MIRIS MAY DAY 2026: DITANYA PRABOWO SOAL MBG, BURUH MALAH TERIAK “TIDAK BERMANFAAT!” Program Rp500 Triliun Diragukan Rakyatnya Sendiri. Janji Gizi Anak Kandas di Lapangan?

posjkt.com | JAKARTA – Momen memalukan terjadi di May Day 2026. Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah pejabat Percaya Diri tanya langsung ke ribuan buruh soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Monas, Jumat 1 Mei 2026.“Kita juga beri MBG.

Saya tanya ke saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?”Bukannya “Bermanfaat”, jawaban yang meledak justru: “TIDAK!”.

REALITA PAHIT DI BALIK PANGGUNG
Prabowo klaim MBG kunci lawan stunting & hidupkan ekonomi petani. Tapi buruh yang anaknya jadi target justru teriak tidak. Kenapa?Data lapangan yang sering muncul, Menu nggak konsisten – Hari ini telur, besok cuma nasi + kecap.

Telat distribusi, Jam 2 siang baru datang, anak udah masuk angin.Sasarannya meleset: Banyak sekolah elit dapat, SD di pelosok malah zonk.Anggaran Rp500 T, tapi buruh tetap ngeluh harga telur Rp32 ribu/kg, susu Rp20 ribu/kotak.Kalau bermanfaat, kenapa buruh yang paling butuh malah nolak?2. RP500 TRILIUN UNTUK SIAPA?
Prabowo bangga sebut anggaran perlindungan sosial Rp500 T. Tapi buruh teriak “tidak” ke MBG artinya: Ada yang salah antara duit gede & perut rakyat.Pertanyaan nusuk:Berapa dari Rp500 T yang beneran jadi telur & susu? Berapa yang habis di “biaya operasional, sosialisasi, pendampingan”?Vendor MBG siapa? Ada nggak “orang dekat” yang dapat kontrak pengadaan telur se-Indonesia?Anak buruh dapat MBG nggak? Atau cuma anak PNS yang fotonya dipajang di baliho?3. MAY DAY JADI PANGGUNG UJI NYALI
Prabowo berani tanya langsung. Salut.

Tapi lebih gila lagi kalau buruh berani jawab jujur, TIDAK.Itu artinya rakyat udah muak pencitraan. Anggaran boleh fantastis, baliho boleh gede, tapi kalau anak buruh tetap bawa bekel singkong ke pabrik, artinya program gagal.

Kondisi usang keadaan sekolah

Sok iya memeberi makan gratis disekolah, sementara kondisi dan sarana banyak yang rusak, menurut pimpinan redaksi posjkt.com. Bukan seharusnya kebutuhan dasar pendidikan dulu yang diberikan, sebagai amanat kostitusi, program yang seharusnya dituntaskan mencerdaskan anak bangsa.

 

-MBGBuatSiapa

-BuruhTeriakTidak

-AuditRp500T

-AnakBuruhButuhGiziBukanJanji

-MayDayBukanPanggungPencitraan

RED: PUR

WAKIL BUPATI KABUPATEN TANGERANG TURUN TANGAN TERTIBKAN KABEL OPTIK SEMBRAWUT, APAKAH ANAK BUAHNYA GA BECUS HARUS WAKIL BUPATI YANG TURUN LANGSUNG?

POSTJKTC.COM | TIGARAKSA – Sikat habis! Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi perang melawan kabel semrawut yang selama ini jadi “benang kusut” pemandangan & ancaman nyawa warga. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, nggak mau cuma rapat di belakang meja. Rabu 29 April 2026, Wabup turun langsung pimpin seremoni pemotongan kabel udara fiber optik di Jalan Syekh Nawawi, Tigaraksa. Gunting Wabup jadi tanda perang: Semua kabel udara dibabat, dipindah ke bawah tanah!

TARGET 15 RUAS JALAN, 10 PRIORITAS DIBABAT TAHUN INI Ini bukan proyek coba-coba. 15 ruas jalan di Kabupaten Tangerang masuk daftar hitam penertiban. 10 ruas digarap prioritas tahun ini, termasuk: Jalur padat Legok–Karawaci: Sarang kabel kusut + macet Jalan Syekh Nawawi Tigaraksa: Pusat pemerintahan tapi kabelnya kayak jaring laba-laba “Hari ini kita mulai memotong kabel-kabel yang semrawut. Kita ingin Kabupaten Tangerang benar-benar Gemilang. Tidak boleh ada lagi kabel yang merusak pemandangan apalagi sampai membahayakan keselamatan warga,” tegas Wabup Intan di lokasi, sambil pegang gunting.Pesan jelas: Provider nakal yang pasang kabel sembarangan, SIAP-SIAP DIPOTONG!2. BUKAN CUMA ESTETIKA, INI SOAL NYAWA Selama ini kabel optik, TV, internet menjuntai rendah di atas jalan.

Sudah banyak korban,  Pengendara motor, kendaran besar seperti box continer kesangkut kabel di jalan raja tigaraksa cibadak, jatuh, luka parah. Mobil box nyangkut, kabel putus, internet se-kecamatan mati. Kebakaran gara-gara kabel konslet. Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar, blak-blakan: “Sesuai arahan Ibu Wakil Bupati, fokus kita adalah keindahan dan kenyamanan jangka panjang. Tapi yang utama: meminimalisir risiko kecelakaan akibat kabel yang menjuntai rendah.”Artinya: Pemkab udah muak liat warga jadi korban kabel liar.

KOLABORASI ATAU MATI,  APJATEL BANTEN DIKANDANGIN Proyek ini nggak main sendiri. DBMSDA, Dishub, dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Banten dipaksa kolaborasi.  Semua kabel wajib masuk pipa HDPE bawah tanah. Lebih awet, tahan banjir, nggak bikin kumuh. Nggak ada lagi izin kabel udara baru. Provider bandel, izin HARUS dicabut, kabel dipotong paksa. Ini tamparan keras buat operator nakal yang selama ini seenaknya nanam tiang & narik kabel tanpa izin.

BUKTI WABUP NGGAK OMONG KOSONG Biasanya pejabat cuma seremoni gunting pita. Intan Nurul Hikmah buktikan beda: Datang ke lapangan, pegang gunting, potong langsung.

Kasih deadline: 10 ruas prioritas kelar 2026. Ancaman terbuka: “Tidak boleh ada lagi kabel merusak pemandangan.” Pesan ke provider: Era kabel semrawut TAMAT. Era kota rapi & aman dimulai.PENUTUP: TIGARAKSA JADI CONTOH, DAERAH LAIN NYUSUL
Jalan Syekh Nawawi sebagai pusat pemerintahan wajib jadi contoh. Kalau di depan kantor Bupati aja semrawut, gimana daerah lain? Sekarang bola di Dishub & DBMSDA: Berani nggak tindak provider gede yang bandel?
Warga Tangerang ngawasin. Satu kabel menjuntai, foto, viralkan, tag Wabup. Dari honor gaib 1,29 M, Tugu Titik Baca gaib 1,125 M, sekarang giliran KABEL GAIB DIBABAT.
Kabupaten Tangerang bersih-bersih. Yang kotor minggir!

 

Postjktc.com | 29 April 2026
Reporter: Tim Investigasi

TPA Liar Oknum ASN di Gintung Kebal Aturan, Diduga Raup Rp375 Juta/Bulan dari Sampah PIK?

 

POSTJKTC.COM | TANGERANG – Praktik tebang pilih penertiban TPA liar di Kabupaten Tangerang memicu kemarahan warga. Meski DLHK mengklaim sudah menutup empat titik di Desa Gintung, Sukadiri, satu lapak raksasa milik oknum ASN berinisial MN terpantau tetap beroperasi hingga Jumat (17/4/2026). Ironisnya, lapak itu berdiri di atas tanah pengairan Kali Ciracap yang bukan peruntukannya.

Bisnis ilegal ini disinyalir masif. Sampah diduga berasal dari kawasan elite PIK 1 dan PIK 2, dengan tarif Rp200 ribu-Rp300 ribu per truk. Warga menduga ada keterlibatan oknum berinisial R dan PNS lain. Dengan asumsi 50 truk/hari, omzet kotor bisa tembus Rp375 juta per bulan. “Yang kecil digilas, yang punya orang dalam aman. Ini air susu dibalas air tuba buat warga,” ujar sumber.

 

Warga Desa Gintung kini menuntut Bupati bertindak tegas: tutup total tanpa pandang bulu, audit aliran dana, dan copot oknum ASN yang bermain. Bau busuk dan ancaman pencemaran Kali Ciracap jadi momok harian. Hingga kini, DLHK dan Satpol PP belum beri klarifikasi soal dugaan “beking kuat” di balik TPA liar tersebut.

Menurut informasi “Tarifnya Rp200 sampai 300 ribu per truk. Sehari 50 truk masuk, omzetnya Rp12 juta. Sebulan? Rp375 juta. Yang kecil digilas Satpol PP, yang ini kebal hukum. Tebang pilih!”???

Hingga ditayangkan berita, kadis Dlhk, belum dapat dikombinasikan.

Namun menurut, menurut kepala UPT 8 Hj. Siti Khotimah D Sesuai dengan tugas dan fungsi, verifikasi lapangan (verlap) sudah dilaksanakan oleh Pengawas pada 27 Maret 2026. Nota Dinas hasil verlap juga sudah kami sampaikan pada tanggal yang sama.

 

Disposisi Kepala Dinas telah turun ke bidang-bidang terkait dan dinas terkait. Saat ini kami tinggal menunggu eksekusi/tindak lanjut dari masing-masing pihak sesuai disposisi tersebut.

Menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan oleh Pengawas tanggal 27 Maret 2026, kami telah menyampaikan Nota Dinas pada hari yang sama.

 

Berdasarkan informasi, disposisi Kepala Dinas sudah turun ke bidang dan dinas terkait. Dengan ini kami laporkan bahwa seluruh tahapan di tingkat kami sudah tuntas. (Terkonfirmasi lewat pesan singkat).

Baca  “Warga Gintung yang jadi korban. Bau busuk tiap hari. Kali Ciracap terancam tercemar. Pertanyaannya satu: ada beking siapa di belakang MN?

Red ***

JK Murka: “Air Susu Kuberi, Air Tuba yang Kudapat!”

 

POSTJKTC.COM | Jakarta- Wajah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memerah. Dengan suara bergetar menahan amarah, ia akhirnya buka suara soal tuduhan keji Rismon Sianipar.

JK dituduh mendanai kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Bagi JK, ini bukan sekadar fitnah. Ini “air susu dibalas air tuba”.

Dulu ia yang mengangkat Jokowi dari Wali Kota Solo ke panggung nasional. Dulu ia yang pasang badan. Kini, justru namanya diseret sebagai pendana kasus yang menikam Jokowi dari belakang.

 

Dalam keterangan jumpa persnya Jk tegas ungkapkan “Kasih tahu semua itu termul-termul itu! Jokowi jadi presiden karena saya!” seru JK, Jumat (17/4/2026). Matanya tajam.

JK membeberkan aib politik yang menurutnya sengaja dilupakan. “Saya yang bawa dia dari Solo ke Jakarta! Saya yang sodorkan namanya ke Ibu Megawati untuk Pilkada DKI!”

Pilkada DKI 2012 itu adalah tangga pertama. Dari sanalah Jokowi melesat jadi Presiden ke-7 RI, dengan JK di sampingnya sebagai Wapres. Jasa yang dulu diagungkan, kini dibalas tuduhan. “Sungguh tidak tahu terima kasih”, ungkapanya.

Lapor Balik, Lalu Diserang politi tidak lagi sehat?

Ledakan amarah JK ini pecah saat ditanya soal laporan polisi atas ceramahnya ‘mati syahid’ di UGM. Ditanya apakah merasa dipolitisasi, JK tersenyum kecut.

“Silakan nilai sendiri,” katanya. “Masalah ini baru muncul setelah saya laporkan Rismon Sianipar ke polisi. Setelah saya lawan fitnah soal ijazah itu.”

Bagi JK, waktunya terlalu pas untuk disebut kebetulan. Setelah ia melawan air tuba dengan jalur hukum, tiba-tiba ceramahnya ikut dipolisikan.

Perang dingin elite pun dimulai. Di satu sisi ada laporan JK terhadap Rismon. Di sisi lain, ada laporan terhadap JK. Keduanya kini sama-sama bergulir di meja penyidik.

Udah kayak naskah sinetron politik  , dalam pandangan jurnalistik posjkt.com. bagaikan  pertunjukan sinetron naling kundanng.

 

 

red.**

VIRAL…SEJUMLAH PEJABAT BERJOGET DIIRINGI ARTIS PAPAN ATAS, MENGHABISKAN 0.9 MILYAR APBD 2025 DI HOTEL BANDUNG, (EVALUASI KINERJA APARATUR)

posjkt.com, Banten- Sejumlah pejabat berjoget asyik dipandu artis papan atas grub band Republik. Wah, ini lagi viral di media sosial, terutama di sosial media TikTok -Mr.X! 😱 Pesta pejabat Kabupaten Tangerang di Hotel Inn Peneur Holiday Bandung(11-13 Desember 2025),  menghabiskan anggaran kegiatan tersebut Rp 0,9 Milyar, diambil dari APBD 2025.

Diambil dari TikTok Mr.X

Emang bikin miris kata pengamat kebijakan publik Rustam Effendi,  apalagi di tengah bencana alam yang lagi banyak terjadi di Indonesia.

 

 

Banyak netizen yang menilai pejabat kurangnya empati dan rasa peduli pejabat publik tersebut. Angka kemiskinan juga terus meningkat dan masyarakat yang terjerat utang pinjol.

Kegiatan Evaluasi Kinerja aparatur daerah dihibur grup band Republik, dan didampingi pejabat tinggi kabupaten Tangerang, menurut informasi yang dikumpulkan posjkt.com pejabat yang bertanggung jawab dikabarkan Setda kabupaten Tangerang Soma Atmaja.

Disesi yang berbeda Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, udah merespons kegiatan tersebut, seharusnya tidak begitu heboh dan minta pejabat lebih empati.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, merespons polemik kegiatan Pemkab Tangerang di Bandung dengan mengingatkan para pejabat daerah agar tidak menggelar kegiatan berlebihan, terutama di luar wilayah Banten. “Jangan hura-hura, jangan sorak-sorai di luar. Kalau mau menggelar kegiatan, ya di Banten saja tidak apa-apa,” katanya.

Salah satu pejabat mengakui kejadian tersebut, namun menolak namanya disebut, karna kehadirannya hanya sebatas undangan. Seperti pesta aja… undangan.

Dimyati juga menekankan pentingnya empati dan kepekaan sosial dari para pejabat publik, terutama dalam situasi bencana alam yang sedang melanda beberapa wilayah. Ia akan menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh pejabat pemerintah kabupaten dan kota untuk melaksanakan kegiatan kedinasan di wilayah Banten dan tidak berlebihan.

“Pemerintah Provinsi Banten akan segera menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh pejabat pemerintah kabupaten dan kota terkait pelaksanaan kegiatan kedinasan,” ujarnya.

Sampai dengan ditanyangkan brita ini, pejabat terkait belum dapat dihubungi untuk klarifikasi kegiatan tersebut.

(Red)

WTP 17 berturut turut, BENARKAH KABUPATEN TANGERANG Masuk ZONA MERAH Rawan KORUPSI?

posjkt.com | Tangerang— Diawal kepemimpinan Rudi Maeysal Rasid  (BUPATI)  Kabupaten Tangerang menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2024. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Kabupaten Tangerang dilaksanakan di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Banten Serang pada Senin, 26 Mei 2025 .

Namun sangat disayangkan, satu tahun masa kepemimpin Rudi-Intan (dilansir dari media online bantennews) Kabupaten Tangerang  masuk dalam zona merah atau kategori rentan korupsi berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tahun 2025. Dan Survei Penilaian Intgritas merupakan instrumen yang dikembangkan Komisi Pembrantasan Korupsi untuk mengukur tingkat integritas serta potensi risiko korupsi di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dalam penilaiannya, KPK membagi hasil SPI ke dalam tiga kategori, yakni skor 0–72,9 masuk kategori rentan (merah), 73–77,9 kategori waspada (kuning), dan 78–100 kategori terjaga (hijau).

Berdasarkan hasil tersebut, Pemkab Tangerang yang dipimpin oleh Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah memperoleh skor 71,70, sehingga masuk dalam kategori rentan korupsi.

Berdasarkan pantauan posjkt.com , sejumlah proyek pembangunan di kabupaten Tangerang, tergolong mahal dan jauh dari kata efisiensi. Dapat disimpulkan, bahwa hasil penilaian SPI patut untuk dijadikan evaluasi oleh pemerintahan Daerah Kabupaten Tangerang (Bupati) Rudi Maeysal Rasid dan Wabup Intan Nurul Hikmah.

Hingga berita ini ditayangkan, pejabat terkait belum memberikan tanggapan.

 

Red. Baca selengkapnya

Banjir bandang, Kayu Glondong Terpotong Rapih mewarnai penderitaan Rakyat Tapteng.

posjkt.com, Medan Banjir bandang di Sumatera Utara (Sumut) sangat terkait dengan aktivitas manusia, terutama penggundulan hutan yang masif. Beberapa faktor yang berkontribusi pada bencana banjir bandang diberbagai tempat seperti Tapanuli Tengah, diduga keras  akibat,

Penggundulan Hutan: Penebangan pohon besar-besaran tanpa kontrol yang memadai, dan menghilangkan fungsi ekologis hutan sebagai penahan air dan pengatur tata air alami. Akar pohon yang seharusnya menyerap air hujan dan menahannya di dalam tanah kini tak lagi ada, sehingga air langsung mengalir ke dataran rendah dan menyebabkan banjir bandang.
– Perubahan Penggunaan Lahan: Hutan yang diubah menjadi lahan perkebunan, pertambangan, dan pemukiman telah mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko banjir.
– Kurangnya Penegakan Hukum: Para pemangku jabatan yang tutup mata terhadap penebangan pohon besar-besaran telah memperparah situasi ini.

Dampak dari penggundulan hutan ini tidak hanya terbatas pada banjir, tetapi juga mencakup:
– Erosi Tanah, Tanah yang tidak terlindungi oleh vegetasi mudah tererosi, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan meningkatkan risiko longsor.
– Perubahan Iklim: Hutan yang hilang telah mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap karbon dioksida, sehingga memperparah efek rumah kaca dan perubahan iklim.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya serius dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan, penegakan hukum yang ketat, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Diduga Perusahaan, seperti PT.TPl yang mendapat ijin konsesi dari kementrian kehutanan, menjadi landasan para pembalak hutan, secara membabi-buta menebang pohon pohon, yang menjadi paru paru dunia.

Lagi lagi masyarakat yang harus menanggung pahitnya, akibat pembabatan hutan dan kehilangan harta dan nyawa.

  • Red.

Progam Makan Bergizi Gratis, membuat orang tua was-was Terhadap keselamatan anaknya?

posjkt.com Tangerang Kasus keracunan massal akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan orang tua dan masyarakat. Clara Febiola  siswa SD Negeri 4 Tigaraksa, mengakui mendapat pesan dari orang tua untuk tidak mengkonsumsi makanan yang dibagikan di sekolahlanya. Orang tua siswa SDN 4 Tigaraksa, kawatir terjadi keracunan makanan terhadap anaknya, sehingga melarang untuk mengkonsumsinya.
Berdasarkan data dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI), terdapat sekitar 4.711 korban keracunan yang dilaporkan, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 6.452 anak keracunan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG tidak memenuhi standar keamanan pangan. Contohnya, kasus di Bandung Barat, Jawa Barat, di mana 1.315 siswa menjadi korban keracunan dan pemerintah setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini, termasuk penutupan dapur yang terindikasi bermasalah dan melakukan investigasi menyeluruh. BPKN RI juga mendorong audit total program MBG untuk memastikan keamanan pangan. Untuk mencegah terjadinya kembali keracunan.

Switno purba sebagai orang tua siswa, menyarankan sekolah untuk menolak program tersebut. Lebih baik dana MBG dialihkan untuk membiayai seragam siswa untuk menghindari pungutan liar disekolah, dan untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah perlu mengefakuasi atau menghentikan program tersebut ( MBG).

Para orang tua siswa di Kabupaten Tangerang tidak  sedikit yang melarang anaknya mengonsumsi makanan dari program MBG, karna memiliki alasan yang kuat, mengingat risiko keracunan yang masih ada.

Jika masih tetap dijalankan program tersebut pemerintah harus secara ketat mengawasi berjalanya progam tersebut dan pemerintah harus memastikan keamanan pangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini.

 

 

 

 

Redaksi. Max

Miris, Sosial Media di Indonesia, dapat dengan mudah di blokir, Sementara Judi online? Menjamur!

posjkt.com, JakartaAda apa dengan negri kita, kata Pemblokiran media sosial di Indonesia kontras dengan maraknya judi online. Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mereka telah memblokir lebih dari 1,3 juta konten perjudian online antara 20 Oktober 2024 hingga 23 April 2025. Ini mencakup 1.192.000 situs judi dan 127.000 konten di media sosial.

Namun, pimpinan Redaksi Postjakarta  Purba, menyatakan bahwa media sosial dapat diblokir dengan mudah, sementara judi online terus berkembang. Ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penindakan judi online dan kekuatan regulasi yang ada.

 

Upaya Pemerintah Pemblokiran Konten bermaksud untuk menconyer kekerasan di masa demomtran, tertanggal 1 samapai tgl 2 September 2025 ,Kemkomdigi secara aktif memblokir sosial media tiktok, Facebook, instagram dengan begitu mudah.  keputusan tersebut telah merugikan masyarakat yang aktif berjualan disosial media, seperti tiktok live . Pemerintah dengan mudahnya untuk menghentikan siaran langsung. 

Berbeda dengan situs situs judi online, yang makin marak dan menjamur, iklan disosmed namun tidak di blokir, ada apa dengan perintah ungkap jurnalistik media online. 

 

Evolusi Judi Online : Judi online terus berkembang dengan cara-cara baru untuk menghindari deteksi. 

 

Menjadi pertanyaan mendasar, apakah negara kalah dengan mafia perjudian online??? 

 

 

 

 

Red. Sp

Ampun, jaman sekarang anak usia 13 tahun duduk di kelas 6 pacaran sama gurunya.

Jakarta, posjkt.com

Waduh, jaman sekarang sudah mulai tidak ada rambu-rambunya, anak Anak SDN masih duduk di kelas 6 sudah milih pasangan.

Bahkan anak SD ini viral Media Sosial (Medsos), pacaran sama gurunya olahraganya.

Bahwa ia rasa cinta pada pasang seperti orang sudah dewasa, cemburunya bisa damprak orang lain.

Apakah itu ia masih kecil atau lawannya sudah dewasa, ia tak mengerti.

Jika pacarnya di ambil orang lain, tidak mampu tangan ini berbuat dukunpun bisa bertindak.

Sebut saja Nuri yang sudah duduk di kelas 6, kira-kira umur 13 tahunlah.

Dia cinta pada gurus olah raga, ia sempat cetingan sama gurunya.

Ketika anak SD naksir Guru Olahraganya sekaligus Cemburu sama Guru Kelasnya.

“Anak SD chat Gurunya udah kayak Chattingan Sama Temen Seangkatan Kuliah”, katanya akun anres di tayangkan Twitter.

Kabar Nuri marah besar pada ibu guruhnya.

Sambil di katai-katai, bahwa ibu guru kelas tidak boleh mendekat guru olahraganya itu.

“Ia menuliskan murid kelas 6 SD sudah bisa pacaran, dan cemburunya nabrak guru perempuan yang lain”, tuturnya akun Rani.

Marwah guru sudah tidak seperti dulu lagi, dulu guru galak biar ada batasan.

Tetapi guru sekarang sudah kayak temannya, karena pemerintah tidak bisa mencabut undang pendidikan, aturan apa sekarang.

“Sekarang guru tidak galak, yang orang tuanya, sedikit-sedikit lapor, itu akibatnya”, katanya akun Yuni.

Akun yuni @chanrawhyn, Sedikit-sedikit tidak terima lapor orang tua ke polisi, kini jadi apa generasi yang kocak ini.

(feri / henry)

Pihak Keluarga dari Kab. Solok Selatan Agar Kapolri tindak tegas pada yang terlibat di PT. Tambang Ilegal.

Jakarta, posjkt.com

Banyak yang terlibat dalam PT. Tambang ilegal, semuanya yang terkait harus di adakan sidang terbuka untuk umum, agar siapa saja yang terlibat didalamnya, jumat (29/11).

Yang ku rasa bukan saja AKP. dadang tetapi penjabat di Kab. Solok Selatan akan terlibat semua.

KKN BERJAMAAH yaitu yang pertama di Bukit Gadang Nagari Talao di dalam HGU PT SJAL Kecamatan Sangir Balai Janggo yang dimiliki Diduga putra Sang, Bupati dan lokasi yang kedua sangat dekat dengan Mapolres Solok Selatan di Jorong Sei.

Padi, Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir yang dikuasi oleh menantu Sang Bupati. Dua – duanya sekarang berprofesi sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu penambangan galian C Illegal itu di sepanjang aliran Batang Bangko dan Batang Suliti di Kecamatan, KPGD dan Sungai Pagu yang sedang viral dengan?.

Apa itu pasrah peristiwa Polisi tembak Polisi saat ini, merupakan kegiatan
keseharian penambangan galian C dari masyarakat setempat untuk mencari sesuap nasi (berskala kecil).

Ada2 keuntungan dari kegiatan pertambangan rakyat yang terdapat pada kedua aliran sungai tersebut :

1.Manfaat secara ekonomi merupakan mata pencarian masyarakat di tengah keterpurukan dan ketidakpastian ekonomi saat ini.

2.Untuk membantu pengerukan sedimentasi sungai dimana ke 2 sungai itu senantiasa mengalami.

FASE pendangkalan akibat longsoran material batu dan pasir yang berasal darij hulu sungai yang notabene.adalah kawasan pegunungan yang sangat dekat dan melingkari kota Muara Labuh.

Jika tidak dilakukan pengerukan secara rutin maka dapat dipastikan setiap musim hujan, Muara labuh atau Sungai Pagu akan senantiasa mengalami banjir besar karena permukaan sungai akan jauh lebih tinggi dari pemukiman masyarakat akibat sedimentasi ( pendangkalan massive ).

Dengan fakta di atas semestinya pihak yang berwenang justru harus menerbitkan.

Suatu izin resmi untuk aktivitas penambangan galian C oleh masyarakat kecil di sungai Batang Bangko dan Batang Suliti, supaya masyarakat setempat tidak senantiasa terjerumus dalam kegiatan yang melanggar hukum/illegal katanya

Maka dari peristiwa dan fakta-fakta yang ada mestinya penegakan hukum terhadap peristiwa polisi tembak polisi di Solok Selatan betul betul miris kali, prioritas harus dilakukan lnvestigasi HAM, saksama KOMPOLNAS KOMISI 3 DPRRI.

Diduga melanggar HAM yang sangat mendalam & cermat, loyaltas,integritas
komprehensif, adil dan jujur, supaya penyidik POLRI tidak berhenti hanya pada seorang AKP Dadang Iskandar yang hanya ibarat titik kecil dari pusaran kejahatan massive ilegal mining di Solok Selatan.

Aparat APH & keamanan jangan sampai mempertontonkan ketidak adilan dalam penegakan hukum, penegakan hukum yang tebang pilih dimana yang kecil ditindak dan yang besar dibiarkan meraja lela.

Peristiwa Polisi tembak polisi di Solok Selatan itu boleh jadi dipicu oleh ketidak adilan dalam penegakan Hukum yang sudah dipertontonkan secara telanjang.

Kita mengutuk dengan keras peristiwa APH Polisi tembak Polisi menjadi pembelajaran Edukasional mendalam bagi bangsa ini ,namun seyogyanya Penegakan hukum ilegal mining di solok selatan.

“TUPOKSI KACA MATA KUDA ” Jangan hanya menyasar pada seorang AKP. Dadang Iskandar, karena boleh jadi dia seorang pelaku sekaligus juga merupakan seorang Korban.

Berdasarkan informasi Viral dari media sosial yang merujuk pada Pernyataan Kapolda Sumatera Barat bahwa hanya akan fokus pada titik rawan Peristiwa penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Almarhum Kompol anumerta Drs. Ryanto Ulil Anshar Sik MS.

Akan, SALAH BESAR, Jika menjadi sangat bias apabila upaya investigasi penyidik Bareskrim PRESISI ,Mabes Polri untuk mengungkap secara terang benderang UU.KIP No.14 Keterbukaan informasi Publik.

Publik harus tahu tentang Explorasi mafia tambang yang merugikan Negara dari mendalami TSM Informasi UU PERS No.40 Tahun 1999, Gejolak merugikan Permainan oknum yang sesungguhnya di Solok Selatan.

Jika tidak dilakukan dengan sesungguh – sungguhnya konprehensip ke titik target sasaran operasionalisasi ,kondusif ,konprehensif & menyeluruh.

Diharapkan maka Pihak Kompolnas RI dan Pihak Komisi III DPR RI, Pihak Lembaga Swadaya Masyarakat lndependent seperti , DPP.GAKORPAN Presisi.

Turun ke Bawah, Sikapi-Hadapi, Atasi ‘ untuk sesegera mungkin melakukan accesment Yuridis Formal Tindakan Usut Tuntas Target Operasional untuk segera lnvestigasi mendalam hingga ke akar akar serabut masalahnya.

Apa itu dampak buruk, illegal Aktivitas Galian C,maupun Galian galian yang lain ke lapangan untuk.mendapatkan kongkrit bukti,fakta akurate modus.

Motif perlindungan hukum yang diistilahkan dengan “membayar Uang payung, Uang koordinasi, dengan hanya pay ment oknum ,Nominal Rp. 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah) per unit alat berat Excavator, per bulan, dan itu sudah berlangsung massive TSM untuk lebih dari 10 tahun.

Penulis : dr. Bernard BB Sagian, SH,.MH.

Kristian Hadi Wibowo sudah pernah di sidang kan oleh jaksa dan hakim pengadilan Negeri Tangerang.

Tangerang, posjkt.com

Sidang kasus undang undang ite di Pengadilan Negeri Tangerang menjadi perhatian pengunjung sidang. Pasalnya terdakwa Kristian Hadi Wibowo Residivis yang pernah di sidangkan oleh jaksa Yudha diliyansyah,SH kasus tindak pidana melanggar pasal KUHP

Roger Paulus silalahi saksi pelapor di hadapan majelis hakim Ali Murdiat SH MH memohon supaya sidangnya di live IG siaran langsung Instagram lewat Hp.

Tetapi majelis hakim menolak karna banyak mudorotnya, nanti di salah artikan orang ujar majelis hakim setelah berunding dengan hakim anggota.

Jaksa penuntut umum Ary Dody wijaya dan Hendrailana sh menjerat terdakwa Kristian Hadi Wibowo dengan undang undang ite pasal 27 ayat (1) pasal lexsepecialis dan pasal 310 KUHP perbuatan tidak menyenangkan.

Terdakwa adalah seorang residivis yang sudah pernah di sidang kan oleh jaksa dan hakim pengadilan negeri Tangerang.

Tetapi dalam kasus ini terdakwa tidak di tahan alias tahanan kota. Seharusnya JPU menahan terdakwa karna ancaman undang undang ite paling 7 tahun.

“Karna tidak di tahan itulah terdakwa masih ngancam. Ngancam saya lewat medsos”, ujar saksi Roger sambil Menunjukan sekrensot di hadapan JPU dan hakim pengadilan negeri Tangerang.

“Terdakwa mengatai saya dan orang tua almarhum ibu saya lewat medsos, Saya tidak ada masalah dengan terdakwa juga bukan berteman”, ujar saksi menjawab pertanyaan JPU Dody.

Kenal terdakwa satu grup sebagai penyayang anjing kenan (anjing liar) yang ada di hutan aceh.

Awalnya terdakwa berkata kasar di medsos (FB) Karna satu grup di wabsab saya tegor jangan berkata seperti itu nanti ada yang tersinggung, ada yang marah.

Teguran saya malaah terdakwa yang marah sama saya ujar Roger.

“Saya sebagai anak, Orang tua saya yang sudah almarhum di katai kalau ibu saya melayani kuli bangunan ibu saya ada di kerah negara saya tidak terima”, ujar Roger.

Selain itu terdakwa juga posting di medsos banyak terkesan menantang, akan bawa LSM juga punya bekingan PM.

Sedangkan saksi Margaret, Riska suganda dan Margareta mengetahui perbuatan terdakwa dari media FB dan instagram.

Terdakwa Kristian mengatain saksi korban Roger lewat medsos saya tahu dari temen di kirimi catingannya yang di sekrinsot ujar Margareta.

Tidak kenal dengan terdakwa juga bukan temen. Pernah kenal temen di fb ujar Margareta di iyakan Riska suganda.

“Tahu cat postingan terdakwa karna kenal potonya di medsos”, ujar ke 3 saksi.

Keterangan saksi korban Roger dan 3 saksi kenal di sosmed tidak di bantah oleh terdakwa Kristian Hadi Wibowo. JPU Dody akan menghadirkan sakai ahli sidang tunda pekan depan.

Roger Paulus silalahi di Luar sidang mengatakan. Yang bikin saya marah karna dia mengatai ibu saya.

Sampai saat ini terdakwa Kristian masih menghujat saya terus di sosmed. Saya hanya kasih pelajaran supaya dia sadar.

“Ternyata dia sudah pernah di sidang kan di pengadilan sini. Berati Kristian itu tidak ada kapoknya”, ujar Roger.

Sedangkan margareta, Margaret dan Rita Suganda mengiyakan kalau terdakwa Kristian pernah di putus kasusnya di pengadilan sini.

Berarti dia tidak takut di bui. Tetapi kena apa jaksa tidak masukan dia ke bui ujar serikandi sosmed ini ke awak media

(arfaiz / prayitno).

Natizen sempat komen bahwa kenapa Pramono yang harus i cagub/cawagub.

Jakarta, posjkt.com

Para natizen heboh PDIP masih milih-milih untuk mewakili calon yang akan di pasangkan menduduki DKI Jakarta, jumat (30/08).

Bahkan cilote-colote natizen di ruang maya di sana, bahwa kenapa mencalonkan Pramono kenapa tidak perempuan yang coba ganti pemipin yang baru.

“Daripada @PDI_Perjuangan bingung nentuin siapa yang jadi Calon Gubenur/Calon Wakil Gubenur (cagub dan cawagub) di Jakarta”, katanya akun @antonius.

Menurut @antonius, kenapa tidak pilih Ima Mahdiah atau pun Agustina Hermanto alias Tina Toon.

Ia juga berharap wanita yang harus di calonkan.

Atau kah merupakan kadernya sendiri yang Muda Asli Jakarta dan Muda Mau Kerja keras.

“Dan bukan Kerena jakarta memang butuh pemimpin yang energik dan mengerti daerahnya”, katanya @antoniuscdr

Menuruit akun@yanti, juga mengatakan kenapa bukan orang jakarta asli.

Dari pada orang luar belum tahu bagai mana karakter daerahnya,

“Toh, kenapa orang luar jakarta yang harus masuk Jakarta, setujuh jika pramono tak usah di calonkan di jakarta, mending Anis Baswedan”, tuturnya.

(deri / feri)