Subang, posjkt.com
Hendak berlibur dan ke Bandung dan bersama Siswa/si SMK Liga Kencana Depok, Jawa Barat tiba-tiba mobil di Ciater, Jawa Barat terguling tak mampu mengandalikan mobil bus.
Mobil Pariwisata yang menuju ke Bandung pas penurunan Ciater Jawa Barat, tenyata mobil bus pariwisata yang membawa siswa terguling.
Karena diduga Rem blong, dan tak bisa mengendalikan lanju kencang bus dari atas menuju ke bawah.
Pihak Kepala Sekolah, sopir pihak perusahaan bus hal ini minta bertanggung jawab, karena membawa banyak orang orang.
Apakah sebelum berangkat mobil tidak cek kelengkapan, sehingga tidak membahayakan penumpang?.
“Jika hal ini sudah dicek, kemungkinan tak seperti ini”, katanya Asep dishub lain.
Kata Asep dishub lain, bisa saja mobil itu tidak cek kelengkapan, karena jarak jauh pasti mobil sehat.
Pihak orang tua sampai sekarang tak terima kejadian ini.
Ia merasa anak-anaknya masih sehat-sehat saja kan?
“Mudah-mudahan anak kami sehat-sehat saja kan”, katanya keluarga mengadami ibunya anak yang meninggal.
Menurut informasi Kecelakaan maut yang melibatkan sejumlah kendaraan, terjadi di daerah Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024), pukul 18.48 WIB.
Dirut RSUD Subang Ahmad Nasuhi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 9 orang tewas dalam kejadian maut.
“Berdasarkan informasi dari Dinkes Kabupaten Subang akan dibawa 9 jenazah ke RSUD Subang,” ujarnya saat diwawancara dalam Breaking News Kompas TV, Sabtu malam.
Peristiwa ini juga menimbulkan 20 korban luka.
“Sekitar 20 korban luka ringan dibawa ke puskemsas terdekat, Puskesmas Palasari,” ucapnya
Ahmad menuturkan, korban luka telah ditangani di Puskesmas Palasari dan klinik di Tambakmekar.
Adapun untuk korban luka berat dirawat di RS PTPN VII, RS Hamori, dan RSUD Subang.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Subang AKP Undang Syarif Hidayat menuturkan,
kecelakaan ini bermula dari bus rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, yang oleng, lalu menabrak sejumlah kendaraan.
Untuk sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Belum ada info apakah sopir ngantuk apa remnya blong,” ungkapnya.
Saat ini, petugas masih berusaha mengangkat bus yang terguling di jalan.
Kata Polisi, dalam hal kasus ini dalam penangan pihak polisi.
Pihak polisi masih mencari keterangan tentang terjadi kecelakaan di Ciater, Jawa Barat, yang di kemudi oleh supir bus dari Depok.
( Jajang / Sahat red )
Subang, posjkt.com
Kecelakaan Maut di Subang, Bus Rombongan SMK Asal Depok Terguling di Ciater, Belasan Orang Tewas, kondisi penumpang dalam berbahaya.
Kecelakaan maut bus pariwisata terjadi di turunan Ciater di Lembah Sarimas di Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam, ada beberapa siswa meninggal dan ada luka berat dan ringan.
Siswa yang luka-luka berat langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.
Sampai saat ini dari Ansurance kecelakaan belum medata, bahwa kerugian pasien.
Diduga pula Bus Pariwisata yang di tumpangi oleh siswa remnya Blong dan dan ada dugaan mobil tak bisa rem ketinggian dalam mendaki.
Bus yang kecelakaan hingga terguling diketahui membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana asal Kota Depok, yang baru saja melakukan perpisahan di Bandung.
Dugaan ada belasan korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata bernomor pelat AD 7524 OG tersebut.
Kecelakaan maut bus pariwisata terjadi di turunan Ciater di Lembah Sarimas di Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam.
Bus yang kecelakaan hingga terguling diketahui membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana asal Kota Depok, yang baru saja melakukan perpisahan di Bandung.
Kadishub Subang Asep Setia Permana yang berada di lokasi kejadian mengatakan kecelakaan maut tersebut terjadi Sabtu pukul 18.00.Wib
Menurut Asep bus diduga mengalami rem blong saat turunan sehingga sopir kehilangan kendali, dan sempat panik.
“Bus akhirnya menabrak satu mobil pribadi dan beberapa motor, sebelum terguling,” kata Asep dalam tayanga di TV One, Sabtu malam.
Saat ini masih dalam penanganan pihak polisi.
Jika, polis mendapatkan rem blong supir bisa di kenakan pidana dan serta kurangan penjarah.
“Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena ini ada korban”, katanya Polisi.
(Sahat red)
Jakbar, posjkt.com
Penagkapan Kang Mus dan kawan-kawan (dkk) di tangkap polisi, di salah satu tempat di Jakarta Barat, saat dalam komsumsi sejenis sabu-sabu.
Polisi tangkap kang mus dkk itu ada sumber dari pelaporan dari masyarakat.
Karena sigapnya aparat polisi dan polisi mengelolah di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang dalam komsunsi obat haram itu.
Saat penangkapan kang mus dkk itu, sempat mengelak, lalu di galedah oleh polisi ada kedapatan sejumlah barang bukti.
Kini Kang Mus dkk berurusan sama polisi dengan komsumsi barang haram itu.
Menurut Yadi (45) warga bahwa kang mus dkk, di tangkap polisi.
“Katanya, pihak polisi tangkap kang mus dkk karena kedapatan kosumsi barang nharam sejenis sabu-sabu”, katanya yadi warga melihat ada polisi ramai/
Kang Mus Dan Rekan Aktor Sinetron Ditangkap Polres Jakarta Barat (Jakbar) Kedapatan Konsumsi Narkoba Jenis Ganja.
Aktor yang terkenal dengan perannya sebagai Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun, EK, ditangkap karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja.
Penangkapan ini terjadi di Apartemen Kalbata City, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/5/2024).
Epy tidak ditangkap sendirian, melainkan bersama dengan seorang pria berinisial YI, yang juga dikenal sebagai aktor sinetron
“Dari salah satu dari keduanya, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis ganja.
Kedua aktor tersebut juga dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine awal,” Ujar Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akbp Indrawienny Panjiyoga saat dikonfirmasi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat, 10/5/2024.
Indrawienny Panjiyoga, menjelaskan bahwa penangkapan berawal dari penangkapan “YI” terlebih dahulu, diikuti oleh penangkapan Epy di warung miliknya di kawasan Apartemen Kalibata City, dikutip diinsgram polisi.
Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat.
Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keduanya hampir secara bersamaan.
Saat ini, kedua aktor tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus ini.
(Dela / irwan / sahat)
Tangerang, posjkt.com
Mafia BBM bersubsidi kini kini beradar pada mafia, diduga Mafia BBM ngamuk, ia di ikuti oleh sejumlah wartawan pada malam hari.
Mafia Solar Kembali Beraksi: Wartawan Dikeroyok, Ketua GWI Mendesak Penegakan Hukum Tegas, senin, 06 Mei 2024 –
Mafia solar kembali membuat gebrakan dengan kekerasan, kali ini menyasar para wartawan. Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI).
Syamsul Bahri, mengecam keras kejadian tersebut dan mendesak Kapolres Metro Kota Tangerang untuk bertindak tegas.
Maraknya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi sorotan utama. Di balik maraknya ini, terlihat adanya oknum Anggota Polisi Hutan (APH) yang terlibat.
Membiarkan mobil-mobil bermuatan BBM yang diduga dimodifikasi lewat tanpa hambatan, seperti yang terjadi di depan Polsek Jati Uwung, Kota Tangerang.
Praktik ini menjadi kesempatan bagi para mafia untuk bertindak brutal. Baru-baru ini, seorang wartawan yang tergabung dalam Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) menjadi korban.
Insiden penyerangan dan perampasan ponsel wartawan itu terjadi di Jalan Gatot Subroto KM.4, tepatnya di flyover Taman Cibodas, Sangiang Jaya, Priuk, Kota Tangerang.
Menurut korban, yang diketahui bernama AS, serombongan orang tak dikenal tersebut datang atas undangan dari sopir mobil box milik seseorang bernama Andre.
Sopir tersebut mengaku sebagai “bumper” atau penghubung dengan seorang oknum wartawan yang mengklaim sebagai pimpinan redaksi salah satu media online dengan inisial WST.
“Para gerombolan itu diundang oleh sopir melalui telepon, padahal saya sudah bicara baik-baik dengan sopir tersebut,” ujar AS.
Korban juga menyebutkan bahwa para pengeroyok itu secara beringas mengintimidasi dan menyerangnya, bersama dengan seorang rekannya yang berada di lokasi kejadian.
“Mereka tidak bisa diajak berkomunikasi, dan mengatakan bahwa ini urusan bos Andre dan Simbolon, orang lapangan mereka,” tambahnya.
Kejadian itu dilaporkan langsung kepada pihak berwajib dengan nomor laporan LP/B/481/V/2024/SPKT/Polres Metro Kota Tangerang, dan AS meminta agar penegak hukum segera menindaklanjuti.
Menyikapi insiden yang menimpa anggota organisasinya, Syamsul Bahri, Ketua DPD Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten, menyuarakan permintaan tegas kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Saya meminta dengan tegas kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan khususnya kepada Kapolres Metro Kota Tangerang, KBP Zain Dwi Nugroho SH.S.I.K.M.SI, untuk menindak para mafia solar dengan serius,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak berwajib. Para pelaku masih berkeliaran bebas.
(Sahat red)
