti itu, polisi juga warga mereka, Seorang guru juga warganya, kenapa tidak di bela keduannya?.

Kok ada ini siatip seorang guru SD di somasi, ini etika pegawai bagian hukum sudah terpuruk.

“Kami minta pada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar di pecat seorang bagian hukum Pemkab Konawe Selatan, tidak ber-etika”, katanya Guru temannya Supriyani.

Masak seorang guru SD di somasi ini berlebihan oknum polisi, agar kedua-duannya di hukum sebagai ASN.

Masih menakut-nakuti orang kecil, ia sebagai ASN, bisa di atur semua hukum.

“Kami juga minta pada pihak Hukum agar ini kasus di selesaikan pemecatan antara oknum polisi dan ASN Biro Hukum Pemkab Konawe selatan”, tuturnya.

Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara, Abdul Halim Momo menyayangkan surat somasi Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan kepada guru SD Negeri 4 Baito,

Supriyani usai mencabut kesepakatan damai dengan pihak keluarga korban.

“Mestinya kita saling memaafkan, ini juga akan menjadi preseden buruk buat pemerintah daerah kemudian mensomasi rakyatnya,” kata Halim Momo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/11).

Menurut Halim, seharusnya pemerintah daerah memaafkan warganya, bukan mensomasi yang pasti akan membuat preseden buruk dalam penyelesaian perkara ini.

Kalau memang misalnya pihak Pemerintah Konawe Selatan misalnya, kewibawaannya atau harga dirinya merasa tidak dihormati sehingga memaafkan itu lebih dihormati dibanding harus mensomasi kepada orang yang tidak berdaya,” jelasnya.

Surat somasi tersebut dikeluarkan Kabag Hukum Sekretariat Pemkab Konawe Selatan, Suhardi, pada Rabu (6/11) usai Supriyani mencabut kesepakatan perdamaian itu dengan alasan mendapatkan tekanan dan paksaan saat menandatangani surat perdamaian tersebut.

(sahat red)

Acara ini di selenggarakan dasar program Kepala Sekolah, karena di samping itu juga memberikan ke ilmu agama pada anak didik.

Tangerang, posjkt.com

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Merah 1, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang, Banten, Senin (14/10) mengadakan acara maulid Nabi Muhamad, SAW, tadi siang.

Acara ini di selenggarakan dasar program Kepala Sekolah, karena di samping itu juga memberikan ke ilmu agama pada anak didik.

Acara maulid Nabi Muhamad, SAW ini rencananya akan di adakan setiap tahunnya.

Dalam kata sambuatannya kepala SDN Tanah Merah I Sopian Sori, S.Pd, mengatakan, kami selaku pihak sekolah mengucapakan banyak-banyak berterima kasih kepada Masyarakat terutama para orangtua murid, yang begitu antusias memberikan partisipasi dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Semoga anak didik kami diberikan ilmu agama di samping belajar, ia juga belajar cara memperingati nabi Muhamad, SAW”, katanya Kepsep SDN 1 Tanah Maerah.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai bagian dari momentum.

Untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tidak hanya itu, ia juga berharap anak didiknya ini bisa meneladani akhlak seorang kekasih Allah, SWT penciptanya.

“Ia berharap pada siswa/i juga agar dapat menghampal baca al-quran akan di berikan hadiah”, katanya

Disela-sela pemberian kata sambuatanya ia memberikan hadiah kepada siswa/i bagi siapa dapat membaca salah satu ayat Al-Qur,an maka siswa boleh memperoleh dapat hadiah yang di berikan langsung pak camat Sepatan Timur.

Dan acara puncak tausiyah penceramah kondang KH.Khairul Ihsan Al-Fadhilah (Ki Gareng) menyampaikan, dengan di gelarnya acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini di SDN Tanah Merah I menjadi suatu kegiatan sangat luar biasa.

Untuk memberikan wawasan, pengetahuan kepada siswa/i, sebab keutamaan ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni:

1. Meningkatkan rasa syukur kepada Rasulullah SAW atas kehadirannya sebagai contoh tauladan bagi Umat Islam.

2. Memuji Baginda Rasul SAW.

3.Tholabul Ilmi atau menambah pengetahuan melalui pengajian saat Maulid Nabi.

4. Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan Umat Islam dalam berperilaku karena sudah dicontohkan semasa hidupnya. Ujarnya.

(sahat red)

Orang tua murid krikulum mardeka suruh beli buku dan LKS oleh Plt. Kepsek.

Tangerang, posjkt.com

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Barat 1, Kec. Sepatan Timur Kab. Tangerang, Banten diduga tidak profesional dalam menata dan seperti terabaikan, jumat (11/10).

Dugaan kurang terpuji kepengawasannya mengenai Siswa-siswinya SDN Kedaung Barat 1, semejak kepsek Priono pensiun sampai sekarang belum ada pengganti yang duduk sebagai pimpinannya.

Hal ini, terbukti guru dan siswa seperti kehilangan induknya.

Sedangkan Gedung SDN Kedaung barat 1, sudah lama di tinggal Kepseknya Priono sudah pensiun, belum ada penggantinya, bagai mana ia mau mengambil kebijakan karena pimpinannya tidak ada.

Sementara di gantikan oleh plt, Kepseknya, Samsiar.

Apa lagi gedung SDN kedaung barat 1, Samsir sudah 14 bulan sebagai PLT di SDN Kedung barat 1, untuk program kerja ia juga belum bisa memastikan.

“Tak ada yang berubah, Gedung dua lantai ini, saat anak-anak berkeliaran, bermain dan melakukan keluar dari krikulum mardeka, ia cemas pada orang tua murid”, tuturnya Sawiman (45) orang tua murid.

Menurut Sawiman, sangatlah mengerikan bila di pandang dengan mata, karena gedung yang banyak murid ini di atas 300 siswa ini sangat prihatin.

Orang Tua Siswa ini yang tak mau di sebutkan namanya lanjut Bapak ini bicara terus kemana itu bantuan-bantuan pemerintah ? Aneh.

“Saat di tanya sebut Orang tua Siswa ini, buku dan LKS mulai bebankan pada orang tua murid”, tuturnya pedagang.

Ia juga sebagai kerja pedagang gorengan ini, jika buku dan LKS yang di bebankan pada orang tua siswa ini, lumayan banyak.

“Kami minta pada Dinas Pendidikan Tangerang, agar di tinjau ulang pos anggaran Buku, LSK mardeka itu masuk ke pos mana ya?”, tutur si bapak tua Siswa Siswi SDN Kedaung barat 1 ini.

Kata ibu Nuryanti (35), jika di bebankan pada Dana Bos, kenapa di bebankan untuk membeli buku pada orang tua siswa.

(sahat red)

Almahum korban RSS murid SMP Deli Serdang, minta pada maknya, guru di penjarahkan.

Sumut, posjkt.com

Setelah hukum Muridnya di hukuman Skot jam dan Push UP 100 kali, oleh guru agamanya, akhir meninggal oleh amarah menjadi musibahnya, minggu (29/09).

Guru yang memberikan hukumannya pada murid, kini akan menjalani hukuman.

Pihak orang tua korban tidak senang perbuatan gurunya, memberikan hukuman terhadap muridnya berlebihan.

Ia menilai orang tuanya korban akan berjanji menuruskan kasus ini kepihak polisi.

Bahkan dari korban minta, ibunya turuskan sampai penjarah gurunya.

“Almahun korban RSS, ninta pada ibunya turuskan mak, agar gurunya sampai penjarahnya”, kata RSS sebelum 1 hari meninggal dunia.

RSS juga diduga diniaya oleh guru agamanya dengan kekerasan.

Bahkan ibunya nangis terus, kalau ingat anak masih hidup.

Bahkan ibunya juga trauma dengan meninggal anaknya yang di sanyanginya.

RSS (14), siswa SMP Negeri 1 STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Kamis (26/9/2024), diduga setelah dihukum guru agamanya melakukan squat jump 100 kali.

Usai dihukum, keesokan harinya RSS merasakan sakit di kaki dan mulai demam tinggi.

“Kondisinya semakin memburuk hingga pada Rabu (25/9/2024), RSS dibawa ke RSU Sembiring, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, dalam kondisi kritis.”

“Setelah menjalani perawatan, RSS meninggal keesokan harinya.

“Anak saya ngeluh kakinya bengkak dan demam tinggi.

Sempat dia bilang, ‘Mak, kakiku sakit sekali, penjarakanlah gurunya itu, Mak.

Biar jangan dia biasa begitu.’ Kamis pagi, anak saya sudah meninggal,” ujar Yuliana saat ditemui di kediamannya di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang, Jumat (27/9/2024).

Ketika di komfirmasi kedinas Pendidikan Deli Serdang, mengatakan kasus ini sedang di tangani oleh pihak berwajib.

“Kita juga tunggu hasil 1 atau 5 hari ini”, tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Deli Serdang.

(sahat red)

Ibu-ibu juga minta di usut tuntas pelaku dan pondok pasyantren.

Jakarta, posjkt.com

Para ibu-ibu sempat emosi lihat anak umur 12 sampai 15 ini di siksa oleh ketua kamar di pondok pasyatren, rabu (25/09).Ibu-ibu juga minta di usut tuntas pelaku dan pondok pasyantren.

Waduh, ini ketua kamar pondok pasyatren nyiksa temannya.

Ibu-ibu sempat emosional melihat vidio yang kirim ke group whatsapp

Sampai saat yang ngirimkan vidio ini, agar aparat hukum tangkap ketua kamar dan pembimbing pondok dan pengasuh agar di proses hukum.

“Kami minta pada aparat polisi, jika sekolah ini masih operasinal agar di tutup, agar tidak menular pada anak-anak yang lain”, tuturnya Ny. Ica.

Menurut Ny. Ica, kasihan masih ada kekerasan terhadap dalam kamar pondok pansyatren.

“Kami melihatnya, agak risih dan Tolong sebarkan kesemua grup biar cepat ketangkap”, tuturnya.

Kata Julianhi (40) ia juga berharap vidio itu yang di kirimkan pada kita, agar tidak kenapa-kenapa anak kita di pondok pasyatren.

“Kami membersarkan anak dan memberikan ilmu cukup penuh, sampai-sampai kami pondokan anak kami sehingga ahlaknya baik, bukan seperti di vidio ini”, tuturnya.

Sebenarnya, Ini dari pondok mana nih, ya?. Semoga orang tua yang lain, agar hati-hati memilih pondok mana yang harus pantas kita titip.

(Henny / feri)

Ponpes Markaz Syariah terjadi kekersan terhadap M, kini pelaku akan di tangkap.

Jakarta, posjkt.com

Penyiksaan M kini sudah masuk ke tahap ke tingkat penyidikan, Pondok yayasan Markaz Syariah Bogor, Jawa Barat, sabtu (21/09).

M disiksa oleh teman-temannya, apakah sipat cemburuhnya terhadap korban.

Kasus peniyaan itu juga pihak korban belum menjelaskan, kronologis kejadian itu.

Tetapi pihak aparat polisi akan melakukan pengambilan barang bukti-bukti.

Sehingga korban akan di jerat pasal berlapis-lapis.

“kini pihak korban lagi di rawat di rumah sakit, untuk menjalani stabilitas pisiknya”, tuturnya Yudi Andrian (45) pihak kelaurga.

Pihak keluarga minta pada aparat polisi agar di proses hukum pelakunya.

Bila perlu masukin ke penjarah, di sekolah itu tidak ada jagoan dan tidak ada geng.

“Kami berharap pihak polisi benar-benar tangkap pelakunya”, tuturnya

Polisi tengah mengusut dugaan penganiyaan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, milik Habib Rizieq Shihab, dengan korban M (17).

Kini dugaan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menyebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Dia juga mengatakan penyidik nantinya akan memeriksa sejumlah saksi.

“Sudah kita ambil keterangan sebagai korban, kita sudah meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.

Tinggal selanjutnya pemeriksaan saksi-saksi.

Saksi dan pemeriksaan terlapor juga sudah di siapkan,” kata Teguh kepada wartawan, Kamis (19/9/2024), dikutip di Medsos.

Teguh menyebut korban kini masih menjalani rawat jalan di rumahnya.

Sehingga pihaknya, katanya, mengambil keterangan pelapor di rumah korban.

“Untuk korban karena dari awal lapor masih menjalani rawat jalan, jadi belum memungkinkan untuk diambil keterangan.

Tapi hari ini tadi sore kita sudah inisiatif mendatangi rumah korban.

Untuk melakukan keterangan pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa barang bukti yang kita ambil pada korban dan pihak keluarga korban berkenan dan korban juga menyanggupi untuk memberikan keterangan,” katanya.

(henny / feri)

SDN Rawa Buntu I mengadakan Pesta Rakyat Tangsel Punya Gaye, cukup meriah.

Tangerang selatan, posjkt.com

Sekitar 50 Siswa ikut merayakan ulang tahun Tangerang Selatan yang ke-15 ini dengan menampilkan pesta rakyat sampai tingkat Sekolah dasar negeri (SDN), minggu (15/09).

SDN Rawa Buntu I mengadakan Pesta Rakyat Tangsel Punya Gaye, cukup meriah.

Dengan tema : PESTA RAKYAT TANGSEL PUNYA GAYE HUT yang ke 15 Kota Tangerang Selatan Banten di rayakan pada tgl 15 September-2024, di lapangan Cilenggang.

“Kira-kira sekitar 50 Orang Siswa/Siswi SDN Rawa Buntu 1 juga para Guru dan Kepala Sekolah Ikut meriahkan acara ulang tahun yang ke 15, dengan cukup meriah”, Cahaya Nurhayadi, S.Pd guru kelas..

Menurut Cahaya, bahwa ia juga tak mau ketinggalan mengikuti PESTA RAKYAT TANGSEL PUNYA GAYE diadakannya kegiatan di Pamulang SCQUARE meriahkan PESTA RAKYAT TANGSEL PUNYA GAYE.

Mengikuti Hari Ulang tahun yang 15 Kota Tangerang Selatan 15-september-2024 di mulai jam 0,700 selesai – 23 00 di Pamulang SCQUARE

Menurut Dimas (10) ia juga senang di adakan acara ini. Yang diselenggarakan oleh Dinas pariwisata TANGSEL Tangerang Selatan.

“ACARA PESTA RAKYAT PUNYA GAYE yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata Tangsel di iringi Marching band Gita Bahana Swara SDN Rawabuntu 01 Serpong Tangerang Selatan”, tuturnya siswa ini dengan polos. 

( Sahat red )

Jika masih ada siswa di sekolah ke dibulling, harus sekolah ditutup oleh Kemenpenbub.

Jakarta, posjkt.com

Para natizen juga sampai viral seorang siswa, tidak memberikan ketenangan untuk menuntut ilmu di sekolah, sehingga bisa menghakimin temannya sendiri, Jakarta.

Menurut Akun @kegoblogan anak sekarang, bisa tidak mendapatkan pendidikan yang tidak layak pada siswa lain.

Hal ini jadi Pekerjaan pada menteri Pendidikan Nasional (Menpenbunas) agar sekolah-sekolah melakukan dibullying agar tutup.

Hal ini bisa saja terjadi pada anak kita bagai mana perasaan orang tua.

“Coba bantu viralkan gaes!!! No viral, no justice”, katanya natizen.

Menurut ia, SMA Binus kembali jadi tempat perundungan siswa.

Kali ini terjadi di SMA Binus Simprug.

Di lingkungan sekolah dan jam belajar, siswa berinisial RE dibully dan dilecehkan secara seksual oleh para pelaku yg berjumlah 30an orang.

“Bahkan korban dikeroyok hingga harus dilarikan ke RS. Miris! Guru dan petugas keamanan sekolahnya kemana?”, katanya Akun @kegoblogan
99 pataiso
Menurut @kegoblogan, hal ini membuat risau para natizen, ingin marah-marah lagi kasus susila beredar di kampus Vinus.

Owh kata ortu siswa nama ketua gang pembully di SMA Binus itu Keanu Lito Sulistio.

Dari sini netizen bisa menebak nama ayahnya kan?Ini video kesaksian korban.

Sejak hari pertama sekolah korban dibully dan disiksa. Kemaluannya dipegang.

Ditanyakan anak siapa oleh para pelaku yang mengaku anak pejabat, ketum partai, anggota DPR, dll.

Sudah lapor polisi sejak 8 bulan lalu tapi anyep.

“Mungkinkah ada orang berpengaruh yg menghambat proses hukum di kepolisian”, katanya@divhumas_polri?

Menurut dia Pa @nadiemmakarim mohon perhatiannya terhadap kasus bully yang terus menjamur di sekolah-sekolah.

Minsalnya, bisa ga sih di buat hukum bagi anak di bawah umur melakukan kejahatan.

“Biar ada efek jera gitu biar g seenaknya sama orang lain”, ujarnya akun krystal.

(henry / feri)

Berita ini sudah viral di media, agar di upayakan pihak polisi usut tuntas kasus PPDB di SMAN 11 Sepatan

Tangerang, posjkt.com

Diduga siswa yang sudah bayar uang masuk melalui Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PPSB) belum selesai, bahkan di banyak yang terlibat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kab. Tangerang-Sepatan, Banten belum selesai, kamis (15/08).

Diduga pihak aparat polisi Metro Tangerang Kota belum tangkap penyelanggara PPSB tahun 2024, kini orang tua yang merasa di tipu, mau mengaduh kemana?.

Bahkan ada dugaan yang terlibat didalamnya, oknum DPRD Kab. Tangerang, Komite dan calo pendidikan juga belum di usut oleh polisi.

Kini masalahnya PPSB kasus masuk siswa bayar 4 juta hingga 6 juta belum ketangkap, karena orang tua yang merasa tertipu belum terima, sampai saat ini.

Menurut informasi bahwa sempat Gaduh penerimaan siswa baru di SMAN 11 Sepatan tak ada abisnya selama penerimaan siswa didik baru lewat jalur prestasi masih di kuasai oknum anggota DPRD dan Komite.

Tiga siswi dari SMPN 1 Rajeg yang masuk ke SMAN 11 Sepatan lewat jalur prestasi harus merogoh kocek 6 juta sampai 8 juta.

Tidak tanggung-tanggung calo yang mendapat mangsa calon siswa langsung di minta berkasnya.

Masalah bayar belakangan yang penting siswanya di terima.

“Jangan takut ga di terima yang masukin anggota dewan”, ujar salah satu orang tua siswa menirukan calo sekolah yang mamasukan anaknya di sman11 Sepatan.

Menurut Suedih (40) warga Sepatan induk mengatakan, anaknya tidak diterima masuk SMAN 11 Kabupaten Tangerang melalu jalur Zonasi dan prestasi.

Setelah itu saya berusaha untuk menemui salah satu komite sekolah SMAN 11 Sepatan.

Berharap supaya anaknya dapat dibantu masuk sekolah SMAN 11 Sepatan.

Namun setelah bertemu Oknum Komite ternyata diminta sejumlah nominal uang sebesar 5 juta rupiah.
Suedih hanya bisa mengurut dada karena uang yang di minta oknum Komite sangat besar.

“Karena merasa tidak mampu dan tidak memiliki uang sebesar 5 juta Akhirnya saya menolak permintaan oknum tersebut,”Ujar Suedih kepada wartawan, belum lama ini.

Harapan Suedih (40) supaya anaknya bisa diterima sekolah negeri karena memang saya kurang mampu.

Setahun saya sekolah negeri itu gratis dan tidak ada bayaran sekolah pungutan seperti ini.

Di tempat terpisah salah satu waliurid yang tak mau namanya di sebutkan mengatakan anak saya masuk sini juga lewat guru yang menerima PPDB.

“Bayar pak ga ada yang gratis”, ujar wanita paruh baya ini.

Sekolah di buat negara, guru di gaji negara masuk sekolah harus bayar mahal.

Anak saya di terima sekolah favorit di Kota Tangerang. Karena tinggal saya di selatan kasian juga anaknya kalau brangkat jam 05.30 Wib pagi.

“Kalau disini kan bisa brangkat jam 06.30 Wib masih bisa sarapan”, ujarnya.

Menurut informasi, bahwa dikonfirmasi melalui via wapsat salah satu Komite sekolah SMAN 11 Kabupaten Tangerang ijul muluk tidak mengangkat teleponnya.

Kepada wartawan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman angkat bicara.

Terkait komite sekolah semestinya praktisi yang paling peduli pendidikan yang menjadi seorang komite dan tolong jangan hanya urusin PPDB aja kerjanya.

Bibing menantang awak media dipublis saja memang itu semua fakta yang ada di lapangan, Kebiasaan setiap PPDB selalu ribut penerimaan siswa.

“Apa lagi SMAN 11 Sepatan memang langganan pungli PPDB”, ujar Bibing.

Pihak LSM Trantib Drs. Anwar, minta pada aparat polisi usut tuntas kabar dari orang tua murid, jika perlu di tangkap panitia PPDB ajaran 2024/2025.

“Berita ini sudah viral di media, agar di upayakan pihak polisi usut tuntas kasus PPDB di SMAN 11 Sepatan”, tuturnya.

(Prayitno)