BAPENDA KAB. TANGERANG LEPAS KEPALA BADAN: DR. H. SLAMET BUDHI MULYANTO MASUK MASA PURNA TUGAS DI USIA 60 TAHUN

TANGERANG, http://postjktc.co – Suasana haru menyelimuti  Badan Pendapatan Daerah Kab. Tangerang. Keluarga besar Bapenda mengucapkan selamat kepada pimpinannya, Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, http://M.Si, yang merayakan ulang tahun ke-60 sekaligus memasuki masa purna tugas.

Ucapan itu disampaikan melalui akun resmi Instagram @bapenda_tangkab, Selasa 12.46 WIB.

Isi Ungkapan Bapenda Kab. Tangerang
_”Segenap keluarga besar Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan:_

_Selamat Ulang Tahun ke-60 sekaligus Selamat Memasuki Masa Purna Tugas kepada_
_Dr. H. Slamet Budhi Mulyanto, http://M.Si_
_Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang_

_Terima kasih atas dedikasi, kepemimpinan, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan dalam membangun dan memajukan Bapenda Kabupaten Tangerang._

_Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian berikutnya. Semoga masa purna tugas menjadi babak baru yang penuh makna, kebahagiaan, dan keberkahan bersama keluarga._

_Terima kasih atas segala jasa dan keteladanan yang telah menginspirasi kami semua._

_Selamat dan sukses selalu.”_

Postingan itu langsung dibanjiri komentar dari ASN dan masyarakat. Hingga berita ini ditulis sudah ada 4 komentar masuk.

Sekilas Peran Bapenda di Bawah Kepemimpinannya
Selama memimpin Bapenda, Dr. Slamet dikenal fokus pada 3 hal:
1. Optimalisasi PAD: Digitalisasi pajak daerah, Samsat keliling, dan kemudahan bayar PBB
2. Pelayanan: Bapenda jadi salah satu OPD yang paling sering bersentuhan langsung dengan wajib pajak
3. Keteladanan: Dikenal disiplin dan membangun budaya kerja “jemput bola” ke kecamatan

Babak Baru Purna Tugas
Memasuki usia 60 tahun dan purna tugas bukan akhir. Seperti pesan Bapenda: ini *”babak baru yang penuh makna”. Semoga Pak Slamet bisa lebih banyak waktu bersama keluarga dan tetap menebar inspirasi.

Selamat jalan Pak. Terima kasih atas pengabdiannya untuk Tangerang Gemilang🙏

BapendaKabupatenTangerang #KabupatenTangerang #TangerangGemilang

DIDUGA, ASET Rp 6,9 MILIAR “HILANG”: 81 UNIT MOBIL & MOTOR PEMKAB PANDEGLANG TAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA?

PANDEGLANG, http://postjktc.co_ Sebanyak 81 unit kendaraan dinas milik Pemkab Pandeglang senilai Rp 6,9 miliar saat ini tidak diketahui keberadaannya.

 

Temuan itu terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan Banten atas LKPD TA 2025 yang baru dirilis.

Rincian Aset yang “Menghilang” 1990-2023

Berdasarkan LHP BPK, 81 unit kendaraan itu terdiri dari 34 mobil dan 47 sepeda motor. Perolehannya merentang dari “medio 1990 hingga 2023.

 

Aset tersebut tercatat sebagai milik 3 OPD:

1. Dinas Kesehatan: 53 unit

2. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [DPKP]: 27 unit

3. Dinas Perhubungan:  1 unit

 

Total nilai: Rp 6,9 miliar  uang negara.

 

Apa Kata BPK?

BPK dalam LHP-nya menyoroti lemahnya penatausahaan dan pengendalian aset. Akibatnya, keberadaan kendaraan tidak dapat ditelusuri, berisiko rusak, hilang, atau disalahgunakan.

 

Ini masuk kategori “kerugian negara potensial karena aset tidak bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik.

 

Dampaknya ke Warga Pandeglang

1. Pelayanan Terganggu: 53 unit mobil/motor Dinkes yang hilang bisa saja dipakai untuk ambulans desa, Puskesmas keliling, atau distribusi obat.

2. Beban APBD: Kalau aset benar-benar hilang/rusak, Pemkab harus beli baru lagi pakai uang rakyat.

3. Kepercayaan Publik: Aset dibeli sejak 1990, artinya sudah berganti 5-6 Bupati. Penelusurannya jadi PR besar.

 

 

 

 

Hak Jawab untuk Pemkab Pandeglang

1. Bupati  dan Sekda: Apa langkah konkret 30 hari ke depan untuk menelusuri 81 unit ini?

2. Kepala Dinkes, DPKP, Dishub: Di mana posisi terakhir kendaraan di OPD Anda? Ada bukti serah terima tidak?

3. Inspektorat: Sudahkah ada temuan internal sebelum BPK masuk?

Catatan Redaksi:

Rp 6,9 miliar itu bisa untuk bangun 10 Puskesmas pembantu atau beli 50 ambulans baru. 

 

BPK sudah memberi lampu kuning. Tinggal Pemkab Pandeglang mau serius menindaklanjuti atau dibiarkan “hilang” selamanya.

 

_Redaksi http://postjktc.co masih menunggu klarifikasi resmi dari Pemkab Pandeglang terkait temuan BPK ini._

 

—purba

 

 

BUPATI MAESYAL TURUN KE TPA JATIWARINGIN: TURUN LAPANGAN SAJA NGGAK CUKUP, INI YANG HARUS JADI HASILNYA

TANGERANG, http://postjktc.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung TPA Jatiwaringin, Mauk, Selasa malam 30/6/26 saat api masih membakar 4-5 hektar.

Pertanyaannya warga Tanjakan Mekar: Datang ke lokasi itu manfaatnya apa? Terus solusinya yang konkret apa?

Apa Manfaat Bupati Hadir Langsung di Lokasi Kebakaran?

Kehadiran kepala daerah saat bencana itu bukan sekadar “foto”. Ada 3 fungsi krusial:

 

Komando & Pemutus Kebuntuan: Di lapangan ada DLHK, BPBD, Damkar, Polri, TNI. Tanpa komando Bupati, sering bentrok SOP. Bupati datang = semua lini langsung 1 komando. Buktinya: langsung perintah “bongkar timbunan pakai alat berat” biar damkar bisa masuk.
2. Buka Akses Sumber Daya Pusat: Kata Bupati sendiri, karena dia di lokasi langsung koordinasi ke BNPB.

Hasilnya: Dirjen BNPB turun + ada rencana helikopter water bombing. Akses ke dana + alat pusat jauh lebih cepat kalau Bupati yang lapor langsung di titik api.

3. Redam Kepanikan & Bangun Kepercayaan: Warga RT 14 yang ngungsi butuh lihat pimpinan daerahnya ada. Itu menurunkan panik, menaikkan kepatuhan evakuasi, dan bikin warga percaya negara hadir.

 

Jadi manfaatnya: Komando cepat, akses pusat kebuka, warga tenang.

2. Solusi: Jangan Sampai “Tinjau” Jadi Seremonial Doang

Bupati sendiri bilang penyebabnya: cuaca kemarau dan gas metana ditambah+ angin kencang ,  akses jalan terbatas. Nah, dari 4 masalah itu, ini solusi yang harus dikejar sekarang:

A. Solusi Darurat 7 Hari ke Depan [Pemadaman Tuntas]*
1. Bedah Gunungan” : Teruskan perintah buka akses pakai alat berat. Bakar dari dalam harus dibongkar, baru disiram. Ini paling efektif lawan _deep-seated fire_.
2. Water Bombing dan Foam: Gas metana nggak mati pakai air doang. BNPB wajib pakai foam pemadam khusus sampah/TPA biar bara di dalam mati total.

B. Solusi 90 Hari ke Depan [Cegah Kebakar Lagi]
Ini PR utama Bupati Maesyal biar nggak “kebakaran jilid 3”.
1. Audit & Pasang Gas Venting*: Segera audit 33 hektare TPA. Tanam pipa ventilasi dan bakar metana di flare. Ini matikan “bahan bakar” utama. Target: 1 bulan desain, 2 bulan eksekusi titik kritis.
2. Buka Jalan Evakuasi & Akses Damkar Permanen*: Akses terbatas = pemadaman lambat. Bikin 3 jalur beton di dalam TPA yang nggak ketutup sampah. Wajib ada.
3. Sensor Suhu + CCTV 24 Jam: Pasang 10 sensor suhu di titik rawan. Kalau >60°C, BPBD + DLHK langsung diserbu notifikasi. Cegah api kecil jadi besar.

C. Solusi Jangka Panjang 1-2 Tahun [Tutup “Kompornya”]
1. *Upgrade ke Sanitary Landfill: Stop model “gunungan terbuka”. Wajib ada lapisan tanah tiap hari, pipa lindi, dan penangkap gas metana. Ini standar nasional.
2. Kurangi 50% Sampah Organik Masuk TPA: Kerja sama dengan camat. Wajibkan pilah sampah di 29 kecamatan. Sampah organik diolah jadi kompor biogas di desa. Kalau organik berkurang, metana berkurang, api nggak ada bahan bakar.

1. Pak Bupati Maesyal: Berapa anggaran darurat yang dikucurkan malam ini? Dan kapan Perbup tentang “TPA Aman” terbit?
2. DLHK: Kapan target TPA Jatiwaringin bebas dari status “open dumping”?

Kesimpulan Redaksi:
Tinjau lapangan  dan langkah 1 yang benar Pak Bupati. Sekarang langkah 2: Ubah hasil tinjauan jadi Perbup, anggaran, dan proyek fisik.

Warga Tanjakan Mekar nggak butuh janji. Butuh TPA yang nggak bikin mereka ngungsi tiap kemarau.


 

Red.Purba

JATIWARINGIN KEBAKAR LAGI: SAATNYA BUAT SOLUSI KONKRIT “KOMPOR RAKSASA” DENGAN BEBERAPA LANGKAH INI

TANGERANG, http://postjktc.co – Kebakaran 4-5 hektar di TPA Jatiwaringin, Selasa 30/6/2026, bikin RT 14 Tanjakan Mekar mengungsi lagi. Asap tebal, damkar kewalahan. Penyebabnya? Gas metana dan panas dari dalam gunungan sampah.

Menurut keterangan warga setempat, kebakaran terjadi secara alami, tidak ada sengaja  yang membakar sampah dengan sengaja, kemukiman besar karna faktor suhu panas yang terjadi sepekan.

Senada dengan keterangan, kepala UPT Jatiwaringin Yahya, kebakaran terjadi begitu saja, dugaan sementara karna zat metana yang sudah menumpuk dan ketemu hawa panas penyebab terjadinya kebakaran.

TPA model gunungan itu ibarat kompor raksasa,  yang masak sampahnya sendiri. Kalau terus dibiarkan, tahun depan kebakar lagi.

Narasumber postjktc.co, mengulas kejadian kebakaran, dan memberikan solusi,agar tidak terjadi lagi kebakaran.

Bedah Masalah: Kenapa TPA Gampang Kebakar?

1. Dari Dalam: Sampah organik busuk → bakteri hasilin gas *metana CH₄ + panas 50°C-80°C. Ketemu oksigen & percikan = nyala sendiri dari dalam. Namanya _deep-seated fire_. Air dari atas nggak nyampe.

2. Dari Luar: Puntung rokok, bakar sampah ilegal, korsleting alat berat.

3. Dari Alam: Kemarau panjang bikin sampah kering dan suhu naik.

 

Stop Lingkaran Kebakaran: 4 Solusi Jangka Pendek & Panjang

Solusi Jangka pendek, Selamatkan Warga Sekarang Juga

1. Sistem Peringatan Dini Asap: Pasang sensor suhu + gas metana di 5 titik gunungan. Kalau suhu >60°C, sirine bunyi + WA RT langsung masuk. Warga Tanjakan Mekar nggak kaget lagi.

2. Zona Aman & Masker Gratis: Dinkes dan BPBD siapkan 1000 masker N95  dan posko kesehatan keliling saat kemarau. Arah angin dipantau tiap jam dan diumumkan di grup desa.

JANGKA PANJANG: Matikan “Kompornya” Biar Nggak Nyala Lagi

1. Gas Venting dan Flare Wajib,  Ini standar TPA modern. Tanam pipa-pipa vertikal ke dalam gunungan. Gas metana disedot, lalu dibakar aman di atas pake api kecil “flare”. Metana habis sama dengan nggak ada bahan bakar kebakaran. Sekalian bisa jadi listrik.

2. Tutup Harian  dan Pemadatan, Tiap sore, sampah baru wajib ditutup tanah 15cm. Oksigen nggak masuk, metana nggak numpuk, api susah nyala. Aturannya ada di UU, tinggal dieksekusi.

3. Kurangi Sampah Masuk TPA, Kuncinya di hulu. Perkuat Bank Sampah, wajib pilah sampah organik di tiap kecamatan. Kalau organiknya berkurang 50%, metana di TPA juga turun 50%.

4. Patroli & CCTV Zona Merah: Larang keras merokok, bakar sampah, dan masuk tanpa izin. Kasih sanksi tegas buat oknum.

 

Catatan Redaksi http:

Water bombing itu pemadam. Bukan solusi. Kita nggak bisa tiap tahun nyiram “kompor” yang sama.

Biaya 1x water bombing dan kerugian warga dan kesehatan, mungkin udah cukup buat bangun 20 titik flare di TPA.

Warga Tanjakan Mekar berhak hirup udara bersih, bukan asap. Dan APBD berhak dipake buat solusi, bukan buat ngulang bencana.

 

—red.Purba

JATIWARINGIN KEMBALI TERBAKAR: 5 HEKTAR HANGUS, PULUHAN WARGA TANJAKAN MEKAR MENGUNGSI

TANGERANG, http://postjktc.co – Tempat Pembuangan Akhir TPA Jatiwaringin kembali jadi titik merah. Kebakaran hebat melanda TPA pada Selasa 30/6/2026 siang hingga malam,  memaksa puluhan warga mengungsi karena asap tebal menyelimuti permukiman.

Situasi Pukul 21.17 WIB:

1. Luas Area : Api membakar 4 hingga 5 hektar, gunungan sampah.

2. Status: Proses pemadaman masih ketat berlangsung. Petugas gabungan belum padam 100%.

3. Korban : Beruntung nihil korban jiwa.  Belum ada laporan personel cedera atau kelelahan berat.

Warga Dievakuasi

Demi menghindari dampak asap, warga Desa Tanjakan Mekar RT 14, mayoritas ibu-ibu dan anak-anak, sudah dievakuasi ke Kantor Desa setempat.

Tantangan di Lapangan, Kata BPBD..

Kepala BPBD Kab. Tangerang, Drs. H. Achmad Taufik, bilang tim di lapangan kerja ekstra keras.

“Kesulitan kami terutama karena ketinggian timbunan sampah yang menyebabkan kesulitan memadamkan api di bagian paling atas. Kedua, ketebalan asap yang tebal sehingga petugas kesulitan memadamkan titik api,” ujar Taufik.

Meski api permukaan mulai mengecil, bara di dalam tumpukan sampah masih aktif ,  dan terus memicu asap tebal. Petugas harus gantian pakai kostum anti-panas dan masker karena gas beracun + risiko kelelahan akut.

 

Kerahan Pasukan & Bantuan Udara

Sejak pukul 12.00 WIB, dikerahkan *10 unit mobil damkar + 35-40 personel*.

Karena titik api susah dijangkau, BPBD sudah koordinasi ke BNPB minta bantuan helikopter water bombing untuk siram dari udara.

 

“Kami sudah antisipasi pengiriman penyiraman di sekitar titik api sehingga untuk meluas Insya Allah tidak sampai,” tegas Taufik, memastikan perimeter aman dari permukiman.

Imbauan BPBD:

1. Warga sekitar tetap waspada arah angin & pergerakan asap.

2. Tutup pintu/jendela, pakai masker N95 kalau harus keluar.

3. Anak, lansia, dan punya asma jangan keluar rumah dulu.

BPBD juga siagakan  logistik air bersih + APD untuk petugas secara berkala.

 

 

Catatan Redaksi http:

“Kembali ” terbakar. Kata itu yang bikin nyesek.  TPA Jatiwaringin bukan baru sekali. Gunungan sampah setinggi gedung dan  metana  sama dengan bom waktu, yang dapat meledak kapan saja.

Sudah waktunya bicara serius , menggunakan teknologi landfill, pemilahan sejak sumber, dan tutup TPA terbuka.  Jangan tunggu warga Tanjakan Mekar mengungsi tiap tahun.

 

Hak Jawab 1×24 Jam

1. DLH Kab. Tangerang: Jelaskan penyebab pasti, sistem pemantauan gas metana, dan rencana revitalisasi TPA.

2. Dinkes: Posko kesehatan untuk warga terdampak asap sudah dibuka di mana?

3. BNPB: Kapan water bombing tiba di lokasi?

_Redaksi masih pantau perkembangan di lapangan._

 

 

Red.Purba

 

DI TENGAH LAPORAN KERACUNAN SISWA, RIBUAN RELAWAN & PEGAWAI DAPUR SPPG DESAK MBG TETAP JALAN

TANGERANG, http://postjktc.co – Program Makan Bergizi Gratis MBG kini berdiri di dua kutub. Di satu sisi ada laporan siswa keracunan. Di sisi lain, ribuan orang turun jalan karena program ini jadi sumber penghidupan. Anggaran terbuang mubazir fakta dilapangan lebih banyak yang terbuang sia-sia.

Salah satu orang tua siswa Carles sijabat, menguntungkan lebih baik dana mbg diberikan lansung ke orang tua.

 

Senin 29/06/2026, ribuan relawan MBG dari berbagai kecamatan  memadati halaman Kantor Bupati Tangerang. Mereka mendesak agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak dihentikan.

 

1. Sisi Kritis: “Sudah Makan Korban”

Sebagian masyarakat menilai program ini  tidak bermutu dan  sudah banyak makan korban anak siswa keracunan.  Isu keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pengawasan menu jadi sorotan utama orang tua murid.

 

2. Sisi Bertahan Hidup: “Ini Nafkah Ribuan Orang”

Gelombang dukungan datang dari pegawai dapur SPPG dan relawan MBG

Bagi mereka, MBG bukan sekadar makanan untuk anak.

“MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak, melainkan telah menjadi roda penggerak ekonomi yang menghidupi ribuan masyarakat,” kata perwakilan relawan.

 

Dapur SPPG = ada tukang masak, helper, kurir, supplier sayur, ayam, beras. Kalau MBG stop, dapurnya tutup.

 

1. Stop & Audit Dapur Bermasalah: Dapur SPPG yang terbukti bikin siswa keracunan harus diberikan sanksi.

1. Pemkab Tangerang & Satgas MBG: Jelaskan jumlah kasus keracunan, dapur mana saja, dan langkah hukumnya.

2. Dinkes Kab. Tangerang: Buka hasil uji lab makanan & standar operasional dapur SPPG.

3. Kemenko PM : Bagaimana skema “evakuasi” pekerja MBG jika ada dapur yang dicabut izinnya?

 

Anak-anak Tangerang berhak makan sehat tanpa risiko. Ribuan keluarga juga berhak kerja dengan layak. Dua-duanya harga mati.

 

 

Red.**

PERPANJANG PAJAK MOTOR/MOBIL NGGAK PAKAI RIBET! GERAI SAMSAT SIAP BANTU SETIAP TAHUN

TANGERANG, postjktc.co – Kabar baik buat warga Tangerang yang STNK-nya mau habis masa berlaku tahunan. Nggak perlu antre panjang ke Samsat Induk. Sekarang ada  “Gerai Samsat “yang siap melayani pengesahan & perpanjangan Pajak Kendaraan Bermotor PKB Tahunan dengan cepat.

 

Jadi kalau pajak tahunan doang, mampir aja ke Gerai Samsat terdekat. Petugas ramah, prosesnya simpel. Cocok buat yang sibuk kerja tapi nggak mau telat bayar pajak.

 

Yang Bisa Diurus di Gerai Samsat:

✅ Pengesahan STNK Tahunan

✅ Pembayaran PKB Tahunan

 

Yang Belum Bisa di Gerai:

Untuk pajak 5 tahunan + ganti plat nomor & balik nama, tetap harus ke Samsat Induk Kelapa Dua atau  Samsat Kabupaten Tangerang  ya. Soalnya perlu cek fisik kendaraan dan cetak plat baru.

 

Dokumen yang Wajib Dibawa:

1. KTP Asli pemilik sesuai nama di STNK

2. STNK Asli yang mau disahkan

3. BPKB Asli – opsional, tapi disarankan dibawa biar aman

 

Tips manis dari redaksi: Datang pagi-pagi, bawa dokumen lengkap, dan pastiin nama di KTP = STNK sama persis. Kalau beda huruf aja, bisa balik lagi 😅

 

Jadi jangan nunggu jatuh tempo mepet-mepet. Bayar pajak tepat waktu = ikut bangun jalan, sekolah, RS di Tangerang. Kendaraan aman, hati tenang.

Buat warga Cisauk & sekitarnya yang STNK-nya mau habis masa tahunan, ini kabar manisnya: *Samsat Keliling Cisauk* buka setiap hari kerja! Jadi nggak ada alasan “nggak sempat ke Samsat Kelapa Dua” lagi .

 

Jadwal & Lokasi Samsat Keliling Cisauk:

📅 Hari Operasional: Senin – Sabtu

⏰ Jam Buka*: 08.00 – 14.00 WIB

📍 Lokasi Spesifik*: Parkir Pasar Modern Intermoda Cisauk / Pasmod Cisauk

 

Catatan: Layanan ini bagian dari wilayah kerja Samsat Kelapa Dua, jadi sistem + petugasnya sama. Aman & resmi.

 

Yang Bisa Dilayani di Samsat Keliling:

✅ Pengesahan STNK Tahunan

✅ Pembayaran PKB Tahunan Motor & Mobil

 

Yang Belum Bisa:

Untuk pajak 5 tahunan + ganti plat + balik nama, tetap harus ke *Samsat Induk Kelapa Dua* atau *Samsat Kabupaten Tangerang* ya. Karena perlu cek fisik + cetak plat.

 

Bawa 3 Dokumen Wajib Ini:

1. KTP Asli sesuai nama STNK

2. STNK Asli

3. BPKB Asli – opsional, tapi saran redaksi: bawa aja biar nggak bolak-balik

*Tips Manis Biar Cepat Selesai:

1. Datang sebelum jam 10.00, antrean masih sepi

2. Cek dulu nama di KTP = STNK. Beda 1 huruf aja bisa ditolak

3. Pas ke Pasmod sekalian belanja, pajak beres, belanjaan dapet. Sekali jalan 2 urusan beres 👍

 

Jadi warga Cisauk, BSD, Legok, Pagedangan… manfaatin Samsat Keliling ini. Bayar pajak = sedekah wajib buat bangun daerah kita sendiri. Kendaraan legal, jalanan Tangerang makin mulus.

 

Semoga bermanfaat ya bro. Share ke tetangga yang motornya pajaknya mau mati 🙏

 

 

 

 

Red. Purba

WAJIB BELAJAR 12 TAHUN , TAPI SAYANG SARANA PENDIDIKAN TIDAK SEBANDING DENGAN JUMLAH CALON SISWA DIDIK”

OPINI PUBLIK | postjktc.co – PPDB KAB. TANGERANG: APBD FANTASTIS, KURSI SEKOLAH ZONK! WAJIB BELAJAR CUMA DI KERTAS?TANGERANG, postjktc.co – Hiruk pikuk PPDB kembali jadi tontonan tahunan yang bikin miris. Penduduk Kab. Tangerang meledak, pendaftar membludak, tapi bangku sekolah negeri tetap langka. Sistem penerimaan super ketat, tapi Pemda kayak pasrah. Padahal APBD-nya fantastis tiap tahun. Duitnya lari kemana?Ironisnya, pemerintah wajibkan “Wajib Belajar 12 Tahun”. Tapi sarana pendidikan yang dibangun justru tak sanggup menampung anak daerah sendiri. Anak wajib sekolah, tapi sekolahnya nggak wajib nampung. “Wajib Belajar Tanpa Wajib Sedia Sekolah”

Pimpinan Redaksi Media postjktc.co menilai kebijakan PPDB ini bertentangan langsung dengan semangat UU Sisdiknas + Permendikbud soal wajib belajar. “Pemerintah mewajibkan anak usia sekolah harus belajar. Tapi di sisi lain Pemda Kab. Tangerang tidak menyediakan sarana yang cukup. Ini namanya mewajibkan tanpa memfasilitasi. Bertentangan dengan peraturan pemerintah,” tegasnya, 17/6/2026.

Faktanya di lapangan: Jumlah Penduduk Meledak: Tangerang jadi penyangga Jakarta. Lahir tiap hari, sekolah tetap segitu-gitu aja.Sistem PPDB Super Ketat: Zonasi, nilai, afirmasi… ujung-ujungnya banyak anak tersingkir. Bukan karena malas, tapi karena kursi habis.APBD Fantastis: Triliunan rupiah. Tapi ruang kelas baru, SMP/SMA negeri baru, minim. Proyek gedung aja banyak yang “diduga” kayak SMPN 3 Kresek kemarin: baru jadi udah roboh.3 Tamparan untuk Pemda Kab. Tangerang:TAMPAKAN: Wajibkan sekolah, tapi nggak siapkan sekolah. Anak disuruh belajar di mana? Di teras ruko?

 

TELANTARKAN: APBD MELIMPAH, tapi pembangunan sekolah baru kalah cepat vs pertumbuhan penduduk. Prioritasnya proyek GAPURA atau SDM?

TUTUP MATA: Tiap tahun ribut PPDB, tiap tahun janji “tahun depan dibangun”. Tahun depan datang, anaknya udah lulus SD.

Pertanyaan Menohok untuk Bupati & Kadis Dindik:
Pak Bupati, Bu Kadis… APBD Kab. Tangerang itu salah satu yang terbesar di Banten. Kalau duit segitu banyak nggak cukup bangun SMP/SMA baru, berarti ada yang salah: perencanaannya, pengawasannya, atau niatnya?Jangan sampai anak Tangerang jadi “generasi numpang” – numpang sekolah swasta mahal, numpang KBM di SD kayak SMPN 3 Kresek, atau numpang putus sekolah.

Hak Jawab 1×24 Jam
Redaksi postjktc.co buka ruang klarifikasi untuk Bupati Kab. Tangerang, Kadis Dindik, dan Kepala Disdik. Silakan jelaskan:Data real: berapa daya tampung SMP/SMA negeri vs jumlah lulusan SD/SMP tiap tahun?Realisasi APBD bidang pendidikan 5 tahun terakhir: berapa % buat bangun sekolah baru?Solusi konkret 2026-2027 untuk anak yang nggak kebagian bangku negeri.Sesuai UU Pers No.40/1999, kami siap muat hak jawab.

Tapi tolong jangan jawab via blokir nomor wartawan lagi ya Pak/Bu 🙏

Catatan Redaksi:
Wajib belajar tanpa wajib sediakan sekolah = akal-akalan. APBD fantastis tapi kursi zonk = pengkhianatan terhadap masa depan anak. Kalau Pemda masih tutup mata, jangan salahkan kalau rakyat bilang: “Pemimpinnya pintar hitung APBD, tapi buta lihat anak putus sekolah”.Asas praduga tak bersalah tetap kami pegang. Tapi publik berhak teriak: INI DARURAT PENDIDIKAN!

 

REDAKSI POSTJKTC

GEDUNG BARU SMPN 3 KRESEK JADI, PAGARNYA TUMBANG! APBD BUAT BANGUN MONUMEN ROBOH?

TANGERANG, http://postjktc.co – Miris. Pagar SMPN 3 Kresek, Desa Talok Kec. Kresek, ambruk 20 meter sebelum sempat dijaga. Proyek 2025 yang katanya untuk “masa depan anak bangsa” justru mewariskan tumpukan batu + besi bengkok di pinggir jalan.

Gedung baru jadi, tapi pagarnya duluan “pensiun”. Siswa SMPN 3 sudah setahun numpang KBM di SDN Kresek karena nunggu gedung ini. Sekarang gedungnya ada, tapi pagarnya roboh. Mau dipaksa pindah? Siap-siap jadi berita duka.

 

APBD Miliyaran, Hasilnya Tumpukan Reruntuhan

Pagar sepanjang 100 meter dikerjakan CV. Panen Intan Bersama. Belum diresmikan, sudah roboh 20 meter. Logika sederhananya: kalau pondasi pagar aja rapuh, gimana mutu gedungnya?

 

“Sangat berbahaya. Kalau dipaksa KBM di sini siapa tanggung jawab? Pak,” kata penjaga sekolah. Pertanyaan polos, tapi menusuk jantung pejabat.

Ini bukan cuma soal pagar. Ini soal nyawa anak, guru, dan warga yang lewat depan sekolah tiap hari.

 

Disdik dan Inspektorat: Tidur Nyenyak di Atas Laporan Warga, disurat kabar maupun online

Lamhot Sijabat, aktivis pendidikan Banten dan  jurnalis Aliansi Jurnalis Banten, murka. Laporan robohnya pagar sudah masuk ke Sekdis Disdik Kab. Tangerang. Jawabannya? Sunyi.

 

“Realisasi 2025, belum selesai pagarnya sudah roboh. Saya desak Bupati segera tuntaskan ini!” tegasnya, 17/6/2026.

 

Lebih pedas lagi:

“Kadis Disdik Dadan Gandana jangan tutup mata! Ini masalah serius untuk generasi penerus bangsa!”

 

Kalau Kadis “tutup mata”, berarti APBD Kab. Tangerang dibiarkan bocor + proyek abal-abal merajalela. Inspektorat kemana? Tidur atau pura-pura buta?

 

 

Tamparan Keras untuk Pemkab Tangerang:

TAMPAKAN

Pagar 100 meter, roboh 20 meter = 20% gagal. Kalau ujian, ini nilai E. Kontraktor dan pengawas lulus dari mana?

TELANTARKAN

Siswa setahun numpang SDN. Giliran gedung jadi, disambut pagar roboh. Anak-anak ini prioritas atau proyek sampingan?

3TUTUP MATA

Laporan warga dan aktivis masuk, Disdik dan  Inspektorat bungkam. Kalau bukan tutup mata, berarti tutup kuping. Sama aja: abai.

 

Pertanyaan Menohok untuk Bupati  dan Kadis Disdik Dadan Gandana.

 

Pak Bupati, Bu Kadis… Malu nggak lihat pagar sekolah roboh sebelum dipakai? Malu nggak sama anak-anak SMPN 3 Kresek yang udah setahun “ngontrak” di SDN?

 

APBD itu duit rakyat. Duit pajak orang tua siswa. Kalau hasilnya cuma “monumen pagar roboh”, lebih baik dananya buat renovasi SDN yang dipinjam SMPN 3 itu.

 

Hak Jawab dan Ultimatum

Redaksi http://postjktc.co buka hak jawab 1×24 jam untuk Bupati, Kadis Disdik Dadan Gandana, Inspektorat, PPKom, Konsultan Pengawas, CV. Panen Intan Bersama.

Bongkar total pagar roboh. Bangun ulang pakai duit kontraktor, bukan APBD jilid 2.

Audit investigasi. Siapa yang teken BA, siapa yang awasi, siapa yang diuntungkan?

Jangan pindah KBM ke gedung baru sebelum dinyatakan 100% aman oleh tim independen.

 

Jangan sampai ada korban dulu baru pejabat sibuk konferensi pers.

 

Catatan Redaksi…

Sekolah itu tempat mencerdaskan, bukan tempat mencelakakan. Kalau pagarnya aja nggak becus, jangan mimpi cetak generasi emas 2045. Yang ada generasi “patah tulang 2026”. Asas praduga tak bersalah tetap kami pegang. Tapi publik berhak teriak: INI KETERLALUAN!

 

Red.**

BLOKIR WARTAWAN & LSM, PEJABAT KAB. TANGERANG TAKUT DIKRITIK ATAU TAKUT KETAHUAN?

TANGERANG, http://postjktc.co – Ada virus baru di lingkaran pejabat Kabupaten Tangerang: virus “anti-telepon”. Alih-alih terbuka untuk klarifikasi, sejumlah pejabat kini memilih jalan pintas memblokir nomor wartawan dan pegiat LSM. Praktis, konfirmasi mati. Kritik dibungkam. Transparansi dikubur hidup-hidup.

Fenomena ini ramai diperbincangkan kuli tinta dan pegiat LSM se-Tigaraksa. Sulit ditemui sudah biasa. Kini, nomor seluler pun langsung diblokir. Pertanyaannya sederhana: pejabat takut dikritik, atau takut ketahuan?

 

“Wartawan = Musuh?” – Logika Terbalik Pejabat Anti-Tabir…???

Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Publik dan Pembangunan JPKPP, Juara Simanjuntak, menyebut aksi blokir ini tamparan telak bagi demokrasi.

 

“Nomor-nomor telepon genggam teman-teman diblokir karena si pejabat merasa pers dan LSM tidak ada manfaatnya bagi dia. Bahkan mungkin merasa bahwa wartawan dan pegiat LSM adalah ‘musuh’ atau orang yang harus dihindari,” ujarnya geram, Selasa 17/6/2026 di Tigaraksa.

 

Lebih tajam lagi, menurut Juara, pemblokiran ini sinyal pejabat merasa “kebal hukum”.

 

“Si pejabat mungkin merasa dirinya bersih dalam melaksanakan tugas dan tidak akan tersentuh oleh aparat penegak hukum, jika dalam tugasnya ditemukan penyelewengan atau semacamnya,” katanya.

 

Fatal: Menutup Pintu Informasi = Menggali Kubur Sendiri”

Juara mengingatkan, pejabat yang memusuhi pers + LSM sama saja menutup telinga dari masukan publik. Padahal UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mewajibkan badan publik terbuka.

 

“Fenomena ini seakan menunjukkan pers dan LSM tidak diperlukan di Kabupaten Tangerang. Mereka tidak sadar betapa pentingnya wartawan + LSM memberi masukan dan informasi ke pemerintah,” tambahnya.

 

Puncaknya, Juara melempar warning keras:

“Satu hal yang tidak disadari pejabat: dengan menjauh, bahkan memusuhi pegiat LSM dan wartawan dapat menjadi sumber malapetaka bagi karir si pejabat.”

 

3 Tanda Bahaya Pejabat Blokir Wartawan:

1. Anti Kritik: Kritik dianggap serangan pribadi, bukan vitamin untuk perbaikan.

2. Minim Akuntabilitas: Takut dikonfirmasi = takut publik tahu realisasi anggaran + progres proyek.

3. Arogan Kuasa: Merasa jabatan = tameng. Lupa bahwa pejabat itu pelayan publik, bukan raja kecil.

 

Hak Jawab 1×24 Jam…..!!!

Redaksi http://postjktc.co menantang pejabat bersangkutan buka blokiran dan jawab 3 hal:

1. Alasan memblokir nomor wartawan/LSM?

2. Komitmen keterbukaan informasi sesuai UU KIP?

3. Saluran resmi yang bisa dihubungi publik untuk konfirmasi?

 

Kami siap memuat klarifikasi lengkap sesuai UU Pers No.40/1999. Pintu redaksi terbuka. Tapi jangan via “ghosting” + blokir nomor.

 

Catatan Redaksi:  …..

Pejabat publik digaji rakyat. Teleponnya harusnya saluran pengaduan, bukan benteng anti-kritik. Jika trend blokir ini dibiarkan, jangan salahkan jika publik + APH curiga ada “yang disembunyikan”. Transparansi itu perisai, bukan bom waktu.

 

 

Red.**

Bu Ratih: Popda Itu Cetak Karakter, Bukan Cuma Medali. Bukti? Kab. Tangerang Borong 50 Emas!

CILEGON, http://postjktc.co– Gebyar Pekan Olahraga Pelajar Daerah Popda XII Banten 2026 resmi ditutup Gubernur Banten di Stadion Geger Cilegon, Rabu 17/6/2026. Gemuruh sorak atlet muda + dentum kembang api jadi penutup manis pesta olahraga pelajar se-Banten.

 

Kabupaten Tangerang pulang bawa hasil membanggakan: 50 Emas, 56 Perak, 61 Perunggu = Total 167 medali. Posisi 3 besar se-Banten! Lebih spesial lagi, Kabupaten Tangerang resmi ditunjuk jadi tuan rumah Popda XIII 2028 mendatang.

 

Kadis Ratih: Popda Bukan Soal Medali, Tapi Cetak Karakter Juara

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Disporabudpar Kab. Tangerang Dra. Ratih Rahmawati, MM hadir langsung kasih semangat ke atlet muda. Menurutnya, Popda itu panggung lahirnya generasi tangguh.

 

“Popda merupakan wahana pembinaan karakter, sarana pengembangan potensi generasi muda, sekaligus instrumen strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet pelajar terbaik yang akan menjadi kebanggaan daerah,” ungkap Ratih dengan mata berbinar.

 

Bu Ratih menekankan, misi besarnya bukan cuma podium. Tapi membangun ekosistem olahraga dari hulu ke hilir.

 

“Pembinaan harus menyeluruh: mulai dari pencarian bakat dini, pelatihan berjenjang, peningkatan kualitas pelatih, dukungan sport science, hingga pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan olahraga. Inilah fondasi penting membangun SDM unggul berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

 

Medali Mengalir, Harga Diri Daerah Naik

Perjuangan atlet pelajar Kabupaten Tangerang terbayar lunas. Dari cabor atletik, renang, pencak silat, sampai bulu tangkis, mereka unjuk gigi lawan kota/kabupaten lain.

 

Klasemen Akhir Popda XII Banten 2026:

1. Kota Tangerang: 106 Emas, 75 Perak, 84 Perunggu | Total 265

2. Tangsel: 60 Emas, 71 Perak, 61 Perunggu | Total 192

3. Kab. Tangerang: 50 Emas, 56 Perak, 61 Perunggu | Total 167 🔥

4. Kota Cilegon: 35 Emas, 40 Perak, 58 Perunggu | Total 133

5. Kota Serang: 28 Emas, 19 Perak, 39 Perunggu | Total 86

6. Kab. Lebak: 15 Emas, 25 Perak, 57 Perunggu | Total 97

7. Kab. Pandeglang: 12 Emas, 10 Perak, 56 Perunggu | Total 78

8. Kab. Serang: 8 Emas, 18 Perak, 31 Perunggu | Total 57

 

Tigaraksa Siap Tuan Rumah 2028!*

Pengumuman paling bikin bangga: Kabupaten Tangerang resmi jadi tuan rumah Popda XIII 2028. Artinya 2 tahun ke depan GOR, Stadion Mini, dan venue olahraga di Tigaraksa dan kecamatan lain bakal direnovasi dan dibenahi.

 

“Warga Tangerang siap sambut atlet se-Banten 2028. Ini momentum benahi sport center + bangkitkan ekonomi UMKM di sekitar venue,” kata pelatih salah satu cabor.

 

Selamat untuk atlet, pelatih, orang tua, dan KONI Kab. Tangerang. 167 medali ini bukti: anak Tangerang nggak kalah saing!

 

 

Red.**

 

HARU BIRU DI SDN GANDA SARI 3: PELEPASAN KELAS 6 DIPENUHI TARIAN ANAK, BU PRIHANTINI “INISIATIF KORLAS & KOMITE KUNCI SUKSES”

TANGERANG |postjktc.co – Tangis haru pecah di halaman SDN Negeri Ganda Sari 3. Di bawah kepemimpinan Ibu Prihantini, S.Pd, sekolah menggelar tasyakuran pelepasan siswa kelas 6 dengan suasana hangat, sederhana, tapi penuh makna. Rabu 17/6/2026.

Acara dimeriahkan penampilan tarian daerah oleh siswa-siswi kelas bawah. Kostum warna-warni memukau mata. Tawa + tepuk tangan orang tua mengiringi setiap gerakan lincah anak-anak.

Panggung Kecil, Kenangan Besar
Tujuh penari cilik jadi bintang panggung: Naziha, Saffa, Ainun, Afifah, Arsyilia, Auryn, dan Khanaya. Dengan kostum daerah yang menarik, mereka membawakan tarian penuh semangat. Meski panggung sederhana, sorot mata anak-anak itu nunjukin kebanggaan luar biasa.

“Lihat anak kita naik panggung pakai baju adat, rasanya bangga campur sedih. Nggak nyangka udah mau lulus SD,” ujar salah satu wali murid sambil mengusap air mata.

Kepsek mengukapkan ke awk mmedia  Ini Kerja Keras Korlas dan Komite
Ibu Prihantini, S.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan tasyakuran ini nggak akan terlaksana tanpa gotong royong.

“Pelepasan kelas enam ini tidak terlepas dari kerja keras korlas dan komite. Tampilan yang sederhana namun penuh makna buat anak didik kami. Yang penting anak-anak bahagia dan punya kenangan indah sebelum melangkah ke SMP,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Beliau juga berpesan ke siswa kelas 6: “Teruslah jadi anak hebat, jaga nama baik almamater Ganda Sari 3. Guru-guru akan selalu mendoakan kalian sukses di jenjang berikutnya.”

Tasyakuran Penuh Makna
Tanpa panggung mewah atau gedung mahal, SDN Ganda Sari 3 membuktikan wisuda itu soal makna, bukan mahalnya acara. Senyum anak, pelukan guru, dan doa orang tua jadi “panggung” paling megah hari itu.

Selamat jalan anak-anak hebat kelas 6 SDN Ganda Sari 3. Terbanglah tinggi, raih cita-cita. Guru  dan almamater selalu bangga sama kalian.


 

 

red. lin/pur

GROUND BREAKING IGD MATERNAL + HEMODIALISA 40 BED, RSUD BALARAJA SIAP TANGANI PASIEN SE-TANGERANG BARAT

TANGERANG, http://postjktc.co – Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai membangun Gedung IGD Maternal, Hemodialisa, dan Rawat Inap 6 lantai di RSUD Balaraja. Ground breaking dilakukan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Rabu 17/6/2026, sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien dari Tangerang Barat hingga Serang dan Bogor.

Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Bupati Maesyal bersama jajaran manajemen RSUD Balaraja, Forkopimda, dan perangkat daerah terkait.

Antisipasi Lonjakan Pasien Regional
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyebut pembangunan ini jawaban strategis atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

“Alhamdulillah hari ini kita memulai pembangunan sarana dan fasilitas kesehatan berupa perluasan IGD Maternal, ruang Hemodialisa atau cuci darah, serta gedung rawat inap. Ini merupakan bentuk antisipasi dan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien yang berobat ke RSUD Balaraja,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati menekankan RSUD Balaraja tidak hanya melayani warga Kab. Tangerang. RSUD ini juga jadi rujukan pasien dari Kabupaten Serang hingga Bogor. Karena itu kapasitas harus ditingkatkan.

“Rumah sakit ini melayani masyarakat yang sangat luas. Karena itu kita harus menyiapkan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada pasien semakin optimal. Penambahan ruang rawat inap, IGD, dan Hemodialisa menjadi bagian dari upaya tersebut,” ungkapnya.

Fokus Pelayanan: Cepat, Ramah, Profesional
Bupati Maesyal mengapresiasi Direktur RSUD Balaraja dan jajaran yang responsif menjawab kebutuhan warga. Ia meminta pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD Balaraja yang telah berinisiatif meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Kami juga berterima kasih kepada Kejaksaan, Kepolisian, dan seluruh pihak yang melakukan pendampingan agar pembangunan ini berjalan lancar, transparan, dan sesuai aturan,” ungkapnya.

 

 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan infrastruktur harus diiringi kualitas pelayanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan yang cepat, ramah, bersih, nyaman, dan profesional. Dengan pelayanan yang baik, pasien akan merasa tenang dan proses pemulihan pun menjadi lebih baik,” tegasnya.

Hemodialisa Naik Jadi 40 Bed, IGD Maternal Standar Tinggi
Direktur RSUD Balaraja dr. Chorah Usman menjelaskan gedung baru ini untuk memenuhi standar regulasi dan menjawab kebutuhan pasien.

Saat ini ruang IGD Maternal masih terbatas. Padahal kasus maternal dan neonatal risiko tinggi, butuh fasilitas standar untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Untuk Hemodialisa, antrean panjang jadi masalah. Kapasitas sekarang hanya 13 mesin/bed.

“Dengan pembangunan ruang Hemodialisa yang baru dan lebih luas, kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan hingga mencapai 40 mesin atau tempat tidur. Ini akan sangat membantu mengurangi antrean pasien yang membutuhkan layanan cuci darah,” jelas dr. Chorah.

Harapan Warga Tangerang Barat
Pembangunan 6 lantai ini diharapkan jadi solusi antrean IGD dan cuci darah yang selama ini dikeluhkan warga. Warga Tangerang Barat, Cikupa, Tigaraksa, Mauk kini tak perlu jauh-jauh ke RSUD Tangerang atau Jakarta.

Redaksi http://postjktc.co akan mengawal progres pembangunan ini sampai selesai dan beroperasi. Transparansi anggaran  dan+ mutu bangunan jadi sorotan agar uang rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya.

 

 

 

red. purba/linda

“Warga Kecamatan Mauk, Diduga Muak Melihat Kinerja Oknum Petugas Admistrasi”

TANGERANG, http://postjktc.co – Warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, geram. Di tengah antrean warga yang numpuk untuk urus administrasi, Sekretaris Camat Mauk diduga asyik bermain PlayStation bola di ruang kerja saat jam sibuk 09:00 WIB.

Aksi memalukan itu terekam dan viral di media sosial TikTok. Video diunggah akun @Motivasi memperlihatkan layar TV dan stik game. Suara sorak “gol” terdengar jelas dari dalam ruangan. Sementara di luar, pelayanan publik disebut macet total.

“Jam 9 pagi itu jam sibuk. Warga dari jam 8 udah antre buat urus KTP, KK, SKTM. Tapi dipanggil nggak ada orangnya. Pas ngintip, Pak Sekcamnya lagi main bola PS. Malu, Pak. Ini kantor pelayanan, bukan warnet,” ujar seorang warga Mauk, Rabu 17/6/2026.

 

 

 

Video itu langsung banjir komentar miring. Netizen menyebut sikap pejabat seperti itu “memalukan”, “bikin muak”, dan “pantes Mauk nggak maju-maju”.

Tiga Kejanggalan yang Disorot Warga:

Pukul 09:00 WIB adalah jam pelayanan. Berdasarkan PP No.94/2021 tentang Disiplin PNS, ASN wajib memanfaatkan jam kerja untuk melayani masyarakat. Main game saat jam kerja masuk kategori indisipliner berat.

Antrean panjang tapi petugas tidak ada di meja pelayanan. Hak warga untuk dilayani cepat, gratis, dan ramah seolah diabaikan.

Video viral ini menyeret nama baik Pemkab Tangerang. Jika dibiarkan, publik akan menilai “ASN Mauk ngantor tapi nggak ngantor”.

Tuntutan:

Sanksi Tegas untuk Camat + Jajarannya

Warga menuntut Camat Mauk dan jajaran tidak menutup mata. Bupati Tangerang juga didesak turun tangan.

 

 

 

“Camat dan jajarannya patut dikenakan sanksi tegas. Bupati tidak bisa tutup mata dan telinga atas kejadian ini. Gaji ASN dibayar dari pajak rakyat, masa jam kerja dipakai main game,” tegas warga lain.

Sekretaris Camat Mauk, Camat Mauk, BKPSDM, dan Inspektorat Kabupaten Tangerang berhak memberikan klarifikasi dan hak jawab dalam 1×24 jam sesuai UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi http://postjktc.co siap memuat penjelasan resmi terkait: apakah benar terjadi, status jam tersebut, dan sanksi yang diberikan.

 

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi dari pihak Kecamatan Mauk belum diterima.

Catatan Redaksi..

 

Pelayanan publik adalah amanah. Di era keterbukaan informasi, setiap kelakuan ASN bisa terekam dan jadi konsumsi publik. Bupati Tangerang diharapkan segera memerintahkan Inspektorat dan BKPSDM untuk memeriksa dan menjatuhkan sanksi sesuai aturan agar kepercayaan warga tidak runtuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Red.Purba