KK tersebut ditandatangani oleh kepada Disdukcapil setempat sehingga tak ada
Jakarta, posjkt.com
Direktorat Jenderal Penataan Agraria (Ditjen Pentag) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang berlangsung di Pullman Hotels Central Park pada Senin (06/05/2024).
Rakernis di tahun 2024 ini mengusung tema โSinergi dan Kolaborasi Menjamin Reforma Agraria Berkelanjutan dan Berdampak.โ
Acara ini lantas dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Reforma Agraria telah berhasil memberi dampak positif bagi masyarakat, sehingga program ini diharapkan dapat terus berjalan.
“Progresnya (Reforma Agraria) cukup bagus. Selanjutnya kita harus menetapkan standar-standar baru supaya Reforma Agraria ini tetap bisa dilaksanakan di pemerintah yang akan datang,” kata Suyus Windayana.
Berbagai manfaat terus dirasakan, mulai dari mendapat kepastian hukum, konflik terselesaikan, hingga mendapatkan akses yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Namun, evaluasi tentu tetap harus dilakukan agar program Reforma Agraria ini bisa berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada Kementerian ATR/BPN tahun 2020-2024, sudah banyak capaian yang dilakukan terkait Reforma Agraria ini.
Beberapa di antaranya ialah terselesaikannya 24 konflik pertanahan yang termasuk dalam Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA).
Telah diserahkannya 2,2 juta hektare tanah atau kepada masyarakat melalui Redistribusi Tanah hasil penyelesaian konflik, tanah telantar atau tanah negara lainnya.
Selain itu, telah dilaksanakan pula pemberdayaan ekonomi kepada 368 ribu kepala keluarga yang menjadi subjek Reforma Agraria, baik itu pemberian modal ataupun pendampingan.
Angka-angka tersebut menunjukkan sejumlah capaian terkait Reforma Agraria berhasil melampaui target.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pentag, Dalu Agung Darmawan mengungkapkan perwujudan Reforma Agraria yang teranyar.
“Dalam mempercepat penataan aset, kita juga sudah melakukan beberapa terobosan.
Pertama kita sudah menggunakan Sertipikat Tanah Elektronik seperti yang ada di Banyuwangi kemarin sebagai langkah-langkah progresif untuk memastikan identitas penerima sertipikat dengan akurat,” ucapnya.
Namun, Dalu Agung Darmawan menyebut masih ada beberapa catatan, seperti masih rendahnya Redistribusi Tanah yang bersumber dari pelepasan kawasan hutan.
Untuk menyelesaikan tantangan ini maka diperlukan sinkronisasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar tujuan dari program Reforma Agraria dapat tercapai, yakni menyejahterakan rakyat Indonesia.
Turut hadir pada kegiatan ini, Pejabat Fungsional Utama, Andi Tenrisau; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN.
Sejumlah Pejabat Administrator baik pusat maupun daerah dari berbagai penjuru Indonesia; serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
( trisno ).
Tangerang, posjkt.com
Mafia BBM bersubsidi kini kini beradar pada mafia, diduga Mafia BBM ngamuk, ia di ikuti oleh sejumlah wartawan pada malam hari.
Mafia Solar Kembali Beraksi: Wartawan Dikeroyok, Ketua GWI Mendesak Penegakan Hukum Tegas, senin, 06 Mei 2024 –
Mafia solar kembali membuat gebrakan dengan kekerasan, kali ini menyasar para wartawan. Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI).
Syamsul Bahri, mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak Kapolres Metro Kota Tangerang untuk bertindak tegas.
Maraknya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi sorotan utama. Di balik maraknya ini, terlihat adanya oknum Anggota Polisi Hutan (APH) yang terlibat.
Membiarkan mobil-mobil bermuatan BBM yang diduga dimodifikasi lewat tanpa hambatan, seperti yang terjadi di depan Polsek Jati Uwung, Kota Tangerang.
Praktik ini menjadi kesempatan bagi para mafia untuk bertindak brutal. Baru-baru ini, seorang wartawan yang tergabung dalam Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) menjadi korban.
Insiden penyerangan dan perampasan ponsel wartawan itu terjadi di Jalan Gatot Subroto KM.4, tepatnya di flyover Taman Cibodas, Sangiang Jaya, Priuk, Kota Tangerang.
Menurut korban, yang diketahui bernama AS, serombongan orang tak dikenal tersebut datang atas undangan dari sopir mobil box milik seseorang bernama Andre.
Sopir tersebut mengaku sebagai “bumper” atau penghubung dengan seorang oknum wartawan yang mengklaim sebagai pimpinan redaksi salah satu media online dengan inisial WST.
“Para gerombolan itu diundang oleh sopir melalui telepon, padahal saya sudah bicara baik-baik dengan sopir tersebut,” ujar AS.
Korban juga menyebutkan bahwa para pengeroyok itu secara beringas mengintimidasi dan menyerangnya, bersama dengan seorang rekannya yang berada di lokasi kejadian.
“Mereka tidak bisa diajak berkomunikasi, dan mengatakan bahwa ini urusan bos Andre dan Simbolon, orang lapangan mereka,” tambahnya.
Kejadian itu dilaporkan langsung kepada pihak berwajib dengan nomor laporan LP/B/481/V/2024/SPKT/Polres Metro Kota Tangerang, dan AS meminta agar penegak hukum segera menindaklanjuti.
Menyikapi insiden yang menimpa anggota organisasinya, Syamsul Bahri, Ketua DPD Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten, menyuarakan permintaan tegas kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Saya meminta dengan tegas kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan khususnya kepada Kapolres Metro Kota Tangerang, KBP Zain Dwi Nugroho SH.S.I.K.M.SI, untuk menindak para mafia solar dengan serius,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak berwajib. Para pelaku masih berkeliaran bebas.
(Sahat red)
