Intan (Wabup) Ingatkan Warga Sudirman Soal Sampah, lebih bijak dalam menjaga lingkungan.

IMG_20251202_185303

posjkt.com| Kab.Tangerang – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah berserta anggota DPR RI, H. Andi Ahmad Dara menggelar dialog bersama warga Perum Sudirman Indah di GOR Perum Sudirman Indah, Selasa (02/12/2025).

 

Pada kegiatan tersebut, Wabup Intan meminta warga kawasan Perum Sudirman Indah untuk lebih peduli sampah dan menerapkan pola hidup sehat.

 

“Saya minta kepada warga kawasan Sudirman lebih peduli sampah, jangan buang sampah sembarangan. Budayakan pola hidup sehat di keluarga dan lingkungan, terlebih di saat musim penghujan sekarang ini,” Kata Wabup Intan.

 

Dia mengungkapkan bahwa dialog warga tersebut selain untuk silahturahmi dan menyerap aspirasi, juga untuk sosialisasi program-program pembangunan serta himbauan-himbauan.

 

“Kami hadir di Perum Sudirman untuk sama-sama mendengar dan menyerap aspirasi-aspirasi warga dan juga sosialisasi program pembangunan,” Ujar Wabup Intan.

 

Dirinya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan senantiasa hadir untuk masyarakat. Ia juga berharap dukungan aktif dan sinergi dari masyarakat untuk pembangunan daerah.

 

“Kehadiran kami merupakan bukti pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar dan menyerap aspirasi warga. Semoga apa yang tadi disampaikan dapat kami upayakan,” ucap Wabup Intan.

 

Wabup Intan juga berjanji akan memberikan bantuan, khususnya bagi kelompok pengelola sampah di kawasan Perum Sudirman Indah.

 

“Kalau ada kelompok pengelola sampah di sini, tolong sampaikan. Kami siap bantu, misal ada yang butuh timbangan atau apa tolong sampaikan, nanti kami akan bantu,” tuturnya.

 

Sementara, Anggota DPR RI Komisi XI, H. Andi Ahmad Dara mengatakan bahwa masyarakat penerima manfaat dari pemerintah agar lebih bijak dan hati-hati untuk memanfaatkan bantuan yang diterima.

 

“Bagi penerima bantuan dari pemerintah seperti PKH atau yang lainnya, harus bijak dan musti berhati-hati,” tegas Andi Dara.

 

“Sewaktu-waktu bisa dihentikan bantuannya tanpa pemberitahuan, karena terindikasi dengan judol (judi online),” sambungnya.

 

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi warga Perum Sudirman yang mendesak dan sangat diperlukan untuk bisa direalisasikan nantinya.

 

“Kami hadir untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Ambulan dan perbaikan drainase yang tadi disampaikan adalah kebutuhan mendesak, dan kami akan mendorong agar hal ini segera mendapat perhatian,” katanya.

 

Turut hadir dalam kegiatan, anggota DPRD kabupaten Tangerang dari fraksi partai Golkar, Nur Rojab serta Camat Tigaraksa, Cucu, tokoh masyarakat serta warga Perumahan Sudirman Indah.

 

(Max)

Bupati dan Camat terseret sengketa lahan di Desa Cikupa.

posjkt.com, Tangerang,Sengketa lahan di Cikupa, Tangerang, kembali memanas! Warga Cikupa menyeret nama Kepala Desa (Kades) Ali Makbud, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, dan Camat Cikupa Supriyadi ke Pengadilan Negeri Tangerang. Mereka mengklaim bahwa tanah seluas 360 meter persegi yang menjadi objek sengketa adalah milik mereka, dan telah ditempati selama lebih dari 50 tahun.

Warga merasa ada dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) karena tanah tersebut diklaim pihak lain tanpa bukti kepemilikan yang kuat. Mereka juga menuding adanya intimidasi dan langkah-langkah yang dianggap semena-mena dari pihak desa.

Kepala Desa Cikupa, Ali Makbud, menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyatakan bahwa warga telah mengajukan gugatan serupa pada tahun 2023, namun ditolak dengan putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

Sidang perdana dengan Nomor Perkara: 979/Pdt.G/2025/PN Tng sudah dilaksanakan pada 21 Agustus 2025, dan akan dilanjutkan pada 4 Desember 2025 dengan agenda pemeriksaan bukti surat dari penggugat.

Terkait informasi, sengketa lahan tersebut Bupati dan Camat belum dapat dikonfirmasi.

 

 

Red

 

Kecamatan Kelapa Dua Raih Juara Pertama Turnamen Bola Voli Sektor Putra Dalam Bupati Cup 2025

 

posjkt.comTangerang- Kecamatan Kelapa Dua kembali menorehkan prestasi gemilang pada gelaran Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2025. Pada kategori putra, tim voli Kecamatan Kelapa Dua berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Kecamatan Cisoka di partai final dengan skor 3–1.

Kemenangan ini menegaskan posisi Kelapa Dua sebagai salah satu kecamatan dengan pembinaan olahraga terbaik di Kabupaten Tangerang.

Turnamen Bupati Cup tahun ini di mulai tanggal 29 November s.d 30 November yang dibuka langsung Oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di GOR Don Bosco Tigaraksa, diikuti kurang lebih 280 atlet dari seluruh Kabupaten Tangerang. Total 14 kontingen kecamatan putra dan 6 kontingen kecamatan putri ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang prestisius sekaligus barometer pembinaan atlet daerah.

Antusiasme tinggi dari seluruh peserta menjadikan turnamen ini berlangsung meriah dan kompetitif.

Pertandingan final kategori putra berlangsung sengit pada awal laga, namun Kelapa Dua berhasil menunjukkan dominasi sejak set pertama hingga set terakhir. Serangan efektif, pertahanan solid, serta kekompakan tim menjadi kunci kemenangan yang membawa Kelapa Dua meraih emas untuk tahun ini.

Tak hanya di sektor putra, Kecamatan Kelapa Dua juga mencatat prestasi membanggakan pada kategori putri. Tim putri sukses merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Kecamatan Tigaraksa dengan skor 3–0. Hasil ini sekaligus memperkuat kontribusi Kelapa Dua dalam menyumbang prestasi bagi Kabupaten Tangerang.

Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet pelatih, official serta KOK yang terlibat.

“Kecamatan Kelapa Dua tetap fokus mendukung program pemerintah, dalam hal ini KONI dan Dispora Kabupaten Tangerang, dalam rangka melakukan pembinaan dan menggapai prestasi para atlet. Maka kami selalu sinergi dan kali ini mengikuti turnamen bola voli putra dan putri Bupati Cup,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu, menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini merupakan bagian dari persiapan menuju ajang lebih besar.

“Turnamen ini dilakukan dalam rangka persiapan PORPROV 2026 yang mempertandingkan antar Kabupaten Kota se Provinsi Banten,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, tokoh masyarakat Kelapa Dua, Jaro Rusdi, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih.

“Alhamdulillah, ikhtiar insan olahraga Kecamatan Kelapa Dua membuahkan hasil yang menggembirakan dengan perolehan emas untuk tim putra dan perunggu untuk tim putri,” pungkasnya

Menurutnya Hal ini mengingatkan kita pada PORKAB lalu yang meraih 20 emas meski tanpa cabor voli. Sekarang dapat dikatakan juara sejati pembinaan olahraga tahun 2025 adalah Kecamatan Kelapa Dua karena total sudah mengantongi 21 emas dalam rangkaian persiapan Porprov 2026 di Kota Tangerang Selatan.

“Prestasi beruntun yang diraih Kecamatan Kelapa Dua ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga sejak tingkat kecamatan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, KONI, Dispora dan masyarakat. Kelapa Dua optimis mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing pada ajang yang lebih tinggi,” kata jaro Rusdi.

Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga. Turnamen Bupati Cup 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat sportivitas, mempererat kebersamaan dan mengasah kualitas atlet menuju Porprov 2026. Seluruh pihak berharap prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus mengukir prestasi yang lebih besar di masa mendatang.

Dikutip :

(Diskominfo Kab.Tangerang/DR/nD)
Nomor : PR/ 488-DISKOMINFO/XII/2025

 

PURBA

Ade Sapei Tingkat Pelayanan Admistrasi Terpadu Desa Cikuya, Aman Dan Nyaman

 

posjkt.com Tangerang Kepala Desa Cikuya, Ade Sapei, berencana meningkatkan pelayanan administrasi terpadu desa dengan memanfaatkan anggaran dana desa tahun 2025. Pemerintah Desa Cikuya akan fokus pada beberapa prioritas, seperti – Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa: Melakukan pelatihan bagi aparatur desa terkait pengelolaan keuangan dan penggunaan teknologi untuk mendukung pelaporan digital.
Pembangunan Infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur jaringan internet desa untuk mendukung layanan pendidikan jarak jauh dan administrasi online.
Pelayanan Kesehatan: Meningkatkan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan, termasuk penurunan angka stunting.
Ketahanan Pangan: Mengembangkan program yang fokus pada ketahanan pangan lokal dan penyediaan gizi yang baik untuk masyarakat desa.
Desa Digital: Mendorong penggunaan teknologi untuk mempermudah akses informasi dan pelayanan masyarakat.

Anggaran dana desa tahun 2025 sebesar Rp71 triliun akan dialokasikan untuk mendukung program-program tersebut. Pemerintah desa diharapkan dapat mengelola dana dengan efektif dan transparan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa .

Saat ditemui dikantornay Ade disela-sela kesibukannya , menguntungkan anggaran dana desa sudah terserap 90 pesen lebih, dan terlaksana dengan baik mendekati sempurna. Namun apabila ada perbedaan pendapat itu hal lumrah, ungkap Ade Blak biasa disapa.

Foto posjkt.com

Salah satu pekerjaan yang terpampang jelas adalah, taman bermain anak yang dibangun di halaman kantor desa. Berupa ayunan dan selucuran. Anggaran pembangunan tersebut, dialokasikan dari dana desa. .” Semoga bermanfaat buat warga, pungkasnya”

 

(PURBA)

Perubahan TKD, Sekda Soma Minta OPD Lakukan Terobosan Dan Jangan Mengurangi Kualitas Kinerja.

posjkt.com / Tangerang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan terobosan dan penyesuaian dalam menghadapi perubahan kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada APBD 2026. Menurut Soma, perubahan ini menuntut pengetatan anggaran dan peningkatan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah, Soma menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan potensi sumber pendapatan lainnya. Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP diminta memperkuat integrasi data dan menindaklanjuti rekomendasi BPK untuk meningkatkan akurasi pendataan objek pajak.

“Data yang terintegrasi antara Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP menjadi kunci. Begitu datanya lengkap, tindak lanjut pajaknya bisa dieksekusi lebih cepat,” tegas Soma.

Selain itu, Soma juga mengingatkan tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di penghujung tahun, seperti banjir dan angin puting beliung, serta pentingnya soliditas ASN dalam menjalankan tugas.

“Data yang terintegrasi antara Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP menjadi kunci. Begitu datanya lengkap, tindak lanjut pajaknya bisa dieksekusi lebih cepat,” tegas Soma.

Selain itu, Soma juga mengingatkan tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di penghujung tahun, seperti banjir dan angin puting beliung, serta pentingnya soliditas ASN dalam menjalankan tugas.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jumbo, Angka kemiskinan tetap memilukan?

posjkt.com Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan besar dalam mengatasi kemiskinan meskipun memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar di Provinsi Banten, yaitu Rp8,65 triliun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, masih ada sekitar 260.900 jiwa atau 6,42% penduduk yang hidup dalam kemiskinan.

Sorotan Utama:
– Data Kemiskinan Lemah: Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardana, menekankan bahwa lemahnya data kemiskinan menyebabkan program bantuan tidak tepat sasaran.
– Audit Program APBD*: Deden meminta audit menyeluruh terhadap program APBD yang ditujukan untuk penanganan kemiskinan.
– Peningkatan APBD Tidak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan: APBD Kabupaten Tangerang meningkat menjadi Rp8,72 triliun pada 2025, namun penurunan angka kemiskinan hanya *0,13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Langkah yang Disarankan:
– Perkuat Validasi Data Warga Miskin*: Untuk memastikan bantuan seperti PKH, BPNT, dan lainnya tepat sasaran.
– Evaluasi Program APBD: Jika program tidak berdampak signifikan, harus diganti dengan program yang lebih efektif untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tangerang setujui Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2025 untuk menjadi Perda. Seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan akhir dalam Rapat Paripurna pada Senin, (25/11). Pimpinan DPRD dan Pj. Bupati menandatangani berita acara persetujuan bersama terhadap R-APBD tersebut.

Anggaran Pendapatan Daerah dalam Nota Keuangan Rancangan Perda tentang APBD Tahun 2025 direncanakan sebesar Rp7,52 triliun, tetapi setelah pembahasan bersama DPRD meningkat sebesar Rp8,12 triliun atau mengalami kenaikan naik sekitar 7,86%. Kenaikan tersebut berasal dari komponen yang terdapat dalam Pendapatan Daerah, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer.

Untuk PAD sendiri ditargetkan sebesar Rp4,57 triliun atau bertambah Rp313,18 miliar dari sebelum pembahasan bersama DPRD. Adapun peningkatan tersebut bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Lalu, Pendapatan Transfer, yang terdiri atas Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer antar Daerah ditargetkan Rp3,54 triliun, meningkat Rp278,24 miliar atau naik 8,51% dari sebelum pembahasan.

Kemudian, pada Belanja Daerah dianggarkan sebesar Rp8,49 triliun atau naik 7,49%. Adapun pos-pos tersebut berisikan Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, dan Belanja Transfer. Dari sisi Pembiayaan Daerah, Pemda menargetkan Penerimaan sebesar Rp400 miliar dan menganggarkan Pengeluaran sebesar Rp30 miliar, yang dialokasikan untuk penyertaan modal PT LKM Artha Kerta Raharja sebesar Rp10 miliar sesuai dengan Perda No. 3 tahun 2023, dan Unit Pengelola Dana Bergulir Dinas Koperasi sebesar Rp20 miliar sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2019.

Dalam rapat ini, fraksi-fraksi turut menyampaikan apresiasi atas kinerja Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Pemerintah Daerah atas pembahasan Raperda tentang APBD Tahun 2025 yang berjalan dengan baik, lancer, dan sukses. Antara KUA, PPAS, dan Struktur APBD harus disinkronisasikan agar dapat berjalan secara efisien, efektif, dan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Diperlukan juga indikator yang menggambarkan capaian kinerja.

DPRD mendukung upaya Pemda dalam menggali potensi pendapatan dari transaksi lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang. Mengingat banyaknya lahan yang terkena dampak pembangunan infrastruktur, baik yang bersifat publik maupun swasta. Pemungutan juga dapat dioptimalkan pada kawasan yang memiliki potensi, seperti PIK 2, Bandara Soekarno-Hatta, dan Gading Serpong melalui pajak daerah, retribusi, atau pengelolaan lahan yang lebih efisien. Upaya lainnya yang dilakukan juga dengan perluasan digitalisasi layanan pajak dan retribusi daerah melalui QRIS, Virtual Account, dan Mobil Banking.

Selanjutnya, DPRD mendorong agar kebijakan anggaran dapat difokuskan untuk program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Dalam konteks ini, Pemda juga harus memprioritaskan sektor usaha mikro, seperti mempermudah akses permodalan, pendampingan usaha, memperbanyak program padat karya, serta memaksimalkan fungsi BLK dengan memberi keterampilan kerja.

Dalam bidang kesehatan, DPRD berharap anggaran dapat difokuskan pada program Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta bagi masyarakat, termasuk anggaran penanganan stunting. Kami berharap Pemerintah daerah harus dapat menjamin dan memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang sudah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, tanpa terkendala masalah biaya.

Dalam mendukung terselenggara dan tercapainya tujuan pendidikan, DPRD menilai diperlukannya berbagai langkah seperti, pembangunan berbasis data, pemerataan sekolah sesuai dengan jumlah penduduk, mewujudkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dengan kurikulum yang dapat meningkatkan minat siswa, bagi siswa yang berprestasi diberikan reward sehingga akan lebih tumbuh semangat untuk lebih berprestasi, sekolah gratis dan terjangkau, dan penerapan teknologi digitalisasi.

 

Red

BAU BUSUK MENGGANGGU KENYAMANAN WARGA BUMI ASRI TANGERANG

posjkt.com, Tangerang- Warga Perumahan Citra Raya kembali mengalami gangguan bau gas menyengat, terutama pada dini hari sekitar jam 4 pagi. Kuawalitas udara berbau yang  busuk sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi untuk mengetahui sumber bau gas tersebut dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Keamanan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam menangani kasus seperti ini.

Bau tersebut sangat mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan keresahan, sehingga warga pun meminta bantuan  media untuk melakukan investigasi ke lokasi yang diduga menjadi sumber bau, yaitu kawasan pabrik yang ada di wilayah tersebut. Investigasi tim posjkt.com menghasilkan  menemukan sumber masalah, di duga dari kawasan industri.

Masyarakat Mekar Asri 2 meminta Bupati Tangerang untuk serius mengusut tuntas permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan demikian, diharapkan permasalahan ini dapat segera diatasi dan lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman bagi warga sekitar.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengidentifikasi sumber bau menyengat yang mengganggu warga dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku usaha yang bertanggung jawab. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warga sekitar. Dengan adanya laporan ini, diharapkan pemerintah dapat menindaklanjuti dengan investigasi yang menyeluruh dan memberikan solusi yang tepat.

 

 

 

TIM

Bupati Tangerang Kunjungi Warga Perumahan Cisoka Indah Regency

posjkt.com Tangerang,-Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi dan berdialog langsung dengan warga Perumahan Cisoka Indah Regency, Desa Sukatani, RW 06 dan 07, Kecamatan Cisoka, Sabtu (25/10/25).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Hendri Hermawan, serta Camat Cisoka.

Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk respon cepat dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap aduan masyarakat terkait genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

“Kami hadir ke sini untuk menindaklanjuti laporan dan permohonan dari warga. Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan, karena genangan air yang terjadi ini perlu segera kita tangani. Oleh karena itu, saya bawa kepala dinas teknis untuk mencari solusi terbaik,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta bersama-sama bergotong royong memperlancar aliran air agar tidak terjadi penyumbatan yang berujung banjir.

“Saya minta kepada Pak RW dan RT untuk menggerakkan warga melakukan kerja bakti. Saluran air di jalan-jalan jangan ditutup atau diubah fungsi, karena itu bisa menyebabkan penyempitan dan banjir. Nanti yang besar-besarnya biar kami tangani melalui dinas teknis,” serunya.

Dari hasil tinjauan langsung di beberapa titik rawan genangan, termasuk area yang membutuhkan perbaikan saluran air dan pembuatan tandon air, pihaknya melalui dinas teknis terkait berencana akan membangunan tandon melalui anggaran APBD tahun 2026, guna mengurangi debit air di kawasan tersebut.

“Kita akan lihat lebih lanjut lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan tandon. Kalau memang memungkinkan dan lahannya jelas, kita anggarkan di APBD 2026. Tujuannya untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan ini,” ungkapnya

Di akhir kunjungan, dia juga menyampaikan apresiasinya kepada warga yang senantiasa kompak dan tanggap terhadap kondisi lingkungannya.

“Saya senang melihat warga Perumahan Cisoka Indah Regency ini kompak dan guyub. Pemerintah akan terus hadir untuk membantu, tapi partisipasi masyarakat juga penting agar penanganan bisa berjalan efektif,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga setempat, Sugiono, mengaku senang dan bangga atas kehadiran langsung Bupati Tangerang di dampingi dinas terkait di lingkungan mereka. Menurutnya, kehadiran Bupati Tangerang memberikan semangat baru bagi warga karena aspirasi dan keluhan mereka bisa disampaikan langsung dan mendapatkan gambaran solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Kami merasa bangga dan senang sekali bisa bertemu langsung dengan Pak Bupati. Beliau mendengarkan keluhan kami dengan sabar dan meninjau langsung lokasi yang sering tergenang. Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap warganya,” ujar Sugiono.

 

 

 

 

DIKUTIP RED

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

NO: 400.14.4.3/40-Prokopim/X/2025

 

Asmudi ketua LSM KM

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR DALAM SOROTAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT?

posjkt.com / Tangerang Jum’at (24/10) Hampir Setiap Hari Disugukan Dengan Berita Keluhan Warga Terkait Jalan Rusak.  Asdiyanto apa Solusi…? Dari Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang?

Warga Kabupaten Tangerang, menolak untuk terus menjadi saksi bisu atas bobroknya tata kelola pemerintahan daerah, terutama di tubuh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Selama empat tahun terakhir, dari 2021 hingga 2024, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) telah berulang kali menemukan berbagai penyimpangan dalam proyek jalan dan irigasi mulai dari ketidaksesuaian volume pekerjaan, mutu beton di bawah standar, hingga lemahnya pengawasan internal. Total nilai temuan mencapai Rp13,9 miliar, dan semua itu terjadi bukan sekali, tapi berulang kali, dengan pola yang sama.Ungkapnya, (As) Fakta ini tidak hanya menunjukkan ketidakefisienan birokrasi, tetapi juga menggambarkan kerusakan moral dan hilangnya tanggung jawab pejabat publik terhadap amanah rakyat.

Ironisnya, setiap tahun BPK memberi rekomendasi perbaikan, tetapi Dinas Bina Marga dan SDA tak pernah benar-benar berubah. Kesalahan terus diulang, laporan diperbaiki di atas kertas, namun praktik di lapangan tetap bobrok. Ini bukan lagi soal kelalaian teknis, melainkan soal mental pejabat yang sudah kebal terhadap kritik dan tidak lagi memiliki malu di hadapan rakyat. Pemerintahan yang seharusnya hadir untuk melayani justru menjadi mesin birokrasi yang kaku, tertutup, dan kehilangan arah.

Tidak berhenti di situ, publik juga diguncang oleh fakta pengurukan badan Sungai Kronjo-Muncung yang dilakukan oleh pihak swasta dengan dalih memiliki izin PKKPR. Kegiatan itu jelas-jelas melanggar hukum dan merusak lingkungan hidup, menutup aliran air dan mengubah fungsi ekologis sungai. Sementara Dinas yang bertugas menjaga sumber daya air justru diam tanpa tindakan. Tindakan ini adalah bukti pembiaran, pembiaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab. Ketika pejabat publik membiarkan sungai dikubur hidup-hidup atas nama proyek, maka sesungguhnya nurani mereka sudah ikut tertimbun bersama lumpur kekuasaan.

Sementara itu, mutu proyek jalan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang kian mempermalukan wajah pembangunan daerah. Banyak jalan baru yang sudah retak sebelum waktunya, berlubang setelah diguyur hujan, dan mengelupas seakan tak punya daya tahan. Padahal anggaran yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah dari uang rakyat. Ini bukan pembangunan, ini pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Dinas BMSDA jelas gagal memastikan standar mutu dan gagal menegakkan pengawasan teknis. Proyek dikerjakan seperti ritual rutin tahunan, cepat cair, cepat selesai, cepat rusak. Begitu seterusnya, tanpa perbaikan.

Lebih mencengangkan lagi, BPK juga mencatat adanya penyimpangan pertanggungjawaban belanja BBM dan pelumas senilai sekitar Rp690 juta. Data kendaraan tak sesuai, nota fiktif, dan bukti administrasi tidak lengkap. Bila untuk sekadar mencatat pembelian bahan bakar saja Dinas ini tidak bisa jujur, bagaimana mungkin masyarakat bisa mempercayakan miliaran rupiah untuk membangun jalan dan jembatan?

Sudah saatnya kita berbicara tanpa basa-basi bahwa Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Telah Gagal Total. Gagal menjaga uang rakyat. Gagal membangun dengan benar, Gagal menjaga lingkungan Dan di atas semuanya, gagal mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ungkap ketua LSM (AS).

Tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi 5 hari kedepan, sebagai berikut.

1. Mendesak Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Agar Segera Mengundurkan Diri Dari Jabatannya Sekarang Juga.

2. Mendesak Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk Turun Tangan Mengusut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Dan Keuangan Di Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang.

Dalam pernyataannya sikap dalam waktu dekat, masyarakat akan melakukan aksi demonstrasi selama beberapa hari,dalam pesan singkatnya, media diundang ikut serta menyuarakan agar, Kabupa Tangerang bersih dari tindakan merugikan negara.

 

Tim Red. ( Bagian 1) Baca selengkapnya

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Tegaskan Santri Harus Jadi Pelaku Sejarah

posjkt.com Tangerang,–Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menegaskan bahwa santri harus jadi pelaku sejarah baru dalam membangun peradaban.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat apel pagi dalam rangka memperingati Hari Santri tahun 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” di Lapangan Raden Aria Yudhanegara Puspemkab Tigaraksa, Rabu (22/10/25)

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati Maesyal Rasyid yang membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia menyebut Hari Santri tahun 2025 adalah hari santri yang istimewa. Tahun ini adalah 10 tahun peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2015.

“Dalam rentang waktu 10 tahun itu, kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan. Dari pesantrenlah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. Banyak alumni pesantren yang kini menjadi tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia,” ungkapnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meluncurkan Program ASPONTREN (Asrama Pondok Pesantren) dalam rangka memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

“Melalui Pembangunan Asrama Pondok Pesantren (ASPONTREN), pemerintah berupaya memberikan kenyamanan bagi para santri dalam menuntut ilmu, menciptakan lingkungan belajar yang layak, sehat, dan mendukung pembentukan karakter santri yang berdaya saing dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum kebangkitan santri Kabupaten Tangerang. Terus menguatkan semangat sinergi dan kolaborasi, bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang religius, sejahtera dan berdaya saing, serta mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

“Mari kita jadikan Hari Santri ini sebagai momentum kebangkitan santri Kabupaten Tangerang. Tanamkan dalam diri bahwa barangsiapa menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Rawatlah tradisi pesantren, namun juga peluklah inovasi zaman. Jaga akhlak, hormati guru dan kiai, cintai tanah air, serta bawa semangat pesantren ke ruang publik dan dunia kerja,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengajak semua peserta apel untuk mendoakan para santri yang wafat dalam musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo Jawa Timur.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya.

(Dikutip)

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

NO: 400.14.4.3/33-Prokopim/X/2025

 

Red.

Bapenda Kabupaten Tangerang Kembangkan Siwasjada 2.0 untuk Tingkatkan Pengawasan Pajak Daerah

 posjkt.com

Dalam upaya memperkuat pengawasan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang tengah mengembangkan Sistem Informasi Pengawasan Pajak Daerah (Siwasjada) 2.0. Pengembangan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) yang menekankan pentingnya penguatan local taxing power.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bapenda Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa sistem Siwasjada yang telah digunakan sejak tahun 2021 memiliki peran penting dalam mendukung fungsi pengawasan pajak daerah. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih adanya sejumlah kendala, seperti keamanan aplikasi yang belum optimal, beberapa fitur yang belum berjalan maksimal, serta proses administrasi yang masih dilakukan secara manual. 

Menjawab tantangan tersebut, Siwasjada 2.0 hadir dengan konsep dan rancangan yang lebih modern, adaptif, dan terintegrasi. Beberapa pembaruan utama dalam sistem ini meliputi: 

  • Integrasi Data Otomatis dengan sistem pajak daerah lain seperti SIMPAD dan dashboard alat perekam transaksi usaha.
  • Dashboard Interaktif yang menampilkan data kepatuhan wajib pajak, status alat perekam, hingga laporan penerimaan pajak secara real time. 
  • Fitur Otomatisasi Dokumen, seperti pembuatan surat imbauan, teguran, berita acara, dan laporan pemeriksaan yang dapat dihasilkan langsung dari sistem. 
  • Aplikasi Mobile Berbasis Android untuk memudahkan petugas lapangan dalam melakukan monitoring, pemeriksaan, dan penagihan pajak di lokasi. 
  • Peningkatan Keamanan Sistem dengan autentikasi ganda dan pembaruan framework teknologi terbaru. 

Melalui pengembangan ini, Bapenda Kabupaten Tangerang berharap Siwasjada 2.0 dapat menjadi instrumen digital yang mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak daerah. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan penerimaan pajak serta memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Bapenda. 

“Dengan hadirnya Siwasjada 2.0, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pengawasan, pemeriksaan, dan penagihan pajak dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi,” ujar Kepala Bidang Pengawasan, Pemeriksaan, dan Penagihan Bapenda Kabupaten Tangerang. 

Pengembangan Siwasjada 2.0 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan inovasi digital untuk tata kelola pajak yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.

 

Dikutip dari web bapenda

Red

Koperasi Merah Putih Jadi Fondasi Utama Kemandirian Ekonomi Masyarakat

POSTJT.COM // TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI terus meneguhkan langkah dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Kamis (16/10/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Jaksa Agung Muda Intelejen, Gubernur Banten, Kajati Banten, Wakajati Banten, Kajari Se-Banten, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang, Wakil Bupati Tangerang, para kepala desa, lurah, pengurus koperasi, serta perwakilan perusahaan pemberi dana CSR.

Dalam kesempatannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Koperasi dan UKM RI terhadap penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi ini merupakan fondasi utama bagi kemandirian ekonomi desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono. Kehadiran Bapak Menteri memberikan semangat baru bagi kami untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai penggerak ekonomi dan kemandirian rakyat di daerah,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, sudah terbentuk sebanyak 274 koperasi merah putih yang tersebar di desa dan kelurahan se Kabupaten Tangerang. Untuk tahap pertama penerimaan pendanaan CSR permodalan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebanyak 60 unit, yang nantinya dana tersebut dipergunakan untuk operasional dengan jenis usaha yang dikelola seperti sembako dan gas LPG 3 Kg. 

“Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi wadah untuk memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pelatihan, pendampingan, dan sinergi bersama dunia usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pihaknya juga akan terus mendukung dan memperkuat koperasi desa dan kelurahan agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi para anggota dan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program koperasi dan sinergi CSR dari berbagai pihak. Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kita harapkan seluruh desa dapat berkembang mandiri dan sejahtera,” ucapnya.

Gubernur juga mengapresiasi peran Kabupaten Tangerang yang konsisten menjadi pionir dalam penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat berbasis desa.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran vital dalam struktur ekonomi nasional. Pihaknya akan memberikan dan pendampingan agar koperasi KDKMP semakin profesional dan mampu bersaing.

“Kekuatan ekonomi bangsa terletak pada rakyat. Melalui koperasi, kita ingin membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa hingga nasional. Pemerintah akan terus memberikan bimbingan teknis dan pendampingan agar koperasi di daerah semakin profesional dan berdaya saing,” tutur Menteri Ferry.

Acara ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama antara pihak Kejaksaan Negeri Kab.Tangerang, Kab. Serang, Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang dengan Asosiai Badan Permusyawaratan Desa wilayah Provinsi Banten.

Dikutip/ Red

(Diskominfo Kabupaten Tangerang/DR/nD)
Nomor : PR/ 438-DISKOMINFO/X/2025

Bupati Tangerang Tutup Puncak Lomba LPM Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025

Bupati Tangerang Tutup Puncak Lomba LPM Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025

POSJKT.COM // Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri sekaligus menutup kegiatan Puncak Penghargaan Lomba Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Terbaik Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025 yang digelar di Joglo Ardes, Tigaraksa, Selasa (14/10/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan bahwa keberadaan LPM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Lumbung pangan ini harus menjadi sumber daya yang berputar dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah hanya berperan memfasilitasi, sementara masyarakat desa melalui LPM-lah yang menjadi motor penggeraknya,” jelas Bupati Maesyal Rasyid.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk memperkuat ekonomi berbasis pangan. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok tani di Kecamatan Sukamulya yang berhasil meningkatkan pendapatan melalui penanaman jagung hibrida dan jagung burung yang bernilai jual tinggi.

“Kita ingin masyarakat desa bangga dan tidak perlu ke kota mencari pekerjaan. Semua potensi yang ada di desa harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, H. Saifullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang pemenuhannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, sistem cadangan pangan nasional dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu Cadangan Pangan Pemerintah (Pusat), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dan Cadangan Pangan Masyarakat. Pilar terakhir inilah yang dikelola melalui kelembagaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

“Kehadiran lumbung di setiap desa sangat penting karena selain menjamin ketersediaan pangan lokal, juga memperkuat kelembagaan masyarakat serta mendukung tercapainya kemandirian pangan di tingkat desa,” jelas Saifullah.

Kegiatan lomba yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 diikuti oleh 26 kelompok LPM dari total 84 kelompok yang ada di Kabupaten Tangerang. Proses seleksi dimulai dari sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian lapangan, hingga rapat pleno penetapan pemenang.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Abdul Munir mengatakan lomba tersebut bertujuan memperkuat peran LPM sebagai pilar ketahanan pangan di tingkat komunitas dan menjadi ajang pembelajaran bagi kelompok lain dalam mengelola cadangan pangan secara efektif dan berkelanjutan.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi momentum memperkuat semangat kebersamaan, inovasi, dan kemandirian kelompok dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Berikut daftar pemenang Lomba Pengelolaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Terbaik Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025:

1. Juara I: LPM Karya Jaya, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka

2. Juara II: LPM Dengkul Jaya, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja

3. Juara III: LPM Melati, Desa Margamulya, Kecamatan Mauk

4. Harapan I: LPM Sodong Pulo, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa

5. Harapan II: LPM Pakuhaji Kulon, Desa Pakualam, Kecamatan Pakuhaji

6. Harapan III: LPM Karoya Sejahtera, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka

Para pemenang mendapatkan piala penghargaan dan uang pembinaan, masing-masing:

Juara I: Rp10.000.000

Juara II: Rp7.000.000

Juara III: Rp4.000.000

Harapan I: Rp2.000.000

Harapan II: Rp1.500.000

Harapan III: Rp1.000.000

Dikutip: Red

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
NO: 400.14.4.3/20-Prokopim/X/2025 Baca selengkapnya