Pihak sekolah yang dekat perkotaan agar evaluasi anak didik dan Tenaga pendidik.

Tangerang Selatan, posjkt.com

Siswa yang berpusat perkotaan agar evaluasi tentang kinerja guru dan guru piket dan security yang di tugaskan.

Kepala sekolah jangan duduk di kursi harus banyak kontroling guru dan murid sedang berada di sekolah.

Hal ini untuk menghindari kriminalitas yang saat ini menjadi-jadi.

“Karena karena ia masih di sekolah masih tanggung jawab sekolah”, tutur Samsudin, SH,. MH, aktivis.

Menurut beliau, bahwa selama 2 bulan terakhir ini, Agustus dan September empat kasus penculikan dan kekerasan seksual pada anak terjadi di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

Hal ini membuat orang tua & para guru semakin prihatin dan waspada karena sekolah dijadikan sebagai target predator anak tersebut.

“Saya sebagai guru sangat prihatin dan cemas pada hal semacam ini..” ungkap Hj.Tarmiati, S.Pd Kepala Sekolah SDN Rawa Buntu 01.

Untuk mengantisipasi maraknya kejahatan pada anak didik, maka dilingkungan SDN Rawa Buntu 01 dibuat catatan berbentuk kartu khusus.

Untuk mendata siapa yang akan menjemput anak saat pulang sekolah, terutama untuk anak didik kelas 1 dan 2.

“Kami sudah membuat kartu khusus untuk menjemput si anak, jadi sudah tercatat nama anak nya dan nama penjemputnya.

Tenaga security juga kami siapkan untuk stand by saat penjemputan”, tambahnya dihadapan awak media.

Setiap upacara dan sholat dhuha, anak didik selalu diingatkan tentang segala macam hal dan perlu adanya komunikasi antar guru dan anak didik.

Melihat maraknya pelaku tindak kriminalitas ini, Polres Tangerang Selatan sudah menangkap 2 pelaku penculikan dan kekerasan seksual, satu seorang residivis dan satu lagi seorang guru Agama.

Dihadapan awak media pihak Polres berpesan pada orang tua agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada info dari orang yang tidak dikenal pada konferensi pers, Kamis (03-10-2024).

Menanggapi kejadian penculikan anak dikutip dari media, Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, Deden Deni mengatakan pihaknya akan kembali mengevaluasi pengawasan antar jemput anak di sekolah.

Dinas pendidikan akan memastikan bahwa prosedur penjemputan anak benar-benar dijalankan oleh pihak sekolah.

“Kami imbau orangtua ikut mengawasi dengan antar jemput,  jika tidak bisa, segera hubungi pihak sekolah”, kadis Pendidikan

Menurut Kadis pendidikan Tangsel, ia akan evaluasi dan koordinasi drngan warga juga diminta peduli jika melihat hal yang mencurigakan”, tegas Deden.

Dinas Pendidikan TangseL sendiri sudah mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah.

Untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan pada anak-anak peserta didiknya.

Mengingatkan juga supaya tidak sembarangan berkomunikasi dengan orang asing..

(Sahat red/am)

Satpol PP Tunggu SP4B dari DTRB Kabupaten Tangerang, PT SSS: ini kado hari jadi Kabupaten Tangerang bongkar bangunan liar 12 tahun tidak berizin

Kabupaten Tangerang, posjkt.com

Perwakilan PT Satu Stop Sukses (SSS) Usman Muhammad mengkritik kinerja Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang karena saling lempar tanggung jawab terkait permintaan PT SSS untuk segera membongkar bangunan tidak berizin di lahan yang berada di Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

“Kata Kepala UPTD wilayah dua kepada saya, seharusnya Satpol PP Kabupaten Tangerang tinggal melanjutkan perintah Bupati Tangerang, dan sudah jelas juga ada surat putusan pengadilan jadi kenapa mesti ke DTRB lagi untuk mengeluarkan SP4B, putusan pengadilan lebih tinggi dari pada surat kami (DTRB),” kata Usman kepada wartawan, Kamis 3 Oktober 2024.

“Jadi menurut kami pihak perusahaan, DTRB ini seperti lempar tanggung jawab tidak mau menjalankan disposisi Sekda,” tambahnya.

Usman menjelaskan, PT SSS sebelumnya telah bersurat kepada Pj Bupati Tangerang, Andi Ony. Sekretariat Daerah meminta Satpol PP Kabupaten Tangerang dan DTRB untuk membantu permohonan penertiban bangunan liar yang diminta perusahaan.

“PT Satu Stop Sukses bersurat pada 16 Agustus 2024 dan sudah direspon Pj Bupati Tangerang. Surat disposisi ke Kasatpol PP dan Kadis DTRB. Di surat disposisi itu sudah jelas, arahan Sekda adalah Kasatpol PP dibantu dalam penertiban ini,” ungkapnya.

Pihak perusahaan sebelumnya juga sudah berkomunikasi dengan Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Agus Suryana. Pihak Satpol PP menunggu Surat Perintah Penghentian Pelaksanaan/Penggunaan Bangunan atau SP4B yang dikeluarkan oleh DTRB.

“Kami sudah tiga kali bertemu dengan Kasatpol PP di ruangannya. Pak Kasat menunggu SP4B untuk melakukan pembongkaran bangunan tidak berizin yang berdiri di lahan PT Satu Stop Sukses,” tutur Usman.

Usman Muhammad berharap Kasatpol PP dan Kadis DTRB dapat menindaklanjuti arahan Pj Sekda Kabupaten Tangerang dengan penuh tanggung jawab. Jika tidak ditindaklanjuti, dirinya menduga DTRB ada kongkalikong dengan mafia tanah.

“Saya minta Pak Kasat dan Kepala Dinas DTRB dapat melaksanakan disposisi Pak Pj Sekda tersebut dengan serius sesuai kewenangannya masing-masing. Di lahan itu ada lahan fasos fasum seluas 5,5 hektare yang dapat digunakan Pemkab Tangerang,” katanya.

“Kalau masalah ini dibiarkan berlarut-larut, kami menduga dinas DTRB bekerjasama dengan para mafia tanah untuk menutupi kasus ini dan membiarkan bangunan liar berdiri hingga bertahun-tahun, ini akan jadi pertanyaan apakah ada ruang dinas DTRB bermain mata di kasus tanah yang sudah viral ini,” tambah dia.

Sebagai kado di hari jadi Kabupaten Tangerang, Usman juga meminta ketegasan dan keberanian penegak perda tersebut untuk segera membongkar bangunan liar yang telah berdiri selama 12 tahun.

“Semoga di hari jadinya Kabupaten Tangerang ke 392 tahun ini, Satpol PP berani mengambil tindakan tegas untuk segera melanjutkan perintah bongkar dari Bupati Tangerang sebelumnya,” pungkasnya.

(asep)

Jalan Raya Pakuhaji, diduga di rusak mobil truk muatan di atas 8 ton, kini membuat

Tangerang, posbanten.co.id

Jalan raya pakuhaji pas didepan Dealer motor Heri, betonnya keluar dan pecahanya beton, dipasang bendera oleh warga, kamis (03/10)

Jalan beton terbelah itu di Kp. Kelapa lima Pakuhaji, Kelurahan Pakuhaji, Kab Tangerang, saat di giles oleh mobil truk.

Kini jala rusak itu di tanamkan bendera oleh warga, sehingga dari depan dan belakang tidak nabrak beton pecah itu.

“Kami berharap pada dinas terkait agar cepat di tangani agar tidak menimbulkan korban pada lalu lintas angkutan jalan”, katanya Ust. Zaebudin, S.Pd guru agama.

Menurut Ust. Zaenudin, jalan ini setidaknya harus ambil tindakan lebih cepat, karena beton sudah di atas jalan aspal.

“Pihak pemkab tangerang arus secepatnya di atasi, jika tidak hal ini bisa menimbulkan kecelakaan”, tuturnya H. Zamal warga setempat.

Menurut informasi dari warga, jalan awalnya sudH retak dan berlobang, tetapi rwtaknya saar rehab oleh dinas terkait tidak bongkar.

Tetapi, cuma di ampar batu dan gregat yang klas rendah, sehibgga kekuatanya tidak menjamin

“Seharuanya jalan itu, kalau beton yang rusak, harus di bongkar di ganti beton baru, hal ini cuna di timpah saja”, katanya.

(Gadis / feri)

Laporan ini langsung dari Unit Laka Polres dalam priode triwulan ke-II, cukup penurunan.

Tangerang, posjkt.com

Pihak Polres Tangerang Selatan, Polda Metro Jaya, bahwa untuk kecelakaan untuk laporan Bulan September 2024 dan Triwulan ke-II ini mencatat ada penurunan kecelakaan di Jalan Raya, senin (30/09).

Laporan ini langsung dari Unit Laka Polres dalam priode triwulan ke-II, cukup penurunan.

“Mudah-mudahan untuk triwulan Desember 2024 mendatang, tidak meningkat”, tuturnya AKP. Pol. Rokhmatulloh pada wartawan, belum lama ini.

Ia juga prediksi untuk pengantian laka di jalan raya, meningkat tidak terlalu besar.

“Kami berkomitmen pada masyarakat Kota Tangerang, hindari jalan kompoi dijalan, dan ngebut-ngebut di jalan”, katanya anggota Laka di pertigaan di BSD Serpong.

Menurut beliau, bahwa para pengendara bermotor harus mematuhui rambu-rambu lalu lintas.

Dan mau berangkat periksa kesiapan di jalan, seperti Helm, sepatu, celana panjang, bawa STNK, SIM dan pengaman lainnya.

“Hindarilah berkomonikasi sedang dijalan pakai Hanphone, becanda, dan harus konsen di dalam perjalan”, ujarnya.

Menurut informasi, dalam pernyataan terbaru yang disampaikan oleh Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rokhmatulloh SH, Kasat Lantas Polres Tangsel, Banten.

Terjadi penurunan signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Tangerang Selatan, selama tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Data yang diungkapkan menunjukkan hasil positif dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara di wilayah tersebut.

“Menurut laporan, total kejadian laka lantas pada tahun 2023 mencapai 931 kasus”, katanya.

Angka ini mencakup berbagai kategori kecelakaan.

Ada 35 kasus laka lantas yang mengakibatkan korban meninggal di tempat kejadian lalu 439 kasus laka lantas dengan korban luka-luka.

“Kasus laka lantas yang menyebabkan kerugian materi”, ujarnya.

Selain itu, data spesifik mengenai kecelakaan tabrak lari juga menunjukkan angka yang signifikan :

34 kasus laka tabrak lari dengan korban luka-luka.

12 kasus tabrak lari yang mengakibatkan korban meninggal di tempat.

1 kasus tabrak lari yang menyebabkan kerugian materi.

“Secara keseluruhan jadi tahun 2023 telah  mencatatkan 1210 korban laka lantas”, paparannya.

(sahat red)

Almahum korban RSS murid SMP Deli Serdang, minta pada maknya, guru di penjarahkan.

Sumut, posjkt.com

Setelah hukum Muridnya di hukuman Skot jam dan Push UP 100 kali, oleh guru agamanya, akhir meninggal oleh amarah menjadi musibahnya, minggu (29/09).

Guru yang memberikan hukumannya pada murid, kini akan menjalani hukuman.

Pihak orang tua korban tidak senang perbuatan gurunya, memberikan hukuman terhadap muridnya berlebihan.

Ia menilai orang tuanya korban akan berjanji menuruskan kasus ini kepihak polisi.

Bahkan dari korban minta, ibunya turuskan sampai penjarah gurunya.

“Almahun korban RSS, ninta pada ibunya turuskan mak, agar gurunya sampai penjarahnya”, kata RSS sebelum 1 hari meninggal dunia.

RSS juga diduga diniaya oleh guru agamanya dengan kekerasan.

Bahkan ibunya nangis terus, kalau ingat anak masih hidup.

Bahkan ibunya juga trauma dengan meninggal anaknya yang di sanyanginya.

RSS (14), siswa SMP Negeri 1 STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Kamis (26/9/2024), diduga setelah dihukum guru agamanya melakukan squat jump 100 kali.

Usai dihukum, keesokan harinya RSS merasakan sakit di kaki dan mulai demam tinggi.

“Kondisinya semakin memburuk hingga pada Rabu (25/9/2024), RSS dibawa ke RSU Sembiring, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang, dalam kondisi kritis.”

“Setelah menjalani perawatan, RSS meninggal keesokan harinya.

“Anak saya ngeluh kakinya bengkak dan demam tinggi.

Sempat dia bilang, ‘Mak, kakiku sakit sekali, penjarakanlah gurunya itu, Mak.

Biar jangan dia biasa begitu.’ Kamis pagi, anak saya sudah meninggal,” ujar Yuliana saat ditemui di kediamannya di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang, Jumat (27/9/2024).

Ketika di komfirmasi kedinas Pendidikan Deli Serdang, mengatakan kasus ini sedang di tangani oleh pihak berwajib.

“Kita juga tunggu hasil 1 atau 5 hari ini”, tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Deli Serdang.

(sahat red)

Seorang ibu-ibu menangis melaporkan anaknya hilang dua hari tak pulang kerumah.

Jakarta, posjkt.com

Pihak polisi mencari motip kejadian perkara ini, sehingga meninggal 7 anak-anak laki-laki, Dibekasi, Jawa Barat, Senin (23/09).

Beberapa orang tua melaporkan pada polisi, diduga anaknya sudah hari 2 hari.

Lalu seorang ibu-ibu melaporkan kejadian ini pada Polres Metro Bekasi.

Seorang ibu-ibu menangis melaporkan anaknya hilang dua hari tak pulang kerumah.

Setelah anak hilang, pihak polisi menerima laporan tersebut.

Sehingga pihak polisi bersama tim, bergerak cepat.

Awal di temukan 1 orang lalu, lanjut pencarian dan di temukan pula 6 lagi tidak jauh dari dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebanyak 7 orang itu di temukan keadaan dalam sudah meninggal dunia.

Dicek identitas tak ada yang ia miliki.

Namun hasil pelaporan orang tuanya di informasikan bahwa anaknya sudah di temukan.

“Orang tuanya pada histeris dan teriak sambil nangis anaknya sudah tiada”, tutur Deman (45) Warga setempat.

Menurut Deman, kasihan orang tua, anak sudah ketemu tetapi tidak ada nyawanya.

Menurut informasi, bahwa ketujuh remaja laki-laki yang identitasnya belum diketahui ditemukan tewas mengambang di Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024) pagi.

Kasat Reskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari warga soal penemuan mayat di Kali Bekasi.

“Pagi ini kami dapat info penemuan jenazah dari masyarakat di Kali Bekasi,” ungkap Audy”

“Bagaimana awal mula penemuan mayat?

Penemuan tujuh mayat remaja laki-laki ini bermula ketika seorang warga tengah mencari kucing miliknya di sekitaran kali.”katanya.

“Kami minta pelakunya, agar di tangkap secematnya, agar di penjarah seumur hidup”, katanya pamanya.

Ponakan kami meninggal kekerasan, masak ini 7 orang sekaligus meninggal.

Dugaan pamanya, ini ada kaitan geng motor dan manusia biadap, tegahnya membunuh anak-anak kami masih remaja.

(sahat red)

Philip Mark berhasil di pulangkan ke negara Asal.

Jakarta, posjkt.com

Pihak tim Brimob dan TNI berhasil jemput Pilot Susi Air, yang diduga selama 18 bulan di Papua oleh Pasukan Kemerdekaan Papua dan sebut juga (KKB), senin (23/09).

Hari ini rencanakan akan memulangkan Pilot Susi Air ke Selendia Baru, dengan keadaan sehat.

Kapolri Jenderal Pol. Lestyo Sigit, berpesan pada anggotanya bahwa menjemput Philip MarK dan kita antar dengan sehat dan tidak ada kekurangan tubuhnya.

“Kami minta pada Tim Brimob dan TNI harus satu tujuan membebaskan Pilot Susi Air itu juga termasuk perjuangan”, katanya Lestyo.

Keberhasilan Tim Brimob dan TNI juga Tokoh masyarakat yang ada di pupua juga berlindung pada Aparat agar terhindar dari KKB.

“Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (21/9/2024) sekitar pukul 22.30 WIB

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kapten Philip tiba menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (AU).”
“Begitu menginjakkan kaki di bandara, pilot asal Selandia Baru itu langsung mendapatkan pengawalan dari TNI-Polri.

Tampak Philip mengenakan kaus warna putih dan jaket kulit warna cokelat dipadukan dengan celana jin biru dongker dan sepatu pantofel hitam.”

 “Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca tampak ikut mendampingi Kapten Philip di lokasi.

Ia ikut mendampingi Kapten Philip yang langsung diserahkan ke Duta Besar (Dubes) Selandia Baru,” katanya.

“Bahkan kabarnya dari Negara Selendia Baru juga mengucapkan terima kasih atas di bebaskan Pilot Susi Air berhasil dengan selamat dan sehat”, katanya keluarga Philip Mark.

(Sahat red)

Bersama Tim TNI/Brimob Polri berhasil dibebaskan dari KKB Papua.

Jakarta, posjkt.com

Pilot Susi Air telah dibebaskan oleh KKB di Papua, Kabupaten Nduga, Papua, Tadi siang, sabtu (21/09).

Kini Pilot Susi Air akan bertolak ke Selendia Baru untuk di periksa kesehatan.

Pilot ini akan di periksa kesehatanya di Rumah Sakit Selendia Baru, ia juga akan di berangkatkan esok hari, minggu (22/09).

Selama di jakarta ia akan di berikan ketengan, agar tetap sehat.

“Kini ia akan menjalani kesehatan di Rumah Sakit Polri dan untuk di cek kesehatanya”, katanya Pnd. Maerkus.

Menurut Pendeta (Pnd) Maerkus, Philip tidak ada kaitan dengan penjuang Papua.

Dengan kerjama Tim TNI dan Brimob Polri akhirnya Philip jadi bebaskan.

Karena Philip tidak ada kaitan dengan Negara Indonesia.

Ia sebagai pilot, dan ia antar jemput naik pesawat, antara indonesia dan keluar negeri.

“Setelah 1,5 tahun lebih disandera, akhirnya pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens berhasil dibebaskan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianu Kogoya, Sabtu (21/9/2024).

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani mengungkapkan, Philip dapat bebas berkat upaya pendekatan yang selama ini dilakukan antara tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga Eginau Kogoya.”

“Philip dijemput oleh tim di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, Papua dan diterbangkan ke Mako Brimob Batalyon B/Timika untuk diperiksa kesehatan tubuh dan psikologisnya.

Bebasnya pilot berkewarganegaraan Selandia Baru telah lama dinantikan.

Pasalnya, Philip telah disandera selama 19 bulan sejak Februari 2023.

Sejak saat itu, kasus ini pun menjadi perhatian publik, baik nasional maupun internasional.”

“Penyanderaan Philip Mehrtens bermula saat ia menerbangkan pesawat dari Bandara Moses Kilangin, Mimika Papua Tengah mendarat di Distrik Paro, Nduga Papua Pegunungan, Selasa (7/2/2023) pagi dikutip medsos.

Diberitakan  Kompas.com  (7/2/2024), pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu membawa lima orang penumpang, yakni Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan seorang bayi Wetina W.

Tidak lama setelah tiba di Landasan Paro, pesawat dibakar oleh KKB Egianus Kogoya. Namun ketika itu, belum diketahui siapa dalang di balik pembakaran.

( sahat red )

Ponpes Markaz Syariah terjadi kekersan terhadap M, kini pelaku akan di tangkap.

Jakarta, posjkt.com

Penyiksaan M kini sudah masuk ke tahap ke tingkat penyidikan, Pondok yayasan Markaz Syariah Bogor, Jawa Barat, sabtu (21/09).

M disiksa oleh teman-temannya, apakah sipat cemburuhnya terhadap korban.

Kasus peniyaan itu juga pihak korban belum menjelaskan, kronologis kejadian itu.

Tetapi pihak aparat polisi akan melakukan pengambilan barang bukti-bukti.

Sehingga korban akan di jerat pasal berlapis-lapis.

“kini pihak korban lagi di rawat di rumah sakit, untuk menjalani stabilitas pisiknya”, tuturnya Yudi Andrian (45) pihak kelaurga.

Pihak keluarga minta pada aparat polisi agar di proses hukum pelakunya.

Bila perlu masukin ke penjarah, di sekolah itu tidak ada jagoan dan tidak ada geng.

“Kami berharap pihak polisi benar-benar tangkap pelakunya”, tuturnya

Polisi tengah mengusut dugaan penganiyaan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, milik Habib Rizieq Shihab, dengan korban M (17).

Kini dugaan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menyebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Dia juga mengatakan penyidik nantinya akan memeriksa sejumlah saksi.

“Sudah kita ambil keterangan sebagai korban, kita sudah meningkatkan perkara ke tahap penyidikan.

Tinggal selanjutnya pemeriksaan saksi-saksi.

Saksi dan pemeriksaan terlapor juga sudah di siapkan,” kata Teguh kepada wartawan, Kamis (19/9/2024), dikutip di Medsos.

Teguh menyebut korban kini masih menjalani rawat jalan di rumahnya.

Sehingga pihaknya, katanya, mengambil keterangan pelapor di rumah korban.

“Untuk korban karena dari awal lapor masih menjalani rawat jalan, jadi belum memungkinkan untuk diambil keterangan.

Tapi hari ini tadi sore kita sudah inisiatif mendatangi rumah korban.

Untuk melakukan keterangan pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa barang bukti yang kita ambil pada korban dan pihak keluarga korban berkenan dan korban juga menyanggupi untuk memberikan keterangan,” katanya.

(henny / feri)

Makmurdin Muslim ia tak terima di tipu oleh oknum polisi, ia melaporkan pada polisi juga.

Jakarta, posjkt.com

Sadis sekali, orang yang mencari pekerjaan di tipu oleh oknum Polisi Bripda WSN, di Jakarta, kamis (19/09).

Makmurdin Muslim ia tak terima di tipu oleh oknum polisi, ia melaporkan pada polisi juga.

Oknum Polisi WSN menipu pencari kerja sebanyak 15 orang.

Penipuan ini di libatkan beberapa orang, dengan cara menyetorkan uang.

Uang yang di sektorkan, masuk tidak uang uang hilang.

Ada sekitar 15 orang teman arief di tipu oleh oknum polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya sebut saja WSN.

Kini korban tak terima, lalu korban melaporkan pada pihak polisi pula.

“Saya merasa di tipu oleh Oknum polisi WSN akan di janjika masuk kerja di PT. KAI”, katanya Zaenal.

Menurut Zaenal, juga merasa di tipu dengan termasuk Makmurdin dan teman lainnya.

“Kami minta pada aparat propam dan intansi aparat hukum WSN agar di proses hukum”, katanya.

Menurut informasi, bahwa WSN sampai saat ini belum di proses hukum.

Laporan sudah masuk, kami juga berharap pada pihak Polda agar WSN di tangkap.

Menurut Makmurdin Muslim (27), warga Kembangan, Jakarta Barat, menyebut, bukan hanya dirinya yang menjadi korban dugaan penipuan anggota Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Metro Jaya berinisial Bripda WSN.

Pria yang akrab disapa Arif menyebut, ada belasan korban lain yang diduga juga jadi korban penipuan lowongan pekerjaan yang dijanjikan Bripda WSN di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Sebetulnya korbanya banyak, yang saya tahu korbanya kurang lebih sekitar 15,” ungkap Arif saat dikonfirmasi, Selasa (17/9/2024), dikutip kompas.com.

Arif bercerita, penipuan ini bermula pada Mei 2024.

Saat itu, ia mengetahui lowongan pekerjaan sebagai teknisi di PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui status WhatsApp teman istrinya yang bernama Ajeng.

Lowongan pekerjaan tersebut ternyata diketahui Ajeng dari suaminya yang merupakan teman dari Bripda WSN.

“Awal permasalahan ini dari statusnya Ajeng, dia istrinya polisi aktif.

Dia mengunggah info (lowongan pekerjaan) dari Bripda WSN yang dipublikasikan ke status (WhatsApp)-nya Ajeng,” ujar Arif.

(dono / ari)

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Victor D. H. Inkiriwang, perintahkan tangkap TS diduga ia pelakunya.

Tangerang, posjkt.com

Polsek Pondok Aren Polres Tangerang Selatan telah berhasil menangkap pelaku pencurian kotak amal di Musholah Ar Rahman Kelurahan Jurangmangu Barat, selasa (16/09)

Tempat dimana kejadian pencurian tersebut viral di masyarakat karena terekam cctv pada hari Jumat 23 Agustus 2024.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Victor D. H. Inkiriwang, S.H., S.I.K., M.Si. saat dikonfirmasi pada selasa (17/9) di Polsek Pondok Aren.

“Benar, berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan analisa CCTV kemudian Unit reskrim Polsek Pondok Aren telah menangkap pelaku pencurian kotak amal di musholah Ar Rahman Jl. H. Sami’in Gg. Turi Rejo Kelurahan Jurangmangu Barat.

Dengan menangkap seorang laki-laki berinisial TS (umur 53 tahun) yang diduga kuat sebagai pelaku (tersangka) yang melakukan tindak pidana ini, terang AKBP Victor D.H. Inkiriwang.

“pelaku ditangkap enam hari setelah kejadian, di rumah kontarakannya di daerah Poris Plawad Indah, Cipondoh, Kota Tangerang.

Dengan barang bukti berupa jaket warna hitam dan celana hitam berikut alat obeng warna hitam yang digunakan oleh pelaku saat melakukan pencurian di Mushalah Ar Rahman”lanjutnya.

Sementara itu Kapolsek Pondok Aren Kompol Muhibbur R.A., S.H., M.H. menambahkan bahwa pelaku TS mengaku baru pertama kali melakukan pencurian kotak amal dan uang hasil curian di Mushalah Ar Rahman berjumlah Rp. 4.400.000,- (empat juta empat ratus ribu rupiah).

“berdasarkan keterangan pelaku saat diinterogasi bahwa uang hasil curian di Mushalah Ar rahman berjumlah Rp. 4.400.000,- (empat juta empat ratus ribu rupiah)”ujar Kompol Muhibbur.

“Pelaku beraksi sendirian pada saat melakukan pencurian kotak amal dan dari pengakuan pelaku Ia baru pertama kali melakukan pencurian tersebut.

Dimana uang hasil pencurian diduga digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dimana masih kami dalami pengakuannya tersebut” pungkasnya.

Adapun terhadap pelaku TS, atas apa yang diperbuatannya disangkakan dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukumaan 5 tahun Penjara.

(Asep)

Jika masih ada siswa di sekolah ke dibulling, harus sekolah ditutup oleh Kemenpenbub.

Jakarta, posjkt.com

Para natizen juga sampai viral seorang siswa, tidak memberikan ketenangan untuk menuntut ilmu di sekolah, sehingga bisa menghakimin temannya sendiri, Jakarta.

Menurut Akun @kegoblogan anak sekarang, bisa tidak mendapatkan pendidikan yang tidak layak pada siswa lain.

Hal ini jadi Pekerjaan pada menteri Pendidikan Nasional (Menpenbunas) agar sekolah-sekolah melakukan dibullying agar tutup.

Hal ini bisa saja terjadi pada anak kita bagai mana perasaan orang tua.

“Coba bantu viralkan gaes!!! No viral, no justice”, katanya natizen.

Menurut ia, SMA Binus kembali jadi tempat perundungan siswa.

Kali ini terjadi di SMA Binus Simprug.

Di lingkungan sekolah dan jam belajar, siswa berinisial RE dibully dan dilecehkan secara seksual oleh para pelaku yg berjumlah 30an orang.

“Bahkan korban dikeroyok hingga harus dilarikan ke RS. Miris! Guru dan petugas keamanan sekolahnya kemana?”, katanya Akun @kegoblogan
99 pataiso
Menurut @kegoblogan, hal ini membuat risau para natizen, ingin marah-marah lagi kasus susila beredar di kampus Vinus.

Owh kata ortu siswa nama ketua gang pembully di SMA Binus itu Keanu Lito Sulistio.

Dari sini netizen bisa menebak nama ayahnya kan?Ini video kesaksian korban.

Sejak hari pertama sekolah korban dibully dan disiksa. Kemaluannya dipegang.

Ditanyakan anak siapa oleh para pelaku yang mengaku anak pejabat, ketum partai, anggota DPR, dll.

Sudah lapor polisi sejak 8 bulan lalu tapi anyep.

“Mungkinkah ada orang berpengaruh yg menghambat proses hukum di kepolisian”, katanya@divhumas_polri?

Menurut dia Pa @nadiemmakarim mohon perhatiannya terhadap kasus bully yang terus menjamur di sekolah-sekolah.

Minsalnya, bisa ga sih di buat hukum bagi anak di bawah umur melakukan kejahatan.

“Biar ada efek jera gitu biar g seenaknya sama orang lain”, ujarnya akun krystal.

(henry / feri)

Mudrikah menceritakan secara langsung saat di ruda paksa oleh MM, salah satu kyai di Ploso Jombang.

Surabaya, posjkt.com

Kabar munculnya nama Mudrikah wanita asal Palembang yang kini berdomisili di Madiun, kini mulai ramai dalam perbincangan.

Hal tersebut ditengarai pasca terdengarnya kabar bahwasanya 29 korban hendak melaporkan ulang MSAT dengan ditemani oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) di Polda Jatim.

Tak mau ketinggalan, Mudrikah juga turut membeberkan bahwasanya kelakuan MSAT itu adalah cerminan dari kelakuan MM yang merupakan Orang Tua dari MSAT.

Dalam penyampaiannya Mudrikah bercerita bahwasanya ia juga sebagai korban dari MM.

Namun selama ini dirinya tidak berani membongkar permasalahan ini di depan publik.

Namun kini ia mulai memberitahukan kebenaran tersebut.

Bahkan ia menceritakan secara langsung saat di ruda paksa oleh MM, salah satu kyai di Ploso Jombang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Yunus, selaku Ketua DPD Aliansi Madura Indonesia (AMI) Jawa Timur.

Yang mana sudah menerima semua bukti dari Mudrikah, dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membuat laporan di Polda Jatim.

“Semua bukti dan data sudah kami terima, jadi dalam kasus ini tidak hanya MSAT yang menjadi predator.

Namun MM diduga juga memiliki watak yang sama, yakni mencabuli para santriwati yang menimba ilmu disana,” tandas Yunus (7/9) saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Mudrikah saat dihubungi melalui telepon selulernya ia membenarkan bahwasanya sudah memberikan laporan terhadap Aliansi Madura Indonesia agar memberikan keadilan terhadap dirinya.

“Sudah mas, saya tidak mau panjang lebar, kita tinggal menunggu gerakan dari Aliansi Madura Indonesia saja, untuk laporan di Polda Jatim, nanti saya kabari kembali,” tandasnya singkat melalui telepon selulernya

(Prayutno)

Berita ini sudah viral di media, agar di upayakan pihak polisi usut tuntas kasus PPDB di SMAN 11 Sepatan

Tangerang, posjkt.com

Diduga siswa yang sudah bayar uang masuk melalui Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru (PPSB) belum selesai, bahkan di banyak yang terlibat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kab. Tangerang-Sepatan, Banten belum selesai, kamis (15/08).

Diduga pihak aparat polisi Metro Tangerang Kota belum tangkap penyelanggara PPSB tahun 2024, kini orang tua yang merasa di tipu, mau mengaduh kemana?.

Bahkan ada dugaan yang terlibat didalamnya, oknum DPRD Kab. Tangerang, Komite dan calo pendidikan juga belum di usut oleh polisi.

Kini masalahnya PPSB kasus masuk siswa bayar 4 juta hingga 6 juta belum ketangkap, karena orang tua yang merasa tertipu belum terima, sampai saat ini.

Menurut informasi bahwa sempat Gaduh penerimaan siswa baru di SMAN 11 Sepatan tak ada abisnya selama penerimaan siswa didik baru lewat jalur prestasi masih di kuasai oknum anggota DPRD dan Komite.

Tiga siswi dari SMPN 1 Rajeg yang masuk ke SMAN 11 Sepatan lewat jalur prestasi harus merogoh kocek 6 juta sampai 8 juta.

Tidak tanggung-tanggung calo yang mendapat mangsa calon siswa langsung di minta berkasnya.

Masalah bayar belakangan yang penting siswanya di terima.

“Jangan takut ga di terima yang masukin anggota dewan”, ujar salah satu orang tua siswa menirukan calo sekolah yang mamasukan anaknya di sman11 Sepatan.

Menurut Suedih (40) warga Sepatan induk mengatakan, anaknya tidak diterima masuk SMAN 11 Kabupaten Tangerang melalu jalur Zonasi dan prestasi.

Setelah itu saya berusaha untuk menemui salah satu komite sekolah SMAN 11 Sepatan.

Berharap supaya anaknya dapat dibantu masuk sekolah SMAN 11 Sepatan.

Namun setelah bertemu Oknum Komite ternyata diminta sejumlah nominal uang sebesar 5 juta rupiah.
Suedih hanya bisa mengurut dada karena uang yang di minta oknum Komite sangat besar.

“Karena merasa tidak mampu dan tidak memiliki uang sebesar 5 juta Akhirnya saya menolak permintaan oknum tersebut,”Ujar Suedih kepada wartawan, belum lama ini.

Harapan Suedih (40) supaya anaknya bisa diterima sekolah negeri karena memang saya kurang mampu.

Setahun saya sekolah negeri itu gratis dan tidak ada bayaran sekolah pungutan seperti ini.

Di tempat terpisah salah satu waliurid yang tak mau namanya di sebutkan mengatakan anak saya masuk sini juga lewat guru yang menerima PPDB.

“Bayar pak ga ada yang gratis”, ujar wanita paruh baya ini.

Sekolah di buat negara, guru di gaji negara masuk sekolah harus bayar mahal.

Anak saya di terima sekolah favorit di Kota Tangerang. Karena tinggal saya di selatan kasian juga anaknya kalau brangkat jam 05.30 Wib pagi.

“Kalau disini kan bisa brangkat jam 06.30 Wib masih bisa sarapan”, ujarnya.

Menurut informasi, bahwa dikonfirmasi melalui via wapsat salah satu Komite sekolah SMAN 11 Kabupaten Tangerang ijul muluk tidak mengangkat teleponnya.

Kepada wartawan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman angkat bicara.

Terkait komite sekolah semestinya praktisi yang paling peduli pendidikan yang menjadi seorang komite dan tolong jangan hanya urusin PPDB aja kerjanya.

Bibing menantang awak media dipublis saja memang itu semua fakta yang ada di lapangan, Kebiasaan setiap PPDB selalu ribut penerimaan siswa.

“Apa lagi SMAN 11 Sepatan memang langganan pungli PPDB”, ujar Bibing.

Pihak LSM Trantib Drs. Anwar, minta pada aparat polisi usut tuntas kabar dari orang tua murid, jika perlu di tangkap panitia PPDB ajaran 2024/2025.

“Berita ini sudah viral di media, agar di upayakan pihak polisi usut tuntas kasus PPDB di SMAN 11 Sepatan”, tuturnya.

(Prayitno)

 

Meninggal MY dengan pangkat kompol ini belum dapat penyebabnya.

Mojokerto, posjkt.com

Diduga meninggal kompol MY, saat polisi belum mendapatkan informasi, saat ini pihak penyidik lagi dalam penyidikan.

Kasus MY lagi di tangani oleh pihak penyidik Polres Mojokerto, ia membenarkan dalam hal.

Bahwa MY meninggal di temukan keluarga di ruang tertutup.

Sebelum ia meninggal belum ada tanda-tandanya bahwa pergi untuk selamanya.

“Bahkan istrinya juga tidak ada tinggalkan pesan, tetapi bilang mau perjauh, di kirain becanda oleh istrinya”, kata istri korban.

Menurut isyrinya, mau 2 meninggal ia ada candaan keluarga ada-ada saja ia sebutkan.

Menurut Pihak penyidik, bahwa Kapolsek Prajurit Kulon Kompol MY ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kediamannya, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/8/2024).

Aksi nekat itu diduga karena penyakit strok yang dideritanya.

Kronologi kejadian bermula ketika salah satu anggota korban menemukan Kompol MY sudah tak bernyawa gantung diri di rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

“Berdasarkan temuan awal, diduga beliau mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di rumah,” jelas Kepala Subbagian Humas Polres Mojokerto Kota, Iptu Agung Suprihandono.

Pihak kepolisian mengungkapkan MY telah lama berjuang melawan sakit serius yang diderita.

“Beliau memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan pernah mengalami beberapa kali strok ringan yang mengharuskan dirawat di rumah sakit.

“Kondisi ini bisa jadi menjadi salah satu faktor pendorong keputusan tragis tersebut,” tambah Agung, dikutip beritasatu.com.

Bahkan dari keterangan keluarganya belum mendapatkan tekanan terhadap MY, apa ia ada tekanan dari pikiran?

Secepatnya ia akan cesepatnya akan mendapatkan info yang kematian MY ini.

“Apakah ia ada tekanan atau tidak, kini pihak polisi juga dalam tahap penyidik”, katanya Ramdan (45) tetangga.

(Dono / arie)