posjkt.com Tangerang // Terjadi insiden atap ruang kelas ambruk di SDN Kedung Dalam II, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 09.30 WIB.
Kondisi bangunan ambruk sdn Kedung 2
Berikut detail insiden tersebut:
– Korban:
– 11 murid mengalami luka-luka, terdiri dari 2 luka berat dan 9 luka ringan.
– Seluruh korban dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
– Penyebab ambruknya atap ruang kelas belum diketahui secara pasti.
– Reaksi Bupati:
– Bupati Tangerang, Maesyal Rasyied, langsung menjenguk siswa yang menjadi korban sekitar pukul 10.30 WIB.
– Bupati meminta rumah sakit untuk menangani siswa yang terluka secara cepat dan tepat.
– *Ruangan yang Ambruk:
– Dua ruangan kelas yang ambruk adalah kelas 5 dan kelas 6.
Bupati Maesyal Rasyied didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, dalam kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk siswa yang terluka.
Pimpinan redaksi posjkt.com, menduga Kurangnya perhatian dan pengawasan dinas pendidikan dalam pengawasan kwalitas bangunan sekolah yang seharusnya sudah layak rehab ternyata belum sepenuhnya dapat perhatian, hingga terjadi insiden ambruknya bangunan sekolah. Sementara dibeberapa sekolah yang masih layak pakai sudah direhab lagi.
POSTJKT. COM // BANTEN Tangerang, –Sesuai dengan amanat Undang-Undang Wajib Belajar 12 Tahun di Indonesia bertujuan meningkatkan mutu pendidikan nasional dan sumber daya manusia.
Berikut beberapa poin penting terkait kebijakan ini
Dasar Hukum: Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar.
Tujuan
– Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia
– Mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial
– Mempersiapkan generasi muda menghadapi Revolusi Industri 4.0
– Menjaga stabilitas sosial dan membangun karakter generasi muda
– Menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing global
Implementasi
Program wajib belajar 12 tahun mencakup pendidikan dasar dan menengah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Kendala…
Tingginya angka putus sekolah dan mahalnya biaya pendidikan menjadi kendala utama implementasi program ini.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Melalui anggaran negara APBN dan APBD pemerintah terus mengupayakan pendidikan yang berkualitas.
Anggaran pendidikan di Indonesia saat ini mencapai 20% dari total Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahun 2024, anggaran pendidikan sebesar Rp665 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp522,1 triliun. Sementara itu, anggaran pendidikan untuk tahun 2025 ditargetkan meningkat 8,9% menjadi Rp724,26 triliun dari Rp665,02 triliun pada tahun sebelumnya.¹ ² ³
Dengan demikian, anggaran pendidikan Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid secara resmi menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) program sekolah jenjang SD dan SMP swasta gratis dengan Satuan Pendidikan Swasta Penyelenggara Sekolah Gratis.
Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab). Rabu, (2/7/25).
Bupati Tangerang menyampaikan bahwa momen ini merupakan hari yang bersejarah bagi pendidikan di Kabupaten Tangerang.
Program sekolah swasta gratis ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan memberikan akses pendidikan yang mudah dijangkau bagi seluruh anak-anak di wilayah Kab. Tangerang.
“Penandatanganan MoU ini menandai dimulainya program sekolah gratis secara bertahap pada tahun 2025.
Tahun ini, sebanyak 51 SD dengan total sekitar 15.000 siswa dan 128 SMP dengan 33.000 siswa sudah resmi mendapatkan fasilitas sekolah gratis,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Dia mengatakan bahwa pada tahun 2026 dan maksimal 2027, seluruh sekolah swasta jenjang SD dan SMP di Kabupaten Tangerang akan juga ikut digratiskan secara bertahap.
Menurut dia, tujuan utama program ini adalah untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Tangerang yang putus sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, serta mendukung upaya pemerintah dalam mencerdaskan bangsa.
“Dengan pendidikan yang merata, kita berharap SDM anak-anak kita semakin berkualitas dan siap berkontribusi membangun daerah dan bangsa sesuai Asta cita Presiden Prabowo,” imbuhnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa program sekolah swasta gratis ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang merata, inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang tanpa kecuali
“Program ini dirancang sepenuhnya untuk memberikan bantuan pendanaan pendidikan bagi para siswa yang sekolah di satuan pendidikan swasta yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, baik di jenjang SD maupun swasta,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan RI, Dr. H. Khamim sangat mengapresiasi inisiatif Kabupaten Tangerang sebagai pelopor program sekolah gratis untuk SD dan SMP swasta di Indonesia.
“Program ini tentu akan meningkatkan angka partisipasi kasar dan murni anak-anak usia sekolah, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Dan sepengetahuan saya, seingat saya ini yang pertama di Indonesia ya Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Redaksi. Switno/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang
POSTJKT. COM, BANTEN-Tangerang Curug, SMA NEGERI 3 mendadak di demo masyarakat sekitar terkait penerimaan siswa baru. Menurut warga masyarakat budi ( 47 ) bahwa anaknya tidak diterima melalui jalur domisili, padahal rumahnya dekat dengan sekolah. Keterangan tersebut dipastikan tidak diterima karna nama anaknya tidak muncul dalam aplikasi ppdb.bantenprov.
Kurangnya pemahaman orang-tua dalam mendaftarkan anaknya, menjadi personal serius.
Menurut pengamat pendidikan pendidikan H. TAMBA, bahwa berbasis digital yang dibuat pemerintah, belum dapat dipahami dengan baik. Kurangnya sosialisasi dari sekolah atau penyelenggara pendidikan menjadi PR buat aparatur terkait.
Demo di SMA Negeri 3 Kabupaten Tangerang terjadi pada 26 Juni 2025, dilakukan oleh warga Desa Kadu Jaya yang protes terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dianggap tidak adil. Mereka keberatan dengan persyaratan domisili yang ketat, sehingga banyak anak-anak dari desa tersebut tidak diterima di sekolah tersebut, meskipun rumah mereka dekat dengan SMA Negeri 3.
Persyaratan SPMB yang Menuai Kontroversi,
Domisili: Calon siswa harus memiliki domisili yang sesuai dengan wilayah sekolah.
Nilai Rapot: Calon siswa harus menyertakan nilai rapot 5 semester.
Kartu Keluarga: Calon siswa harus memiliki Kartu Keluarga yang diterbitkan dalam satu tahun terakhir.
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak: Orang tua harus menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak.
Tuntutan Warga mempermudah proses penerimaan: Warga meminta agar proses penerimaan siswa lebih adil dan tidak memberatkan.
Mengutamakan jarak domisili: Warga berharap agar jarak domisili menjadi prioritas dalam proses penerimaan siswa.
Tindakan Selanjutnya:
Pengaduan ke pemerintah: Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, warga berencana untuk mengadu ke pemerintah daerah, provinsi, atau kementerian pendidikan.
Dengan suara lantang dari masyarakat segera benahi ppdb yang membuat orang tua kesulitan.
Banten, POSTJKTC. COM, Penampakan wajah suram SMA 10 KABUPATEN TANGERANG, menunjukkan citra sangat memprihatinkan dimana cat tembok dan cat pagar sudah usang dan mengelupas begitu juga dengan penampakan atap genting ruang kelas yang sudah mulai pada ambruk karna kurangnya pemeliharaan.
Papan Nama Kusam dan tidak terawat.
Tidak hanya papan nama sekolah cat tembok bangunan sekolah juga terlihat usang, menampakkan cat dinding bangunan sudah terkelupas.
Kurangnya pengawasan dari pihak terkait bidang sapras dan laporan dari kantor cabang dinas, memperburuk keadaan sekolah. Saat ditemui di ruang kerjanya, kepala sekolah yang biasa dipanggil Pak Ayi. Mengakui bahwa dana pemeliharaan sekolah pertahun hampir mencapai 0,5 Milyar rupiah ”c… Dengan nada tinggi.. Benar data itu itu kami yang buat dan melaporkan ke dapodik, tapi di situkan banyak koding/ item yang tidak ditampilkan… Jadi anda tidak paham….” ungkanya ke awak media posjkt.com
Wajah Kepala sekolah yang memerah, seperti menampak nilai rapot kerjanya merah dalam perawatan dan belanja dana BOS. Dana habis hasil buruk?
Kiri Kepsek SMA N 10 Kab. Tangerang
Berdasarkan pantauan POSTJKT. COM, banyak kerusakan bangunan sekolah yang perlu diperbaiki, seperti lantai yang sudah pada retak atap ambruk cat tembok mengelupas, pagar sekolah berkarat. Pihak inspektorat wajib turun ke SMA 10 kabupaten Tangerang.
Dana BOS adalah uang negara yang berasal dari pajak rakyat, sehingga sangat wajar bila publik ingin tahu ke mana dana itu digunakan. Jika penggunaan dananya bersih, seharusnya tidak ada alasan untuk takut diperiksa.
Transparansi dan Akuntabilitas
– Transparansi dalam penggunaan dana BOS sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan pendidikan
– Akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS juga penting untuk mencegah penyalahgunaan dana
– Publik memiliki hak untuk mengetahui bagaimana dana BOS digunakan, karena itu adalah uang negara yang berasal dari pajak rakyat
Pemeriksaan dan Pengawasan
– Pemeriksaan dan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan baik
– Jika penggunaan dananya bersih, maka seharusnya tidak ada masalah dengan pemeriksaan dan pengawasan
– Pemeriksaan dan pengawasan juga dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan dana BOS dan mencegah penyalahgunaan dana.
Lembaga Swadaya masyarakat YUK berharap pihak terkait seperti penegak hukum kepolisian dan inspektorat Segera melakukan audit. Penggunaan dana BOS yang tidak tepat sasaran atau tidak sesuai dengan peraturan dapat dikategorikan sebagai penyelewengan dana BOS. Penyelewengan dana BOS dapat menimbulkan konsekuensi hukum, baik administratif maupun pidana.
Konsekuensi Hukum
– Pidana penjara: bagi pejabat atau pelaksana yang melakukan penyelewengan dana BOS dapat diancam dengan pidana penjara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
– Denda: selain pidana penjara, juga dapat dikenakan denda sebagai konsekuensi hukum atas penyelewengan dana BOS.
– Tanggung jawab administratif: pejabat atau pelaksana yang melakukan penyelewengan dana BOS juga dapat dikenakan sanksi administratif, seperti pencabutan jabatan atau pemberhentian dari jabatan.
– Transparansi dan akuntabilitas: pengelolaan dana BOS harus dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk mencegah penyelewengan.
– Pengawasan: perlu dilakukan pengawasan yang efektif terhadap pengelolaan dana BOS untuk mendeteksi dan mencegah penyelewengan.
– Pendidikan dan pelatihan: perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi pejabat dan pelaksana yang terkait dengan pengelolaan dana BOS untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mengelola dana BOS secara tepat dan akuntabel.
POSTJKT. COM || BANTEN-TANGERANG, Dana BOS yang dianggarkan SMAN 10 Kabupaten Tangerang hampir 0,5 milyar pertahun, tidak berbanding lurus dengan keadaan fisik sekolah. Bangunan sekolah SMA Negeri 10 kabupaten Tangerang menampakkan wajah kurang terawat dimana kondisi sekolah sudah mulai lapuk dimakan usia, kondisi cat tembok yang sudah usang nampak jelas di tembok sekolah.
Papan nama sekolah
Kondisi sekolah yang menerima bantuan oprasional sekolah tergolong tidak sedikit, dengan jumlah siswa sesuai dengan data dapodik tahun 2023-2024.
Bahwa anggaran pemeliharaan hampir menembus 0,5 Milyar Rupiah.
Sata di temui di ruang kerjanya, bahwa data laporan keuangan dari data dapodik yang ditunjukkan awak media pilostjktc.com, ke guru dan kepala sekolah SMA N 10, mengakui kebenaran data tersebut. “Tapi ada tapinya, data itu tidak menjelaskan apa saja yang kami belanjakan, seharusnya didalam ada juga koding ribuan, jenis belanja” Pungkas.
Kiri Kepsek SMA N 10
Dengan nada tinggi dan sambil berdiri Kepala sekolah, mengakui semua data dan benar bahwa dana BOS pertahun menelan hampir 0,5 milyar.
0,5 Milyar ternyata tidak cukup untuk membuat sekolah lebih indah dan rapih. Menurut pengamatan awak media, keada sekolah yang semakin usang atap bocor, plafon busuk dan roboh agar segera dapat perhatian dari dinas pendidikan Provinsi Banten. Generasi penerus bangsa harus tercipta dan didik disarana yang baik.
POSTJKTC. COM / BANTEN, Penerima peserta didik baru, sudah dimulai pertanggal 16 Juni 2025, secara online melalui link ppdb.bantenprov.go.id. Berjalan dengan berbagai kendala, link tidak respon dan menolak.
Menurut informasi yang dihimpun media POSTJKT. COM, setalah masuk tahap pertama pendaftaran. Terdapat dua pilihan sekolah tertera dalam daftar situs. Yang dituju dan pilihan kedua yang terdekat.
Pilihan kedua yang dicantumkakan jika ditolak dengan sekolah pilihan pertama, dialihkan kesekolah swasta.
Sangat disayangkan jika pilihan pertama tolak, pilihan alternatif ke swasta. Pilihan swasta yang di camtumkan di Kabupaten Tangerang, kecamatan Tigaraksa SMA PGRI 58 yang notaben sekolah tersebut tidak layak sebagai sarana pendidikan.
Kondisi sekolah yang disarankan secara otomatis dari sistem penerimaan murid baru sangat memprihatinkan. Dimana keadaan sekolah sudah tidak terawat dan mengalami kerusakan disetiap sisi bangunan, lebih layak disebut kandang hewan.
Ditempatkan berbeda, kepala sekolah SMA PGRI 58 Idris, mengakui keadan sekolah seperti yang terlihat saat ini ya ga layak. Pungkasnya.
Selamat mejabat 10 tahun, Indris mengakui tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun, selain dana oprasional sekolah. Indris juga menjelaskan, bahwa status lahan sekolah juga tidak jelas, alias tak bertuan. Lahan yang saat ini ditempati dalam pengawasan ormas setempat. Bahkan sudah ada pemagaran sepihak oleh ormas.
SMA PGRI 58 dalam daftar dapodik
SMAS PGRI 58 TIGA RAKSA
SMAS PGRI 58 TIGA RAKSA
Kab. Tangerang, Prov. Banten
Akreditasi
C
Informasi Umum
Kepala Sekolah
Nomor Pokok Sekolah Nasional
20603324
Jumlah Guru & Tenaga Pendidikan
0
Status Sekolah
Swasta
Rasio Guru dan Murid
1:Infinity
Jumlah Murid
30
Anggaran Dana BOS
2024
Tahun
Rp 39.260.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
52
Tanggal Pencairan
18 Januari 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 3.265.200
pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 0
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 5.000.000
pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 2.371.200
pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 4.214.400
pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 2.214.000
pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 3.000.000
penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 0
pembayaran honor
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 19.020.000
Total Dana
Rp 39.084.800
Anggaran Dana BOS
2024
Tahun
Rp 39.260.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
52
Tanggal Pencairan
09 Agustus 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan dan/atau layanan pojok baca
Rp 0
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain
Rp 7.000.000
pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain
Rp 3.771.200
pelaksanaan administrasi kegiatan Satuan Pendidikan
Rp 3.050.000
pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 2.214.000
pemeliharaan sarana dan prasarana
Rp 2.580.000
penyediaan alat multimedia pembelajaran
Rp 0
pembayaran honor
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 20.820.000
Total Dana
Rp 39.435.200
Anggaran Dana BOS
2023
Tahun
Rp 61.155.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
81
Tanggal Pencairan
16 Februari 2023
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 2.452.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 4.800.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 10.905.600
administrasi kegiatan sekolah
Rp 2.353.800
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 2.220.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan
Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 37.380.000
Total Dana
Rp 60.111.400
Anggaran Dana BOS
2023
Tahun
Rp 61.155.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
81
Tanggal Pencairan
24 Juli 2023
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 0
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 4.800.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 8.196.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 4.707.600
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 2.220.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan
Rp 4.895.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 37.380.000
Total Dana
Rp 62.198.600
Jauh berbeda dengan kondisi dilapangan, menurut salah satu guru bahasa , mengungkapkan, jumlah siswa dari tahun ajaran baru 2024-2025, jumlah siswa hanya 19 orang dengan satu jurusan. Saat sudah menginjak kelas 12.
Kepala Sekolah SMA PGRI 58 IDRIS
Kurangnya pengawasan dinas pendidikan Provinsi Banten, perlu dipertanyakan. Standar kelayapan prasaran pendidikan, yang tidak memadai, membuat keprihatinan orang tua calon siswa.
POSTJKT. COM BANTEN // Tangerang, 16 Juni 2025, pelaksanaan pendaftaran calon siswa-siswi baru di kabupaten Tangerang, untuk tingkat SMA Negeri, mengalami kendala. Hususnya di SMA Negeri 6 kabupaten Tangerang. Silvia (36) mendaftarkan, anaknya dari mulai dini hari senin 16 Juni 2025, mengalami kendala untuk masuk, ke website, ppdb.bantenprov.id. server yang dituju selalu menolak, dengan keterangan halaman tidak ditemukan.
Kondisi web
Sesuai dengan keterangan digambar. Beberapa orang tua calon siswa-siswi mengalami, kesulitan dengan hal tersebut. Kurangnya pemahaman penggunaan digital, menjadi beban bagi calon siswa untuk mendaftarkan dirinya kesekolah yang dituju atau diminati.
Senada dengan kondisi yang dialami orang tua siswa, pihak panitia di SMA Negeri 6 , mengalami hal demi ky, sulit masuk ke website ppdb. Karna jaringan sibuk atau eror. Salah satu guru panitia ( engan menyebutkan namanya) penerima calon siswa SMA Negeri 6 baru, menurut hal demikian karna banyaknya yang membuka link tersebut.
Kondisi ini diperburuk dengan, pilihan yang dibuat oleh Kemendikbud dalam hal pendaftaran, jalur ini itu, yang tujuannya hanya satu, yaitu mendapatkan pelayanan pendidikan di negri yang banyak aturan ini. Membuat masyarakat makin bingung dengan istilah istilah, jalur. Entah jalur apa itu, kata pengamat pendidikan, purba (43). Bukankah negara ini mewajibkan belajar 12 tahun. Wajib belajar kok pake syarat yang bertele-tele. Seharusnya jika suatu daerah belum memiliki sarana yang yang cukup, jalur jalur itu seharusnya di kecualikan. Pungkasnya.
BANTEN TANGERANG POSTJKTC. COM Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi meluncurkan program uji coba angkutan sekolah gratis untuk pelajar di wilayah Kabupaten Tangerang. Acara peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah di area Bizpoint, Kecamatan Cikupa. Selasa, (10/6/2025).
Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen, Pemkab Tangerang dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Program ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan Perum DAMRI serta hibah satu unit kendaraan dari Kementerian Perhubungan.
“Hari ini kita mulai layanan antar-jemput bagi siswa-siswi agar mereka dapat sekolah dengan aman dan tepat waktu. Ini menjadi bagian dari langkah kami menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, termasuk dengan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SD dan SMP swasta secara bertahap,” ungkap Bupati.
Pihaknya berharap program angkutan sekolah gratis ini juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, mengurangi kemacetan akibat penggunaan kendaraan pribadi, serta menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi daerah.
“Kami mohon peran serta dari orang tua dan masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Sosialisasi juga akan terus dilakukan agar anak-anak tahu titik kumpul dan rute kendaraan,” tuturnya.
Lanjut dia, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk tahun 2025, dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya untuk program sekolah gratis SD dan SMP swasta. Pihaknya berharap, dalam waktu kurang dari lima tahun, seluruh siswa SD dan SMP swasta di Kabupaten Tangerang bisa menikmati pendidikan gratis secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, dalam laporannya menyebutkan bahwa program ini akan mulai beroperasi pada Juni hingga Desember 2025 untuk zona 1 wilayah Tigaraksa, dengan tiga unit bus sedang Damri dan satu unit HiAce hibah dari Kemenhub.
Adapun jam operasional angkutan sekolah ini meliputi: pagi, 05.00 – 07.30 WIB, siang: 12.00 – 15.00 WIB dan sore: 16.00 – 18.00 WIB
“Rute utama yang dilalui antara lain untuk keberangkatan: BizPoint Cikupa -Jl. Pemda Tigaraksa -JI. KH. Syekh Nawawi -Jl. Taman Adiyasa -Jl. Syekh Mubarok – Jl. Aria Jaya Santika – SDN Negeri Seglog. Dan untuk kedatangan: SDN Negeri Seglog-Jl. Aria Jaya Santika – Jl. Syekh Mubarok – JI. KH. Syekh Nawawi – Jl. Pemda Tigaraksa – U-turn Pos Pantau Dishub Tigaraksa – Bizpoint Cikupa,” jelas Taufik
Menurut Rudi M Bupati kabupaten Tangerang, Program Angkutan Sekolah Gratis ini merupakan wujud nyata Pemkab Tangerang dalam menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Harapannya, program angkutan sekolah gratis ini juga dapat menciptakan generasi penerus yang lebih berdaya dan berpendidikan,” pungkasnya.
Tangerang // posjktc.com Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meresmikan unit sekolah baru Peresmian SMKN 15 Kabupaten Tangerang di Kecamatan Cisauk, Rabu (07/05/25).
Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan prasasti, lalu dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Banten. Turut hadir juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo.
Wabup Intan mengatakan bahwa peresmian unit sekolah baru SMKN 15 ini menjadi tonggak penting. Selain mewujudkan pendidikan berkualitas di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Tangerang juga meningkatkan pemerataan akses pendidikan kejuruan di Kabupaten Tangerang.
“Kami bersyukur atas hadirnya sekolah ini menjadi tonggak penting. Selain mewujudkan pendidikan berkualitas di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Tangerang, juga meningkatkan pemerataan akses pendidikan kejuruan di Kabupaten Tangerang,” untuk calon calon siswa yang akan datang. Semoga dengan kehadiran SMKN 15 dapat menampung anak-anak didik dilingkungan sekitar. ungkap Wabup Intan.
Dia menandaskan SMKN 15 bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik masyarakat. Untuk itu pihaknya meminta kepada semua pihak untuk menjaga serta merawat SMKN 15 dengan sepenuh hati agar keberadaannya bener-benar optimal manfaatnya.
“Saya meminta kepada guru-guru dan tenaga kependidikan serta semua pihak untuk untuk merawat dan memanfaatkannya seoptimal mungkin Unit Sekolah Baru ini,” pintanya
Mengakhiri sambutannya, Wabup Intan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten dan seluruh jajarannya atas perhatian dan segala upayanya membangun dan memperkuat dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten atas perhatian dan dukungannya dalam membangun dunia pendidikan di daerah kami. Semoga peresmian SMKN 15 ini menjadi awal dari lahirnya generasi emas Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang yang memiliki keterampilan, semangat kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Andra Soni mengungkapkan bahwa SMKN 15 Kabupaten Tangerang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemkab Tangerang, DPRD Provinsi Banten, dan masyarakat Cisauk.
“Adanya SMKN 15 ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten, DPRD Banten, Pemkab Tangerang dan Masyarakat Cisauk,” jelas Andra Soni.
Menurut dia, kolaborasi dan sinergitas yang terjalin ini diharapkan mampu meningkatkan kemajuan pendidikan yang adil dan merata. Selain itu, adanya program sekolah SMA/SMK/SKh swasta gratis juga diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak di Provinsi Banten untuk mendapatkan pendidikan.
“Saya yakin dengan kolaborasi dan sinergi serta dukungan yang kuat dari berbagai pihak, kemajuan yang adil dan merata bisa tercapai. Syaratnya, tidak korupsi,” tegasny
Kabupaten Tangerang //postjktc.com– Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang menganggarkan sangat besar untuk Belanja Paket Pembelajaran Digital.
Melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan,yang sudah selesai dilaksanakan pada triwulan pertama, pengadaan Belanja Paket Pembelajaran Digital tersebut menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 dengan total pagu sebesar Rp2,850 miliar.
Dalam rinciannya, Dindik Kabupaten Tangerang merinci belanja Paket Pembelajaran Digital tersebut terdapat sebanyak 23.750 paket.
Namun tak ada rincian detail terkait Paket Pembelajaran Digital tersebut digunakan untuk jenjang pendidikannya, apakah untuk Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain itu tidak ada penjelasan Paket Pembelajaran Digital tersebut untuk mata pelajaran apa saja.
Berbanding terbalik dengan fasilitas gedung sekolah yang sudah banyak usang dan palafon ruang kelas pada ambruk, di tingkat sekolah dasar. Kurang tepatnya pengangaran dalam sekala prioritas, menjadi sorotan publik terutama para pengamat dunia pendidikan.
Kasi sapras Yudi, melalui pesan singkat, saat di konfirmasi terkait pengadaan pembelajaran digital tersebut, mengaku tidak tau.
Sampai dengan diterbitkan postjktc.com, berita ini, pihak-pihak terkait yang seharusnya dapat menjelaskan pegadaan tersebut, masih bungkam dan memilih menggunakan haknya, tidak menjawab wartawan, baik secara tatap muka maupun melaui telepon seluler. Seperti kabid SD , lebih memilih memblokir nomor dari dari media postjktc.com.
Sangat disayankan, hal hal yang seharusnya terpublikasi kepublik dengan transparan, justru tertutup rapat , seakan-akan menjadi rahasia negara. Yang tidak dapat diketahui umum.
Tercatat di sirup lkpp 2025, Dinas Pendidikan Belanja Paket Pembelajaran Digital 2.850.000.000 E-Purchasing APBD 53949365 December.
Produk paket digital untuk tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dapat berupa berbagai jenis konten edukatif yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Berikut beberapa contoh produk paket digital yang dapat digunakan di tingkat SMP:
1. *Paket Pembelajaran Online*: Konten pembelajaran online yang mencakup materi pelajaran, video, animasi, dan latihan soal untuk berbagai mata pelajaran seperti matematika, IPA, IPS, dan bahasa Indonesia.
2. *Aplikasi Pembelajaran Interaktif*: Aplikasi mobile atau desktop yang menyediakan pengalaman belajar interaktif melalui game edukatif, simulasi, dan aktivitas lainnya yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa.
3. *E-Book dan Materi Digital*: Buku digital dan materi pembelajaran lainnya yang dapat diakses melalui perangkat digital, memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan fleksibel.
4. *Video Pembelajaran*: Video yang dirancang untuk menjelaskan konsep-konsep pelajaran dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, seringkali dilengkapi dengan animasi dan contoh nyata.
5. *Platform Belajar Online*: Platform online yang menyediakan akses ke berbagai sumber belajar, termasuk video, artikel, dan latihan soal, serta memungkinkan interaksi antara siswa dan guru.
6. *Simulasi Digital*: Simulasi digital yang memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen atau mencoba berbagai skenario dalam lingkungan virtual, sangat berguna untuk mata pelajaran seperti IPA dan matematika.
7. *Game Edukasi*: Game yang dirancang untuk tujuan edukatif, membantu siswa belajar sambil bermain dan meningkatkan motivasi belajar.
Paket pembelajaran digital ini dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa, dan memberikan fleksibilitas dalam proses belajar.
Dikutip dari berbagai sumber, jenis pembelajaran tersebut entah kesekolah mana saja yang sudah di terapkan, sampai saat ini masih misterius.
Banten-posjktc.com, 2 Mei 2025 Dalam momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang rutin dilaksanakan setiap tahun, memiliki tujuan memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan akan penting dan srategisnya pendidikan bagi perdaban dan daya saing bangsa.Hal itu diungkapkan kepala sekolah sdn peusar Iwan setiawan Spd. Saat ditemui pada saat upacara dilapangan halam kantor Bupati kabupaten Tangerang.
“Momen ini juga mengingatkan kembali kepada seluruh insan pendidikan akan filosofi perjuangan Kihadjar Dewantara dalam meletakkan dasar dan arah pendidikan bangsa serta peningkatan rasa nasionalisme dikalangan insan pendidikan,”kata Iwan setiawan.
IWAN SETIAWAN Spd MENGUCAPKAN SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Banten pstjktc.com 26April, 2025 Sekolah Dasar Negeri 1 Peusar, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Kondisi lahan sekolah sdn 1 Peusar sampai saat ini masih berstatus berdiri ditanag wakaf. Tanah wakaf, menurut keterangan dari kepala sekolah Sunarti Spd. Lahan sekolah tanah wakaf H. Musa.
Kondisi sekolah berdiri tepat dibahu jalan desa, dihiasi pedagang kaki lima. Bangunan pedagang menempel diding bangunan sekolah. Salah satu pedangang serabi yang tidak bersedia dikonfirmasi, membuat dingding sekolah menjadi hitam pekat, karna asap hasil pembakaran. Tidak cukup sampai disana, ruang kelas juga di penuhi asap. Kenyamanan siswa-siswi yang belajar di ruang kelas tersebut sangat terganggu.
Sunarti spd. menjelaskan kepada awak media postjktc, bahwa pihak sekolah sudah berkali-kali menegor pedagang, tapi tidak digubris. Alasan pedang tidak menggubris teguran pihak sekolah, karna sudah membayar sewa kepada, pemilik lahan. Anak dari almarhum yang mewakafkan lahan tersebut.
Dalam pengamatan pemerhati dunia pendidikan purba, sangat menyayangkan kondisi sekolah tersebut, ada di kabupaten tangerang yang memiliki pendapatan daerah yang tidak sedikit. Badan pendapat daerah mencatatkan pada tahun 2024 sejumlah Rp. 3,45 Triliun. Bukan angka yang sedikit untuk membangun sekolah yang layak dan nyaman buat belajar.
Jauh api dari panggang, tidak sedikit sekolah di kabupaten Tangerang setingkat sekolah dasar, kurang layak di gunakan sebagai tempat memupuk ilmu.
Yudi kasih sapras, dinas pendidikan kabupaten tangerang, saat dihubungi melalui pesan singkat WA, mengatakan sekolah sekolah yang ditinjau akan diperbaiki bulan mei, sudah masuk anggaran apd murni tahun 2025, pungkasnya. Jawaban singkat setelah 5 tahun sekolah tersebut terlihat usang dan rapuh.
SDN 1 Peusar, sangat membutuhkan pagar sekolah, selain untuk memisah diding sekolah dengan pedagang, juga untuk keamanan aset sekolah.
Biasa di sapa Bu Dili, kabid sekolah Dasar sekaligus merangkap sebagai plt kabid SMP, saat dihubungi melalui telpon dan pesan singkat, memilih bungkam dengan informasi yang diberikan awak media. Berharap ada keterangan singkat dari kepala bidang. Untuk disampaikan kepada masyarakat, namun sebagai kepala yang membidangi, memilih bungkam dengan tanggung jawabnya. Sangat disayangkan.
Sangat diharapkan perhatian kepala daerah yang baru untuk mengubah sekala prioritas pembangunan di kabupaten Tangerang. Agar anggaran tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Kini saatnya dipundak bupati yang baru H Rudi Maeysal untuk memperbaiki progam program tersebut, menjadi program skala prioritas. Efisiensi yang digaungkan Presiden Prabowo. Seharusnya menjadi acuan program kerja yang lebih baik .
Banten 23 April 2025, // postjktc.co, Gapura sepanjang jalan raya Pemda kabupaten Tangerang, yang dibangun tahun 2024 akhir tahun, anggaran kurang lebih Rp 99 juta. Keadaannya sangat memprihatikan, sudah rusak dimana mana, tiang tersenggol ,menampakkan tiang bopong. Patut diduga pelaksana kerja atau pengusaha sengaja mengurangi volume coran tiang.
Menurut keterangan warga, pelaksana proyek yang dibiaya pajak, melalui OPD DTRB, seharusnya melakukan perawatan. Karna gapura gapura tersebut, bagian dari indentitas suatu daerah, gapura gapura tersebut juga belum lama dibangun, dapat dikatakan baru seumur jagu, belum genap satu tahun tapi sudah rusak dimana mana.
Postjktc.com-//-Tangerang Selasa 22 April 2025, kepala sekolah SMP NEGRI 2, biasa disapa pak Fahri. Alergi dengan kedatangan tamu kontrol sosial. Guru dan security bungkam saat ditanya, dimana kepala sekolah, jawabannya……”ga tau”…dan tidak mau menunjukkan dimana Keberadaannya ( kepala sekolah). Seakan kompak, guru, staf dan kepala sekolah, tidak mau di datangi oleh pihak pihak atau tamu, selain dari dinas dan orang tua siswa. Menurut pengamat pendidikan bapak Switno purba, sikap kurang terbuka dan transparan seorang pejabat ini, patut di curigai kwalitas kepemimpinan dan kinerjanya. Anak buah dan jajarannya, kompak untuk menyembunyikan informasi kegiatan sekolah. Saat di kunjungi dikantornya, pintu atau ruang kantor kepala sekolah tertutup rapat dan terkunci.
Aduan atau informasi orang tua siswa terkait masih ada transaksi jual beli buku dan adanya dugaan pungutan l di sekolah” sangat disayangkan tidak dapat diklarifikasikan untuk informasi yang berimbang.